NovelToon NovelToon
DI UJUNG NAFASKU

DI UJUNG NAFASKU

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Dijodohkan Orang Tua / Cinta Seiring Waktu / Dendam Kesumat / Fantasi Wanita / Cintapertama
Popularitas:346
Nilai: 5
Nama Author: Dina Sen

Zian Arsya, seorang laki-laki mandiri dan sukses di usia 29 tahun, telah menjadi tulang punggung keluarga setelah di percaya ayah dan ibunya untuk mengelola usaha Hotel dan Restoran. Namun, di balik kesuksesannya, Zian menyembunyikan masa lalu pahit yang membuatnya menjadi pendiam dan jarang bicara. Dia pernah dikhianati kekasihnya semasa kuliah, yang memilih laki-laki lain, membuatnya kehilangan kepercayaan pada cinta.


Suatu hari, Zian dijodohkan dengan Raya, seorang gadis cantik, ramah, dan pintar yang sangat perhatian. Zian setuju dengan perjodohan itu, tapi dia tidak berani mengungkapkan masa lalunya kepada Raya dan keluarganya. Dia takut kehilangan kesempatan untuk memiliki keluarga dan cinta yang sebenarnya.


Namun, kehadiran Raya membuat Zian perlahan-lahan membuka diri dan menghadapi masa lalunya. Apakah Zian akan mampu mengungkapkan kebenaran kepada Raya dan keluarganya? Atau akankah rahasia itu menjadi beban yang menghancurkan kebahagiaan mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dina Sen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

godaan Derry

Siang menjelang dengan ritmenya sendiri.

Matahari menggantung tepat di atas gedung hotel, memantulkan cahaya ke kaca-kaca besar lobi. Suasana sibuk tamu datang dan pergi, telepon berdering, langkah kaki bersahutan. Dari luar, semuanya tampak normal.

Terlalu normal.

Zian berdiri di dekat meja concierge, memberi instruksi singkat pada supervisor. Sikapnya kembali dingin, profesional, tak ada celah bagi siapa pun untuk membaca apa yang terjadi di balik kepalanya.

Kecuali satu orang.

Derry.

Asisten itu berdiri beberapa langkah di belakang, memerhatikan dengan ekspresi penuh arti. Matanya sesekali melirik ke arah front office ke arah Raya yang sedang membantu tamu lansia dengan sabar, senyumnya hangat, suaranya lembut.

Begitu Zian selesai dan melangkah pergi, Derry menyusul cepat.

“Bos,” katanya santai, menyamai langkah. “Siang ini… aura kamu beda.”

Zian tidak menoleh. “Kerja.”

“Ini juga kerja,” Derry menimpali ringan. “Aku asisten pribadi. Termasuk ngurus ekspresi bos yang lagi kebanyakan mikir.”

Zian berhenti di depan lift staf. Menoleh perlahan. “Kamu mau bilang apa?”

Derry menekan tombol lift, lalu tersenyum lebar. “Aku cuma mau pastikan… tragedi semalam itu nggak bikin kamu makin dingin ke Raya.”

Zian menegang sepersekian detik.

“Tragedi apa?” tanyanya datar.

Derry terkekeh. “Ah, jangan pura-pura. Dikejar mobil misterius, nyaris konfrontasi, adrenalin naik, terus pagi-paginya ketemu calon istri eh, trainee yang bikin jantung kamu kerja lembur.”

Pintu lift terbuka.

Zian melangkah masuk lebih dulu. “Kamu kebanyakan nonton drama.”

Derry ikut masuk, menekan tombol lantai. “Drama itu hidup kamu sendiri, Bos. Aku cuma penonton setia.”

Lift bergerak naik.

Hening beberapa detik.

Lalu Derry berdehem kecil. “Tapi serius. Kamu baik-baik saja, kan?”

Nada suaranya berubah. Tidak menggoda. Tidak main-main.

Zian menghela napas pelan. “Aku harusnya terbiasa dengan ancaman. Tapi kali ini… beda.”

“Karena Raya?” tebak Derry.

Zian tidak langsung menjawab. Tatapannya lurus ke depan.

“Karena sekarang ada orang lain yang bisa ikut terdampak,” katanya akhirnya. “Dan aku tidak mau itu terjadi.”

Derry mengangguk pelan. “Makanya kamu makin protektif.”

Zian meliriknya tajam. “Aku tidak...”

“Tenang,” potong Derry cepat, tersenyum lagi. “Protektif yang sehat. Yang bikin kamu lebih hidup, bukan paranoid.”

Lift berhenti.

Mereka keluar menuju koridor kantor.

Di ujung sana, dari balik kaca, terlihat Raya berjalan membawa map, berbincang dengan seniornya. Saat tanpa sengaja menoleh, pandangannya bertemu dengan Zian.

Hanya sedetik.

Tapi cukup.

Zian mengangguk kecil.

Raya membalas dengan senyum sopan yang kali ini terasa lebih hangat dari biasanya.

Derry melihat semuanya.

“Oke,” katanya pelan tapi penuh makna. “Aku resmi menyimpulkan.”

“Menyimpulkan apa?” Zian bertanya tanpa menoleh.

“Bahwa tragedi semalam itu gagal,” jawab Derry ringan. “Karena alih-alih bikin kamu menjauh, malah bikin kamu makin nempel.”

Zian berhenti berjalan. Menoleh. “Derry.”

Derry mengangkat tangan. “Siap, siap. Aku berhenti.”

Lalu, dengan suara lebih pelan, ia menambahkan, “Tapi satu hal, Bos. Hati-hati. Orang yang muncul semalam itu… biasanya nggak datang sekali.”

Zian mengangguk. “Aku tahu.”

“Dan sekarang,” lanjut Derry sambil tersenyum tipis, “kamu punya sesuatu yang jauh lebih berharga untuk dijaga.”

Zian kembali menatap ke arah lobi, ke arah Raya yang kini tertawa kecil karena sesuatu yang dikatakan tamu.

“Iya,” jawabnya pelan. “Itu yang membuat semuanya jadi tidak boleh salah.”

Derry menepuk bahunya singkat. “Tenang. Aku di sini. Selalu.”

Zian menoleh, menatap asistennya sejenak.

Untuk pertama kalinya, ia berkata tanpa nada perintah...

“Hati-hati juga kamu.”

Derry terkekeh. “Wah. Bos perhatian. Ini efek tragedi plus cinta, ya?”

Zian berjalan pergi tanpa menjawab.

Tapi langkahnya… jauh lebih mantap dari sebelumnya.

Dan di siang yang tampak biasa itu, dua hal tumbuh bersamaan... Perasaan yang semakin nyata.

Dan bahaya yang perlahan mendekat, menunggu celah berikutnya.

...

Langkah Zian membawanya masuk ke ruang kerjanya.

Pintu tertutup pelan, meredam hiruk-pikuk hotel yang sejak tadi berdengung tanpa henti. Zian berdiri sejenak di depan jendela besar, menatap ke bawah ke lobi yang tak pernah benar-benar sepi.

Ia melihat Raya lagi.

Gadis itu kini berdiri di dekat meja resepsionis, mencatat sesuatu dengan serius. Alisnya sedikit berkerut, bibirnya mengatup fokus. Tidak tahu sedang diperhatikan.

Dan entah sejak kapan, pemandangan itu membuat dada Zian terasa… tenang.

Bukan lengah.

Tapi lebih waspada.

Karena ia tahu, ketenangan seperti ini biasanya tidak datang tanpa harga.

...

Siang bergeser ke sore.

Di ruang front office, supervisor memanggil Raya untuk evaluasi singkat. Raya mengangguk patuh, mencatat setiap arahan dengan saksama.

“Perkembangan kamu bagus,” ujar sang supervisor. “Tapi ingat, profesionalitas tetap nomor satu. Jangan sampai urusan pribadi terbawa ke area kerja.”

Raya menelan ludah.

“Iya, Kak,” jawabnya tenang. “Saya mengerti.”

Ia tahu kalimat itu tidak datang tanpa alasan.

Dan meski tidak ada satu pun yang menyebut nama Zian, Raya paham jarak itu sedang diuji.

Di lantai atas, Derry kembali masuk ke ruangan Zian tanpa mengetuk kebiasaan lama yang hanya ia berani lakukan.

“Bos,” katanya sambil menyodorkan tablet. “Ada laporan keamanan. Kamera jalan utama tadi malam sempat glitch.”

Zian menoleh cepat. “Glitch?”

“Dua menit kosong,” jawab Derry. “Waktu yang sama dengan kejadian semalam.”

Zian mengeraskan rahangnya. “Bukan kebetulan."

“Enggak,” Derry mengangguk. “Dan satu lagi…”

Ia ragu sejenak.

“Ada motor yang parkir terlalu lama di seberang hotel sejak siang.”

Zian berdiri. “Orangnya?”

“Belum bergerak. Helm full-face. Tapi arahnya… menghadap lobi.”

Hening menggantung.

Zian menarik napas dalam. “Tambahkan satu orang keamanan sipil. Jangan mencolok.”

Derry mengangguk. “Dan Raya?”

Zian terdiam sepersekian detik. Lalu berkata pelan tapi tegas, “Dia tetap kerja seperti biasa. Jangan buat dia merasa diawasi.”

“Bos,” Derry menatapnya serius, “itu justru yang bikin kamu kelihatan jatuh cinta.”

Zian meliriknya tajam.

“Terlalu peduli, tapi berusaha tetap jauh.”

Derry tersenyum kecil. “Itu bahaya yang lain.”

Zian tidak membalas.

Karena jauh di dalam dirinya, ia tahu… Derry tidak salah.

Sore menjelang magrib.

Raya melangkah keluar dari lobi menuju area staf untuk istirahat. Saat itulah, perasaannya berubah ada sensasi aneh di tengkuknya. Seperti… sedang diperhatikan. Ia menoleh sekilas ke arah pintu kaca.

Tidak ada apa-apa.

Tapi firasat itu tidak pergi.

...

Di lantai atas, Zian baru saja menutup telepon ketika pandangannya jatuh ke layar CCTV. Kamera lobi. Kamera parkiran.

Dan satu titik di sudut luar pagar hotel sebuah bayangan bergerak pelan.

Zian berdiri mendadak.

“Der,” panggilnya tanpa mengalihkan pandangan dari layar. “Kita tidak sendirian.”

Di bawah sana, Raya melangkah tanpa tahu

Bahwa hari yang terlihat biasa itu… sedang menyiapkan ujian berikutnya. Dan ada Cinta yang juga turut mulai tumbuh.

...

Sore benar-benar merambat turun ketika Zian meraih ponselnya.

Tatapannya masih tertambat pada layar CCTV, pada sudut gelap yang sejak tadi terasa terlalu… sadar akan keberadaannya.

“Der,” katanya rendah.

Derry yang berdiri di samping meja langsung menoleh. “Iya.”

“Kamu antar Raya pulang hari ini.”

Derry berkedip sekali. Lalu menahan senyum yang nyaris lolos. “Aku?”

“Iya,” jawab Zian tanpa menoleh. “Pastikan dia sampai apartemen dengan aman. Jangan bilang apa-apa. Jangan bikin dia curiga.”

Nada itu bukan perintah dingin biasa.

Ada sesuatu yang lebih dalam kekhawatiran yang sengaja disembunyikan.

Derry mengangguk, kali ini tanpa bercanda. “Siap.”

Ia berbalik pergi, lalu berhenti di ambang pintu.

“Bos.”

Zian menoleh.

“Kamu yakin nggak mau turun sendiri?” tanya Derry pelan.

Zian terdiam sejenak. Lalu menggeleng kecil. “Belum. Belum sekarang.”

Derry memahami jawaban yang tidak diucapkan itu.

“Oke,” katanya ringan, senyum tipis kembali muncul. “Aku yang jadi tameng dulu.”

Di area staf, Raya baru saja mengganti name tag-nya ketika Derry muncul.

“Raya,” sapa Derry ramah seperti biasa. “Pulang?”

Raya mengangguk. “Iya, Mas Derry.”

“Bos minta aku anterin kamu,” ucap Derry santai, seolah itu hal paling normal di dunia. “Katanya sudah agak malam.”

Raya terkejut kecil. “Oh nggak apa-apa kok, Mas. Aku bisa....”

“Bisa,” potong Derry cepat tapi lembut. “Tapi kali ini jangan bisa sendiri.”

Ada sesuatu di nada suaranya yang membuat Raya tidak membantah.

“Iya,” jawabnya akhirnya. “Terima kasih.”

Mereka berjalan berdampingan menuju parkiran. Langkah Raya sedikit ragu, sementara Derry, meski santai matanya aktif mengamati sekitar.

Motor itu masih ada.

Derry mencatatnya dalam hati.

...

Di dalam mobil, Raya duduk tenang, memandangi jalanan yang mulai dipenuhi lampu sore. Hening beberapa saat, sampai Derry bersuara.

“Kamu capek?” tanyanya ringan.

“Sedikit,” Raya tersenyum kecil. “Tapi senang.”

Derry melirik sekilas. “Kenapa?”

Raya ragu sepersekian detik. “Karena… hari ini rasanya banyak yang berubah. Tapi aku masih bisa berdiri.”

Derry tersenyum, kali ini tanpa godaan. “Kamu kuat, Raya. Lebih dari yang kamu kira.”

Mobil melaju meninggalkan hotel.

***

Di lantai atas, Zian berdiri di balik kaca jendela, menatap lampu mobil yang menjauh.

Dadanya terasa sesak.

Bukan karena cemburu.

Tapi karena untuk pertama kalinya, ia harus belajar satu hal yang paling sulit baginya

Menjaga dengan cara melepaskan jarak.

Dan di balik sore yang kian gelap itu, satu keputusan kecil telah diambil.

Bahwa apa pun yang mengintai…

Ia tidak akan membiarkan Raya menghadapinya sendirian.

Zian tahu, ia punya tanggung jawab untuk Raya, dari pesan orang tua yang sudah menyatukannya meski ikatan suci itu belum di tentukan.

1
Sharah ArpenLovers Khan
Akhirnya Zian dan Raya bertunangan😄😄
duhh Derry jahil mulu suka godain Zian 😄😄

di tunggu updatenya ya Sayyy quuu Author kesayangan🥰🤗 semangat terus Sayyy🤗
Sharah ArpenLovers Khan: Okeyy Sayyy ☺
total 2 replies
Sharah ArpenLovers Khan
Waduhhh Zian dan Raya mau lamaran ciiieee akhirnya mau lamaran juga...
duhh Derry godain Raya dan Zian mulu bikin ngakak 😆😆😆

penasaran dg lanjut nyaa
di tunggu updatenya Author kesayangan kuuuu tetap semangat Sayyy quuu 🥰🤗💪
Sharah ArpenLovers Khan: Okeyy Sayyy tetap semangat🤗
total 2 replies
Sharah ArpenLovers Khan
ciieee Derry godain Raya terus 😄😄
jangan² Raya juga jatuh cinta sama Zian 😄😄
Sharah ArpenLovers Khan
Ciieee Derry goda Zian mulu yaa 😅😅
bener kata Zian ada seseorang yang harus dia jaga yaitu Raya..
perhatian nya ma Raya,
Zian sepertinya emang jatuh cinta sama Raya 😅😅
duhh Zian minta Derry antar Raya plg gk tuh 😅😅

di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuu 🥰 semangat terus Sayyy 🤗💪
Sharah ArpenLovers Khan
Derry gangguin Zian mulu yaa 😅😅😅
tapi bnr kok Zian emng sepertinya jatuh cinta sama Raya 😅😅😅
tapi Zian gk mengakuinya 😅😅😅
ledekin terus Zian ya Derry lucu soalnya 😅😅😅
Sharah ArpenLovers Khan
siapa yaa seseorang yg di balik topeng mengikuti Zian
untungnya Zian baik baik Saja...

di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuuu tetap semangat Sayyy makin seru cerita nya🥰🤗
Sharah ArpenLovers Khan
Ciieee Zian mau kenal Raya dong, pasti nya Zian mau kenal Raya lbh lama lagi 😄😄
Sharah ArpenLovers Khan
duhhh Raya ambil cuti sehari sampai para staf penasaran...
Derry ada² saja blg nnt juga bakal tau


tau apa yaa kira² apakah Zian dan Raya akan menikah? 😄😄
Sharah ArpenLovers Khan
Akhirnya Zian nerima Raya 😄😄
bener banget Raya hrs mengenal Zian lagi...
tinggal di tunggu kapan nikah nya😄😄

di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuu tetap semangat ya Sayyy 🤗🥰
Sharah ArpenLovers Khan
Duhhh pasti kaget dong Raya sama Zian bakalan di jodoh kan 😄😄
Sharah ArpenLovers Khan
Siapa tuh yg menghubungi Zian? apa masa lalu Zian?.
jgn dong Zian harus menjauh dari Raya 🥲..
di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuu tetap semangat ya Sayyy 🤗🥰
Sharah ArpenLovers Khan
wadawww Derry jahil banget sama Raya 😄😄😄
Sharah ArpenLovers Khan
Ciieee Raya dan Zian saling memikirkan😆😆😆
duhh gmn yaa klo Raya dan Zian tau soal perjodohan 😌😌
Ya ampuun Derry usil banget suka jailin Raya sampai malu malu dong 😆😆😆
. penasaran dg lanjutannya, di tunggu kekocakan Derry Sayyy quuu Author kesayangan tetap semangat ya Sayyy 🤗quuu🤗 🥰💪
Sharah ArpenLovers Khan: Okeyy Sayyy di tunggu 😆😆😆
di tunggu juga Derry yg kocak 😆😆😆
total 2 replies
Sharah ArpenLovers Khan
Derry bisa saja jahil nya sama Raya dan Zian, bilang Zian naga 🤣🤣🤣
Sharah ArpenLovers Khan
Bener kata Derry, Zian harus bangkit 😄😄
Zain minta Derry antar Raya plg buat mastiin Raya aman gk tuh 😄😄
ciieee Raya dahh nyaman tuh dg Zain 😄😄
namun gmn dg perasaan Zain? mungkin Zain juga sama😄😄

penasaran dg lanjut nyaa
di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuu tetap semangat ya Sayyy quu🤗🥰💪
Sharah ArpenLovers Khan
Ciiieee Zian perhatian sama Raya 😄😄
siapa tuhhh yg menghubungi Raya?? jgn² masa lalu Zian duhh Raya dalam bahaya dong 😌😌
yg menghubungi Raya cowok yaa, ada hubungan apa Raya dg cowok itu?

l
penasaran dg lanjut nyaa
di tunggu updatenya Author kesayangan kuuu tetap semangat Sayyy quu 🤗🥰💪
Sharah ArpenLovers Khan
Ciiieee kata² Zian ada di pikiran Raya...
Duhh Raya merasa ada yg mengikutinya... 😄😄
Derry blg ke Zian lapor polisi dong... 😁😁
Siapa yaa yg mengikuti Raya 🤔🤔
Derry menggaruk kepala gk tuh 😆😆
Derry bingung dong menatap bos nya 😄😄
Zian blg Raya harus mendapatkan pengawasan khusus gk tuh 😆😆
Bener tuh Derry sejak kapan Raya sepenting itu buat bos 😄😄
Duhhh siapa sihh pria bertato leher itu... 😌😌
Waduhh Derry ngomong Bos yang dulu belain cewek waktu itu, berani nyaa Derry 😆😆
Derry di suruh diam gk tuh 😆😆
Derry nanya mulu 😆😆

Penasaran dg lanjut nya.
Di tunggu updatenya Author kesayangan kuuu
Tetap semangat Sayyy 🥰🤗💪
Sharah ArpenLovers Khan: Okeyy Sayyy 🤗
total 2 replies
Sharah ArpenLovers Khan
Raya masih ingat ya kejadian kemarin itu🥲🥲
Zian pasti nya akan cari tau siapa mereka 🥲🥲
duhhh Zian blg ke Raya klo ada apa-apa ksh tau dong 😄😄
mengapa tuh Raya berdebar debar jgn² Raya bnran suka sama Zain 😄😄
duhh siapa yaa Pria yg mengintai Raya??

penasaran dg lanjut nyaa...
Di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuu
Tetap semangat ya Sayyy 🤗🥰
Sharah ArpenLovers Khan: Okeyy Sayy tak tunggu lbh lagi si Derry Peak nya 🤣🤣🤣
gmn kocak nya ntar 🤣🤣
total 2 replies
Sharah ArpenLovers Khan
duhhh untung saja ada Zian yang bantuin Raya klo tidak, entah lah...
duhhh Zian tiba ingat masaalu nya 🥲
ada seseorang yg mengancam Zian dongg...
kasihan Zian🥲🥲

penasaran dg lanjut nyaa
di tunggu updatenya Author kesayangan kuuu tetap semangat Sayyy 🤗🥰💪
Sharah ArpenLovers Khan
Derry suka usilin Zian ajak bercanda😄😄
duhhh seperti nya Zian bakal suka sama Raya😄😄
Dinar Sen: 🤣udah up lagi ya yg ini sama yg sebelah 😅
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!