NovelToon NovelToon
Kontrak 10 Miliar Istri Rahasia Ceo

Kontrak 10 Miliar Istri Rahasia Ceo

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Nikahmuda / CEO / Teen School/College / Nikah Kontrak / Cintapertama
Popularitas:6.1k
Nilai: 5
Nama Author: Mr. Awph

​"Aku membelimu seharga 10 miliar. Jadi, jangan harap bisa melarikan diri dariku, bahkan ke sekolah sekalipun."
​Gwen (18 tahun) hanyalah siswi SMA tingkat akhir yang bercita-cita kuliah seni. Namun, dunianya runtuh saat ayahnya kabur meninggalkan hutang judi sebesar 10 miliar kepada keluarga terkaya di kota itu.
​Xavier Aradhana (29 tahun), CEO dingin yang dijuluki 'Iblis Bertangan Dingin', memberikan penawaran gila: Hutang lunas, asalkan Gwen bersedia menjadi istri rahasianya.
​Bagi Xavier, Gwen hanyalah "alat" untuk memenuhi syarat warisan kakeknya. Namun bagi Gwen, ini adalah penjara berlapis emas. Ia harus menjalani kehidupan ganda: menjadi siswi lugu yang memakai seragam di pagi hari, dan menjadi istri dari pria paling berkuasa di malam hari.
​Sanggupkah Gwen menyembunyikan statusnya saat Xavier mulai menunjukkan obsesi yang tak masuk akal? Dan apa yang terjadi saat cinta mulai tumbuh di tengah kontrak yang dingin?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mr. Awph, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18: Hadiah Mewah untuk Siswi Sekolah Menengah Atas

Sekelompok orang yang tidak dikenal itu menyerbu masuk dengan langkah kaki yang menciptakan dentuman keras di atas lantai marmer yang dingin. Gwenola menjerit tertahan sambil menyembunyikan kotak hitam kecil di balik punggungnya dengan tangan yang bergetar hebat. Xavier yang sedang terluka parah mencoba bangkit dari tempat tidur medisnya, namun luka di bahunya kembali mengeluarkan darah segar yang merembes cepat.

"Berhenti di sana atau aku akan memastikan kalian tidak akan pernah melihat matahari esok pagi!" ancam Xavier dengan suara yang menggelegar meski napasnya tersengal.

Pemimpin kelompok itu tiba-tiba melepaskan penutup wajahnya dan tertawa terbahak-bahak sambil menunjukkan sebuah bungkusan besar bersampul emas. Ternyata mereka bukanlah musuh bisnis, melainkan tim keamanan khusus Xavier yang membawa kiriman mendadak dari luar negeri. Ketegangan yang tadinya mencekik leher Gwenola perlahan memudar, berganti dengan rasa heran yang sangat besar menyelimuti pikirannya yang kacau.

"Tuan Xavier, barang yang Anda pesan secara khusus untuk Nona Gwenola sudah tiba dengan pengawalan tingkat tinggi," ucap sang pemimpin keamanan dengan sangat hormat.

Xavier menghela napas panjang lalu memberi isyarat agar mereka meletakkan bungkusan tersebut di atas meja kerja yang terletak di sudut ruangan. Ia menatap Gwenola yang masih nampak sangat ketakutan dengan sisa air mata yang membasahi pipi lembutnya yang pucat. Pimpinan perusahaan itu kemudian meminta semua orang keluar agar ia bisa berdua saja dengan istri rahasianya tersebut di dalam kesunyian.

"Bukankah kau bilang ini adalah serangan musuh yang sangat berbahaya?" tanya Gwenola dengan nada bicara yang masih sangat gemetar.

Xavier hanya memberikan senyuman tipis yang sangat misterius sambil mengusap noda darah di sudut bibirnya menggunakan tangan yang bebas. Ia menarik tangan Gwenola agar mendekat ke arah meja tempat bungkusan emas itu diletakkan dengan penuh kemegahan. Rasa penasaran mulai mengalahkan rasa takut Gwenola saat ia menyentuh permukaan kertas pembungkus yang nampak sangat halus dan sangat mahal.

"Bukalah, ini adalah hadiah kecil dariku karena kau sudah berani menghadapiku di sekolah kemarin," perintah Xavier dengan suara yang mulai kembali stabil.

Gwenola membuka bungkusan itu secara perlahan-lahan dan matanya seketika terbelalak melihat sebuah tas sekolah yang terbuat dari kulit paling langka. Di dalamnya terdapat seperangkat alat tulis berlapis platinum serta sebuah komputer jinjing keluaran terbaru dengan desain yang sangat elegan. Hadiah mewah ini terasa sangat berlebihan bagi seorang siswi sekolah menengah atas yang biasanya hidup dalam kesederhanaan yang sangat terbatas.

"Ini terlalu mahal, aku tidak mungkin membawa barang-barang mewah seperti ini ke kelas!" seru Gwenola dengan ekspresi wajah yang sangat panik.

Xavier meraih tengkuk Gwenola lalu menariknya hingga wajah mereka hanya berjarak beberapa sentimeter saja di tengah ruangan yang remang tersebut. Ia menatap mata Gwenola dengan sorot yang sangat posesif seolah sedang menandai wilayah kekuasaannya yang mutlak dan tidak boleh diganggu. Aura intimidasi dari pria yang sedang terluka ini ternyata masih sangat kuat hingga membuat Gwenola tidak berani bernapas dengan bebas.

"Aku tidak suka barang milikku terlihat murahan di depan mata orang-orang yang sudah merendahkanmu," bisik Xavier dengan suara yang sangat dalam.

Gwenola merasa jantungnya berdegup sangat kencang karena kedekatan fisik yang sangat tidak terduga ini mulai membuatnya merasa sangat canggung. Ia menyadari bahwa setiap hadiah dari Xavier selalu memiliki harga yang harus dibayar dengan kepatuhan yang sangat total. Di balik kebaikan yang nampak seperti kemewahan ini, tersimpan sebuah rantai emas yang semakin lama semakin mengikat hidupnya dengan sangat erat.

"Apakah hadiah ini juga merupakan bagian dari kontrak yang sudah aku tandatangani?" tanya Gwenola sambil mencoba melepaskan diri dari tatapan Xavier.

Xavier tidak menjawab dan justru mengambil sebuah kalung berlian kecil dari dalam tas tersebut lalu memasangkannya ke leher Gwenola. Sentuhan jari-jarinya yang dingin menyentuh kulit leher Gwenola, memberikan sensasi getaran aneh yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Setelah kalung itu terpasang dengan sempurna, Xavier menatap hasil karyanya dengan sebuah tatapan puas yang sangat dingin sekaligus sangat menakutkan.

"Pakai ini di balik seragam sekolahmu dan jangan pernah membiarkan siapa pun melihat atau menyentuhnya," tegas Xavier sambil mempererat pelukannya pada pinggang Gwenola.

Tiba-tiba, suara alarm keamanan di seluruh kediaman mewah itu berbunyi dengan nada yang sangat melengking dan sangat darurat. Layar monitor di ruang perawatan menunjukkan sebuah kendaraan misterius yang sedang mencoba menabrak gerbang depan dengan sangat beringas. Xavier seketika melepaskan Gwenola dan meraih senjata api yang berada di bawah bantal medisnya dengan gerakan yang sangat cepat dan sigap.

"Kali ini bukan kiriman hadiah, segera sembunyi di bawah meja kerja sekarang juga!" perintah Xavier dengan wajah yang berubah menjadi sangat beringas.

Gwenola merangkak dengan sangat cepat menuju tempat perlindungan yang ditunjuk sementara suara tembakan mulai terdengar bersahut-saut dari arah luar ruangan. Ketakutan yang sesungguhnya baru saja dimulai, dan hadiah mewah yang ia pegang kini terasa sangat berat seolah menjadi beban yang mengundang maut. Pria muda yang tadi membawa rahasia besar muncul kembali di depan pintu dengan kondisi tubuh yang sangat bersimbah darah.

 

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!