"Lepasin...sakit tahu!!!"
Teriak seorang gadis yang di seret paksa oleh seorang pria tampan namun bringas.
Arabella Jenevile Dirgantara terjebak atas kecerobohannya sendiri.
Dia tak sengaja melihat hal yang seharusnya tak dia lihat.
"Jangan coba coba lari dariku gadis nakal. Nyawamu ditanganku!" Seringai pria bernama Dariush Cassano.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desty Cynthia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mencintaimu Lebih Dalam
Seusai menyelesaikan pekerjaannya, Dariush menepati janjinya pada Bella. Malam ini keduanya akan terbang pulang ke negara asal Bella.
Bella menyandarkan kepalanya di pelukan suaminya. "Terima kasih yah kamu masih punya hati ternyata."
Dariush mendengus sebal mendengar ocehan istrinya. Jelas saja punya hati, ia sangat mencintai Arabella dan akan melakukan apapun untuk istrinya ini.
"Hmm."
Fabio datang membisikkan sesuatu ke telinga Dariush. "Kenapa?" Tanya Bella yang menatap Fabio.
"Permisi boss." Fabio segera pamit dari sana.
Tatapan Dariush sangat mengerikan kali ini membuat Bella menciut. Ia merogoh ponsel di saku mantelnya lalu menghubungi seseorang. "Lakukan!" Ucap Dariush.
GLEG Setelah Dariush menutup teleponya, Bella menatap suaminya penuh selidik. "Ada apa ? Aku harus tahu suamiku sedang mengerjakan apa." Lirih Bella.
Tangan Dariush membelai pipi istrinya yang merah bagai tomat, ia mengecupnya. "Ada urusan yang harus di bereskan. Ayo tidur dulu, perjalanan kita panjang. Sean akan menyusul lusa. Aku dan Sean akan membicarakan kematian orang tuaku dengan daddy-mu." Ucap Dariush.
Bella menyandarkan kepalanya di lengan suaminya. Dariush menangkup wajah istrinya dan mencium lembut bibir ranum istrinya yang merah menyala.
"Katanya suruh aku tidur, kamu tuh yah nakal banget." Rengek Arabella.
"Sedikit sayang."
Benar saja, Dariush melahap bibir istrinya saat itu juga. Ia tak bisa menahannya lagi melihat bibir s*ksi itu. "Kamu ini...tadi minta aku tidur, udah ah aku ngantuk." Rengek Bella.
Mata Bella sudah terpejam di pelukan suaminya. Dariush menyelimuti istrinya dan mencium keningnya lama sekali seolah tak ingin melepaskannya.
-
-
-
"Mommy... Daddy...!" Teriak Arabella memanggil orang tuanya dan memeluknya.
"Akhirnya kamu kembali sayang. Kami merindukan mu. Bagaimana perjalanan mu?" Tanya Lorraine pada anak tunggalnya ini.
Mafia berwajah datar ini menghampiri mertuanya dan memeluknya. Meskipun sedikit canggung tapi demi menghormati mertuanya, ia menurunkan gengsinya.
"Kalian istirahat dulu, nanti kita makan malam." Ucap Dave.
Pasangan aneh ini masuk ke kamar Arabella. Wanita cantik ini merebahkan dirinya di atas tempat tidur dan merentang kan kedua tangannya. Kepalanya menatap langit-langit kamarnya.
Tubuh tegap Dariush menindih istrinya di atasnya. "Jangan memancing ku nona."
Dengan memutar bola matanya Bella berdecak sebal, nafsu suaminya ini tinggi sekali tak ayal ia sering sekali kewalahan menghadapinya.
Tangan Bella menarik kerah kemeja suaminya dan memagut bibir s*ksi sang suami dengan lahap. Tak mau kalah, Darius melakukan hal yang sama. Perlahan tangannya melepaskan semua pakaian yang melekat pada tubuh istrinya.
Kedua kaki Arabella di lebarkan demi menyambut suaminya masuk ke dalam titik sensitifnya. Perang panas di mulai hingga bercucuran keringat. Suara erangan yang syahdu membuat Darius semakin semangat memacu adrenaline-nya.
Ibarat menaiki kuda jantan, kini Arabella tengah menaik turunkan pinggulnya di atas suaminya. "F*ck!!! You're so hot babe!" Ucap Darius dengan suara paraunya. Tangannya meremas lembut b*kong sintal itu.
"Kamu yang membuatku seperti ini." Kata Arabella dengan nafas tersengal seperti tengah berlari.
"Karena aku mencintaimu, honey!"
"Hmm." Jawab Bella singkat sambil mengadahkan kepalanya.
Sedangkan kedua tangan suaminya bermain di dua gunung kembar milik istrinya. Peraduan dua anak manusia ini cukup lama hingga membuat hawa di kamarnya panas sekali.
Berkali kali cacing besar nan gagah milik mafia tampan ini menyemburkan lahar panasnya ke dalam rahim Arabella. Sungguh ia berharap istrinya akan segera mengandung anaknya.
Nafas keduanya tersengal seperti tengah berlari di area stadion. Bella beranjak pergi menuju kamar mandi namun tangan kokoh suaminya menahannya dan membawanya tidur.
"Aku ingin mandi, kamu yang rapihkan tempat tidurnya." Ucap Bella dengan mengedipkan satu matanya.
"Baiklah, nyonya Cassano. Anything for you." Sahut Dariush berdecak sebal pada istrinya, ia mengalah membiarkan sang istri mandi duluan.
Bella tidak ingin Dariush ikut bersamanya. Karena sudah bisa dipastikan, ia tidak akan selamat dari serangan suaminya. Selesai dengan ritualnya, Dariush segera ke kamar mandi.
Tangan wanita cantik ini dengan lihai mengeringkan rambutnya. Dengan cekatan Bella mengoleskan skincare ke wajahnya agar semakin cantik dan terawat.
"Beautiful." Ucap Dariush yang sudah dengan mandinya, ia menghampiri istrinya masih memakai handuk sepaha.
Wanita yang di sebut cantik, kini membalikkan badannya. Ia berdiri dan mengeringkan rambut suaminya yang masih basah, juga badan suaminya.
Pria sangar dengan tangan yang dipenuhi bulu halus ini, melingkarkan kedua tangannya ke pinggang Arabella. "Tangan mu lincah sekali, tolong diam dulu sayang." Gerutu Bella dengan wajah kesalnya.
Sedari tadi tangan Dariush meremas b*kong istrinya yang semakin sintal. Bahkan satu tangannya masuk ke dalam bathrobe sepaha itu. "Itu salahmu yang tidak pakai baju. Bukan salah ku sayang." Sergah Dariush yang tak mau kalah.
"Cckk...itu sih memang kamunya aja yang nakal. Aaah... Please aku lelah sayang." Rengek Arabella, ia mencengkram bahu suaminya tak kala sang suami mengelus lembah berwarna pink itu.
Dariush tertawa sumbang melihat wajah istrinya yang sudah merah padam. "Oke, aku kalah honey! Apa sudah ada anak kita di dalam sini ?" Tanya Dariush sambil memegang perut istrinya.
"Hmm belum, kita tunggu bulan depan." Jawab Bella singkat.
"Yap! Kalau belum kita masih bisa bekerja keras." Sahut Dariush dengan raut wajah yang serius.
Bella duduk di depan suaminya dan menatapnya lekat. "Kalau aku tidak kunjung hamil, bagaimana? Kamu akan mencerai kan aku?" Lirihnya.
"No! Aku mencintaimu, Arabella! Mendapatkan mu saja membuatku sangat kewalahan! Lalu aku pergi begitu saja? Oh tidak bisa. Meskipun kamu belum hamil, kita akan tetap bersama." Ucap Dariush dengan mata penuh cinta, ia juga mengecup kedua punggung tangan istrinya dan mengecup bibir istrinya.
Tiba tiba saja air mata Arabella menetes. Ia tak tahu perasaan apa yang tengah di rasakannya. Entah kenapa hatinya takut akan menyakiti Dariush. Jemari Dariush membelai lembut pipi istrinya.
"Hei honey...look at me! Kita akan selamanya bersama, dengan atau tanpa seorang anak!" Ucap Dariush dengan meyakinkan istrinya.
"Hmm semoga saja janjimu tidak palsu! Tapi kalau kamu meninggalkan ku sekarang, aku siap! Sebelum aku mencintaimu lebih dalam." Lirih Arabella.
DEG
Yah! Arabella kini mencintai Dariush. Ucapannya membuat Dariush melayang, ia berdiri menggendong istrinya dan berputar putar. Tawa di wajah Arabella terbit. Kedua tangannya berpegangan pada bahu suaminya.
"Katakan sekali lagi sayang." Pinta Dariush dengan mata memohon.
"Aku mencintaimu, Dariush." Ucap Bella dengan lembut.
"Of course! Kamu tidak akan bisa menolak pesonaku sayang. Aku juga sangat mencintai mu, terima kasih." Kata Dariush dengan penuh haru.
Perlahan namun pasti Dariush memagut kembali daging kenyal istrinya hingga keduanya jatuh ke tempat tidur. Mata keduanya penuh rasa cinta.
Yah! Bella bahagia bisa mencintai Dariush, walaupun kesan pertama bertemu Dariush membuatnya menderita. Tapi seiring berjalannya waktu, ia bisa menerima perlakuan suaminya.