NovelToon NovelToon
MAS BAHLIL GANTENG

MAS BAHLIL GANTENG

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor / Konglomerat berpura-pura miskin / Menikah dengan Kerabat Mantan
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: DityaR

Rumah tangga Puann hancur seketika saat wanita dari masa lalu suaminya datang membawa kabar kehamilan, ditambah lagi fitnah bertubi-tubi yang membuatnya dikucilkan bahkan oleh keluarganya sendiri.

Di saat kepercayaannya sudah habis dan ia mulai bersandar pada laki-laki lain yang jauh lebih tulus, Bahlil, suaminya berjuang membuktikan bahwa semua itu hanyalah jebakan. Namun, kebenaran tentang masa lalu dan trauma besar yang disembunyikan Bahlil justru membuka luka yang jauh lebih dalam.

Di ambang perceraian dan di tengah pengakuan yang hampir menyatukan mereka kembali, sebuah skandal video pun muncul dan mematikan segala harapan.

Apakah cinta yang penuh kebohongan dan rasa sakit ini layak diperjuangkan, atau lebih baik diakhiri selamanya sebelum hati mereka benar-benar hancur lebur?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DityaR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rumah Ini Sepi Tanpamu

Puann berhenti mengemasi barang. Ia merogoh saku baju dan mengeluarkan cincin perak sederhana, saksi ikrar pernikahan mereka di masa lalu. Ia menggenggam benda itu cukup lama, seolah sedang mengingat janji manis yang pernah terucap.

Ia melangkah mendekat ke arah Bahlil, lalu mengulurkan tangan kanan yang memegang cincin tersebut. Tangannya tidak gemetar, wajahnya tegas, dan matanya terlihat kosong.

"Ambil ini. Aku nggak sanggup pake ini lagi kalau artinya aku harus terus-terusan sakit hati. Kirain di cincin ini ada tanda cinta, ternyata cuma tanda aku terikat sama penderitaan."

Bahlil menatap cincin itu dengan rasa tidak percaya. Ia menggeleng kencang dan menolak mengambil benda tersebut. Ia memegang tangan Puann serta mencoba menutup kembali jari-jarinya agar cincin itu tetap berada di sana.

"Jangan Puann! Tolong jangan gini! Ini janji seumur hidup kita! Jangan gampang nyerah gitu aja, aku mohon banget sama kamu!"

"Janji yang kamu sendiri langgar duluan. Simpan aja janji itu, Mas. Simpan buat siapa aja yang mau, entah Arifatul atau siapa lagi. Buat aku, semuanya udah selesai mulai detik ini."

Puann melepaskan secara paksa genggaman tangan Bahlil. Ia menaruh cincin itu di telapak tangan suaminya, lalu menutup serta menekan tangan itu dengan erat. Terakhir kali, ia menatap mata Bahlil yang basah dan penuh keputusasaan.

"Aku nggak percaya kamu lagi, dan nggak mau jadi istri kamu lagi. Biarin aku pergi dengan tenang, sebelum aku beneran benci kamu."

Puann berbalik badan dan mengangkat tas besar berisi barang miliknya. Ia berjalan menuju pintu keluar tanpa menoleh lagi, meninggalkan Bahlil yang berdiri kaku sambil menggenggam cincin pernikahan, merasa dunia yang ia bangun hancur lebur di tangannya sendiri.

Bahlil masih berdiri diam di tengah ruangan. Ia menggenggam cincin perak itu dengan erat, merasakan dinginnya benda tersebut menusuk sampai ke tulang.

Suara langkah kaki Puann yang menjauh perlahan hilang sepenuhnya. Bahlil berjalan perlahan ke setiap ruangan. Ia menyentuh perabotan, duduk di pinggir kasur, dan melihat benda kecil milik Puann yang tertinggal.

"Rumah ini cuma bangunan kosong kalau nggak ada kamu, Puann. Kamu beneran pergi ninggalin aku sendirian di sini," gumam Bahlil lirih, suaranya pecah karena tidak sanggup lagi menahan tangis.

Ia menyadari banyak hal yang selama ini telah diabaikan. Ia terlalu sibuk menjaga gengsi, menyembunyikan rahasia, dan mencoba menguji kesetiaannya, hingga lupa menjaga perasaan satu-satunya orang yang tulus mencintainya. Kesalahannya bukan hanya berbohong, melainkan juga terlambat menyadari bahwa Puann sangat berharga, baru ia pahami setelah wanita itu melepaskan tangannya.

Hari berganti hari, Bahlil hanya diam dan tenggelam dalam penyesalan. Ia jarang pergi ke kantor, membiarkan pekerjaan menumpuk, serta penampilannya menjadi berantakan. Pikirannya hanya tertuju pada satu hal, membuktikan Arifatul berbohong dan mengembalikan kepercayaan Puann yang telah hancur.

"Aku harus bongkar kebohongan dia. Cari celah atau bukti apa pun, biar Puann tahu aku nggak pernah khianatin dia," ucap Bahlil tegas kepada dirinya sendiri, berusaha bangkit dari keterpurukan.

Bahlil mulai mengingat kembali ucapan dan kelakuan Arifatul belakangan ini. Ia merasa ada hal yang janggal dan tidak wajar mengenai cara wanita itu berbicara soal kehamilannya. Arifatul terlalu percaya diri, berani, dan terburu-buru ingin mengusir Puann, seolah memiliki tujuan lain di balik segala perbuatannya.

Ia kemudian menyewa orang untuk mengawasi gerak-gerik mantan tunangannya tersebut. Bahlil mengetahui Arifatul adalah wanita yang pintar, licik, dan memiliki banyak kenalan, namun ia juga tidak akan diam saja melihat hidupnya dihancurkan sembarangan.

"Kamu mau ambil semuanya dariku? Mau hancurin rumah tanggaku? Aku nggak bakal biarin, Arifatul. Aku bakal bongkar semua kebohonganmu, sekalipun harus pertaruhkan segalanya," tekad Bahlil di dalam hati.

Penyelidikan dilakukan secara terus-menerus. Bahlil menelusuri riwayat kunjungan Arifatul ke dokter, tempat tinggal, hingga kebiasaan sehari-hari wanita itu. Ia terus berusaha meski belum mendapatkan hasil.

Suatu sore, orang yang disewa Bahlil datang membawa selembar dokumen penting.

"Ini hasil cek ke klinik langganan Mbak Arifatul, Pak. Ada catatan medis yang sangat menarik," lapor orang itu dengan sopan.

Bahlil langsung menyambar kertas itu dengan tangan gemetar. Ia membacanya perlahan baris demi baris, matanya menatap tajam setiap tulisan yang tertera di sana. Semakin ia baca, semakin jelas terlihat keterkaitan semua kejadian yang menimpanya.

Di atas kertas itu tertulis hasil pemeriksaan medis terbaru. Tes kehamilan Arifatul ternyata negatif. Tidak ada janin, tidak ada tanda pembuahan, dan semuanya hanya rekayasa belaka.

"Palsu ... Semuanya palsu! Dia nggak hamil! Cuma akal-akalan doang biar pisahin aku sama Puann!" seru Bahlil dengan suara keras, suaranya bergetar bercampur amarah luar biasa dan rasa lega yang meluap.

1
ᴹᴿˢ ᵁᴹᴵ
cek sja puan tapi jgn gegabah plaa takut slah fhm jdinya
ᴹᴿˢ ᵁᴹᴵ
mak aii judul karyaa nya 🤣🤣🤣
DityaR: Awkwwkwkwkwk🤣
total 1 replies
Ara
puan dan Bahlil banget nih kak? 😭😭😭😭
DityaR: iya dong
total 1 replies
novi juita
my little bolu ketan 🤭😄
DityaR: my little cilok pentol kecap dinda
total 1 replies
Sky
alamak judulnya 😄
DityaR: kenapa emang?
total 1 replies
Linee Alice
Ananda Bahlil🤣
DityaR: iya dinda
total 1 replies
Linee Alice
Bahlil😭😭
Tasya
wahhh mbg😍
DityaR: buah apa yang paling manis, buahhliiill
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!