NovelToon NovelToon
Berjodoh Dengan CEO Cantik

Berjodoh Dengan CEO Cantik

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Romantis / Cintamanis
Popularitas:518
Nilai: 5
Nama Author: anjarthvk

Seorang wanita cantik memiliki jabatan CEO di Perusahaan Berlian milik Papahnya. Rania Queenzhi yang ceria memiliki ketertarikan dengan asisten juga merangkap sekaligus sekretarisnya, seorang pria tampan.

Boris William, Sekretaris sekaligus Asisten yang mengabdi di Perusahaan, karena membalas budi akan hidupnya. Diam-diam juga memiliki ketertarikan dengan Atasannya di Perusahaan. Tapi, dirinya masih mempertimbangkan segala hal yang membuatnya tidak percaya diri.

"Aku menjodohkan putriku denganmu, Boris. Tapi, aku tidak memaksa dan membuatmu terburu-buru. Santai dan belajarlah semua hal mengenai Perusahaan. Cari tahu sedikit demi sedikit dari Rania. Dia tahu sepenuhnya."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon anjarthvk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20 : Tenang Melalui Dekapan

...Selamat membaca semuanya.....

Di bawah shower, matanya terpejam berusaha membuang semua ingatan mengenai yang terjadi tadi. Rania membuka mata dan mengepalkan tangannya kuat, tatapannya penuh dendam dan amarah yang terpendam.

"Akan aku habisi dia jika waktunya tiba." Tatapan Rania sengit mengumpulkan semua emosinya. "AGRHHH SIALAN! BAJINGAN!" Teriaknya sambil memukul dinding kamar mandi beberapa kali meluapkan emosinya.

Rania berdiri di depan cermin, menatap matanya yang memerah, dia merasa menjijikan di sentuh oleh pria bajingan itu. Dia pikir karakter luar dan dalamnya yang terkenal lembut dan baik, ternyata penuh tipu daya menjelma seperti iblis.

"BRENGSEK!"

Pyar... Cermin di depannya pecah karena tinjuan dari tangan Rania yang sangat kuat. Pecahan kaca itu berangsur memerah bercampur darah yang mengalir dari tangannya.

Emosinya masih belum bisa dia kontrol. Rania memutuskan keluar kamar mandi dan mengistirahatkan tubuh serta pikirannya di atas ranjang.

Menarik selimut perlahan dan memejamkan matanya. Air matanya menetes dari ujung mata. Dia tidak menyangka akan mendapatkan pelecehan dari seorang pria yang dia kagumi. Jalan satu-satunya berusaha tenang dan melupakan kejadian tadi.

Pintu kamar terbuka, Rania duduk dan menunggu Boris menghampirinya. Boris memandangi Rania bingung karena mendapat tatapan sayu dari wanita itu.

"Butuh sesuatu, Nona?" Rania menganggukkan kepala pelan dan membuka tangannya seakan meminta pelukan. Boris mendekat, duduk di sampingnya dan memandangi wajah Rania yang sedikit berbeda.

"Ada apa, Nona? Ada masalah dengan wawancara hari ini?" Rania menggelengkan kepala pelan.

"Peluk aku, Boris.." Suara lirih Rania membuat Boris semakin merasa bingung ditambah khawatir.

"Sebentar ya, Nona. Saya mandi lebih dulu. Tunggu sebentar.." Boris bangkit dan melepaskan kemejanya dan celana bahannya, menyisakan celana pendek dan langsung masuk ke kamar mandi.

Belum beberapa menit dia masuk, dia dengan panik langsung keluar dan kembali mendekati Rania.

"Nona, apa yang terjadi? Cermin kamar mandi pecah." Boris mendekat dan duduk kembali di samping Rania langsung sigap mengecek seluruh tubuh Rania yang terlihat. "Nona terluka? Nona-" Ucapnya terpotong saat matanya melihat punggung tangan kanan Rania berdarah. Mata Boris membulat. "Apa yang terjadi?"

Air mata yang sempat tertahan, menetes penuh dari matanya tanpa bersuara. Rania merengkuh tubuh Boris sangat erat, bergerak duduk di pangkuan pria itu seperti biasa.

Rania menggeleng kuat, "aku ingin begini dulu. Jangan ke mana-mana." Tubuh Boris membeku, dia penuh rasa kebingungan dan khawatir yang sudah menumpuk.

Dia membalas rengkuhan kuat wanita dipangkuannya ini, tubuhnya juga bergetar hebat. Napas Rania yang terdengar memburu seakan sedang mengontrol emosi. Boris hanya bisa membelai lembut dan hangat punggung Rania. Memberikan perhatian penuh untuk wanita itu.

Mengabaikan status atasan dan bawahan. Boris berpikir, toh dari awal mereka juga sudah melampaui batas. Jika bertindak lebih juga tidak masalah.

Beberapa saat kemudian, Boris mendengar deru napas Rania mulai berangsur normal. Tubuhnya yang tadi menegang berubah melembut. Rania melonggarkan pelukan mereka, menatap wajah Boris yang terlihat khawatir.

Mata wanita itu turun ke perut Boris yang tidak memakai atasan. Senyum tipis sudah terbit dibibir Rania. Jari telunjuk wanita itu mencolek perut Boris yang berbentuk seperti roti sobek. Dia seakan menemukan harta karun masa depannya.

"Kamu memang gen yang terbaik buat calon anak-anak kita, Ris," ucap Rania yang membahas soal anak.

"No-nona, apa maksudnya?" Boris memandangi wajah Rania dengan rasa gugupnya.

"Kamu pasti hebat. Sekarang saja kamu memiliki roti sobek ini yang sangat luar biasa keren, ada enam kotak," senyuman Rania semakin lebar, Boris jujur terhipnotis sesaat. Dia bersyukur Rania sudah berangsur membaik karena sikap awalnya sudah kembali.

Rania menangkup kedua rahang tegas Boris dan memberikan beberapa kecupan singkat pada bibir Boris. Senyuman yang kesekian kali membunuh kesadaran Boris.

"Kau cantik."

...Bersambung.....

Terima kasih sudah mampir di cerita aku, jangan lupa like dan komen ya semua. Maaf kalau berantakan dan sedikit..☹️😊🤗

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!