NovelToon NovelToon
Second Half: Velix The Next Legend

Second Half: Velix The Next Legend

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Reinkarnasi / Sistem
Popularitas:5.8k
Nilai: 5
Nama Author: Wawan wan

Velix Purnama umur 26tahun seorang pekerja kantoran tanpa sengaja kembali ke masa lalu saat dia masih menduduki bangku SMP.

"Dengan sistem aku akan mengejar apa yang menjadi mimpiku", ujar Velix

bagaimana kisah Velix menjadi legenda sepakbola mari kita saksikan bersama sama!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wawan wan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 24 Benturan Dua Tekad

BAB 24: Benturan Dua Tekad

Prreeettt!

Peluit babak kedua berbunyi, memecah ketegangan yang menyelimuti Stadion Mini Jakarta Timur. Sesuai dengan kalkulasi taktis Velix, SMP 21 langsung menerapkan strategi all-out attack. Mereka menumpuk hingga empat pemain di lini depan dan memaksa garis pertahanan mereka naik hingga mendekati garis tengah lapangan.

"Tekan terus! Jangan kasih mereka waktu buat oper bola!" teriak pelatih SMP 21 dari pinggir lapangan, wajahnya tegang menyaksikan sisa 40 menit penentuan ini.

Menit ke-45, SMP 21 mendapatkan momentum mereka. Gelandang sayap kanan mereka yang memiliki kecepatan tinggi berhasil melewati bek kiri Merah Marun. Dengan ruang yang terbuka luas, dia melepaskan umpan silang melambung yang sangat deras ke dalam kotak penalti.

Reyhan melompat dengan meyakinkan. Menggunakan keunggulan tinggi badannya yang mencapai 175 cm, dia memenangkan duel udara mutlak atas bek tengah Merah Marun yang sudah kelelahan.

Dug!

Sundulan tajam Reyhan menghujam deras ke sudut bawah gawang, tak mampu dijangkau oleh kiper Merah Marun yang sudah salah mengantisipasi arah bola.

Gol! Skor berubah menjadi 2-1 pada menit ke-46.

Tribune pendukung SMP 21 seketika meledak dalam gemuruh sorakan. Reyhan tidak merayakan gol itu dengan berlari ke sudut lapangan. Dia justru memungut bola dari dalam jaring gawang, lalu berlari kembali ke lingkaran tengah sambil menatap Velix dengan senyuman liar yang penuh tantangan.

"Gua bilang juga apa? Baru satu gol. Jala gawang lu bakal gua robek lagi setelah ini!" seru Reyhan berapi-api saat melewati Velix.

Anak-anak Merah Marun langsung tertunduk lesu. Mental remaja mereka kembali goyah setelah kebobolan di menit-menit awal babak kedua. Ketakutan akan momentum kebangkitan sang juara bertahan mulai merayap di pikiran mereka.

Melihat kepanikan yang mulai menjalar, Velix langsung mengambil alih komando mental. Sifat hangat dan suportifnya keluar untuk membakar kembali semangat tim yang meredup. Dia menepuk pundak Danu dan berteriak lantang ke arah lini belakang.

"Angkat kepala kalian! Kita masih unggul!" seru Velix dengan suara baritonnya yang tegas dan penuh wibawa dewasa. "Satu gol itu biasa dalam sepak bola. Fokus lagi ke posisi masing-masing, batasi ruang gerak lini tengah mereka. Kita kunci kemenangan ini sekarang!"

Mendengar teriakan Velix yang begitu tenang tanpa ada riak kepanikan sedikit pun, mental anak-anak SMP itu seperti ditarik kembali dari jurang kecemasan. Efek pasif Cold-Blooded Mentor milik Lampard secara tidak langsung menularkan stabilitas emosi ke seluruh skuad Merah Marun.

Pertandingan dimulai kembali. SMP 21 yang berhasil memperkecil ketertinggalan bermain makin agresif dan kasar. Benturan fisik antar-pemain tak terhindarkan di setiap jengkat lapangan tanah tersebut.

Menit ke-55, Velix menerima umpan pendek dari Danu di area tengah. Belum sempat dia memutar tubuhnya, dua gelandang bertahan SMP 21 langsung menerjangnya secara bersamaan dari depan dan belakang.

Bruk!

Kaki Velix dijepit dengan kasar hingga dia terjatuh berguling di atas rumput stadion yang keras.

"Woi! Pelanggaran keras itu, Wasit!" teriak Pak Joko dari pinggir lapangan sambil memprotes keras hakim garis. Wasit segera meniup peluit dan memberikan kartu kuning kedua untuk gelandang bertahan SMP 21. Kartu merah! SMP 21 terpaksa bermain dengan 10 orang di sisa waktu babak kedua.

Di tengah keributan para pemain yang saling dorong, Velix bangkit berdiri dengan sangat tenang. Dia mengibaskan debu tanah yang menempel di jersinya, lalu menatap layar Sistem yang mendadak berkedip di sudut pandangnya.

[Pemberitahuan Sistem: Benturan Fisik Intens Terdeteksi.]

[Efek "Ramuan Pemulihan Premium" Berhasil Meredam Risiko Cedera Tulang Kering.]

[Kondisi Fisik: 78% (Stamina Menurun, namun Struktur Otot Tetap Stabil)]

Velix melirik ke arah Reyhan yang kini harus turun lebih jauh ke belakang untuk mengisi kekosongan lini tengah timnya. Mode serius Velix kembali terkunci rapat. Sisi pencinta sepak bola taktis di dalam dirinya mendidih hebat melihat ruang kosong yang ditinggalkan oleh kartu merah lawan.

"Danu, Ryan, bersiap," bisik Velix dengan pandangan sedingin es yang mengunci pergerakan lini belakang SMP 21. "Mereka kekurangan satu orang di tengah. Ini saatnya kita menghabisi permainan mereka."

Cetak biru menuju gelar juara kini memasuki 25 menit terakhir yang paling berdarah. Velix Purnama siap melepaskan pukulan terakhirnya untuk meruntuhkan sang raksasa sekali dan untuk selamanya.

1
Riyanganz
semangat thor💪
Riyanganz
bagus 👍
Riyanganz
ringan ceritanya mengalir, semoga aja kedepannya ga boring ceritanya
Alia Chans
lanjut🌹✍️🤭
Wawan
Salam kenal buat Velix✍️
aldo
seru sekali 🙏🙏🙏🙏
aldo
ayo lanjut author 🙏🙏🙏🙏
aldo
lanjut author 🙏🙏🙏
NoxVeil
Ayok like dan komen guys biar tambah smngt up nya💪😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!