NovelToon NovelToon
Hadiah Lebaran Dari Kampung Suami

Hadiah Lebaran Dari Kampung Suami

Status: tamat
Genre:Pelakor / Poligami / Penyesalan Suami / Selingkuh / Tamat
Popularitas:2.4M
Nilai: 4.7
Nama Author: Leni Anita

Aku yang membiayai acara mudik suami ku, karena aku mendapat kan cuti lebaran pada H-1. Sehingga aku tidak bisa ikut suami ku mudik pada lebaran kali ini, tapi hadiah yang dia berikan pada ku setelah kembali dari mudik nya sangat mengejutkan, yaitu seorang madu. Dengan tega nya suami ku membawa istri muda nya tinggal di rumah warisan dari orang tua mu, aku tidak bisa menerima nya.

Aku menghentikan biaya bulanan sekaligus biaya pengobatan untuk mertua ku yang sedang sakit di kampung karena ternyata pernikahan kedua suami ku di dukung penuh oleh keluarga nya. Begitu pun dengan biaya kuliah adik ipar ku, tidak akan ku biar kan orang- orang yang sudah menghianati ku menikmati harta ku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

30

Pov Author

Randi dan Mia keluar dari rumah makan milik orang tua Arin dengan perasan kesal, rencana nya mereka berdua ingin makan enak dan gratis tapi malah gagal. Arin mengusir dan mempermalukan mereka di depan karyawan nya dan juga pengunjung restoran.

"Istri mu benar - benar keterlaluan mas, masa kita di usir dari sana. Gagal deh rencana kita mau makan enak!" Mia berkata sambil bersungut - sungut.

"Aku tidak menyangka Arin bisa berubah seperti ini, dulu dia begitu bucin pada ku. Dia akan menuruti semua keinginan ku tanpa membantah, tapi sekarang dia bukan lagi Arin yang ku kenal!" Randi tampak mengacak rambut nya dengan kasar.

"Mas, kamu jangan lemah. Kamu itu seorang suami dan kepala rumah tangga, jangan mau tunduk pada Arin!" Mia mengompori Randi agar melawan Arin.

"Mau melawan bagai mana? Semua aset yang ada memang atas nama Arin. Aku tidak mau tinggal di jalan, kalau kita melawan Arin kita akan hidup di jalan dan menjadi gembel!" Randi tampak frustasi dengan keadaan nya sekarang.

"Mas, aku gak mau ya makan sayur terus - terusan, aku muak dengan semua ini! Pokok nya aku mau kita makan di restoran hari ini!" Mia tampak memaksakan keinginan nya.

"Bagai mana cara kita membayar nya? Aku sudah tidak punya uang lagi!" Randi menolak keinginan Mia.

"Aku gak mau tahu mas bagai mana cara nya, kau yang harus menemukan cara nya. Kau adalah suami ku dan sudah jadi tanggung jawab mu memenuhi semua kebutuhan ku!" Mia tetap bersikeras dengan keinginan nya.

"Tapi Mia,,,,,!"

"Jangan buat keributan di sini, silah kan cari tempat lain jika kalian mau ribut!" Seorang satpam yang sedang berjaga mengusir dua sejoli itu yang sedang berdebat di depan restoran.

"Heh pak, tidak sopan kamu ya. Mas Randi ini suami nya Arin, jadi dia juga berhak atas tempat ini!" Mia tampak memarahi satpam yang sedang menegur mereka.

"Ini semua adalah perintah nya bu Arin, jika kalian tetap mau buat keributan maka kalian akan aku seret dari tempat ini!" Ancam pak satpam dengan wajah sangar.

"Satpam aja belagu!" Mia tampak sangat kesal dengan satpam yang sudah mengusir mereka.

"Ayo kita pergi!" dengan sangat terpaksa Randi menyeret Mia menjauhi tempat itu untuk menghindari keributan dengan satpam yang berjaga.

"Tapi mas, biar aku memberi pelajaran pada satpam sialan itu!" Mia tampak ingin menghajar pak satpam yang berani memarahi diri nya.

Randi yang sudah sangat malu tidak mau mendengar kan Mia, dia langung membawa Mia menjauh dari sana. Mereka berjalan kaki meninggal kan tempat itu.

"Mas, aku capek mas. Lagian kita mau kemana?" Mia menghentikan langkah nya dan duduk di bawah pohon pelindung yang ada di tepi jalan.

Randi pun berhenti dan dia ikut duduk di samping Mia, dia juga bingung mau kemana dan tidak punya tujuan lagi. Mau pulang tapi perut sudah lapar dan cacing yang ada di dalam perut nya sudah demo sejak tadi minta di isi.

"Aku juga bingung dan tidak tahu mau kemana, uang ku sudah tidak ada lagi!" Jawab Randi sambil menarik nafas berat.

"Mas, aku gak mau ya gak jelas seperti ini. Udah gagal makan di restoran dan sekarang berada di jalan gak jelas seperti ini!" Ujar Mia dengan sangat kesal.

Randi hanya diam dan mendadak mata nya melihat jam yang melingkar di pergelangan tangan nya. Jam itu adalah hadiah uang tahun nya beberapa waktu yang lalu, Arin yang memberikan pada nya.

'Aku jual saja jam ini, kan aku bisa pake jam tangan yang lain nya. Aku masih punya beberapa jam tangan yang lain nya, nanti aku akan ambil saja dari kamar Arin!' Batin Randi sambil tersenyum.

Sejak kembali dari mudik beberapa waktu yang lalu, Randi memang hanya mengunakan jam tangan yang ini. Karena jam tangan nya yang lain masih berada di kamar Arin dan Arin tidak pernah membiarkan diri nya memasuki kamar nya lagi.

"Kita naik angkot dulu, setelah aku jual jam tangan ini kita baru makan di restoran!" Randi berkata pada Mia.

"Apa mas? Naik angkot? Aku gak mau mas, aku mau kita naik taksi!" Mia menolak naik angkot karena menurut nya angkot adalah transportasi untuk orang kampung.

"Mia, uang nya gak cukup buat bayar ongkos taksi, Kalau kamu gak mau ya udah. Silah kan kamu di sini!" Randi berkata sambil berdiri karena dari jauh dia melihat ada sebuah angkot yang akan melintas di depan mereka.

Angkot itu berhenti tepat di depan Randi, Randi segera masuk ke dalam angkot itu. Dengan sangat terpaksa Mia pun akhir nya mengikuti Randi, dia tidak mungkin berada sendirian di jalan seperti ini.

"Apa lihat - lihat?" Bentak Mia pada seorang anak kecil yang ikut ibu nya ke pasar dan berada di dalam angkot itu.

"Hei mbak, gak usah bentak anak saya. Situ juga kalau gak mau di lihat orang silah kan tinggal di hutan!" Jawab seorang ibu yang merupakan orang tua dari anak yang sudah di bentak oleh Mia.

Mia tampak sangat kesal karena keadaan angkot yang penuh dan juga sesak serta panas, dia ingin segera turun dari dalam angkot itu. Angkot yang mereka tumpangi berhenti di dekat pasar, Randi segera turun dan di ikuti oleh Mia.

Setelah membayar ongkos angkot yang mereka naiki, Randi menuju ke sebuah toko jam yang terletak tidak jauh dari tempat itu. Randi melepas kan jam tangan nya ketika memasuki toko itu.

"Mbak, saya mau jual jam tangan ini!" Randi menyerah kan jam tangan kesayangan nya pada seorang penjaga toko.

"Saya periksa dulu Pak, silah kan duduk!" Seorang pelayan wanita melayani Randi sambil tersenyum ramah.

"Pak, di mana kelengkapan kotak beserta surat nya agar bisa di beli dengan harga sesuai?" Tanya pelayan toko itu pada Randi.

"Ada di rumah mbak, apa tidak bisa jika tanpa surat nya? Itu jam asli mbak, bukan KW!" jelas Randi lagi.

"Iya pak, saya tahu ini jam asli, maka nya saya tanya surat nya agar harga nya bisa lebih tinggi!" pelayan toko itu menjelaskan.

Randi tampak berfikir sejenak, surat beserta kotak nya ada di dalam kamar nya dan Arin. Tidak mungkin dia bisa mengambil nya kembali, sebab Arin selalu mengunci kamar nya dan tidak pernah mengizinkan diri nya memasuki kamar itu lagi.

"Saya gak mungkin pulang buat ambil surat nya lagi, jadi gak papa jika tanpa surat dan kotak nya!" Setelah berfikir sejenak Randi akhir nya memutuskan untuk menjual jam itu tanpa surat dan kotak nya, karena mustahil Randi bisa mendapat kan surat nya kembali.

"Baik pak, karena tidak ada surat nya jadi jam ini kami beli dengan harga 10 juta rupiah!" Pelayan toko itu berkata.

"Mbak, gak bisa lebih tinggi apa? harga jam itu 25 juta loh baru nya, kan ini belum setahun!" Randi menawar agar harga nya lebih tinggi.

"Maaf pak, tanpa surat nya kami hanya berani beli dengan harga segitu. Jika bapak tidak mau maka silah kan mobil kembali!" Pelayan toko itu memberikan kembali jam itu pada nya.

"Gak mbak, gak papa kok segitu!" Randi pun akhir nya terpaksa menjual jam nya di bawah separuh harga.

Padahal itu adalah jam kesayangan Randi, untuk mendapat kan nya dulu Randi harus merayu Arin terlebih dahulu. Kini dia terpaksa harus menjual nya karena dia sudah tidak mempunyai uang lagi dan Arin menolak memberikan uang seperti dulu lagi.

1
werdi kaboel
jangan2 lakinya pengeretan. istrinya jd ATM tuk keluarganya
Zia Kainan
di sinopsis bilang gk dpt cuti.. tp diceritakan kox dia yg punya resto
Titin
kenapa ngk di blokir aja no keluarga benalu tu 😇😇😇 arin
Titin
Arini igin bener bedebat.lebih baik sementara tinggal di rmh tante mu sampai perceraian selesai.bosen denger nya ribut terus.coba sat set dong ceritanya.biar tdk bosen
Anisah SH
setiap orang pasti mempunyai kesalahan tapi yg berani minta maaf jarang apalagi mengakui jesalahannya
Eka Bidel
Ceritanya menarik
Dian Widaningsih
bagus sekali, untuk peringatan kepada orng yang sombong, dengki, iri hati, suka menyakiti orang, dholim, fitnah orang. dll.
Utiutibraling
nyiksanya bertele tele
rahmah
ceritanya bagus tapi sepertinya ini masih ada lanjutannya ya tapi harus dipotong sampai sini karena masih banyak ceritanya belum selesai seperti Arin belum melahirkan dan Bu Siti belum berubah padahal anak²nya tertimpa masalah tetap saja tidak sadar dan tidak kasihan sama sekali mulai dari mbak hera sampai ke Kinan tetap aja masih begitu mungkin di penjara baru sadar kali dia sepertinya ada hubungannya dg meninggalnya suaminya lah itu harusnya di usut..😁
Titien Prawiro
Puji Tuhan rencana jahat gagal.
Titien Prawiro
Setuju,
Titien Prawiro
Gagalkan rencana Kinan, biar dia malu hamil gk ada suami, dan dicuekkin Pak Guntur.
Dian Widaningsih
yang kuat ya Arin, nanti akan ada rahasia Alloh, untuk mu.
Titien Prawiro
Berjalan terbesar
Titien Prawiro
Saat cemilan.itu juga membingungkan.
Titien Prawiro
Yg benar Selia atau Dania, pembaca dibuat bingung
Anisah SH
walaupun terlambat pada akhirnya Randi dan Kinan sadar bahwa mereka sangat bersalah karena mengkhianati istrinya yg baik
Anisah SH
jiwa sombong kalau pada orang kaya masih ada yg dibanggakan tapi pada orang miskin apa yg dibanggakan.
Titien Prawiro
Benalu tak tahu malu.
Titien Prawiro
Arin, jgn maafkan Randi buat mereka sengsara.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!