NovelToon NovelToon
Villainess Want To Survive

Villainess Want To Survive

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Slice of Life / Action / Epik Petualangan / Fantasi / Fantasi Wanita
Popularitas:820
Nilai: 5
Nama Author: DancingCorn

Ketika aku membuka mata, aku tiba di tempat yang tidak ku kenal.

Cukup yakin, ini novel yang pernah aku baca.

[Freedom The Continent]

[Freedom The Continent] adalah novel yang berpusat pada petualangan beberapa karakter dalam perjalanan mereka membebaskan benua dari kegelapan.

Ada dua tokoh sentral dalam cerita ini. Seorang mage wanita yang diangkut dari dunia lain dan seorang pendekar pedang yang terlahir kembali.

Tapi cukup, abaikan tentang mereka.

Karena aku tidak datang ke dunia ini menjadi salah satu dari mereka!

Aku menjadi bagian dari novel itu sebagai seorang penjahat kejam, mantan tunangan pangeran yang telah diasingkan!

Bahkan namaku hanya muncul beberapa baris dalam paragraf novel itu.

Tipikal Novel abad pertengahan, dimana gadis biasa menjadi saint, dinikahkan dengan pangeran dan mantan tunangan sang pangeran—seorang putri Duke yang menjadi penjahat untuk mendorong perkembangan cinta mereka.

Dan aku, adalah penjahat itu.

"... sial, ini mengerikan."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DancingCorn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 2 - Masuk Ke Dunia Buku (2)

Tapi...

Kemana?

Clae menghela nafas. Dia mengalihkan pandangannya dari cermin dan berjalan ke bak mandi yang penuh air hangat.

Dia berharap ada kemewahan seperti sabun dan bunga namun sepertinya ini sudah cukup untuk sekarang. Dia bersandar di bak mandi dan menatap langit-langit.

Itu di pasang dengan marmer mahal seperti yang dijelaskan di dalam novel. Wilayah tempat Clae tinggal sebenarnya penuh dengan bebatuan marmer dan beberapa yang lebih bernilai.

“Benar, tidak ada banyak hal yang akan aku lewatkan.”

Hidupnya sebagai Faninda Ruan Nada. Benar-benar tidak memiliki banyak pengikat.

Dia adalah seorang yatim piatu dan dia tidak punya banyak uang. Sejauh itu dia tinggal sendirian dan tidak memiliki orang yang dia cintai sampai mati. Dia juga tidak memiliki teman yang akan dia beri hidupnya untuk diselamatkan atau orang yang akan mati untuknya. Memikirkan sekarang, dia hanya terus hidup karena dia tidak bisa mati.

Ya, dia tidak bisa mati.

Dia benar-benar benci memikirkan kematian atau rasa sakit.

Dia menjadi yatim piatu setelah kedua orang tuanya meninggal dalam kecelakaan mobil ketika dia masih kecil. Dan kehidupannya tidak bergerak menjadi lebih baik karenanya.

Dia tidak suka rasa sakit atau kematian. Tidak peduli apa itu, bahkan jika dia berguling-guling di tumpukan kotoran hewan, itu masih lebih baik daripada mati.

‘Untuk alasan itu, pertama-tama aku harus memastikan aku tidak dipukuli.’

Clae tidak tahu hari apa itu di novel sekarang, tetapi dia yakin dia belum bertemu dengan karakter utama dulu. Alasannya sederhana.

‘Aku masih utuh dan sehat. Tubuhku tidak memiliki satupun bekas luka.’

Clae Constantine, penjahat dari keluarga Duke Constantine. Beberapa hari sebelum bertemu dengan karakter utama, menghadiri sebuah pesta yang diselenggarakan oleh bangsawan dibawahnya dan menyebabkan keributan. Dia melempar barang-barang di sekitar dan kakinya terantuk oleh meja yang patah.

Lucu mengatakannya.

Orang ini sungguh karakter yang menarik. Dia tidak terluka dari berkelahi dengan orang lain atau karena disakiti orang lain.

Dia mendapatkannya karena marah pada hal-hal sepele dan membuat ulah sendiri. Hidupnya disini juga tidak jauh dari kata penjahat yang semena-mena dan kasar.

Tidak lama setelah itu, dia menghadiri pesta lain.

Pada kepulangannya dari pesta dia bersikap seperti orang mabuk dan bertemu karakter utama.

Di situlah dia menginginkan karakter utama, Rara Kusuma, menjadi salah satu anak buahnya.

Setelah diskusi yang berbelit-belit, dia dipukuli sampai babak belur.

“Hm.”

Clae menyilangkan tangannya dan mulai berpikir.

Setelah Clae di pukuli pada volume satu akhir. Penjara bawah tanah (Dungeon) di bawah villa ini akan melepas segelnya dan membuat rumah ini berantakan.

Layaknya gempa bumi, tempat ini runtuh perlahan. Dan.... Clae Constantine mati tertimpa salah satu batu marmer yang ada di langit-langit.

Begitu saja, Clae meninggal di awal bab ke 20.

Yang ada dalam pikirannya hanya ingatan novel tentang dua karakter utama, Lucas dan Rara Kusuma, memiliki banyak pertemuan dan berhasil mengatasi banyak cobaan untuk tumbuh menjadi pahlawan.

Mereka akan mengumpulkan rekan-rekan lain untuk membantu Lucas membenarkan Kekaisaran.

Kerajaan Maja tempat Clae saat ini tinggal, serta banyak lokasi lain di dunia ini akan di penuh dengan perang jika Lucas gagal mengambil tahta.

Clae mulai mengerutkan kening. Faninda Ruan Nada, gadis ini memiliki moto hidup yang cukup sederhana.

Hidup lama tanpa rasa sakit. Menikmati kesenangan sekecil apapun dalam hidup.

Singkatnya, Dia hanya ingin menjalani kehidupan layaknya pensiunan.

Clae berfikir untuk tidak mengajak karakter utama sebagai bawahannya dan menghindarinya akan lebih baik.

Mungkin dia bisa pindah.

Tapi bahkan jika dia pindah, dia tidak mengenal apapun didunia ini. Siapa tahu bahaya macam apa yang akan dia temui nanti.

“… Selama aku membuat cerita berjalan seperti biasa, sambil menghilangkan fakta aku dipukuli. Sepertinya tidak apa-apa."

Dia menghela nafas nyaman saat meregangkan tangannya.

"Karakter utama akan mengurus sisanya."

Mari lakukan itu.

Dia bisa mengingat setiap baris dalam buku itu tanpa masalah. Seharusnya tidak masalah mengikuti alur.

Clae bersantai di air hangat sambil sampai pada kesimpulan akhir dengan kepalanya yang sekarang jernih.

“Ini layak untuk dicoba.”

Layak untuk mencoba menghindari perang benua dan hidup damai.

Situasi penjahat, tidak, situasi sampah ini jauh lebih baik daripada saat dia menjadi Faninda Ruan Nada.

Lokasi villa ini juga berada di sudut benua barat, menjadikannya lokasi yang ideal untuk menghindari perang.

Dalam novel itu sendiri, banyak bangsawan yang berhasil menghindari pengaruh perang. Bahkan jika dia tidak bisa sepenuhnya menghindarinya, dia setidaknya bisa mengurangi kerusakan seminimal mungkin.

Yah, Dungeon Villa ini juga menjadi masalah. Tapi pasti ada jalannya.

"Nona, apakah anda di dalam kamar mandi?"

Dia bisa mendengar suara Irene datang dari luar. Clae memikirkan identitas asli Irene.

Irene adalah seorang pembunuh yang menyeberang dari Benua Timur melalui laut. Dia berpura-pura menjadi wanita muda yang baik dan berbudi luhur, tetapi Irene yang sebenarnya adalah gadis yang kejam dan tanpa ampun.

Mengingat baris dalam novel dia memotong 3 kepala pria dewasa saat berumur 6 tahun membuat Clae sedikit merinding.

Mengesampingkan hal itu, Clae menjawab tanpa tergesa-gesa.

"Ya. Aku akan segera keluar.”

Respons alaminya adalah berbicara secara informal kepada wanita muda itu.

Clae menyadari apa yang dia lakukan dan memutuskan apa yang harus dilakukan di masa depan.

Dia perlu mendorong Wanita muda itu ke karakter utama dan mengirimnya pergi.

Wanita muda yang terlihat lemah lembut itu dapat dengan mudah membunuh Clae dengan satu pukulan, tetapi memperlakukan Clae seperti seekor kucing.

Kucing yang tidak bisa kamu tinggalkan sendirian karena kamu akan merasa tidak enak karenanya.

Irene tersenyum lembut, tetapi tidak ada sedikitpun kepedulian terhadap Clae di dalam.

Dalam novel, Irene pergi dengan karakter utama, serta kakak dan ayahnya setelah Rara mengalahkan Clae hingga babak belur.

Clae mengenakan jubah mandi saat dia dengan cepat keluar. Irene berdiri di sana dengan senyum di wajahnya dan nampan dengan cangkir di tangannya.

"Nona muda Clae, ini dia."

Clae mengambil cangkir dan berjalan melewati wanita muda itu. Dia tidak ingin melakukan kontak mata dengan orang yang berbahaya.

"Terima kasih banyak."

Ekspresi Irene berubah aneh sekali lagi, tetapi Clae sudah berjalan melewatinya. Clae minum air dingin saat dia mulai berpikir.

'Ada terlalu banyak orang kuat di sini.'

Bahkan, ada terlalu banyak dari mereka. Ke manapun karakter utama pergi, ada individu kuat atau individu dengan rahasia tersembunyi. Orang-orang ini adalah manusia dan ras lainnya.

'Setidaknya aku membutuhkan kekuatan untuk melindungi diriku sendiri.'

Untuk hidup lama tanpa rasa sakit di benua yang akan segera dipenuhi dengan perang, seseorang membutuhkan tingkat kekuatan yang layak.

Tentu saja, tidak bisa terlalu kuat. Atau hal-hal rumit lainnya akan terjadi.

Clae Constantine adalah gadis tanpa sedikitpun mana di tubuhnya. Clae juga tidak pernah berlatih martial art dan senjata. Dia adalah orang lemah yang lebih lemah dari seekor kucing.

Jika tidak, bagaimana bisa dia dengan mudah dipisahkan dari tunangannya, sang pangeran, saat dia adalah satu-satunya anak perempuan Duke.

Atau bagaimana dia hanya diam saat dipukuli.

Clae anehnya memikirkan tentang berbagai tempat-tempat penting yang kemudian hancur atau meninggalkan sisa mengerikan.

Tempat dimana karakter utama dan anggota kelompoknya memiliki lebih banyak kekuatan.

Dia juga sedang memikirkan orang-orang yang akan membantunya hidup lama tanpa rasa sakit jika Lucas gagal dalam tugasnya.

Ada beberapa orang yang terlintas di pikiran. Dia hanya perlu memilih salah satunya.

Tidak, apakah itu mungkin.

'Kurasa yang ini juga layak dicoba.'

"Nona, kami akan mulai mendandani mu sekarang."

“Oh, benar. Terima kasih."

Pintu segera terbuka dan beberapa pelayan masuk untuk membantu Irene mendandani Clae.

Clae tidak memperhatikan bahwa Irene memiliki ekspresi tabah tidak seperti dirinya yang biasanya ketika dia melihat pakaian mewah yang dibawa para pelayan.

“Ah, sesuatu yang sederhana hari ini.”

Dia benci pakaian yang sangat rumit. Pakaian sederhana yang memungkinkan seseorang bersantai dengan nyaman adalah yang terbaik.

"Ya, nona muda."

Pelayan yang bertanggung jawab atas pakaian dengan cepat mengeluarkan beberapa pakaian sederhana dan Clae berganti pakaian menjadi yang paling sederhana.

Dia dengan ringan mengerutkan kening setelah selesai berpakaian. Bahkan pakaian 'sederhana' ini sangat mewah dan tidak sesuai dengan keinginannya.

Namun, pantulan di cermin itu cukup cantik..

'Dia benar-benar sangat cantik dan membuat pakaian apa pun terlihat bagus.'

Wajah ini benar-benar adalah sampul dari majalah fashion. Mungkin gadis ini diciptakan untuk seni.

Dia melihat ke cermin dan memperbaiki bagian bawah bajunya. Dia menyisir rambutnya dengan santai. Tidak memberi hiasan apapun dan membiarkannya tergerai. Dia menarik rambut kebelakang telinganya sebelum berbalik untuk melihat Irene.

Irene sekali lagi tersenyum seperti kakak perempuan yang lembut.

"Irene, ayo pergi. Kurasa makanan sudah siap."

"Ya, nona muda."

Clae berjalan di belakang Irene. Sangat menyenangkan bahwa dia tidak perlu mengetahui tata letak Villa. Dan dia hanya perlu mengikuti Irene ke mana pun dia harus pergi.

Semua pelayan yang dilihat Clae tersentak dan membungkuk dengan hormat sebelum mereka sepertinya melarikan diri.

'Kenapa mereka begitu ketakutan? Clae tidak pernah memukul orang.'

Sejujurnya kata 'penjahat' terlalu berlebihan untuknya.

Dia hanya suka menghadiri pesta dan bermain. Terkadang, ketika dia mabuk, dia merusak barang-barang. Sikapnya yang tinggi dan arogan juga karena dia memiliki kedudukan yang tinggi sebagai putri di kediaman Duke.

Tapi alasan mengapa dia disebut penjahat mungkin karena menyakiti orang yang dicintai sang pangeran, yang sebelumnya masih menjadi tunangan Clae.

Sial, orang itu menjijikkan.

Agak keterlaluan memikirkannya sekarang.

'Well, itu memang kejam untuk seorang perempuan. Tapi itu memudahkan. Lagipula, lebih baik jika tidak ada yang berbicara denganku.'

Clae memikirkannya dengan damai. Akan lebih sulit lagi jika dia berada dalam tubuh seorang warga teladan. Penjahat bisa melakukan apa yang dia mau tanpa khawatir. Itu hanya mungkin karena tidak ada keinginan untuk hidup sebagai warga negara teladan.

"Sekarang saya akan membuka pintu."

"Tentu."

Clae menganggukkan kepalanya ke arah Irene.

Buku itu menyebutkan bahwa Clae memperlakukan Irene seperti saudarinya sendiri sejak dia masih kecil. Bahkan seharusnya mereka teman bermain.

Disebutkan bahwa dia selalu menanggapi Irene dan memperlakukannya seperti manusia. Tentu saja, Irene tidak benar-benar berpikir seperti itu. Tapi itulah mengapa Clae bisa dengan mudah berbicara dengan Irene.

Dia hanya perlu menjawab pertanyaan Irene dengan biasa dan memperlakukannya seperti manusia.

“Saya harap anda menikmati sarapannya.”

"Terima kasih. Irene, pastikan kamu makan makanan yang enak juga.”

Clae berjalan melewati Irene dan masuk ke ruang makan. Dia bisa melihat ruang makan luas tanpa siapapun disana.

Ayahnya adalah kepala keluarga Constantine saat ini, Derrick. Duchess saat ini adalah ibu tiri Clae, Viollan. Dia memiliki dua orang putra. Ernest dan Leon. Memikirkan mereka, Clae merasa ke-empat orang itu saat ini hidup di ibukota dengan bahagia. Mereka mungkin juga melupakannya.

[Freedom The Continent] menggambarkan perasaan Clae terhadap ayahnya seperti ini.

Tapi, sayangnya, ayah Clae tidak seperti ayah kuat lainnya dalam novel ini. Dia tidak memiliki keahlian atau pengaruh khusus. Dia hanya punya banyak uang. Namun, Clae sangat menyukai ini. Itu adalah lingkungan keluarga yang sempurna untuk hidup sederhana.

Lalu ada tiga orang lainnya.

Ibu tirinya tahu bahwa dia tidak menyukainya dan menghindarinya.

Anak sulungnya yang cerdas yang merasa sulit untuk berurusan dengan kakak perempuannya yang jauh lebih tua, Clae.

Dan anak bungsu yang lucu dari keluarga yang menghindari kakak perempuannya, Clae.

Tapi itu tidak seperti Clae mengganggu mereka atau mereka mengganggu Clae.

Mereka hanya memperlakukan satu sama lain seperti orang asing.

Mengesampingkan itu, dia saat ini ada di wilayah ini sendiri. Clae tidak sedikitpun sedih. Clae mengira ini juga lingkungan yang luar biasa untuk hidup sendiri dengan tenang.

Clae melihat pesta di atas meja yang tidak memenuhi definisi sarapannya dan duduk di kursinya.

Ini terlalu mewah.

Ketika makan, Clae tidak bisa tidak berpikir. Mengingat statusnya sebagai penjahat yang telah dibuang.

"Kurasa mereka menganggap ku sangat sulit untuk ditangani."

Clae menoleh ke arah meja juga. Pesta mewah yang berbeda dari sarapan yang biasa dia makan hanya untuk mengisi perutnya membuatnya mulai tersenyum. Dia pertama kali mulai dengan memotong sosis menjadi dua dengan pisau.

"Ini sangat berair."

Dia tidak tahu apakah jus mengalir keluar segera setelah dia memotongnya karena itu buatan tangan atau karena dimasak dengan baik, tetapi warna pada sosis membuatnya lapar. Clae mulai tersenyum tanpa menyadarinya.

Clae telah menemukan hal baik pertama tentang masuk ke dalam novel. Sarapan ini sangat mewah dan sangat lezat sehingga perutnya benar-benar senang.

Senyum di wajahnya tidak bisa hilang.

1
ellyna munfasya
UPP lagi thorr😤
Panda
titip jejak kak nanti dibaca
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!