NovelToon NovelToon
Kehidupan Kedua

Kehidupan Kedua

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Reinkarnasi
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: Tri Wahyuni92

Menggambarkan kemegahan hidup Doni Salman di usia 46 tahun, puncak kekuasaan Salman Group, hingga tragedi malam berdarah saat racun melumpuhkan sarafnya.

Konfrontasi kejam Amanda dan Andreas, pengakuan mengejutkan tentang anak gelap mereka, serta fakta mengerikan bahwa Zahra diperkosa dan dibunuh atas perintah Amanda.

Doni mati dalam murka, memicu keajaiban langit yang melempar jiwanya kembali ke tahun saat ia berusia 26 tahun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tri Wahyuni92, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 3: Darah Gelap di Balik Tahta

Napas Doni semakin pendek, menyisakan bunyi detak jantung yang kian tak beraturan di dalam rongga dadanya.

Kamar yang super mewah itu kini terasa menjelma menjadi ruang eksekusi yang senyap.

Rasa sakit fisik yang diakibatkan oleh racun saraf VX menjalar ke setiap jengkal kulitnya, menciptakan sensasi seperti terbakar api sekaligus membeku oleh es di saat yang sama.

Namun, kejutan terbesar malam itu belum selesai.

Di depan mata Doni yang mulai diselimuti kabut tipis, sebuah pemandangan yang memuakkan terjadi.

Andreas, pria yang selalu bersikap tahu diri dan menjaga jarak aman sebagai bawahan, melangkah mendekat ke arah Amanda.

Tanpa ada keraguan atau kecanggungan sedikit pun, Andreas mengulurkan tangan kekarnya, melingkarkannya ke pinggang ramping Amanda, lalu menarik tubuh istri Doni itu ke dalam dekapan hangatnya.

Amanda tidak menolak.

Wanita yang selama dua puluh lima tahun ini menyandang status sebagai Nyonya Besar Salman itu justru menyandarkan kepalanya di bahu Andreas dengan begitu manja.

Di bawah tatapan mata Doni yang membelalak sempurna karena syok, Andreas mencondongkan wajahnya dan mendaratkan sebuah kecupan intim yang panas tepat di bibir Amanda.

Mereka berciuman dengan penuh gairah di atas tubuh sekarat pria yang telah memberikan mereka kemewahan hidup.

"Kalian... biadab..."

lumat Doni di dalam tenggorokannya yang mulai digenangi darah. Suaranya hampir mati, tersumbat oleh cairan kental yang mulai naik ke rongga mulut.

Amanda melepaskan pagutan bibirnya dari Andreas, lalu menatap Doni dengan tatapan geli yang amat sangat.

"Biadab? Oh, Doni, sebut saja ini sebuah reuni yang tertunda."

"Kau tahu, aku dan Andreas sudah menjadi sepasang kekasih jauh sebelum bajingan miskin sepertimu datang ke kehidupan keluarga Santoso membawa proposal bisnis logistikmu yang payah itu."

"Andreas adalah cinta pertamaku, dan akan selalu menjadi satu-satunya pria di hatiku."

Andreas terkekeh, tangannya masih mengelus pinggang Amanda dengan posesif.

"Doni, kau telah menjadi keledai yang sangat berguna bagi kami selama belasan tahun ini."

"Kau bekerja siang dan malam, pergi ke luar kota, menghadiri rapat perbankan hingga larut malam, merusak kesehatanmu sendiri hanya untuk membangun sebuah imperium bisnis yang luar biasa."

"Dan sekarang, tebak siapa yang akan menikmati semua hasil jerih payahmu tanpa perlu mengeluarkan setetes keringat pun?"

Doni mencoba menolak kebenaran itu dalam hatinya, namun kenyataan pahit terus dihantamkan ke wajahnya tanpa ampun.

"Semua... asetku... atas... namaku..."

bisik Doni dengan sisa-sisa kesadaran yang menolak untuk padam.

"Atas namamu? Ya, untuk saat ini,"

Amanda menyambar perkataan Doni dengan nada sinis.

"Tapi kau lupa, Doni. Jika kau mati malam ini karena 'serangan jantung', seluruh harta kekayaan, saham mayoritas di perbankan, jaringan kontainer, dan kendali penuh atas Salman Group akan jatuh secara otomatis ke tangan ahli waris tunggalmu."

"Putra semata wayang kita... Robby Salman."

Mendengar nama Robby disebut, jantung Doni yang sudah melemah mendadak berdenyut sangat kencang hingga menimbulkan rasa sakit yang luar biasa di dadanya.

Robby. Anak laki-laki berusia lima belas tahun yang sangat ia banggakan.

Anak yang selalu ia peluk setiap kali pulang kerja, anak yang ia ajari cara bermain golf, dan anak yang sejak kecil sudah ia persiapkan dengan pendidikan terbaik di luar negeri agar kelak bisa meneruskan takhta tertinggi di Salman Group.

Robby adalah segalanya bagi Doni, alasan utamanya untuk terus bertahan di tengah kejamnya dunia korporasi.

"Jangan... sentuh... Robby..."

erang Doni,

air mata kepedihan yang teramat dalam kini mengalir deras dari kedua sudut matanya, membasahi bantal sofa marun tersebut.

Mendengar ucapan Doni, Amanda justru meledak dalam tawa yang sangat melengking, sebuah tawa yang terdengar sangat mengerikan dan bergema di seluruh sudut ruangan mewah itu bagaikan lolongan iblis dari neraka.

"Jangan sentuh Robby?"

"Hahaha! Doni, Doni... kau benar-benar pria paling bodoh yang pernah aku temui di dunia ini!"

Amanda menyeka air mata akibat tertawa terlalu keras, lalu membungkuk perlahan, menatap tepat ke dalam manik mata Doni yang mulai kehilangan fokusnya.

"Kau pikir Robby itu anakmu? Kau pikir darah yang mengalir di dalam tubuh remaja tampan itu adalah darah kotormu?"

Doni mematung.

Saraf motoriknya memang sudah lumpuh, namun jiwanya terasa seperti dihantam oleh godam raksasa tak terlihat yang menghancurkan seluruh dinding warasnya.

"Robby adalah anak kandungku dengan Andreas, Doni!"

bisik Amanda tepat di depan wajah Doni, kata-kata itu diucapkan dengan penekanan yang penuh dengan bisa beracun.

"Kami merencanakan kehamilanku dengan sangat matang."

"Tepat setelah aku mengetahui bahwa aku mengandung anak Andreas, aku merayumu di tempat tidur, membuatmu berpikir bahwa malam itu adalah malam keajaiban kita."

"Dan ketika Robby lahir, Andreas sendiri yang menggunakan wewenangnya di rumah sakit milik jaringan perbankanmu untuk memalsukan hasil tes DNA tersebut!"

"Tidak... tidak mungkin..."

batin Doni menjerit histeris.

Ia ingin berteriak, ia ingin memuntahkan semua isi hatinya, namun mulutnya hanya mampu mengeluarkan suara desisan yang samar disertai busa darah tipis.

"Itu adalah kenyataan yang sangat indah, bukan?"

Andreas menimpali dengan nada penuh kemenangan yang mutlak.

"Kau telah menghabiskan lima belas tahun hidupmu, memeras keringat, menahan lapar di masa lalu, merawat, memanjakan, dan memberikan kasih sayang terbesar seorang ayah..."

"kepada anak kandung dari pria yang paling kau percayai dan wanita yang paling kau cintai."

"Kau telah membesarkan darah daging musuhmu sendiri di dalam rumahmu sendiri, Doni Salman!"

Kenyataan itu bagaikan ribuan bilah pedang yang menusuk dan mencabik-cabik jantung Doni hingga tak berbentuk lagi.

Setiap kenangan manis saat ia menggendong Robby waktu bayi, setiap tawa yang mereka bagikan di ruang keluarga, kini berubah menjadi racun yang jauh lebih mematikan daripada racun VX yang ada di dalam tubuhnya.

Hidupnya selama dua puluh lima tahun terakhir tidak lebih dari sebuah panggung sandiwara komedi hitam, di mana ia adalah badut utama yang ditertawakan oleh istri dan tangan kanannya di belakang layar.

Doni menatap langit-langit kristal dengan pandangan yang kian menggelap.

Mengapa hidupnya harus berakhir setragis ini? Apa kesalahan yang pernah ia perbuat hingga semesta menghukumnya dengan

pengkhianatan yang begitu terstruktur dan kejam? Namun, di tengah keputusasaan yang mendalam itu, Amanda kembali mendekatkan bibirnya ke telinga Doni, siap untuk membisikkan satu rahasia paling mengerikan yang selama ini terkubur rapat di bawah fondasi Salman Group.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!