NovelToon NovelToon
FAKE LOVE MISSION

FAKE LOVE MISSION

Status: sedang berlangsung
Genre:Idola sekolah / Ketos / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Xylona

Di sekolah, semua orang mengenal Aurora Kayanza sebagai gadis yang selalu mengejar uang. Baginya, uang bisa menyelesaikan banyak hal, bahkan menjadi alasan untuk menerima tantangan paling nekat sekalipun. Demi imbalan yang menggiurkan dari teman-temannya, Aurora setuju melakukan satu hal yang dianggap mustahil—mendekati cowok paling dingin dan sulit disentuh di sekolah mereka.

Namun semuanya berubah ketika Aurora tiba-tiba menemui Gama di rooftop sekolah dan tanpa ragu mengajaknya berpacaran.

Ajakan yang awalnya hanya dianggap permainan dan tantangan perlahan berubah menjadi sesuatu yang lebih rumit. Di balik sikap dingin Gama, tersimpan luka dan rahasia yang tidak diketahui siapa pun. Sedangkan Aurora mulai terjebak di antara uang, rasa bersalah, dan perasaan yang tumbuh tanpa ia sadari.

Hubungan yang dimulai karena kepentingan itu perlahan mengubah hidup mereka berdua, membawa Aurora dan Gama pada kisah penuh rahasia, konflik sekolah, perasaan yang tak pernah mereka rencanakan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Xylona, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAGIAN 3.

Malam sudah tiba Aurora yang sedang telungkup di ranjangnya sambil menonton drakor di temani cemilan di sisi tubuh Aurora, saat sedang asik asiknya menonton tanpa sadar dering handphone Aurora bergetar kebetulan handphone Aurora tidak di nada dering jadi Aurora tidak menyadari ada yang menghubungi Aurora, karna terlalu asik menonton drakor yang sudah memasuki klimaksnya, tapi setelah menyelesaikan 1 episode Aurora menjeda filmnya untuk mengecek handphone siapa tahu ada pemberitahuan dari group sekolah atau dari teman jametnya.

Aurora terbelalak kaget melihat ada yang menghubunginya sampai tiga kali dari nomor tidak di kenal, seingat Aurora ia tidak pernah memberikan nomor kepada siapapun terus siapa yang menghubungi Aurora sampai tiga kali dari nomor tidak di kenal, Aurora akhirnya memilih abai pikirnya mungkin penipu zaman sekarang banyak sekali motif penipuan.

Aurora kembali fokus menonton drakor tapi notif panggilan dari nomor tidak di kenal menghubungi Aurora lagi, akhirnya karna kesal Aurora mengangkat panggilannya, tapi setelah Aurora mengangkat panggilannya tidak ada suara sama sekali.

"Hallo?."

"Ganggu banget jadi manusia! Lo miskin ya makanya nipu orang, bajingan lo mati aja sana nggak guna juga lo idup cuman nipu doang!!!." Dumel Aurora kesal tanpa pikir panjang mematikan panggilan secara sepihak.

Aurora menggerutu sepanjang drama tayang kesal yang masih ada.

Tingg... Tingg... Tingg

Notif pesan muncul.

Aurora mengambil handphone dengan ekspresi kesal." Siapa lagi sih!."

Nomor tidak di kenal itu lagi tapi bukan nelpon tapi mengirim Aurora pesan.

+6285***

Hai

Aurora mengerutkan kening bingung kenapa si penipu ini mengirim pesan yang menyapa Aurora, apakah ini jenis penipuan baru seolah si penipu ini menyapa dengan baik, oh Aurora tidak akan tertipu lagi.

Aurora

Heh! Penipu lo masih nggak kapok kapok ya!!!

+6285***

Hem

Aurora makin kesal hanya di balas dengan deheman saja, tapi apa benar dia penipu kalau benar penipu kenapa sampai mengirim pesan nggak jelas begini, tapi kalau bukan penipu siapa dong yang mengirim pesan pada Aurora.

Aurora memilih tidak membalas pesan dari orang nggak jelas ini, Aurora awalnya ingin memblokir nomornya tapi sebelum melakukannya Aurora terdiam kaku matanya melotot kaget.

+6285***

Gama

Aurora termenung Jadi yang tadi menghubungi Aurora beberapa kali itu Gama, mati sudah Aurora dia mengatai Gama miskin dan menyuruh Gama mati, Aurora tidak berani membuka room chat dengan Gama Aurora takut Gama akan melakukan hal-hal yang tidak tidak padanya.

+6285***

Balas

Aurora deg degan apa yang harus Aurora katakan pada Gama, pikirannya sudah berkecamuk memikirkan Gama akan memakinya, melabrak Aurora sekarang atau di saat Aurora sedang sendiri di luar yang paling sadis mungkin Gama akan membunuhnya.

Aurora bergidik ngeri membayangkan Gama akan membunuhnya di tempat sepi menggunakan golok untuk menggorok lehernya, okay tenangkan dirimu Aurora ia harus membalas Gama takut takut nanti Gama semakin marah kalau Aurora tidak membalasnya.

Aurora

Kak Gama?

Kak aku minta maaf, aku nggak tau kalau itu kakak, aku bener bener minta maaf kak aku nggak bermaksud

+6285***

Hem

Aurora menggigit bibirnya cemas melihat respon Gama yang sepertinya marah.

Aurora

Aku minta maaf kak:(

Aku udah ngatain kakak miskin dan nyuruh kakak mati:(

Aku pikir tadi yang nelpon aku penipu:(

Makannya aku bilang kayak gitu:(

5 menit, 10 menit, 1 jam bahkan sampai hampir tengah malam Aurora menunggu balasan dari Gama, tapi tidak ada balasan sama sekali Aurora semakin di landa cemas Aurora tidak bisa tidur meskipun di paksa untuk memejamkan mata pikirannya masih berkecamuk memikirkan Gama.

Pagi sudah tiba Aurora terbangun dengan kantung mata yang hitam karna semalam hanya tidur 2 jam, Aurora dengan lesu segera bersiap siap untuk sekolah.

Sesampainya di sekolah Aurora berjalan pelan dengan sesekali matanya terpejam sesaat karna mengantuk, tidak menyadari dari belakang Zara dan Khanza.

"Dar."

Aurora yang semula mengantuk langsung membelalakkan mata kaget, menoleh kearah samping kiri dimana Zara berada, menggerutu dengan tingkah Zara yang menyebalkan Zara sendiri hanya tertawa terbahak-bahak tanpa rasa bersalah.

"Kenapa tuh mata?." Tanya Khanza

Aurora menghela napas."Nggak bisa tidur."

"Kenapa? Wahh jangan jangan lo abis nonton 21+ yaa."

Aurora mendelik sinis mencubit kecil agak kencang kearah pinggang Zara, Zara berteriak kencang kesakitan mencoba melepaskan cubitan mematikan Aurora.

"Otak lo yang perlu di bersihin, kotor banget otak gue yang masih suci ini di nodai oleh pikiran lo yang mesum."

"Lagak lo suci, kalau masih suka baca novel plus."

Aurora merengut diam tanpa membalas Zara memang benar yang di katakan Zara Aurora memang tidak pernah nonton film 21+, tapi Aurora mengakui suka membaca novel yang mengandung unsur 21+.

Suasana kelas yang tidak berisik karna yang mengajarnya guru lumayan galak, makanya tidak ada yang berani berisik.

Drrrttt... Drrttt...

Handphone Aurora bergetar melihat ada sebuah pesan, Aurora diam diam membuka pesan dan tertera nomor Gama yang belum Aurora simpan, Aurora tertegun sesaat perasaan tidak tenang muncul kembali Aurora bingung harus apa.

+6285***

Datang ke rooftop

Aurora dengan jantung berdebar kencang karna takut dan sekarang tidak fokus dengan materi yang sedang di jelaskan oleh gurunya, Aurora di otaknya hanya memikirkan bagaimana cara menangani Gama yang mungkin akan memarahinya atau bahkan menyakiti Aurora.

Terlalu fokus dengan pikirannya Zara yang sedari tadi memanggilnya tidak Aurora sadari.

"Woy."

"Kenapa lo? Gue dari tadi manggil kagak lo saut mulu."

Aurora menghela napas gelisah cemberut seperti ingin menangis.

"Ngomong anjir kenapa? Bukan kayak cacing kepanasan lo." Celetuk Khanza

Aurora memelas."Gua di suruh Gama ke rooftop sekarang."

"Ya, temui lah." Enteng Zara

Aurora kesal melemparkan gulungan kertas kearah Zara." Temui endas mu."

"Kenapa Gama bisa tau nomor lo?." Tanya Khanza

"Nggak tau, semalem Gama nelpon tapi gue nggak tau kalau itu Gama, gue pikir yang nelpon gue berulang kali itu penipu, terus gue kesel gue angkat sambil ngomong miskin dan ngatain cepet mati, gue beneran nggak tau kalau yang nelpon gue itu Gama."Jelas Aurora

"Bego."

"Dongo." Maki mereka berdua Aurora hanya bisa pasrah dengan makian mereka berdua

"Sekarang Gama nyuruh gue ke rooftop ini pasti karna kemarin malam, gimana kalau Gama marah dan saking marahnya Gama ngedorong gue di rooftop dan gue yang mati bukan Gama." Aurora dengan segala overthinkingnya.

"Ya kagak mungkin lah, Gama masih waras hanya karna masalah kayak gitu sampe mau ngedorong lo." Ujar Zara.

"Kan gue nggak tau niat hati orang gimana, mungkin kata lo gitu, tapi kan gue nggak tau hati Gama gimana."

"Gue nyerah aja lah Zara, nggak sanggup gue kalau harus berhadapan seorang Gama, takut kenapa kenapa gue." Aurora menyerah ia lebih baik angkat tangan dan membiarkan uang 7 juta hangus daripada nyawanya yang jadi taruhannya.

"Kan gue udah bilang dari awal, jangan lo langsung terima gitu aja tanpa lo tau sebelumnya gini kan akibatnya." Ucap Khanza.

Aurora cemberut ia menelungkupkan wajahnya di antara kedua tangannya.

"Dah lah, lo lebih baik temui Gama sebelum Gama beneran marah sama lo, karna lo lama." Ujar Khanza.

Aurora mengangguk lesu mau tak mau Aurora harus menemui Gama.

Setelah sampai di rooftop Aurora melihat Gama sedang duduk di kusi panjang yang tersedia di rooftop, Aurora diam mematung tidak berani menghampiri Gama takut masih menghantui Aurora.

"Duduk." Ucap Gama singkat tanpa menoleh kebelakang.

Aurora menegang Gama mengetahui keberadaannya tanpa melihat kearahnya, dengan langkah pelan berat sekali untuk menghampiri Gama, duduk di sisi Gama dengan keadaan yang canggung tapi takut.

Tidak ada yang mulai pembicaraan baik Aurora maupun Gama dua duanya diam hanya terasa semeliwir angin yang berhembus lembut menyapa wajah keduanya.

Aurora yang tidak tahan dengan keheningan akhirnya memulai obrolan.

"Kak,a—aku minta maaf atas kejadian kemarin malem, aku beneran nggak bermaksud ngatain kakak, aku nggak tau kalau itu kakak aku pikir penipu yang nelpon itu aku nggak mikir itu kakak yang nelponnya, sekali lagi aku minta maaf." Terang Aurora.

"Hem." Dehem Gama.

Aurora bingung apakah maafnya di maafkan aku tidak arti hem itu iya apa tidak, ini yang Aurora tidak suka dari Gama yang irit bicara seolah kosa kata dari bibirnya hilang.

Tapi karna Aurora yang takut protes akhirnya hanya bisa diam memandang ke depan melihat murid-murid yang tengah berolahraga di lapangan.

"Kalau tidak ada yang di omongin lagi, aku permisi dulu ya kak mau nyusul temen temen aku, sekali lagi aku minta maaf kak."

Sebelum Aurora berjalan lima langkah Gama menghentikan langkahnya yang ingin keluar dari rooftop.

"Tunggu." Cegah Gama.

Aurora terpaksa berbalik badan dan memandang kearah Gama yang sama sedang memandang kearah Aurora dengan tatapan datar tanpa ekspresi yang tidak bisa di mengerti oleh Aurora.

1
Davina Aurora
bagus ka ceritanya😍
aurora: terima kasih☺
total 1 replies
T28J
hadiir kk🙏
aurora: terimakasih😊☺😍
total 1 replies
Wawan
Semangat ✍️
aurora: terimakasih 🤗🤗
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!