Lusy peri muda yang tidak memiliki sihir seperti peri lainnya. Dia berkeinginan menjadi ratu peri yang melampaui ratu peri generasi sebelumnya.
Lusy di remehkan oleh kaumnya sendiri. Namun, suatu ketika dia menemukan sebuah teknik terlarang dan sebuah pedang leluhur peri yang membuatnya bisa membangkitkan kekuatan sejatinya.
Lusy bangkit menjadi peri terkuat tanpa sihir, tapi banyak orang yang masih tidak menerima sebuah kenyataan kalau Lusy adalah peri terkuat di alam Peri.
Akankah Lusy berhasil menjadi Ratu Peri?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadia Papendang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Penyambutan Part 1
Lusy dan fire berhenti, terlihat seulas senyum di sudut bibir Lusy yang tertutup pelindung kepalanya.
"Jika kalian memang dari perang perbatasan, kenapa kalian baru tiba kemari hari ini!
Bukankah perang tersebut sudah berakhir satu bulan yang lalu?"
Kaisar peri tidak bodoh, dia ingin memastikan kebenaran dari Lusy dan fire, jika memang benar mereka ikut dalam perang perbatasan.
Lusy membuka penutup kepalanya dan membalik badan, sontak saja semua orang yang ada di sana terkejut, karena Lusy masih sangatlah muda.
Lusy membalik badannya menatap Kaisar peri dengan tajam "Apa anda tahu, bagaimana rasanya di paksa ikut berperang saat belum memiliki pengalaman sama sekali?"
Lusy menyapu pandangannya ke semua orang yang ada di tempat tersebut "kalian di sini hidup dengan tenang!
Sementara kami di sana mempertaruhkan nyawa! Apa kalian tahu bagaimana rasanya melihat saudara-saudaraku berguguran di sana!?"
Suara Lusy begitu lantang, sehingga semua orang yang ada di sana langsung terkesiap.
Kata-kata lusy menunjukan bahwa dia seolah benar-benar merasakan ada di Medan perang.
lusy melangkah maju ke depan "Kami mempertahankan perbatasan demi kalian semua, tapi setelah sampai di sini, begini sambutan kalian? Sungguh miris sekali!"
Tubuh Kaisar peri bergetar, dia bisa merasakan penderitaan yang Lusy alami, walaupun sebenarnya penderitaan Lusy bukan karena perang perbatasan.
Fire yang melihat Lusy bercerita seolah dia melakukan perang sungguhan, dia tersenyum getir, karena ternyata tuannya sangat pandai bersandiwara.
"Maafkan kami Tuan." Kaisar peri menundukkan kepalanya sebagai permintaan maaf karena tidak menyambut Lusy dengan baik.
"Maafkan kami Tuan!" seketika semua orang melakukan hal yang sama dengan Kaisar peri, termasuk Holden.
Kaisar peri mengangkat kepalanya, dia kemudian buka suara "siapkan jamuan untuk pahlawan kita!
Berikan yang terbaik untuk mereka berdua!"
Kaisar peri langsung menyambut kedatangan Lusy dan Fire, dia pun tidak segan memberikan mereka fasilitas terbaik di istana kekaisaran.
Lusy menerimanya dengan senang hati, dengan begini dia sudah lebih dekat dengan impiannya, dan yang pasti bisa memberikan pelajaran pada orangtuanya yang telah membuang dirinya.
Kaisar peri menyuruh pelayan untuk mengantar Lusy dan fire ke kamar terbaik di istana, mereka akan mendapatkan gelar kehormatan di istana kekaisaran, dalam jamuan yang akan di adakan nanti malam.
...****************...
"Tuan, kamu terlalu luar biasa membodohi mereka." ucap fire tiba-tiba.
"Haish, Ayah ini, kalau tidak seperti itu, mereka semua tidak akan percaya dengan kita." jawab lusy yang sedang membuka zirah perangnya yang selalu dia pakai.
Tubuh putihnya terlihat, dengan otot-otot yang menonjol keluar, tubuhnya sangat kekar karena dia selalu bertarung dengan Monster selama puluhan tahun lamanya.
Lusy dan fire berganti pakaian santai yang sudah di siapkan pelayan waktu membawa mereka berdua masuk dalam kamar.
Lusy terlihat sangat tampan dengan pakaian barunya, rambutnya yang panjang, dia biarkan tergerai begitu saja.
Fire mengangguk mengerti, dia tahu kalau Lusy melakukan hal tersebut untuk membuat mereka berdua bisa tinggal di dalam istana kekaisaran.
"Ayah, aku mau berjalan-jalan keluar sebentar." Lusy berpamitan untuk melihat-lihat istana kekaisaran.
"Silahkan tuan, saya akan menunggu anda di sini." jawab fire yang masih merapikan barang-barang Lusy dan dirinya.
Lusy keluar dari kamar, istana kekaisaran yang begitu besar membuat dirinya bernostalgia saat dia pernah ke tempat tersebut meski hanya sesaat.
Lusy menyapu pandangannya ke seluruh tempat yang dia lewati, dia ingin mengenali semua tempat tersebut.