NovelToon NovelToon
Akan Ku Buat Dia Menyesal

Akan Ku Buat Dia Menyesal

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Percintaan Konglomerat / Obsesi / Fantasi Wanita / Terpaksa Menikahi Suami Cacat / Bullying dan Balas Dendam
Popularitas:47k
Nilai: 5
Nama Author: KOHAPU

"Aku yang menghancurkan keluargaku sendiri."
"Aku yang membuat semua orang mengetahui tentang hubungan gelap kalian."
"Aku yang membuatmu berlutut meminta ampun saat ini."

Fransisca menikahi seorang milyarder yang mengalami cacat mental hanya untuk membalaskan dendam kematian ibunya. Menganggap lebih baik hidup sebagai pengasuh pria cacat, tapi mendapatkan kekuasaan mutlak.

Karena cinta baginya hanya... Bullshit!

Tapi mungkin tanpa disadarinya mata pria yang dianggapnya mengalami cacat mental itu hanya tertuju padanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KOHAPU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Semuanya Punyaku

Beberapa notifikasi pesan masuk ke handphonenya. Mungkin tanpa disadari olehnya yang baru saja terbangun. Fransisca mulai merenggangkan otot-ototnya.

Matanya menelisik mengamati Arkan Zoya yang tengah tertidur lelap. Benar-benar terlihat manis, tidak berdosa bagaikan selebriti idola remaja. Tidak seperti Arkan Zoya beberapa tahun lalu sebelum mengalami kecelakaan. Pemuda arogan yang selalu berucap sinis padanya. Bahkan jarang tersenyum, dingin seperti es kutub utara, arogan, dan galak. Anggota keluarga Doni yang terlihat paling membenci dirinya, itulah Arkan Zoya.

"Senang rasanya dia menjadi seperti ini. Tetaplah seperti ini selamanya..." Gumam Fransisca menghela napas. Lebih mudah berhadapan dengan suami keterbelakangan mental baginya. Pria yang tidak mungkin berselingkuh, tidak akan banyak menuntut, terlebih selalu tersenyum apapun yang terjadi. Satu hal yang paling penting....Kaya!

Namun, kala Fransisca meraih handphonenya, dirinya merasa ada hal yang begitu aneh."Kenapa tidak ada notifikasinya." Gumamnya mengamati pesan yang telah terbaca. Padahal dirinya merasa tidak pernah membuka pesan, tapi pesan seakan-akan telah dibuka seseorang.

Matanya kembali mengamati ke arah suaminya yang masih tertidur. Apa yang ada dalam pikirannya? Tidak mungkin Arkan tiba-tiba membaca pesan di handphonenya...

Suaminya masih kesulitan menulis, membaca saja terbata-bata. Tingkah laku dan kecerdasannya setingkat anak berusia 5 tahun.

Sebuah pesan dari Mira terlihat. Lebih tepatnya foto pernikahan. Doni yang menyematkan cincin di jemari Mira, kemudian kedua orang yang berciuman masih menggunakan pakaian pengantin.

Sudah jelas tujuannya, memprovokasi dirinya. Foto yang disertai dengan pesan.

'Doni sekarang adalah milikku. Jika kamu masih bersikeras juga, itu sama saja dengan penggoda suami orang yang paling hina.'

"Dasar hiena...hewan yang dapat kawin dengan siapa saja." Gumam Fransisca sedikit berpikir.

Dengan cepat dirinya membalas pesan.

'Keponakan, mulai sekarang panggil aku bibi. Setelah kamu menyajikan teh untukku. Nanti aku berikan angpao.'

Ingin rasanya Fransisca tertawa. Keluarga Doni merupakan keluarga keturunan Tionghoa yang masih menjunjung tinggi senioritas. Wajar jika Mira setelah kembali nanti harus menyajikan teh pada dirinya yang menjadi seorang bibi.

Tidak ada balasan sama sekali. Terlalu sepi, mungkin Mira tengah merajuk kesal hingga terkentut-kentut? Entahlah.

Kini Fransisca yang masih sedikit pincang akibat dipukuli oleh ayahnya melangkah. Perlahan membuka kopernya. Terdapat begitu banyak foto kebersamaannya dengan Doni. Air matanya mengalir.

Bohong jika dirinya mengatakan ini tidak menyakitkan. Tapi semenjak kepulangan Mira dari luar negeri, Doni memang selalu menganggap segala hal yang berhubungan dengan dirinya adalah hal yang remeh.

Bahkan kala ayahnya tidak bersedia memberikan uang untuk biaya operasi ibunya. Doni pun sama, menolak meminjamkan uang padanya. Dengan alasan... tidak ingin dirinya matrealistis.

Ibunya pada akhirnya meninggal, tidak dapat diselamatkan. Tapi... bodohnya dirinya tetap menyimpan harapan untuk dicintai oleh ayahnya dan Doni.

Fransisca meraih foto-foto kebersamaannya dengan Doni. Satu persatu dibakar olehnya dalam tempat sampah yang terbuat dari aluminium.

"Aku tidak akan mencintaimu lagi..." Gumam Fransisca dalam senyumannya. Mendiang ibunya benar, perbedaan tahi dan rumput sangat nyata.

Rumput diam saja saat diinjak. Bahkan memberikan rasa nyaman. Karena itu semua orang menginjaknya dengan sengaja.

Tapi, berbeda dengan tahi, menjadi begitu kotor. Mengotori orang yang berani menginjaknya. Hingga tidak ada orang yang ingin menjadi ikut kotor dan busuk karena menginjak tahi.

"Aku akan menghancurkan mereka. Tidak...jika tidak bisa menghancurkan mereka, maka aku akan hancur bersama mereka. Seperti tahi yang tidak diam diinjak begitu saja..." Gumamnya, mengucapkan kalimat sejuta makna yang kedengaran lucu sejatinya.

Hingga seseorang tiba-tiba memeluknya dari belakang."Kakak! Kakak! Arkan senang kakak tidur dengan Arkan. Semalam Arkan bermimpi berenang di kolam coklat bersama kakak..." Kalimat yang benar-benar manja.

Fransisca mengangkat sebelah alisnya. Orang ini adalah suaminya, menghela napas kasar. Dalam tubuh pria dewasa, hanya terdapat ingatan anak berusia 5 tahun.

"Berenang di kolam coklat?" Tanya Fransisca.

"Benar! Kakak cantik yang mengajari Arkan berenang. Terimakasih...kakak cantik..." Arkan Zoya bergerak cepat mengecup bibir Fransisca. Hanya kecupan singkat.

"A... Arkan..." Ucap Fransisca menutup mulutnya sendiri menggunakan jemari tangannya.

"Ibu mengatakan, kalau Arkan sayang dan berterimakasih pada seseorang, boleh menciumnya." Arkan tertunduk seperti merasa bersalah.

Benar-benar! Dirinya mengira suaminya tiba-tiba normal. Ternyata sama saja...tapi itu bagus... bagus sekali. Arkan Zoya, tidak boleh kembali normal. Dirinya akan mengendalikan harta suaminya untuk membalas dendam. Sembari menjadi pengasuh Arkan seumur hidupnya.

"Arkan, tidak semua orang boleh dicium sembarangan." Fransisca berusaha keras menjelaskan.

"Tidak semua orang? Apa kak Fransisca boleh?" Tanya Arkan memeluknya manja.

Fransisca kembali menghela napas."Baik! Aku adalah pengecualian. Ingat! Jangan panggil kakak! Panggil yang mulia istri."

"Yang mulia istri! Terimakasih..." Arkan mengecup pipinya.

Astaga! Kegilaan macam apa ini? Jika ini anak kecil berusia 4 atau 5 tahun masih merupakan hal yang wajar mengecup pipi. Tapi ini pria dewasa super rupawan, tapi jiwanya anak berusia 5 tahun.

Hanya dapat kembali menghela napasnya.

Hingga, Arkan Zoya mengatakan hal yang tidak terduga."Yang mulia istri... mandi...Arkan mau mandi."

"Ka...kamu belum bisa mandi sendiri?" Tanya Fransisca.

Arkan mengangguk, pertanda memang belum bisa.

"Aku hanya baby sitter... seumur hidup menjadi baby sitter...dari bocah dewasa super tampan." Batinnya menggeleng. Berusaha menganggap Arkan Zoya hanyalah bocah.

Tapi, bentuk tubuh di balik piama begitu bagus. Tidak! Dirinya bukan pedofil. Walaupun tubuh pria ini orang dewasa sepenuhnya.

"Baik... waktunya memandikan Arkan yang manis." Ucap Fransisca penuh senyuman, perlahan membuka kancing piyama yang dikenakan Arkan.

Tok!

Tok!

Tok!

Suara ketukan pintu terdengar."Tuan muda! Tuan besar ingin tuan muda turun untuk makan!" Bentak seorang pelayan dari luar sana. Disertai suara gerutuan samar."Dasar, cacat mental hanya dapat menyusahkan. Beban, bukan hanya beban, tapi juga sampah busuk, menjijikkan."

Tok!

Tok!

Tok!

Sang pelayan menggedor pintu lebih keras."Tuan muda! Waktunya sarapan! Anak bodoh seperti anda, jangan menyusahkan! Lebih baik mati langsung saja!"

Dari suara teriakan yang sembarangan. Sudah pasti Arkan Zoya yang seharusnya menjadi tuan rumah di tempat ini, sudah biasa diperlakukan seenaknya semenjak kondisinya seperti ini. Tidak ada yang membela, semua orang sama saja.

Mengepalkan tangannya."Berani-beraninya..." Gumam Fransisca, melangkah cepat mendekati pintu.

"Yang mulia istri...Arkan takut." Ucap Arkan bersembunyi di belakangnya.

Fransisca membuka pintu kamar dengan cepat. Matanya menatap ke arah wajah angkuh seorang pelayan."Akhirnya bangun juga! Cepat sarapan! Tidak ada orang yang menunggu untuk dua benalu..."

Brug!

Fransisca menendang perut sang pelayan, hingga tersungkur di lantai.

"Kamu bekerja di rumah ini digaji dengan uang siapa?" Tanyanya menyeringai.

"Aku adalah pelayan yang direkrut khusus oleh nyonya Naya. Berani-beraninya..." Bentak sang pelayan hendak bangkit.

Plak!

Tapi satu tamparan kini didapatkannya. Cukup kencang benar-benar kencang."Aku berani... memangnya kenapa? Rumah dan segala isinya milikku... Se...Ka...Rang."

1
Wati Ningsih
bingung kan kamu Sisca , ajari yg bener tuh si Arkan 😁😁😁😁😁😁😁
Septi Lahat
nggk ush diajarin,, ajak praktek lgsung je,, toh kalian kan suami istri sah😁
Alishe
gue yg gregetttttt manis bgt si mreka🤭🤭🤭🤭🤭
Alishe
order dmn su enak beud perasaan isca ihh pengen🤣🤣🤣
Alishe
dibayar lunas tuh sakit beneran🤣🤣🤣🤣
Alishe
pantesan meriksanya ati atiiii bgt ya dok🤭🤭🤭
Alishe
lebih menarik martabaknya beli dmn si isca tuh mayan buat liat drama🤣🤣🤣🤣
Alishe
nyawa Rendi sisa separo kayanya🤣🤣🤣🤣
Alishe
kesian juga yg mulia istri kita klo arkan masi stay cool bocah seakan berjuang sendiri jdnya sooo ganbateeee semangattt😘😘😘😘
Alishe
end udah end🤣🤣🤣
Alishe
beda tipis🤣🤣🤣
chataleya
🙈🙈🙈
Alishe
nah nah sapose dteng😱😱😱
Alishe
ahahaha kretek🤣🤣
Alishe
huahahahahaha dpt cilok goceng kembalian beli data buat sehari🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Alishe
gaplok Rendi🤣🤣🤣
Alishe
mamp**🤣🤣🤣🤣
Inah Ilham
ternyata lebih boooommm...
Alishe
agak apa emang bod** si tungtung🤣🤣🤣🤣
Alishe
bayangin pas lg mode normal ngomong bikin anak muka arkan gmn ya🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!