NovelToon NovelToon
PEWARIS TERHEBAT 7

PEWARIS TERHEBAT 7

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Action / Crazy Rich/Konglomerat / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Sci-Fi / Balas Dendam
Popularitas:6.8k
Nilai: 5
Nama Author: BRAXX

Lorcan (pemimpin Ultra Tech) yang terluka parah harus bertahan dari kejaran Galata bersama sisa anak buahnya, sambil berusaha mencapai Mondeno. Sementara itu, Xander dan kelompoknya—termasuk Osvaldo Tolliver, Lance, George, dan yang lain—berusaha melindungi diri dan menyelidiki misteri sosok hitam yang menjadi sumber kekuatan Draco.

Galata kini menggunakan "orang-orang berkemampuan khusus" yang telah dimodifikasi untuk melacak dan menyerang musuhnya. Luc dan Graham berusaha meretas sistem Galata, sementara Lorcan terpaksa bekerja sama dengan mantan musuhnya untuk bertahan hidup. Di sisi lain, Osvaldo Tolliver justru menyerahkan diri sebagai umpan untuk mengelabui Draco.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BRAXX, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18

Lima hari berjalan sangat cepat bagi Lance dan George. Kedua pria itu berusaha melacak keberadaan Luc dan Graham, tetapi mereka tidak mendapatkan informasi apa pun hingga saat ini. Komunikasi mereka benar-benar terputus, padahal mereka sudah melakukan berbagai cara.

Lima hari pula berlalu sangat lambat bagi Gray, Gavin, Baba, Bennet, dan Bruce. Mereka harus menjalani latihan sekaligus membantu untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan penting. Meski tempat ini amat nyaman dan terkesan aman, tetapi mereka mulai merasa jenuh.

Lance mengembus napas panjang, bersandar di kursi. Pria itu menatap layar yang menunjukkan keterangan tidak terdeteksi selama beberapa waktu. Usahanya untuk mencari informasi Luc kembali gagal.

"Mereka tampaknya memang sudah memutuskan komunikasi dengan kita sepenuhnya. Hal itu adalah satu-satunya cara agar kita aman," ujar George sembari mendekat. Dua buah cangkir dengan asap mengepul berada di tangannya. Ia meletakkan secangkir teh di samping Lance. "Kau harus sedikit bersantai sekarang, Lance."

"Ya, kau benar." Lance mengamati minuman di cangkir, membiarkan asap mengepul di wajahnya. Pikirannya seketika tertarik pada masa lalu, tepatnya saat ia bersama Lance dan ibunya berada di halaman depan. "Aku memang harus sedikit bersantai sekarang. Apakah aku perlu berlibur?"

"Ya, berjalan-jalan di sekitar tempat ini bisa membuat pikiranmu santai. Bukankah tempat ini sangat indah?"

"Kau benar untuk kedua kalinya, George." Lance berdiri dari kursi, memberi tanda saat robotnya akan berubah menjadi papan selancar. "Aku harus bergerak dengan tubuhku sendiri. Terima kasih minumannya. Teh ini sangat enak."

Lance meninggalkan ruangan setelah mengamati sebuah lemari. Beberapa robot seketika mengikutinya dari samping dan belakang. Meski ia memang berniat untuk melepas penat dan lelah, tetapi pikirannya justru tetap penuh dan rumit dengan berbagai macam dugaan.

"Kau sudah bekerja sangat keras selama ini, Lance. Bertahan sekaligus melindungi banyak hal memang sangat melelahkan, tetapi kau masih perlu beristirahat." George merenggangkan kedua tangan, duduk di sofa. Ia mengamati layar sebelum akhirnya terlelap di kursi saking lelahnya.

Di ruangan berbeda, Gray, Gavin, Baba, Bennet, dan Bruce sedang berkumpul. Mereka sudah menyelesaikan tugas untuk hari ini, dan harus bersiap untuk berlatih setelah makan malam.

Suasana ruangan tampak hening untuk sementara waktu. Raut letih terlihat jelas di wajah mereka sejak tadi. Bruce dan Bennet tampak tertidur di sofa.

Gray berjalan menuju jendela, mengamati Lance yang tengah berjalan di halaman. "Lance menanggung beban yang sangat berat. Dia berupaya sebaik mungkin untuk bisa menggantikan posisi Luc."

"Siapa pun akan sangat tertekan bila berada di posisinya sekarang, apalagi keadaan yang semakin tidak menentu," sahut Gavin. Ia mengembus napas panjang, berusaha tenang meski pikirannya juga sangat kalut saat ini.

Baba mendekat, berdiri di samping Gray dan Gavin. "Sampai saat ini, kita juga belum mendapatkan informasi mengenai Luc dan Graham. Semuanya sudah berada di tangan kita sekarang. Aku sejujurnya merasa takut."

"Kita semua merasakan hal yang sama, Baba. Ketakutan adalah hal yang wajar." Gray tersenyum sesaat. "Kau tampaknya juga mengkhawatirkan Osvaldo Tolliver. Aku tidak menduga hubungan kalian akan membaik meski awalnya kau sangat membencinya."

"Aku masih membenci tindakannya yang menyerang keluarganya saat di hutan Daintree. Akan tetapi, aku tidak memungkiri jika kita sangat membutuhkan kemampuannya sekarang."

Hujan mendadak mengguyur deras. Meski tetes air tidak jatuh karena terhalang kubah, tetapi kilatan petir terlihat jelas di langit. Langit yang diselimuti jingga mulai berubah gelap.

Gray, Gavin, dan Baba termenung selama beberapa waktu, duduk di sofa. Suasana yang hening membuat mereka ikut terlelap bersama Bennet dan juga Bruce.

Dua buah robot terlihat sibuk menyiapkan hidangan di dapur. Waktu terus berjalan dan langit semakin gelap. Lampu-lampu mulai menyala bersamaan dengan Lance yang terbangun dari tidur sesaatnya.

"Aku tertidur?" Lance bergegas duduk, melepas kacamata sesaat. "Itu sedikit membuat bebanku menghilang."

Lance terdiam saat menyentuh jam tangannya, mengamati bangunan yang sudah terang benderang. "Aku harus segera kembali sebelum mereka mencariku."

Lance berjalan menuju rumah, melewati jalan berbatu, mengamati langit yang gelap. "Hujan tampaknya akan mengguyur hingga malam. Aku harap semuanya baik-baik saja."

Lance, George, Gray, dan yang lain berkumpul di meja makan. Mereka menikmati hidangan dengan santai. Akan tetapi, begitu mendapatkan sebuah pesan, mereka seketika bersiaga penuh.

Sementara itu, Draco berada di sebuah ruangan bersama para pengawal sekaligus para robot. Ia mengamati sebuah tabung lift. Begitu benda itu terbuka, pasukan segera mengarahkan senjata pada sosok Osvaldo Tolliver.

Draco mengamati sosok itu secara saksama, berdiri di tempatnya tanpa bergerak sedikit pun. Ia membaca informasi di layar hologram, menoleh kembali pada sosok Osvaldo Tolliver.

"Tidak ada perbedaan dengan foto, video, dan keterangan yang aku dapatkan dari para bawahanku. Mereka sudah memeriksa Osvaldo Tolliver berkali-kali, tetapi tidak ditemukan sesuatu yang aneh. Selama satu minggu pria itu berada dalam pengawasanku, tidak terjadi hal buruk apa pun. Meski begitu, firasatku justru berkata sebaliknya."

"Bawa dia ke ruangan khusus. Aku ingin segera mendapatkan informasi baru tentangnya." Draco menaiki selancar otomatis, bergerak meninggalkan ruangan. Ia melirik beberapa anggota pasukan yang membawa Osvaldo Tolliver pergi.

Draco mengepalkan tangan erat-erat, memasuki ruangannya. "Dasar brengsek! Aku belum mendapatkan informasi apa pun mengenai keberadaan sosok-sosok berbahaya yang lain hingga saat ini. Pasukanku juga belum menangkap Lorcan, Luc, dan Graham. Sial! Mereka sangat lihai melarikan diri."

Draco memeriksa pergerakan pasukan pencari, mendengkus kesal.

Di waktu yang sama, rombongan mobil bergerak di jalanan yang sepi, melewati pepohonan yang sangat tinggi. Para penghuni mobil tampak tertidur pulas, kecuali sopir dan seorang pria yang duduk di kursi paling belakang.

Edward menguap beberapa kali, merenggangkan kepala. Ia sangat lelah setelah pekerjaan selama beberapa hari di luar, tetapi anehnya dirinya kesulitan untuk terlelap.

Edward mendengkus kesal saat seorang rekannya justru bersandar di bahunya. Ia menyingkirkan kepala pria itu, mengembus napas panjang.

"Aku ingin segera sampai ke rumah. Selain lelah, aku juga ingin segera bertemu dengan Edison. Aku khawatir ayah dan yang lain tidak bisa menjaganya dengan baik."

"Sial! Kenapa aku harus mendapatkan tugas untuk mencari pria aneh itu bersama orang-orang sialan ini? Aku bahkan sangat muak karena harus melihat wajah menjijikkan Greg selama tugas ini berlangsung."

Edward memejamkan mata sekilas, teringat dengan sebuah kejadian saat di sebuah rumah.

"Aku merasa aneh pada Asher. Dia tidak berbeda dalam beberapa kesempatan."

"Tidak! Semua itu hanya perasaanku saja. Aku tidak terlalu dekat dengannya sehingga aku tidak tahu banyak hal tentangnya. Aku hanya tahu jika dia adalah kaki tangan Osvaldo Tolliver. Aku penasaran di mana Osvaldo Tolliver sekarang."

Edward mengepalkan tangan erat-erat, menggertakkan gigi. "Apakah dia berada di rumah Xander saat ini?”

1
Nathan Grdn
tarik nafas
Nathan Grdn
masa kalah terus jagoan nya,persis di konoha penjagat selalu di depan
MELBOURNE
saksikan terus
jangan lupa juga baca novelku yang lain yaa👍👍
aim pacina
Miguel Mikael dan govin berikan kekuatan khusus thor biar seru karna fisik mereka kuat
Glastor Roy
update ya torrr ku
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!