NovelToon NovelToon
Kebangkitan Meridian Naga

Kebangkitan Meridian Naga

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:6.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ichsan Ramadhan

Di tengah kemegahan Klan Naga Api, Ren hanyalah aib dan sampah masyarakat. Dilahirkan dengan meridian yang tertutup rapat, ia dianggap tidak memiliki bakat sama sekali. Hinaan, pukulan, dan pengkhianatan menjadi makanan sehari-harinya, hingga akhirnya ia diusir dengan kejam dari klannya sendiri, dibiarkan mati di alam liar.

Namun, takdir memiliki rencana lain. Di ambang kematian, darah nenek moyang yang terpendam di dalam tubuhnya akhirnya berdenyut. Meridian yang dianggap cacat itu ternyata adalah Ruang Suci Naga, tempat bersemayamnya kekuatan purba yang telah tertidur ribuan tahun!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ichsan Ramadhan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 4: Kehangatan yang Hilang Perlindungan dari Orang Asing

Hutan belantara sore itu terasa berbeda. Angin yang biasanya bertiup dingin dan menusuk tulang kini terasa lebih lembut, seolah ikut merayakan pertemuan dua jiwa yang kesepian.

Ren berjalan tertatih di belakang Xue Ying. Tubuhnya lemas, perih di sekujur tubuh mulai terasa menyiksa setelah adrenalin pertarungan mereda. Namun, ia tidak sendirian lagi. Di depannya, berjalan sosok gadis berambut hitam panjang yang memancarkan aura suci dan tenang. Xue Ying.

Mereka tiba di sebuah gua kecil yang tersembunyi di balik tebing batu, terlindung dari hujan dan angin. Xue Ying dengan sigap mengumpulkan ranting kering, dan dalam sekejap, api unggun kecil menyala, menerangi dinding gua dengan cahaya kemerahan yang hangat.

Tess... tess... tess...

Suara api yang berderak terdengar begitu menenangkan. Ren duduk bersila di atas alas daun kering, menatap nyala api itu dengan tatapan kosong. Sudah berapa lama ia tidak merasakan kehangatan seperti ini? Berbulan-bulan ia tidur di bawah jembatan, di semak belukar, menggigil kedinginan. Kini, ada api, ada tempat kering, dan... ada seseorang yang peduli.

"Dingin kan? Dekatlah ke api," suara lembut Xue Ying memecah keheningan.

Gadis itu duduk di hadapan Ren, lalu mengambil sebuah kain bersih dan botol kecil berisi cairan beraroma obat yang menyegarkan.

"Angkat tanganmu. Biar aku obati lukanya," kata Xue Ying lembut.

Ren tersentak, seolah terbangun dari mimpi. Ia buru-buru menarik tangannya ke belakang, wajahnya memerah malu.

"Ti-tidak perlu! Tanganku kotor... dan lukanya juga sudah kering. Tidak apa-apa..." Ren menunduk, merasa rendah diri. Tangannya kasar, penuh kapalan, kotoran tanah, dan luka-luka lama yang belum sembuh. Berbeda dengan tangan Xue Ying yang putih, halus, dan berkilau.

Xue Ying tidak mundur. Ia justru tersenyum tipis, lalu dengan lembut namun tegas, ia menarik tangan Ren ke hadapannya.

"Di hadapan luka dan rasa sakit, tidak ada yang namanya kotor atau bersih. Kau baru saja mempertaruhkan nyawamu untuk melindungiku. Membiarkan lukamu tidak diobati adalah penghinaan terhadap keberanianmu sendiri," ucap Xue Ying bijak.

Tangan Xue Ying menyentuh kulit Ren. Dingin namun sangat lembut. Saat kain yang dibasahi obat itu menyentuh luka lecet di lengan Ren, Ren mendesis menahan perih, tapi ia tidak menarik tangannya lagi. Ia membiarkan gadis itu merawatnya.

Untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun, Ren merasakan sentuhan yang penuh kasih sayang dan perhatian. Bukan sentuhan orang tua yang dingin karena kecewa, bukan sentuhan orang klan yang kasar saat menyeretnya keluar, tapi sentuhan seorang asing yang tulus.

Air mata mulai menggenang di pelupuk mata Ren. Ia berusaha keras menahannya agar tidak jatuh. Ia adalah laki-laki, ia tidak boleh menangis.

"Kenapa... kenapa kau melakukan ini untukku?" tanya Ren pelan, suaranya bergetar. "Kau tidak tahu siapa aku. Aku cuma pengemis... sampah yang dibuang oleh klannya sendiri. Aku tidak punya apa-apa. Bahkan untuk membalas kebaikanmu pun aku tidak mampu."

Xue Ying berhenti sejenak. Ia menatap mata Ren yang dalam dan gelap. Ia bisa melihat lautan kesedihan dan penderitaan di sana.

"Siapa bilang kau tidak punya apa-apa?" kata Xue Ying lembut. "Kau punya hati yang berani. Saat melihat orang lain dalam bahaya, kau tidak lari. Kau maju walau tahu kau lemah. Di dunia ini, banyak orang kuat yang memiliki kekuatan luar biasa tapi hati mereka pengecut dan busuk. Kau berbeda, Ren."

Xue Ying melanjutkan mengoleskan obat, jari-jarinya terampil.

"Dan tentang masa lalumu... aku tidak peduli. Aku tidak peduli kau dari klan mana, atau apa statusmu. Yang aku tahu, hari ini kau menyelamatkanku. Dan bagiku, itu sudah cukup untuk menjadikanmu teman."

"Teman..." Ren mengulang kata itu. Rasanya asing namun manis di lidah. "Apa aku... pantas menjadi temanmu?"

"Sudah kubilang jangan merendahkan diri," Xue Ying mencubit pelan lengan Ren, membuat Ren tersentak kaget. "Lihat aku, Ren. Kita sama-sama sedang berjalan di jalan yang sulit. Kau punya masalahmu, aku pun punya masalahku. Mulai sekarang, kita hadapi bersama. Oke?"

Xue Ying mengulurkan jari kelingkingnya ke depan wajah Ren.

Ren menatap jari mungil itu, lalu perlahan mengulurkan kelingkingnya yang kotor dan kasar, mengaitkannya dengan kelingking Xue Ying.

"Ingat janjimu ya. Jangan mengingkari," kata Xue Ying tersenyum lebar, menampakkan deretan gigi putih yang rapi. Senyum itu... seolah mampu menerangi gua yang gelap ini.

"Hmm!" Ren mengangguk kuat-kuat, air mata yang tertahan akhirnya tumpah juga, tapi ia buru-buru memalingkan wajah, menyekanya dengan punggung tangan agar Xue Ying tidak melihat.

 

Malam semakin larut. Perut Ren berbunyi nyaring lagi, kali ini lebih keras dari sebelumnya.

PRUUUT... GLOK GLOK...

Ren memegang perutnya malu-malu. Xue Ying tertawa kecil, suara tawanya seperti lonceng perak yang merdu.

"Kau lapar ya? Tunggu sebentar."

Xue Ying mengambil sebuah kantong kain dari pinggangnya. Ia mengeluarkan beberapa potong daging kering dan roti pipih yang keras namun terlihat bergizi. Itu adalah bekal perjalanannya, persediaan yang sangat berharga di tengah hutan.

Ia membaginya menjadi dua bagian yang sama rata, lalu memberikan bagian yang lebih besar kepada Ren.

"Makanlah. Ini Daging Rusa Kering. Mengenyangkan dan menambah energi," kata Xue Ying.

Ren mengambil makanan itu dengan tangan gemetar. Ia mencium aromanya. Wangi. Sangat wangi. Ia tidak langsung memakannya, melainkan menatap makanan itu lama sekali.

"Apa ada racunnya?" canda Xue Ying.

"Bukan..." Ren menggeleng. "Aku cuma... takut ini cuma mimpi. Kalau aku makan, nanti aku bangun dan kembali ke dunia yang nyata, sendirian lagi di bawah jembatan."

Kata-kata Ren membuat hati Xue Ying terasa perih. Gadis itu menunduk, lalu meraih bahu Ren, memaksanya menatap matanya.

"Ini nyata, Ren. Semuanya nyata. Api ini nyata, lukanya nyata, dan aku... aku juga nyata. Makanlah. Kau butuh tenaga. Besok kita harus pergi dari sini."

Ren menggigit daging itu perlahan. Rasanya sedikit keras dan asin, tapi bagi Ren, ini adalah hidangan termahal dan terenak di dunia. Rasanya... rasanya seperti keluarga. Rasanya seperti rumah.

Mereka makan dalam diam, ditemani suara api unggun. Perasaan hangat yang selama ini hilang dari dada Ren, perlahan kembali mengisi ruang yang kosong itu.

 

Tengah malam. Ren terbangun karena kedinginan. Api unggun sudah hampir padam.

Ia membuka matanya dan melihat Xue Ying sudah tertidur pulas di dinding gua yang lain. Wajahnya damai, napasnya teratur. Namun, tubuh gadis itu menggigil sedikit. Angin malam memang sangat dingin.

Ren melihat selimut tipis yang ada pada Xue Ying. Tidak cukup tebal.

Tanpa berpikir panjang, Ren perlahan berdiri. Ia mengambil kulit binatang tebal yang ia pakai sebagai baju tidur—satu-satunya harta bendanya yang paling berharga. Ia mendekat pelan-pelan, lalu dengan hati-hati membentangkan kulit tebal itu menutupi tubuh Xue Ying.

"Tidur yang nyenyak, Xue Ying..." bisik Ren pelan. "Selama aku ada, aku tidak akan membiarkan siapa pun menyakiti mu lagi. Bahkan jika harus mengorbankan nyawaku sendiri."

Saat ia hendak mundur, tangan Xue Ying tiba-tiba bergerak, menggenggam ujung lengan baju Ren.

"Jangan pergi..." gumam Xue Ying dalam tidurnya, "Tetap di sini..."

Ren terpaku. Jantungnya berdegup kencang seperti hendak meledak. Ia tidak berani bergerak sedikit pun, takut membangunkan gadis itu. Akhirnya, ia memutuskan duduk bersila di samping tempat tidur Xue Ying, menjaga api unggun agar tetap menyala, menjadi penjaga setia bagi orang yang baru ia kenal beberapa jam lalu.

Di dalam benaknya, suara kuno itu berbicara lagi, kali ini dengan nada yang jauh lebih lembut.

Bocah bodoh... memberikan selimutmu padahal kau sendiri kedinginan.

"Aku tidak peduli," jawab Ren dalam hati. "Dia orang pertama yang memperlakukanku seperti manusia. Aku akan melindunginya. Aku janji."

Hahaha... baiklah. Kalau itu keinginanmu. Tapi ingat, untuk melindungi seseorang, kau harus menjadi lebih kuat dari siapa pun. Tidurlah, aku akan menjagamu berdua malam ini.

Perlahan, rasa kantuk menyergap Ren. Di bawah naungan gua kecil itu, di bawah perlindungan satu sama lain, mereka tidur dengan damai. Malam itu, Ren tidak bermimpi buruk. Ia bermimpi tentang matahari terbit dan langit yang biru.

1
Jade Meamoure
😍😍😍
Jade Meamoure
novel yg bagus...moga kedepannya anda tetap berkarya
Jade Meamoure
kisah percintaan d balut kultivasi tp aq salut Krn tk ada adegan yg vulgar hanya d novel anda lho Thor 👍👍👍 sukses n sehat selalu
Didit Nur
terlalu sombong dan terlalu pamer kekuatan
Didit Nur
MC nya terlalu sombong dan terlalu pamer kekuatan, biasanya air beriak tanda tak dalam. harusnya seperti laut yg tenang Namum memiliki ombak yg ganas
Cahya Laela Tsaniya
kata keren kayaknya kurang pas 🙏🏾🙏🏾🙏🏾mungkin kata luar biasa sedikit cocok.
.🙏🏾🙏🏾🙏🏾 maafkan saya sedikit sok tau🤭
Cahya Laela Tsaniya
terdengar aneh kata Mbak 🙏🏾🙏🏾,mungkin kata Mbak diganti Nona ,biar enak didengar🤭
Cahya Laela Tsaniya
semangat Thor 💪💪💪
Cahya Laela Tsaniya
Kayaknya ada yg terlewat / tidak terbaca ya🤔🤔🤔🤔??? Tingkatan kultivasi apa saja Thor??
Cahya Laela Tsaniya
semangat Thor 💪💪💪!!!!
T28J
semangat thor✍️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!