NovelToon NovelToon
Penyesalan Suami: Mengejar Mantan Terindah

Penyesalan Suami: Mengejar Mantan Terindah

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Single Mom / Berbaikan
Popularitas:70.6k
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

Dalam hidupnya Arkana punya satu rasa penyesalan yang teramat sangat. Bahkan dia tidak tahu ketika berpisah dengan Kanaya, wanita itu sedang dalam keadaan hamil.

Sampai suatu hari Arkana bertemu kembali dengan Kanaya, mantan istrinya. Karena ingin menebus rasa bersalahnya, Arkana ingin rujuk dan membangun pernikahan yang sesungguhnya.

Namun, Kanaya yang masih menyimpan luka, enggan rujuk.

Apakah Arkana berhasil mendapatkan hati Kanaya kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31

Hubungan Arkana dan Abinaya berubah jauh dalam beberapa minggu terakhir. Sejak sakit demam waktu itu, anak laki-laki tersebut tidak lagi menjaga jarak seperti sebelumnya.

Memang Abinaya masih belum selengket Anaya kepada Arkana, tetapi kini ia sudah memanggilnya Ayah tanpa canggung. Bahkan sesekali mulai bercerita tentang sekolah, teman-temannya, atau hal-hal kecil yang terjadi sepanjang hari. Bagi Arkana, perubahan itu terasa seperti hadiah terbesar yang pernah ia terima.

Waktu berjalan jauh lebih cepat daripada yang Arkana bayangkan. Sudah hampir dua bulan dia tinggal di rumah Kanaya.

Hari-harinya kini diisi oleh hal-hal sederhana yang dulu hanya bisa ia impikan. Mengantar anak sekolah, membantu mengerjakan tugas, menemani bermain, membacakan cerita sebelum tidur, hingga mendengarkan ocehan Anaya yang seolah tidak pernah kehabisan topik untuk dibicarakan.

Dan di antara semua kebahagiaan itu, ada satu hal yang paling ia syukuri. Abinaya akhirnya mulai menerima dirinya.

Tidak terjadi dalam semalam. Tidak juga karena satu peristiwa besar yang mengubah segalanya. Semua terjadi perlahan, sedikit demi sedikit, melalui kesabaran yang tidak pernah berhenti Arkana berikan kepada putranya.

Pagi itu, seperti biasa Arkana sedang berada di dapur. Ia mengenakan celemek yang dibelikan Anaya beberapa minggu lalu. Celemek bergambar dinosaurus berwarna hijau yang menurut putrinya membuat Arkana terlihat "ganteng dan lucu sekaligus."

Aroma nasi goreng kampung memenuhi ruangan ketika langkah kecil terdengar mendekat.

Abinaya muncul dari arah koridor sambil mengucek salah satu matanya. Rambutnya masih berantakan karena baru bangun tidur.

Anak laki-laki itu berdiri di depan meja dapur beberapa detik sebelum akhirnya membuka suara.

"Ayah," panggil Abinaya.

Arkana spontan menoleh. Senyum kecil langsung muncul di wajahnya. Sampai sekarang, setiap kali mendengar panggilan itu, dadanya masih terasa hangat.

"Iya, Abi?" sahut Arkana lembut.

Abinaya menarik kursi lalu duduk. "Telurnya jangan terlalu matang."

Arkana terkekeh pelan. "Siap, Bos!"

Abinaya mengangguk puas seolah baru saja memberikan instruksi penting.

Beberapa saat kemudian Anaya turun sambil berlari kecil menuruni tangga. Gadis kecil itu langsung berhenti ketika melihat kakaknya dan Arkana berbicara santai tidak seperti dahulu.

Mata Anaya menyipit curiga. Setelah memastikan Arkana kembali sibuk memasak, ia segera mendekati Abinaya lalu menarik lengan saudaranya itu.

"Abi," panggil gadis kecil itu berbisik.

"Apa?" sahut Abinaya tanpa menoleh.

"Kamu sadar enggak?"

"Sadar apa?" Abinaya kini menoleh ke arah kembarannya.

Anaya melirik ke arah Arkana sebelum berbisik pelan. "Kamu sekarang sering manggil Ayah dengan nada hangat dan lembut."

Abinaya berkedip beberapa kali. Ia tampak berpikir. "Oh, iya."

Anaya langsung menepuk dahinya sendiri. "Ya ampun!"

"Kenapa?" tanya Abinaya heran.

Wajah Anaya mendadak serius. "Kamu udah sayang sama Ayah."

Abinaya langsung mendengus. "Aku dari dulu juga sayang."

"Nah!" Anaya menunjuk wajahnya. "Itu berarti kamu udah luluh."

Abinaya ingin membantah. Namun setelah dipikir-pikir, memang sudah lama ia tidak lagi merasa kesal kepada Arkana. Pria itu selalu ada saat ia membutuhkan bantuan. Selalu sabar ketika dirinya bersikap dingin. Dan tidak pernah marah meskipun sering diabaikan. Akhirnya ia menyerah.

"Ya, sudah."

Anaya langsung tersenyum lebar. "Tuh, kan!"

Namun beberapa saat kemudian, senyum di wajah Anaya perlahan menghilang. Matanya berpindah ke arah Kanaya yang baru keluar dari kamar sambil membawa beberapa map pekerjaan. Setelah itu ia menoleh ke arah Arkana yang masih sibuk memasak.

Kepala Anaya bergerak ke kiri dan ke kanan beberapa kali, memperhatikan kedua orang tuanya bergantian. Wajahnya mendadak serius. Sangat serius untuk anak berusia lima tahun.

"Abi," bisik Anaya.

"Apa?" Abinaya melirik.

"Kamu enggak kasihan?" Anaya menatap kembarannya.

Abinaya mengernyit bingung. "Kasihan sama siapa?"

"Sama, Bunda dan Ayah."

"Maksudnya?" tanya Abinaya dengan alis mengkerut tak mengerti. Karena menurutnya mereka baik-baik saja.

Anaya merapatkan tubuhnya seolah sedang membicarakan rahasia besar. "Mereka enggak pernah pegangan tangan."

Abinaya hampir tersedak air minumnya. "Hah?"

Anaya melanjutkan dengan penuh keyakinan. "Pasangan suami-istri yang aku lihat kebanyakan suka pegangan tangan. Kayak Opa Adjie dan Oma Cantika. Mereka juga suka jalan berdua."

Abinaya mengangkat bahu. "Ya, terus?"

Anaya mendesah panjang. "Pokoknya suami-istri itu harus romantis."

Abinaya menatapnya lama. "Romantis itu apa?"

Kini giliran Anaya yang terdiam. Karena kata pasangan suami-istri itu harus romantis" sering dia dengar. Ia pun berpikir cukup lama sebelum akhirnya menjawab mantap.

"Pokoknya romantis."

Abinaya langsung memalingkan wajah sambil bergumam. "Kamu tuh nggak jelas."

"Pokoknya kita harus menyusun rencana untuk menyatukan Bunda dan Ayah agar mereka jadi pasangan romantis," kata Anaya dengan tegas. "Kamu tidak mau, kan, jika Ayah berpisah dengan kita lagi?"

"Tentu saja, nggak mau," balas Abinaya.

Debuah misi rahasia pun dimulai. Misi menyatukan Ayah dan Bunda. Dalangnya tentu saja Anaya. Sedangkan Abinaya menjadi anggota paksa karena tidak tega melihat semangat saudara kembarnya.

Percobaan pertama dilakukan saat makan malam. Diam-diam Anaya menukar posisi duduk semua orang. Hasilnya cukup memuaskan, Kanaya dan Arkana akhirnya duduk berdampingan.

Anaya bahkan sampai menyikut pelan lengan Abinaya sambil tersenyum bangga. "Tuh."

Melihat kedua orang tuanya duduk berdampingan, membuat hati Abinaya senang. Dia pun berharap usaha mereka tidak sia-sia.

Namun, kebahagiaan itu hanya bertahan lima menit. Kanaya bangkit mengambil sambal di dapur. Setelah kembali, ia justru duduk di kursi yang berbeda.

Senyum Anaya dan Abinaya langsung hilang.

Misi gagal.

1
SasSya
😩
bunda masih sulit
SasSya
yg ngajarin si kicik cantik ini siapa sieeee
anak umur 4 thn udah ngerti kata2 orang dewasa
Kemarin cemburu, sekarang romantis
hayooo siapa mentornya Ay???😃
SasSya
hahahaha
kayanya akan ada konspirasi si kembar iniiii 😃😆😆😆😆
Sri Supriatin
Tks upnya thor 💪💪💪
Sri Supriatin
Taktik anak2 🤣🤣🤣
Sri Supriatin
Alhamdullilah Abi mulai membaik 🙏🙏🙏
Ita rahmawati
Kanaya berhasil mendidik anak²nya dg baik
vania larasati
lanjut
SasSya
ada cara yg ampuh meredakan panas demam
skin to skin Ar,itu bisa Kamu lakukan
SasSya: 😃😃👍👍👍👍
total 2 replies
SasSya
paling bingung kalo bocil sakit tapi gak mau minum obat
serasa mau nangis, menjerit 😬😬😬
SasSya
eeeeeee
anak kicik cantik tepat nembaknyaa
tau bahasa cemburu 😃
Sugiharti Rusli
perlahan tapi pasti semoga apa yang kamu impikan bersama keluarga kecil kalian yang utuh bisa segera terwujud yah Ar,,,
Sugiharti Rusli
tapi melihat ketulusan Arkana menjaganya bersama sang bunda semalaman, akhirnya pertahanannya runtuh juga,,,
Sugiharti Rusli
mungkin selama ini sejatinya Abi juga merindukan sosok yang ingin dia panggil ayah, tapi masih menahan dirinya,,,
Sugiharti Rusli
ternyata benar yah ikatan emosional itu sangat penting disamping kedekatan fisik
Sugiharti Rusli
ah ikutan melow bacanya sih😪😪😪
Sugiharti Rusli
apalagi di saat sekarang putra mereka sakit dan ternyata ga suka minum obat jadi proses pemulihannya jadi ga mudah,,,
Sugiharti Rusli
intinya si Arkana memang sabar saja nunggu proses Kanaya mau menerima diri nya lagi seutuhnya yah,,,
Sugiharti Rusli
etapi si Kanaya saat Arka panggil sayang dia reflek langsung menyahut donk😝😝😝
Sugiharti Rusli
Aya kamu peka dan jujur sekali sih bilang kalo ayahnya cemburu😅😅😅
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!