Kinan Malika, Gadis berusia 23 tahun yang menempuh pendidikan hukum selama 4 tahun, dan setelah lulus dia melamar pekerjaan sebagai notaris dan ingin menjadi pengacara.
Sayangnya, tidak ada yang percaya dengan kemampuannya. Hingga dia di terima di sebuah perusahaan besar untuk menjadi asisten pribadi seorang bos yang tidak pernah terpikir olehnya.
Baskara Rama Jaya, seorang laki-laki berusia 30 tahun. Bos perusahaan besar yang terkenal dingin dan tidak memiliki belas kasih terhadap karyawannya.
Memiliki trauma masa lalu dan mengindap insomnia akut, menyebabkan dirinya susah tidur ketika malam.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tessa Amelia Wahyudi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Meeting
Kinan menarik nafasnya dalam-dalam sebelum memulai pekerjaannya hari ini. Karena kemarin dia mendengarkan begitu banyak penjelasan dari Rafli tentang apa-apa saja yang boleh dan tidak boleh dia lakukan.
"Oke, fighting Kinan. Kamu pasti bisa!" dia menyemangati dirinya sendiri sebelum bekerja.
"Morning everybody..." seru Tiara ketika sampai di meja kerja mereka yang terhubung.
"Pagi juga, kak Tiara." balas Kinan dengan lembut penuh senyuman indahnya.
"Cantik banget sih, kamu de..." puji Tiara melihat kecantikan Kinan.
"Ka Tiara juga cantik kok." balas Kinan yang juga memuji Tiara.
Saat mereka sedang berbincang, tiba-tiba saja Rifki datang dengan setumpuk berkas di tangannya dan menyerahkan semua itu pada Kinan.
"Apa ini kak?" tanya Kinan pada Rifki.
"Berkas yang harus kamu kerjakan. Kata bos sortir semua dan laporkan sebelum jam 3 siang nanti." jelas Rifki
"What? Apa bos beneran?" tanya Rafli yang juga terkejut dengan semua itu.
Kinan, dia hanya menatap tumpukan berkas itu. Dari mana dia akan memulai semuanya. Apa yang harus dia lakukan?
"Jika tidak bisa, kamu belum terlambat!" tiba-tiba ada sosok suara mengerikan yang membuat mereka semua melihat ke belakang dan terkejut saat melihat bosnya yang baru saja keluar dari ruangan kerjanya.
"Saya akan kerjaan, Bos!" jawab Kinan dengan penuh keyakinan.
"Maka kerjakan sekarang!" balas Baskara sebelum berlalu meninggalkan mereka disana.
Setelah kepergian Baskara, mereka bicara lagi. Lebih tepatnya Rafli, Rifki, dan Tiara. Sedangkan Kinan mendengarkan semua itu.
"Kayaknya Bos gak tidur lagi deh." gumam Tiara yang sudah mengetahui seperti apa tabiat bosnya.
"Hah, memangnya sering gitu ya?" tanya Tiara penasaran.
"Sttt...jangan kenceng-kenceng, nanti Bos denger lagi. Udah kerjain aja dulu. Mana yang gak ngerti tanya oke." ujar Tiara menyemangati Kinan.
"Lagi pada ngapain nih? Ikutan dong." tiba-tiba saja Juno datang mengambil satu buah kue lapis milik Tiara dan memakannya.
"Bos? Cerah banget ini hari." sapa Rafli seperti biasanya.
"Emang gue pernah muram?" balas Juna sekenanya.
"Eh, anak baru. Siapa sih namanya? Lupa gue." Kinan terkejut melihat bagaimana sikap dan pembawaan bos keduanya ini.
Berbanding terbalik dengan Bos satunya lagi. Siapa dia? Jelas Baskara.
"Kinan, Bos." jawanya ragu.
"Okelah, semangat ya. Saya berharap banyak deh sama kamu. Soalnya kalau kamu keluar atau di pecat juga sama Baskara, ampun. Gak tau lagi deh. Semangat, oke." Juno menyemangati Kinan begitu juga dengan ketika rekannya.
Mereka semua mendapatkan tatapan tajam dari Baskara yang baru saja datang lagi dengan pakaian berbeda. Dia baru saja mandi dan berganti pakaian.
"Jika kau masih ingin bergosip disini, aku akan memotong bonus akhir tahun mu!" ancam Baskara pada Juna yang memang menjadi bos impian banyak orang.
Karena selain tampan, Juno juga ramah di sertai sikap baiknya. "Iya, Bos." jawab Juno lesu dan berjalan gontai ke ruangan kerja miliknya.
Sedangkan Kinan, Masih menatap punggung lebar yang semakin menjauhi mereka saat ini. Entah mengapa Kinan merasa penasaran dengan sikap dingin bos-nya. Baskara, terlihat sangat dingin dan sulit untuk bersosialisasi dengan orang lain.
"Rafli, ke ruangan saya sekarang! Bawa laporan Minggu ini dan hubungi pihak penerbangan, tunda penerbangannya sampai besok pagi!" titah Baskara dari telepon.
"Siap Bos!" jawab Rafli cepat.
"Semangat!" ucap Tiara dan Rifki bersamaan dengan Kinan yang juga ikut menyemangatinya.
"Gue kan anak kesayangan Pak Bos, biasalah ya." jawabnya dengan penuh kesombongan.
"Iya deh, sih paling kesayangan." jawab Rifki muak setiap kali Rafli merasa dirinya kesayangan Baskara.
Padahal mereka bekerja di sini bisa menjadi apa saja. "Jangan khawatir. Disini kita kerja harus menguasai banyak elemen kayak Avatar. Sebanding dengan gaji yang di terima. Harus siap kapan saja di ajak bos meeting, baik itu di dalam atau luar kota. Bahkan kalau ke luar negeri. Ya tergantung mood Bos ngajak siapa. Intinya harus bisa sabar dan cekatan. Semangat, oke. Jangan nyerah, ya cantik." Tiara menyemangati Kinan untuk tetap semangat.
"Iya, kak. Tenang aja. Aku ini banyak bisanya, kayak sejenis ular kobra wkwkwk." mereka tertawa dan merasa jika Kinan ini berbeda dengan para asisten sebelumnya yang terlihat gatal dan mencari perhatian ke Baskara ataupun Juno.
***