NovelToon NovelToon
Satu Nama, Selamanya

Satu Nama, Selamanya

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Fantasi / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: Rea Sayne

Mencintai sahabat Hazel adalah tantangan terbesar dalam hidup Andrea. Sejak kecil, Luq selalu ada di sana, begitu dekat namun terasa sulit digapai. Kini, saat masa SMA menuntut mereka untuk memilih jalan hidup masing-masing, rintangan mulai bermunculan satu per satu.
Antara janji yang belum terucap dan cita-cita yang harus diraih, Andrea harus belajar bahwa cinta terkadang berarti harus berani melepaskan... atau justru berjuang lebih keras. Sanggupkah mereka mempertahankan ikatan itu saat jarak dan waktu mulai menguji?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rea Sayne, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 15: Di Bawah Langit Senja Jakarta

Dua minggu setelah ujian berakhir, sekolah terasa seperti bangunan tua yang sunyi. Belum ada pengumuman nilai, tapi udara di sekelilingku seolah menahan napas. Aku menghabiskan sebagian besar waktuku di bengkel Pak Edi, membantu mengelola sistem inventaris yang kini sudah berjalan sempurna—bahkan Pak Edi sudah tidak pernah lagi mencatat manual.

Sore itu, Jakarta diguyur hujan deras yang membuat suasana bengkel menjadi lembap dan tenang. Pelanggan tidak terlalu banyak, hanya ada satu motor yang sedang dikerjakan Kak Luq di bagian belakang. Aku duduk di kursi plastik kecilku, membuka buku HSK Level 2 yang sudah kucoret-coret dengan catatan tambahan.

"Rea," panggil Kak Luq. Dia baru saja menyelesaikan pekerjaannya, mengelap tangan yang berlumuran oli dengan kain majun. Dia berjalan mendekat, menyambar botol air mineral di meja.

"Ya, Kak?"

"Besok pengumuman nilai, kan?"

Aku mengangguk pelan. "Iya. Deg-degan banget. Rasanya kayak nunggu hasil compile kodingan yang kompleks. Kalau error, kacau semuanya."

Kak Luq tertawa kecil. Dia duduk di bangku kayu di sampingku. Jarak kami cukup dekat, hanya terhalang meja kerja kecil yang dipenuhi kunci-kunci pas. "kamu udah belajar mati-matian, Rea. Gue tau gimana lo nahan kantuk tiap malem. Hasil nggak bakal mengkhianati proses. Itu hukum alam, sama kayak mesin. Kalau lo servis dengan benar, dia pasti jalan dengan benar."

Aku menoleh padanya. Wajahnya yang biasanya kaku dan lelah kini tampak lebih santai, bahkan ada senyum tipis yang jarang ia tunjukkan. Sinar lampu bengkel yang temaram membuat garis rahangnya terlihat tegas. Ada sesuatu dalam tatapannya—sebuah ketulusan—yang membuat jantungku berdetak sedikit lebih cepat dari biasanya.

Bukan karena aku takut ujian, tapi karena... ah, entahlah.

"Kak Luq sendiri gimana?" tanyaku, mencoba mengalihkan perhatian dari debaran aneh di dadaku. "Persiapan PTN?"

"Gue baru aja dapet nilai tryout tambahan buat pelajaran Matematika. Gue naik lima poin dari sebelumnya," jawabnya bangga.

"Beneran? Wah, hebat!" seruku spontan. Tanpa sadar, aku meraih tangannya dan menggenggamnya dengan antusias.

Saat tanganku menyentuh kulitnya yang kasar namun hangat, aku tersentak. Aku bisa merasakan bekas oli di sela jarinya, tapi itu tidak membuatku menarik tangan. Sebaliknya, Kak Luq pun tidak melepaskannya. Dia justru membiarkan genggamanku bertahan selama beberapa detik. Tatapan matanya yang tadi menatap lurus ke depan, kini perlahan berpindah menatapku.

Ada keheningan yang nyaman di antara kami, diselingi suara rintik hujan yang menghantam atap seng bengkel. Aku merasa pipiku mulai panas. Aku segera melepaskan genggamanku, pura-pura kembali fokus pada buku Mandarin-ku, padahal tulisannya sama sekali tidak masuk ke otak.

"Makasih ya, Rea," suara Kak Luq memecah keheningan. Nadanya lebih rendah, lebih lembut dari biasanya.

"Buat apa, Kak?"

"Buat semuanya. Buat bantuan kodingan kamu, buat motivasi kamu tiap hari, buat... kamu yang selalu ada di sini." Dia terdiam sebentar, lalu melanjutkan, "Kadang gue mikir, kalau nggak ada kamu yang ngerangsang otak gue buat belajar, mungkin gue bakal nyerah dari dulu dan cuma jadi murid biasa selamanya."

Aku menelan ludah. "Kak Luq juga mentor yang hebat. Aku nggak mungkin bisa ngerjain aplikasi BengkelLog kalau nggak ada Kakak yang ngajarin logika mesin."

"kamu bukan cuma murid buat gue, Rea," katanya pelan, hampir seperti bisikan.

Jantungku berhenti sejenak. Bukan murid? Apakah itu berarti...?

"kamu itu partner," lanjutnya sambil tersenyum lebar, senyum yang membuat matanya menyipit. "Partner terbaik yang pernah gue punya."

Aku ikut tersenyum, meski ada sedikit rasa kecewa yang kututup rapat-rapat. Tentu saja, aku hanya anak SMP, dan dia adalah kakak kelas yang sedang berjuang menata masa depan. Tidak seharusnya aku berharap lebih dari ini. Tapi, pengakuan itu—bahwa aku adalah "partner terbaiknya"—sudah cukup untuk membuat duniaku terasa jauh lebih cerah.

Keesokan harinya, pengumuman nilai tiba.

Aku berdiri di depan papan mading sekolah bersama Vino dan Hazel yang menemani ku kesekolah sebagai Perwakilan Orang tua karena Orang tua Aku Sibuk Di luar kota. Tanganku gemetar saat mencari namaku di daftar peringkat. Dan di sana, namaku tertulis dengan angka yang memuaskan. Aku masuk lima besar. Peringkatku naik drastis dibandingkan semester lalu.

"Rea! Lo masuk sepuluh besar!" teriak Vino sambil memeluk bahuku.

"Beneran?" aku masih tidak percaya.

"Beneran! Gila, kerja keras lo terbayar!" Hazel ikut bersorak.

Aku segera mengeluarkan ponsel dan mengirim pesan singkat pada Kak Luq: [Kak! Aku masuk sepuluh besar! Nilai Mandarin-ku A!, Semuanya A!]

Hanya butuh waktu satu menit sampai ponselku bergetar.

Kak Luq: [Gue juga dapet nilai bagus di ujian sekolah. Partner kamu emang nggak bisa diremehin. Nanti malem, gue traktir es krim. Rayakan!]

Malam itu, kami duduk di depan bengkel yang sudah tutup. Luq benar-benar membeli dua cup es krim cokelat. Kami duduk di trotoar, memandang lampu jalanan Jakarta yang mulai sibuk.

"Kamu tahu, Rea?" Luq memulai pembicaraan sambil menyendok es krimnya. "Dulu, gue ngerasa dunia ini sempit banget. Cuma ada rumah sakit, kafe, Kerja itulah inilah dan lelah. Gue nggak pernah berani bayangin gue bisa duduk di sini, ngerayain nilai bagus sambil mikirin kuliah."

"Sekarang?"

"Sekarang dunia gue rasanya luas banget. Kayak mesin yang udah di-tuning ulang, siap buat dibawa ngebut." Dia menoleh ke arahku. "Dan kamu adalah alasan utamanya."

Aku tersipu. Angin malam bertiup pelan, memainkan rambutku. Aku merasa sangat beruntung. Di tengah kerasnya kota ini, di antara tumpukan besi bengkel dan baris kode, aku menemukan seseorang yang bisa kuandalkan—dan seseorang yang membuatku merasa berharga.

Aku tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Mungkin aku akan pergi ke China, mungkin Luq akan kuliah di universitas yang berbeda. Tapi momen ini, di bawah lampu jalanan, dengan rasa manis es krim cokelat di mulut dan rasa hangat di hatiku, adalah sesuatu yang ingin kusimpan selamanya.

"Kak Luq," panggilku.

"Ya?"

"Kita janji ya. Apapun yang terjadi, kita bakal tetep jadi partner. Sampai kita sukses bareng-bareng."

Luq menatapku lekat. Dia tidak langsung menjawab. Dia meletakkan cup es krimnya, lalu tangannya terulur, mengacak rambutku pelan—sebuah gestur yang sederhana, tapi terasa sangat intim dan penuh kasih sayang.

"Janji," katanya mantap.

Aku tersenyum menatap langit Jakarta yang gelap, namun bagi mataku, tampak penuh dengan bintang. Aku tahu jalanku masih panjang. Ujian kenaikan kelas hanyalah bab pertama. Tapi dengan Luq di sampingku, aku merasa siap menghadapi episode berikutnya. Aku siap menghadapi dunia dengannya.

1
Andrea Zye
jangan Mati Pls.. /Sob/
viandranovel
kak saling support yok🤭
Andrea Imut: boleh banget kak! tapi untuk sekarang hingga besok aku sedang sibuk kakak, enggak megang ponsel. mungkin hari Minggu kita bisa saling support dan saling mampir😄
total 1 replies
Andrea Imut
alurnya Menginspirasi remaja
Andrea Zye
Duh Kelass banget si Luq
Andrea Zye
yayyy Merekaa berdua happy ending kann
Andrea Zye
Duhh takut kakk Lukas kenapa kenapa deh =x
Andrea Zye
Semangatt upload nyaap yaam thorr😍
Andrea Zye
noo my LUKASS
Anonim
semangatt author
Andrea Zye
Lucu banget Luq
Andrea Zye
nooo Dia Berubah.
Andrea Zye
LUQ APAKAH ITU KAMUU? :(
Andrea Zye
Duh Mau jadi Reaaa
Andrea Zye
Kasian banget... luq nya
Andrea Imut: iyaa kak, tapi karena penderitaan itu... seseorang jadi orang yang kuat, Dan sukses
total 1 replies
Andrea Zye
semangatt Kak luq yang gantengg
Andrea Zye
Keren kakk, Aku sukaaa
Andrea Zye
seruu banget alurnyaa
Rea
cerita remaja menginspirasi, semangat othor
Andrea Zye: Terimakasih authorr sudah Membuat novel Ini, Saya sangat sukak
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!