NovelToon NovelToon
"Aku Kangen, Tapi Tuhan Tau "

"Aku Kangen, Tapi Tuhan Tau "

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Romansa Fantasi / Penyelamat
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Andri Yuliantina

Indry gadis religius yang lembut dan terlalu baik pada semua orang.

Zaki lelaki yang selalu hadir dan memberi namun perbedaan keyakinan selalu menjadi tembok pemisah yang tak terlihat diantara mereka.

pertemuan di stasiun tegal setelah 15 Tahun berpisah, menjadi awal dari kisah yang entah apa ujung nya.

tawa kecil, telfonan larut malam dan rasa nyaman pelan pelan berubah jadi kangen dan terbiasa.

tapi bagaimana jika cinta saja tak cukup?
bagaimana kalau Tuhan punya rencana lain....
dan satu keputusan yang harus dipilih,
melanjutkan.... atau melepaskan....


karna kadang, kangen terbesar adalah kangen yang hanya Tuhan yang tau....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Andri Yuliantina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ep 19 Tegal, Bule Ganteng, dan Interogasi Keluarga

Tegal, Bule Ganteng, dan Interogasi Keluarga

_Jumat malam. Jam 10:47 malam. Kost Karawaci._

Lampu tidur biru nyala. Indry duduk di kasur, HP di tangan. Zaki VC dari Tegal. Backgroundnya dapur, minyak kelapa masih hangat.

Zaki: “Sayang, weekend depan jadi ya ke Tegal? Ibu udah nanya-nanya dari Senin.”

Indry: “Jadi, Zaki. Aku izin cuti Sabtu-Minggu. Tapi… aku deg-degan.”

Zaki: “Deg-degan kenapa? Takut Ibu galak?”

Indry: “Takut Ibu nggak suka aku. Takut Ibu nanya iman, takut Ibu bandingin aku sama calon lain.”

Zaki ketawa pelan. “Ibu aku galak kalau soal martabak keasinan. Kalau soal kamu, aku yang galak belain.”

Indry: “Lebay.”

Zaki: “Aku serius, Indry. Ibu aku udah aku cerita. Ibu bilang, ‘Yang penting dia baik sama anakku. Agama bisa dibicarakan baik-baik’.”

Indry terdiam. Matanya berkaca. “Kamu udah cerita sejauh itu?”

Zaki: “Iya, sayang. Aku nggak mau main-main. Aku mau Ibu tahu kamu siapa.”

_Sabtu siang. Jam 1:23 siang.

Grup WA “Keluarga AndreBetari” meledak._

Meta: “BREAKING NEWS!!! GUE DAPAT BULE GANTENG KAYA RAYA TINGGAL DI GADING SERPONG!!!”

Carel: “MET!!! JANGAN JADI KORBAN LOVE SCAM YA!!!”

Paul: “Meta, cek dulu KTP, NPWP, rekening, STNK, BPKB.”

Mauba: “Kak Meta, dia rajin gereja nggak?”

Ogah: “BULE BAWA MARTABAK COKLAT NGGAK MET?!”

Meta voice note panjang, suara heboh:

“DUH KALIAN TUH KOLOT! Dia bukan tukang tipu! Dia CEO start up, gajinya 9 digit! Dia jemput aku pakai Tesla! Dia bilang aku cantik walau maskeran! Dia ajak aku dinner di Senayan! Dia bilang ‘Meta, I want to meet your family’!!!”

Indry ketik pelan: “Meta… hati-hati ya. Bukan tukang tipu kan? Love scam itu real.”

Meta: “DRY!!! GUE INTEROGASI DIA 3 JAM! DIA PUNYA KTP, KARTU KREDIT, DAN FOTO WISUDA HARVARD! KALAU DIA TIPU, GUE TIPU BALIK!”

Indry ketawa. “Ya udah, hati-hati ya. Bawa teman kalau ketemu.”

Meta: “EH DRY, LO JUGA JAGA DIRI YA. KATANYA WEEKEND DEPAN LO KE TEGAL KETEMU MAMA ZAKI? UDAH 2 KALI 4 MALAM TIDUR BAReng ZAKI LOH! JANGAN-JANGAN LO UDAH…”

Indry: “MET!!!”

Carel: “APA?! 4 MALAM?!”

Paul: “Kak, jaga batas ya.”

Indry: “Kalian semua denger ya! Cuma tidur! Pelukan! Nggak lebih! Zaki janji jaga aku!”

Meta: “OH JADI UDAH PELUKAN?! 4 MALAM?! KIRIM FOTO PELUKANNYA DRY!!!”

Indry keluar grup.

Zaki chat pribadi: “Sayang, aman?”

Indry: “Aman. Tapi Meta gila. Dia kira kita sudah…”

Zaki: “Sudah apa?”

Indry: “Sudah… kamu tahu lah.”

Zaki: “Aku tahu, sayang. Dan aku bangga kita jaga batas.”

_Sabtu malam. Jam 9:12 malam. Kost Karawaci._

Carel datang bawa martabak. Paul menyusul. Mauba dan Dara juga datang.

Carel: “Kak, jujur ya. Gimana rasanya pacaran sama Zaki?”

Indry: “Rasanya… tenang, Rel. Dia nggak maksa. Dia jaga aku.”

Paul: “Kak, iman kak gimana? Kakak tetap doa Rosario?”

Indry: “Tetap, Paul. Zaki nggak pernah larang. Malah dia yang ingetin aku jam 12 doa Ratu Surga.jam 3 koronka, gak perlu lagi alarm ku lho dek”

Mauba: “Kak, aku dan Dara juga gitu. Aku tetap Katolik, Dara Islam. Kami ikut Misa bareng, tapi aku nggak ke masjid. Dara ngerti.”

Dara: “Iya kak. Aku nggak maksa Mauba. Yang penting kami saling hormat.”

Carel: “Tapi Kak, keluarga kita gimana? Mama Zaki di Tegal gimana?”

Indry: “Makanya weekend depan aku mau ke Tegal. Ketemu Mama Zaki. Doain ya, Rel.”

Carel mengangguk. “Aku doain Kak. Kalau Mama Zaki galak, aku yang marahin.”

Semua tertawa.

_Senin malam. Jam 11:03 malam. Chat Zaki-Indry._

Zaki: “Sayang, udah tidur?”

Indry: “Belum. Lagi packing baju buat ke Tegal.”

Zaki: “Bawa jaket ya. Tegal malam dingin.”

Indry: “Iya. Kamu udah cerita apa ke Ibu?”

Zaki: “Aku cerita kamu jago masak sop ikan. Ibu langsung bilang, ‘Bawa ke sini, aku mau cobain’.”

Indry: “Aduh Zaki… malu.”

Zaki: “Malu kenapa? Ibu kamu juga pasti nanya, ‘Anakku udah makan belum’.”

Indry: “Iya. Ibu aku pasti bilang gitu.”

Zaki: “Sayang, aku kangen suara kamu.”

Indry: “Aku juga, Zaki. Kangen pelukan kamu.”

Zaki: “Tahan ya. 5 hari lagi kita ketemu. Aku jemput kamu di stasiun Tegal.”

Indry: “Janji?”

Zaki: “Janji.”

_Selasa malam. Jam 10:45 malam. Kost Karawaci._

Meta VC. Rambut acak, muka belepotan skincare.

Meta: “DRY!!! GUE KETEMU BULE NYA!!! GANTENGNYA NGGAK NGOTAK!!!”

Indry: “Met, pelan. Ini jam 11.”

Meta: “Dia ajak aku ke apartemen dia di Gading Serpong! Apartemen 3 lantai! Ada kolam renang!”

Indry: “Met… hati-hati ya. Jangan gampang percaya.”

Meta: “DRY!!! DIA BUKAN TIPU! DIA BILANG DIA SUKA AKU KARENA AKU ASLI! NGGAK PURA-PURA! DIA SUKA AKU TERIAK-TERIAK!”

Indry: “Ya udah, hati-hati. Kirim live location.”

Meta: “SIAP! EH DRY, KAMU UDAH SIAP KE TEGAL? UDAH BELI BAKPau BUAT MAMA ZAKI?”

Indry: “Udah, Met. Aku beli 2 dus.”

Meta: “GOOD! KALAU MAMA ZAKI GALAK, BILANG MAMA ZAKI AKU BUCIN BULE!”

Indry ketawa. “Meta, kamu nggak berubah.”

Indry, "kamu jaga diri,Met... bule mudah hubungan Fisik. "

Meta, "kamu suka nonton juga kan besty. " "kayaknya kalo sama dia rela aku lepas perawan, ndry... ganteng banget!! "

Indry, "jangan metaaa ntar kau bunting dia pulang kampung menderita kau belum jadi janda jua... "

"amit amit sih ya... jaga diri pokoknya. "

Meta, "tapi gitu gitu enak kan, Ndry... "

Indry, "Gila lu, mana gue tahu, tempe juga nggak. "

"Hahwhwhwhhwaaaaa..... udah pandai kau Ndry, besty akub Zeyengggg. "

_Rabu malam. Jam 12:17 malam. Chat Zaki-Indry._

Zaki: “Sayang, nggak bisa tidur.”

Indry: “Aku juga, Zaki. Deg-degan.”

Zaki: “Ibu aku nanya, ‘Kamu serius sama Indry?’ Aku bilang, ‘Serius, Bu. Kalau Tuhan izinkan, aku nikahin dia’.”

Indry terdiam. Tangannya gemetar.

Indry: “Zaki… kamu nggak takut?”

Zaki: “Takut, sayang. Tapi aku lebih takut kehilangan kamu.”

Indry: “Aku juga takut, Zaki. Takut Ibu kamu nggak terima aku.”

Zaki: “Ibu aku baik, Indry. Dia cuma mau aku bahagia. Dan aku bahagia sama kamu.”

Indry: “Aku bahagia juga, Zaki. Sangat bahagia.”

_Kamis malam. Jam 9:55 malam. Grup keluarga._

Mauba kirim foto: dia dan Dara pegangan tangan di depan gereja.

Mauba: “Misa selesai. Dara tunggu aku di luar. Dia nggak masuk, tapi dia tunggu.”

Paul: “Keren, Ba. Saling hormat.”

Carel: “Kak Indry, Kakak siap ya ketemu Mama Zaki.”

Indry: “Siap nggak siap, harus siap, Rel.”

Meta: “DRY!!! BILANG MAMA ZAKI, METAL BUCIN BULE GANTENG!”

Indry: “Meta, diam.”

_Jumat pagi. Jam 6:30 pagi. Stasiun Karawaci._

Hujan kecil. Indry bawa koper kecil. Zaki sudah menunggu di peron.

Zaki: “Pagi, sayang.”

Indry: “Pagi, Zaki. Deg-degan.”

Zaki: “Aku juga, sayang. Tapi kita jalan bareng.”

Mereka naik kereta ke Tegal. Di perjalanan, Indry tidur di bahu Zaki.

Zaki: “Sayang, kalau Ibu aku nanya soal iman, kamu jawab jujur ya.”

Indry: “Jujur gimana, Zaki?”

Zaki: “Jujur kamu Katolik. Dan kamu nggak akan berubah karena aku. Tapi kamu hormat aku.”

Indry: “Iya, Zaki. Aku hormat kamu.”

_Sabtu siang. Jam 1:00 siang. Rumah Mama Zaki, Tegal._

Rumah kecil, halaman ada pohon mangga. Bau martabak dari dapur.

Mama Zaki berdiri di pintu. Rambut putih, apron martabak.

Mama: “Indry… akhirnya ketemu.”

Indry: “Siang, Tante. Maaf merepotkan.”

Mama Zaki memeluk Indry. Pelan.

Mama: “Nggak merepotkan, Nak. Zaki udah cerita banyak tentang kamu.”

Indry menangis pelan.

Mama: “Jangan nangis, Nak. Masuk dulu. Aku bikin sop ikan.”

Zaki: “Bu, aku bilang kan Indry jago masak sop ikan.”

Mama: “Iya, Nak. Tapi Ibu mau coba buatan Indry.”

Makan siang rame. Zaki, Indry, Mama Zaki, adik Zaki.

Mama: “Indry, kamu Katolik ya?”

Indry: “Iya, Tante.”

Mama: “Nggak apa-apa, Nak. Yang penting kamu baik sama anakku. Agama itu urusan pribadi. Tapi hormat itu wajib.”

Indry: “Iya, Tante. Aku hormat Zaki. Aku hormat Tante.”

Mama: “Bagus, Nak. Zaki juga harus hormat kamu.”

Zaki: “Iya, Bu. Aku hormat Indry.”

Makan malam. Sop ikan buatan Indry. Mama Zaki puji: “Enak, Nak. Zaki beruntung.”

Indry tersenyum. Dadanya hangat.

_Malam. Jam 11:30 malam. Kamar tamu rumah Mama Zaki._

Indry dan Zaki tidur di kamar berbeda. Sesuai janji.

Zaki chat: “Sayang, kamu tidur?”

Indry: “Belum. Deg-degan.”

Zaki: “Ibu aku suka kamu, sayang.”

Indry: “Alhamdulillah… eh maksudku puji Tuhan.”

Zaki ketawa. “Sama aja, sayang.”

Indry: “Zaki… aku bahagia.”

Zaki: “Aku juga, Indry. Sangat bahagia.”

Kangen ku Terobati, Tuhan tau.

1
Aiko Yuki
air mataku ikut netes kak 😭
AnYu: terima kasih sudah membaca... ini karya pertama ku... masih tahap nulis blm d revisi mungkin masih banyak typo
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!