Mikael Wijaya, putra milyuner dari Surabaya Wijaya Agra mengalami kecelakaan di Dubai setelah memergoki calon istrinya berselingkuh. Kecelakaan fatal itu membuatnya hilang ingatan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahma AR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
14 Ketakutan Kael
Kael segera menemui Levi di apartemen laki laki itu.
"Kartika sudah tidur?" tanyanya sambil masuk ke dalam unit Levi dan istrinya.
"Dia ke rumah orang tuanya. Nanti aku juga mau nyusul." Levi menghampiri laptopnya yang sedang terbuka.
"Ada kerjaanmu yang belum selesai?"
"Begitulah." Levi melanjutkan kerjaannya lagi.
"Tinggal dikit lagi. Setelah ini aku akan menyusul ke rumah orang tua Kartika."
"Udah bucin, ya," ejek Kael.
Levi tersenyum miring.
"Entahlah. Aku sedang berusaha menjalankan peranku sebagai suami yang bertanggung jawab."
Kael mencibir.
"Jangan bilang masih bucin sama Ayra."
"Nggaklah. Aku masih sayang nyawa," gelak Levi dibarengi Kael.
Levi mengalihkan tatap dan jari jari tangannya pada laptopnya. Dia harus segera menyelesaikan kerjaannya agar bisa secepatnya menyusul istrinya. Dari tadi istrinya sudah beberapa kali menelponnya.
"Aku dengar rumor kamu dengan Adelia," cuit Levi sambil melanjutkan kerjaannya. Tawa mereka sudah usai.
Kael tersenyum miring.
"Tadi aku baru aja ngantar Adelia pulang."
Suara ketikan Levi terhenti, sekarang tatapnya terarah pada Kael.
"Kamu..... suka dengan Adelia?"
Kael tersenyum samar.
"Aku sudah bercerita pada Adelia kalo aku hilang ingatan. Dia menawarkan bantuan keluarganya untuk mencari tau siapa aku."
Levi menatap takjub. Tidak disangkanya progres Kael dengan Adelia sudah sangat jauh.
"Kalian sudah jadian?" tebaknya masih takjub.
"Maunya, sih." Senyum Kael tampak jelas.
Levi tergelak.
"Hebat, loh. Kalo Adelia dan keluarganya mau bantu, itu tanggapan yang positif."
Kael tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.
"Siapa yang mau bantu? Abiyan?"
Mendengar nada suara Levi yang agak sengak itu saat menyebutkan nama Abiyan, Kael menyembunyikan senyumnya.
"Katanya Jetro sama Malik Artha Mahendra."
"Malik ikut terlibat juga?" Pupil mata Levi membesar. Siapa yang tidak kenal Malik.
"Malik sudah ada di Dubai."
"Haa?"
"Secara kebetulan dia ada di Dubai. Aku sudah memberikan data data pencarian kita pada Adelia. Adelia pasti sudah memberikannya pada Jetro dan Malik."
"Ya, ya. Semoga cepat terungkap. Malik cukup mengenal jaringan black market."
"Ooh...."
Kael menghembuskan nafas berat seolah dadanya dipenuhi banyak beban.
"Kamu kelihatannya ngga suka? Padahal bagus loh, mereka ikut membantu. Identitasmu akan lebih cepat terungkap."
"Aku senang......, hanya saja aku agak takut."
"Takut kenapa?" Levi malah lupa kalo dia harus cepat menyelesaikan pekerjaannya. Lupa kalo istrinya sedang menunggu kedatangannya.
"Ingatanku, kan, belum kembali. Aku ngga tau apa sebenarnya yang sudah terjadi. Juga......" Kael menggantung ucapannya. Hatinya jadi resah.
"Juga apa?"
"Bagaimana kalo ternyata aku sudah menikah dan punya anak?"
Levi termangu. Dia juga bingung harus menjawab apa. Situasi ini masih abu abu menurutnya.
"Kamu ngomong gini karena sudah naksir sama Adelia?" tebak Levi sangat yakin.
Kael hanya meresponnya demgan senyum.getir.
"Tenanglah. Aku yakin kamu masih single." Levi menyemangatinya.
Kael masih tetap dengan kegamangan pikirannya.
*
*
*
"Jadi kalian pernah bertemu Kael?" tanya Nafa setelah Arsa meninggalkannnya di dalam kamar. Dia terpaksa tidak mengikuti even penting ini.
Nesie, Jeni dan Lisa yang kini menggantikan Arsa menemaninya setelah even mereka selesai, saling pandang.
"Jadi laki laki itu Kael?" tukas Jeni yang dua kali menabrak Adelia. Mereka tidak pernah melihat Kael. Temannya sangat merahasiakan Kael. Bahkan mereka lebih mengenal Arsa.
Setau Jeni, Nafa berpacaran dengan Arsa, tapi tidak direstui mamanya. Ngga lama kemudian muncul berita kalo Nafa akan menikah dengan Kael yang merupakan adik tiri Arsa.
Tapi enam bulan yang lalu pernikahan Nafa dan Kael dibatalkan. Saat itu Jeni dan kedua temannya sudah datang ke Surabaya. Mereka penasaran dengan sosok Kael karena belum pernah dikenalkan Nafa.
"Kapan kalian bertemu? Waktu itu..... mereka juga berdua?" tanya Nafa dengan perasaan kurang suka.
"Waktu di bar, kita ngga terlalu memperhatikan Kael. Ngga nyangka laki laki itu Kael. Ganteng banget," puji Lisa terus terang.
"Wajar kalo kamu ninggalin Arsa demi Kael. Tapi kamu akhirnya ditinggal juga. Sorry, jangan salah paham," ucap Nesie sambil mengangkat kedua tangannya ke atas sebagai pengungkapan maaf karena ketelanjurannya bicara tadi. Jeni bahkan tadi menyenggol kakinya.
Nafa memutar bola matanya, tersinggung dengan ucapan Nesie.
"Jadi.... gadis itu pacarnya Kael?" desisnya ngga terima.
"Mungkin," jawab Lisa.
"Dia gadis kaya raya tapi baik dan ngga songong. Aku penah menumpahkan minuman di pakaiannya, tapi dia ngga marah. Nesie mau mengganti pakaiannya, tapi ditolak sama dia," jelas Jeni.
"Kalian kenal sama dia?" tanya Nafa makin ngga suka dengan pacar baru Kael. Apalagi temannya sampai memuji seperti itu.
"Kenal, sih, engga," sahut Nesie santai.
"Kita juga baru lihat dua kali," sambung Jeni.
Gadis kaya raya dari mana?
"Kalian tau siapa gadis itu?"
"Entahlah. Tapi dia kelihatannya setara dengan Kael. Ngga seperti kita," jelas Lisa.
Setara dengan Kael. Ngga seperti kita. Kalimat itu menghunjam tajam di dalam hatinya.
Dia dan teman temannya dari kalangan biasa. Karena itu baik dengan Arsa atau pun Kael, keluarga kedua laki laki itu tidak ada yang mau menerimanya.
Nafa menghela nafas panjang.
Jadi selama enam bulan menghilang, Kael berpacaran di Jakarta? batinnya ngga terima.
Semudah itu dia medapatkan pengganti, rutuk Nafa dallam hati.
Tapi seharusnya dia memberi kabar, sanggahnya dalam hati.
"Lebih baik kamu kembali dengan Arsa. Arsa juga baik.dan sangat mencintai kamu. Dia khawatir banget tadi begitu tau kamu pingsan," nasehat Lisa.
"Susah nyari laki laki yang punya cinta sebesar itu, Naf," sambung Jeni mengompori.
"Kael hanya maenin kamu," pungkas Nesie.
Nafa menghembuskan nafas lelah.
Padahal mereka tau kalo mamanya Arsa tidak merestui hubungannya dengan anaknya.
Papanya Arsa, juga kakek neneknya, saat ini belum tau hubungannya dengan Arsa. Kalo mereka sampai tau, pasti juga ngga akan merestui.
Seperti saat bersama Kael. Tidak ada yang merestui hubungan mereka. Walaupun awalnya dia hanya pura pura, tapi cinta ugal ugalan Kael membuat hatinya goyang.
Kael sudah tau pengkhianatannya. Dia sudah tidak mungkin bersama Kael lagi.
"Sudah, Naf. Ngga usah dipikirin lama lama lagi. Kembali dengan Arsa aja," titah Lisa yang diangguki Jeni.
"Soal restu, pasti lama lama mamanya Arsa luluh juga," sambung Nesie.
"Betul," tukas Jeni antusias.
"Pintar pintar aja kamu ambil hati mamanya Arsa," saran Lisa.
Nafa tersenyum kecut mendengarnya.
dijamin rencana nafa nggak bakal terlaksana,, apalagi kael di rawat di rs keluarga adelia
aku malahan nggak sabar menanti aksi mak tirinya kael,, biar cpt masuk penjara