NovelToon NovelToon
Meretas Batas : Titik Cinta!

Meretas Batas : Titik Cinta!

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Balas Dendam / Berbaikan / Cerai / Mengubah Takdir / Keluarga
Popularitas:5k
Nilai: 5
Nama Author: Avalee

“Menikahlah denganku, Jia.”

“Berhentilah memikirkan masa lalu!! Kita tidak hidup di sana!!”

“Jadi kamu menolakku?”

“Apa yang kamu harapkan?? Aku sudah menikah!!!!”

Liel terdiam, sama sekali tidak menunjukkan keterkejutan. Sorot matanya yang tajam itu kembali lagi. “Aku tahu kamu sudah bercerai. Pernikahan macam apa yang sehari setelah menikah sudah tidak tinggal satu atap?”

Sebelas tahun lebih, mereka memutuskan untuk menyerah dan melupakan satu sama lain. Namun, secara ajaib, mereka dipertemukan lagi melalui peristiwa tidak terduga.

Akan kah mereka merajut kembali tali cinta yang sudah kusut tak berbentuk, meski harus melawan Ravindra dan anaknya Kay, wanita yang penuh kekuasaan dan obsesi kepada Liel, atau justru memilih untuk menyerah akibat rasa trauma yang tidak pernah sirna.

Notes : Kalau bingung sama alurnya, bisa baca dari Season 1 dulu ya, Judulnya Beauty in the Struggle
Happy Reading ☺️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Avalee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sekretaris Semakin di Depan

Empat hari berlalu, sekitar pukul 17.05 WIB, Kay mendatangi rumah mewah dan modern dengan pagar yang menjulang tinggi berwarna campuran antara emas dan hitam, yaitu kediaman utama rumah orang tuanya, Ravindra Malik Sanjaya.

Kay menginjakkan kakinya dengan malas di depan teras rumah sembari menunggu pelayan membukakan pintu untuknya.

Ibunya berdiri, menyambut kedatangan anaknya di depan pintu yang telah terbuka. “Nak, apa kabar? Kamu sehat? Apa kamu baik-baik saja?”

“Diam!! Mengapa pertanyaan ibu banyak sekali? Aku sampai malas menjawabnya!”

Kay melihat ke segala arah, mencoba mencari sesorang. Dia bertanya kepada ibunya di mana ayahnya berada.

“Ayahmu ada di lantai dua, Kay … uhm, sembari menunggu ayahmu turun ke bawah, bagaimana jika kita berbincang mengenai kegiatanmu?”

Kay melengos pergi. “Biar aku saja yang naik! Berbicara dengan ibu hanya menghabiskan waktuku saja.”

Ibunya hanya mampu menatap Kay dengan penuh kerinduan bercampur kekecewaan. Kay segera menaiki tangga ke lantai dua, pada saat ayahnya hendak menuruni lantai satu.

“Ah, kamu datang? Duduklah di samping ayah.”

Kay segera duduk dengan sikap terbaiknya, di sofa hitam yang empuk dan besar. Dia memejamkan matanya sejenak, sebelum memutuskan untuk berbicara.

“Dia berjalan-jalan tanpa kita tahu. Katanya, dia ingin bebas.”

“Sialan! Tembak saja kaki—“

“Sudah aku lakukan ayah, kemungkinan besar, dia butuh waktu yang lama untuk sembuh.”

Seketika Ravindra menyunggingkan senyuman. Dia merasa bangga dengan sikap Kay yang cepat tanggap dalam menanggani masalah.

“Kalau begitu … bukannya sudah saatnya untukmu mengelola perusahaan kita?”

Kay menggeleng-gelengkan kepalanya. Dia menjelaskan kepada ayahnya bahwa dia masih tidak berminat untuk terjun ke perusahaan.

“Sayang sekali, posisi CEO itu harusnya dimiliki olehmu, bukan Liel. Cih, ternyata … masih banyak jajaran direksi yang berpihak kepada Lakeswara dan anaknya itu.”

“Tida apa-apa ayah. Lagipula dia calon menantumu.”

“Huh, sudah selama ini, dia tidak mencintaimu Kay! Apa kamu tidak bisa berhenti saja? Biar ayah yang carikan, seperti anak dari berbagai kolega ayah?“

...****************...

Sementara itu, di hari yang sama, Jia belum ada niat untuk pulang ke apartemen. Padahal, jadwal pasien Jia sudah selesai sejak tadi.

Jia termenung, pikirannya berkecamuk, saat menatap kedua benda mati yang ada di hadapannya, ponsel yang tidak berdering dan kemeja putih “brand luxury” yang sudah dia beli.

“Dia tidak menghubungiku! Apa dia marah? Lalu bagaimana aku bisa memberikan kemeja ini jika dia masih marah padaku?! Haaah, ada-ada saja!”

Kemudian matanya melirik kembali, ke arah dua benda mati yang membuat hatinya kalut. Tidak sampai sepersekian detik, dia berdiri dan menggebrak mejanya.

Jia memasukkan ponsel ke tas dan meraih “paper bag” yang di dalamnya berisi kemeja putih tersebut. “Ini tidak bisa dibiarkan! Aku akan menemuinya.”

...****************...

Wanita dengan blazer dan celana coklat muda yang menghiasi tubuh rampingnya itu, tengah berdiri di depan perusahaan PT. TrickyRav Group.

Sambil merapikan sedikit sanggul rambutnya, dia berusaha tenang, namun hatinya seakan ingin meledak tidak karuan.

Kemudian dia berbalik, ingin segera pergi, namun langkahnya terhenti, mengingat kemeja putih yang mahalnya bukan main.

“Ck, sial! Jika tidak karena ini (melirik paper bag) dan permintaan maaf, mungkin aku tidak akan datang ke sini!!” Jia mendecik kesal seraya memantapkan langkahnya memasuki perusahaan.

Memasuki perusahaan, matanya terpana melihat interior perusahaan yang minimalis namun elegan, dengan fasilitas yang lengkap dan teknologi yang canggih. Pemilihan warnanya pun di dominasi dengan warna netral seperti warna krem, coklat tua, dan putih.

Namun, otaknya memberi sinyal kembali, bahwa tujuan Jia bukan untuk “room tour” di perusahaan, melainkan bertemu Liel.

Jia segera mendatangi resepsionis untuk meminta ijin bertemu Liel. Resepsionis itu segera menghubungi Jenar, sekretaris pribadi Liel, dan infromasi yang di dapat jia dari mulut resepsionis tersebut hanyalah “silahkan menunggu setengah jam lagi, karena Pak Liel sangat sibuk dan tidak bisa diganggu.”

Kemudian dia menunggu hampir satu jam lamanya.

Jia dengan setelan sabarnya itu, bertanya kembali. “Ini sudah lebih dari setengah jam? Saya mengenal baik atasan kalian, jadi bisa kah kalian mengijinkan saya untuk datang menemuinya sebentar?”

Resepsionis mengeleng-gelengkan kepalanya. “Ah, barusan sekretaris pak Liel mengatakan untuk menunggu sekitar setengah jam lagi.”

“Fuck you!” Maki Jia dalam hati seraya tersenyum.

Jia pun menurut seperti anak kecil dan duduk dengan tenang di sofa putih berbentuk bulat. Tidak berselang lama, resepsionis itu pergi menuju toilet. Jia tersenyum manis padanya.

Lima menit berlalu, Jia masih tahan menunggu. Namun, saat waktu sudah berjalan selama tujuh menit, dia segera berdiri dan menaiki Lift, tanpa resepsionis dan para penjaga pintu tahu.

Lift tersebut terus naik, mengarahkannya menuju ruang kantor Liel. Saat pintu liftnya terbuka, terdapat meja kubikel dengan partisi kaca, tempat sang sekretaris bekerja.

“Huh, namanya Jenar ya? Jadi … betina yang bersarang di depan ruangan Liel ini, yang menunda pertemuanku dengannya!!”

Kemudian, tampak samar-samar, Jia mendengar suara perempuan dari balik pintu yang sedikit terbuka. Jia dan kakinya itu, berusaha mengendap-endap, agar dapat mendengar lebih jelas pembicaraan mereka.

Jenar dengan wajahnya yang memelas itu, tampak menarik tangan kanan Liel, lalu menaruhnya di dadanya. “Apa saya tidak ada di hati bapak? Lihat ini … hatiku berdebar hanya dengan melihatmu.”

Masih di belakang pintu, Jia membalikkan badannya. Hatinya panas. Lebih panas dari bubuk merica. Meski Jia ingin sekali meninggalkan tempat itu, namun dia urungkan, sebab telinganya masih ingin mendengar.

“Iissh, apakah aku harus menghadapi wanita gila lagi selain Kay?” gumamnya dalam hati, merasa frustasi.

1
Muffin🧚🏻‍♀️
Laaah centil padahal mau juga aslinya kwkw
Muffin🧚🏻‍♀️
Liel ini bisa jadi banyak bicara ya kalo sm jia ?
Muffin🧚🏻‍♀️
Suudzon muluuu jiaaa ah
Muffin🧚🏻‍♀️
Sabar mangkannya nat kekw keburu emosi sih uuu
TokoFebri
agak ngakak ya dengan kata Universitas Sinus wkwwk
TokoFebri
Kay jahat banget.
TokoFebri
Liel, apa kamu yakin mampu menahan rasa rindumu kepada jia?
TokoFebri
liel mikir aja cakep wwkw
TokoFebri
pengen punya pen kayak gitu. mahal kali ya..
TokoFebri
Kalau bicara masalalu memang berat. apalagi kalau yang buruk buruk. tapi jia.. move on ke masa depan. semoga bisa melewati semua masalahmu jia untuk kedepannya.
drpiupou
nah yah kan, bikin cpek aja berdebat wkwkw
drpiupou
wkwkw lgsung auto masuk
drpiupou
waduh wanita malam. gadis malam atau gimana nih mksdnya/Awkward/.

uhh pesta ambil minum pasti ini
Miu Nuha.
Aku menikmati karyamu author Avalee yang keren banget kalo bikin alur cerita. love-hate dan chemistry Jia dan Liel juga bagus, naik turun kek rolercoster, seru! 😆

semangat berkarya!!
Avalee: Akkkh makasih byk kak 😍
total 1 replies
Miu Nuha.
jian, berani sekali jia /Joyful/
Avalee: Yg nulis aja kaget 🙂‍↔️
total 1 replies
Miu Nuha.
masih muter2 kek komedi putar yg gk mau berhenti, sabar ya /Shy//Shy/
Avalee: Sabar bgt 😫😫🤣
total 1 replies
Miu Nuha.
kok ya bisa /Facepalm//Facepalm/
Avalee: Operatornya koplak 😭🤣
total 1 replies
Miu Nuha.
ada aja kamu bikin scene begini Thor /Proud//Proud/
Miu Nuha.
aduh, gara2 kemeja jadi seseius ini /Gosh//Gosh/
,, untunglah papany super duper lovely papa~
Avalee: Baik bgt papanya 🥰🥰
total 1 replies
Miu Nuha.
ahahah lucu sekali /Facepalm//Facepalm/
Avalee: Kakanya Jia menggila 🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!