NovelToon NovelToon
Bumil Barbar Di Mansion Megah

Bumil Barbar Di Mansion Megah

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Perjodohan / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:414.2k
Nilai: 5
Nama Author: Heresnanaa_

Aurelia baru saja akan menikmati masa mudanya sebagai gadis single yang bebas, sampai sebuah kecelakaan menyeret jiwanya ke tubuh Nadia Atmaja. Saat terbangun di ranjang rumah sakit, hal pertama yang ia rasakan bukanlah sakit kepala, melainkan beban berat di bagian perutnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Heresnanaa_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 31

***

Pagi menyapa Jakarta dengan sisa-sisa ketegangan yang masih menggantung di udara. Di Mansion Hadiwinata, Raditya telah berangkat ke kantor beberapa saat yang lalu dengan pengawalan yang tiga kali lipat lebih ketat dari biasanya. Ia tidak ingin mengambil risiko sekecil apa pun setelah insiden di gang buntu itu.

Nadia terbangun di ranjang luas yang kini terasa hampa tanpa pelukan Raditya. Tubuhnya masih sedikit lemas, namun jiwanya jiwa Aurelia yang tajam dan taktis telah pulih sepenuhnya. Ia baru saja menyelesaikan sarapan paginya di balkon kamar saat Bi Sum mengetuk pintu dengan wajah pucat pasi.

"Ibu... di bawah... ada Nyonya Besar Sekar?" tanya Nadia.

"Bukan, Bu. Iring-iringan mobil hitam... banyak sekali. Penjaganya berseragam rapi. Katanya... Kakek Ibu datang," lapor Bi Sum dengan suara gemetar.

Nadia meletakkan cangkir tehnya perlahan. Senyum tipis yang dingin terukir di bibirnya. "Sang Mantan Menteri akhirnya turun gunung. Baik, Bi. Bantu saya bersiap. Saya ingin terlihat seperti seorang Hadiwinata, bukan mangsa yang ketakutan."

**

Sepuluh menit kemudian, Nadia melangkah turun menuruni tangga melingkar mansion yang megah. Di ruang tamu utama, sosok pria tua berambut putih perak dengan setelan safari mahal duduk dengan punggung tegak. Kakek Atmaja. Di sekelilingnya berdiri beberapa ajudan berwajah kaku.

Aroma cerutu mahal dan aura kekuasaan yang menyesakkan memenuhi ruangan. Atmaja mendongak, matanya yang tajam dan penuh perhitungan meneliti cucunya dari ujung rambut hingga perut buncitnya.

"Cucuku, Nadia. Kakek dengar kau hampir celaka kemarin karena kecerobohan suamimu itu," suara Atmaja berat dan berwibawa, namun tidak ada kehangatan di dalamnya.

Nadia duduk di sofa tunggal di hadapan kakeknya, menyilangkan kaki dengan anggun meski terhalang perut buncitnya. Ia menatap pria itu tanpa kedipan. "Kabar di dunia politik memang cepat sampai ya, Kek. Tapi kakek salah. Saya tidak celaka karena kecerobohan Mas Raditya. Saya celaka karena sisa-sisa sampah masa lalu Kakek masih berani berkeliaran."

Atmaja sedikit terkejut. Nadia yang dulu akan menunduk ketakutan hanya dengan mendengar suaranya. Namun sekarang, sorot mata wanita di depannya ini begitu tenang, mirip dengan para lawan politik yang sulit ia taklukkan.

"Sampah masa lalu? Kau bicara soal Wijaya?" Atmaja terkekeh, suaranya kering. "Pria malang itu sudah jadi abu. Raditya bergerak terlalu cepat, dia menghancurkan pion yang seharusnya bisa kumanfaatkan untuk menjerat musuh-musuhku yang lain."

Nadia tersenyum miring, menopang dagunya dengan tangan. "Jadi itu alasan Kakek datang ke sini tanpa pemberitahuan? Bukan untuk menjenguk cucu yang hampir mati, atau menanyakan kabar cicitmu ini, melainkan untuk memastikan proyek investasi Kakek tetap aman?"

Atmaja terdiam sejenak, lalu ia tertawa rendah. " Ha Ha Ha Ha, Investasi? Kau terlalu kasar, Nadia. Kakek hanya ingin memastikan bahwa aset-aset yang kutinggalkan di Hadiwinata tidak berkurang nilainya. Kakek curiga Raditya menyembunyikan sesuatu yang lebih besar dariku."

"Aset?" desis Nadia, suaranya merendah namun penuh intimidasi. "Kakek datang untuk melihat cucu, atau sedang menghitung berapa nilai aset yang bisa kakek ambil dari bayi ini jika Raditya jatuh nanti?"

Atmaja terhenyak. Ia mencondongkan tubuhnya, menatap Nadia dengan mata menyipit. "Jaga bicaramu, Nadia! Tanpa kakek, kau tidak akan pernah menyentuh kemewahan ini. Aku yang menjualmu... maksudku, menjodohkanmu dengan Raditya agar posisimu aman!"

"Menjual adalah kata yang tepat, Kek. Jangan diperhalus," potong Nadia telak. "Kakek menjual saya agar bisnis Atmaja yang hampir bangkrut bisa diselamatkan oleh modal Hadiwinata. Tapi Kakek lupa satu hal."

Nadia berdiri perlahan, memegangi perutnya, lalu berjalan mendekati jendela besar yang menghadap taman. Ia berbalik, menatap Atmaja dengan aura Cucu Menteri yang telah bermutasi menjadi Nyonya Hadiwinata.

"Sejak hari Kakek melepas saya di altar itu, saya bukan lagi Nadia Atmaja yang bisa Kakek setir dengan rasa takut. Nadia yang itu sudah mati hari ketika Kakek membiarkannya menangis sendirian menghadapi dinginnya keluarga ini," ucap Nadia tegas. "Sekarang, saya adalah Nadia Hadiwinata. Darah Atmaja memang mengalir di sini, tapi loyalitas saya sudah berpindah ke tempat yang jauh lebih kuat."

Atmaja tertawa terbahak-bahak, namun tawanya terdengar cemas. "Loyalitas? Kepada monster seperti Raditya? Kau tidak tahu seberapa banyak darah yang ada di tangannya semalam, Nadia! Dia bukan pria untukmu!"

"Darah di tangannya adalah darah orang-orang yang ingin membunuh saya, Kek! Sedangkan Kakek? Kakek hanya peduli pada dokumen tanah dan saham!" Nadia membalas dengan suara yang menggelegar di ruangan itu.

"Dengar, Kek. Jangan pernah mencoba membujuk rayu saya dengan janji-janji politik atau pembagian aset lagi. Jika Kakek mencoba mengusik kedamaian rumah ini, atau mencoba memanfaatkan bayi saya sebagai alat tawar-menawar dengan keluarga Hadiwinata yang lain... saya sendiri yang akan memastikan kakek tidak punya tempat lagi untuk bersembunyi."

Atmaja berdiri, wajahnya memerah padam. Ia tidak menyangka cucu yang ia anggap lemah kini memiliki taring yang begitu tajam. "Kau pikir kau sudah menang hanya karena sedang mengandung anaknya? Hadiwinata adalah kolam hiu, Nadia!"

"Dan saya adalah hiu betina paling lapar di kolam ini, Kek," balas Nadia dengan senyum mematikan. "Silakan pulang. Beritahu ajudan-ajudan Kakek itu untuk membawa kembali oleh-olehnya. Saya tidak butuh pemberian dari orang yang masih menghitung nilai jual cucunya sendiri."

Atmaja menatap Nadia lama, mencoba mencari celah ketakutan di mata itu, namun ia tidak menemukannya. Ia mendengus kasar, lalu memberi isyarat pada anak buahnya untuk pergi.

"Kau benar-benar sudah berubah, Nadia. Darahku memang mengalir padamu, kau memiliki ambisi yang sama denganku," gumam Atmaja sebelum melangkah keluar.

"Ambisi kita berbeda, Kek," sahut Nadia dari belakang. "Kakek berambisi pada takhta, saya berambisi pada perlindungan. Dan siapa pun yang mengancam keluarga saya, termasuk Kakek, akan saya hancurkan."

Setelah iring-iringan mobil Atmaja pergi, Nadia menghela napas panjang. Ia merosot duduk di kursi, tangannya mengelus perutnya yang terasa sedikit kencang.

"Maafkan Mama ya, Nak. Mama harus galak sedikit sama Kakek Buyutmu yang licik itu," bisiknya lembut.

Di kantornya, Raditya yang memantau seluruh percakapan itu melalui mikrofon tersembunyi di ruang tamu, terdiam di depan layar monitornya. Sebuah senyum bangga yang langka muncul di bibir sang CEO Mafia.

"Bumil Barbar..." gumam Raditya pelan.

"Ternyata kamu tidak butuh saya untuk merobek harga diri seorang mantan menteri."

Raditya mematikan layar monitornya, lalu menoleh ke arah Aldi. "Batalkan semua rapat sore ini. Saya ingin pulang lebih cepat. Istri saya sepertinya butuh martabak dan mungkin sebuah pelukan setelah menghadapi anjing tua itu."

***

Bersambung

ehem, menurut kalian udah bacana sampai sejauh ini kekurangan dan masukan apa yang kalian bisa berikan pada author supaya author bisa memperbaikinya hehehe...

Lopp❤️❤️❤️❤️🤍

1
yunita
lnjut
yunita
lnjuttt yg byk
Noey Aprilia
Laahhh.....
tu singa knp???
ngrsa brslah krna bkin nadia msk rs,atw krna dia tkut lpas kntrol lg smp jga jrak ky gt????
🤔🤔🤔
Muft Smoker
/Joyful//Joyful//Joyful//Joyful//Joyful//Joyful//Joyful//Joyful//Joyful//Shy//Shy//Shy//Shy/
Muft Smoker
Ras terkuat di bumiii kalo udh bertindak gx kn ad lawan👍👍👍👍👍 ,,
udh radit bobo Manis aj di stu ,, fokus ma pemulihan mu ,, biar sang ratu yg bekerja ,, 😁😁😁😁😁👍👍👍
🥀
seruuu baru baca dah 😍
Heresnanaa_: hai Kaka happy reading yaa 🥰
total 1 replies
Noey Aprilia
Mstinya ksih istrhat yg ckup,jgn d gempur trs.....🤭🤭🤭
Anonim
mantap👍
Anonim
mantappppppp👍👍💪💪
partini
tapi betul sih sering di kenyot ma misua itu ada kebaikan ko ga cuma di keroyok di pijat lembut like remas" manjahhj juga bagus kalau ga percaya tanya dokter Boyke
Noey Aprilia
Mas kulkas sa ae......
pke bhsa formal sgla,pdhl mh blng aja pgn nyusu.....🤭🤭🤭
Puji Anto
seru banget ceritanya, sampe bisa ngebayangin ceritanya.. pokok ya is the best deh 👍👍
Rani R.I
hahaha dasar Raditya si kulkas 20 pintu,,, eksekusi tanpa ampun...
tapi yea thourr, apa gak bakalan ketahuan sampai tamat nanti bahwa yg berada dlm raga nya Nadia itu bkn Nadia melainkan Aurel... sebenarnya Raditya mencintai Aurel bkn Nadia wkwkwk,,kpn si ketahuan thourr,, pengen lihatt reaksi Raditya
Noey Aprilia
Gmpur terooosss......
mreka brdua emng psangn yg ccok dlm sgla hal,trmsuk yg onoh....🤭🤭🤭
Mei Wulandari
siikkkaaaaattt
Rani R.I
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 masihh aman kah jantung tukang foto grafer 🤣🤣🤣
Neng Alifa
itu jin dasim yg nyamar jadi ular 😄
Niechenie Cwekgemini Clalud'hti
hadir Thor .. baru mampir nih👍👍
Noey Aprilia
Abs ni,abang fotograpernya skloan priksa jantung....tkutnya ada ssuatu yg bkin jntung ga normal gara2 2 kulkas...🤣🤣🤣
Mariana Elisabet
mirip scene the absolute threshold
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!