NovelToon NovelToon
Menjemput Takdir Yang Sempat Terpisah

Menjemput Takdir Yang Sempat Terpisah

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO
Popularitas:7.1k
Nilai: 5
Nama Author: Elwa Zetri

​"Selamat, Ibu Alana. Bayinya laki-laki, sehat, dan tampan sekali," ucap sang dokter tersenyum hangat.

​Alana mencium kening putranya dengan air mata yang terus mengalir. "Hai, sayang... Ini Ibu. Mulai hari ini, cuma ada kita berdua. Ibu berjanji akan menjagamu dengan seluruh hidup Ibu."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elwa Zetri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

JANJI SENIN PAGI

Sinar matahari pagi menyusup masuk melalui celah-celah gorden kamar, membawa kehangatan baru di hari Senin yang dinanti. Udara pagi itu terasa berbeda, tidak lagi dipenuhi kecemasan yang biasa menggelayuti Alana, melainkan ada antisipasi yang membuat jantungnya berdegup sedikit lebih cepat.

​Sejak pukul enam pagi, Alana sudah sibuk di dapur. Ia menyiapkan sarapan kesukaan Arkana—nasi goreng teflon dengan telur mata sapi yang dibentuk menyerupai wajah tersenyum. Di sudut meja makan, sebuah laptop sudah bergulir bersih, siap untuk digunakan kelas online Arka yang akan dimulai pukul delapan pagi nanti.

​"Ibu... Papa jadi datang?"

​Suara serak khas bangun tidur itu membuat Alana menoleh. Arkana sudah berdiri di ambang pintu dapur, masih mengenakan piyama berlogo dinosaurus, sambil mengucek matanya pelan.

​Alana tersenyum, berlutut menyamakan tingginya dengan sang putra. Ia mengusap rambut Arka yang sedikit berantakan. "Jadi, Jagoan. Papa Samudera kan sudah janji. Sekarang, Arka mandi dulu yang bersih, pakai baju yang rapi, lalu kita sarapan, ya?"

​"Siap, Ibu!" seru Arka dengan semangat yang langsung penuh, rasa kantuknya hilang menguap entah ke mana.

​Tepat pukul tujuh pagi, saat Arka baru saja selesai disuapi sendok terakhir nasi gorengnya, suara deru mesin mobil mewah yang halus terdengar berhenti tepat di depan pagar rumah. Jantung Alana mencelos satu ketukan.

​Arka yang mendengar suara itu langsung meletakkan sendoknya dan melompat dari kursi. "Papa datang!" pekiknya girang, berlari kecil menuju pintu depan.

​Alana mengekor di belakang putranya dengan perasaan yang tak menentu. Begitu pintu kayu itu terbuka, sosok Samudera sudah berdiri di sana.

​Pria itu tampak luar biasa gagah. Ia mengenakan setelan jas kerja formal berwarna abu-abu gelap dengan kemeja putih bersih di dalamnya—pakaian khas yang biasa ia kenakan untuk memimpin rapat direksi. Namun, aura dingin penguasa bisnis itu langsung luruh total saat matanya menangkap sosok kecil Arka.

​"Pagi, Jagoan," sapa Samudera, suaranya berat namun sarat akan kehangatan. Ia langsung berlutut, merentangkan kedua tangannya lebar-lebar.

​Tanpa ragu sedikit pun, Arka menghambur ke dalam pelukan Samudera, memeluk leher ayahnya erat-erat. Samudera memejamkan mata sejenak, mendekap tubuh putranya dengan rasa syukur yang membumbung tinggi, sebelum akhirnya menggendong Arka masuk ke dalam rumah.

​Saat melangkah melewati ambang pintu, tatapan mata Samudera bertemu dengan sepasang mata Alana. Samudera menghentikan langkahnya sejenak, menatap wanita itu dengan binar kepatuhan atas janji yang diucapkannya malam lalu.

​"Aku tidak terlambat, kan?" tanya Samudera lembut.

​Alana menggeleng pelan, seulas senyum tipis yang tulus akhirnya terbit di bibirnya. "Tidak. Kamu tepat waktu. Kelas online-nya akan dimulai tiga puluh menit lagi."

Setelah memastikan Arka sudah duduk manis di ruang tengah sambil asyik memamerkan mainan lego yang dikirim Samudera kemarin, Alana akhirnya mendapatkan waktu untuk dirinya sendiri. Ia segera masuk ke kamar, menutup pintu rapat-rapat, dan membiarkan air hangat membasuh tubuhnya.

​Di bawah pancuran air, Alana membiarkan otaknya sedikit tenang. Kehadiran Samudera pagi ini—yang begitu berbeda dari sosok dingin yang ia kenal—membuatnya harus benar-benar menata ulang perasaannya. Ia tidak boleh terlalu cepat luluh, namun ia juga tidak bisa memungkiri bahwa melihat interaksi Arka dan Samudera memberinya rasa tenang yang selama ini hilang.

1
Lubna Aulia
Ceritanya bagus. Menarik alurnya
Lubna Aulia
Alur ceritanya bagus👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!