NovelToon NovelToon
TAWANAN CINTA TUAN SAGA

TAWANAN CINTA TUAN SAGA

Status: sedang berlangsung
Genre:Barat / CEO / Penyesalan Suami / Cinta setelah menikah / Dark Romance / Mafia
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: An_cin

Real cerita asli
No Jiplak!!!!
Yang jiplak gue gaplak

Ivana, wanita berusia 26 tahun harus merasakan pahit yang lebih dalam setelah kakaknya meninggal. Ia di haruskan menggantikan sang kakak untuk menikahi Saga, calon kakak iparnya setelah Olivia meninggal. Namun rupanya, Saga pun tak melepaskan Ivana, karena tahu bahwa jantung yang ada di dalam dirinya adalah milik Olivia.

"Tolong, izinkan aku pergi!" Rintihan itu terus Ivana ucapkan dari balik pintu kamar berinterior mewah.

Di depan kamar itu, terdapat beberapa orang yang mengawasinya.

"Kau mau kemana Ivana? Kau harus tetap di sini, Olivia tidak akan pernah membangkang padaku. Kau harus menurut, atau aku akan mengambil jantungmu dan memberikannya pada wanita lain sebagai Olivia" ucap Saga dari balik pintu kamar Ivana.

"Kau sudah gila Saga, lepaskan aku! Aku tidak ingin di sini! Aku ingin pergi! "

Ivana, apakah kamu benar-benar akan bertahan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon An_cin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 15

“Ada apa dengan Olivia?” Emalia tiba-tiba masuk, hal itu pun membuat keduanya langsung panik melihat kedatangan wanita paruh baya itu yang tiba-tiba datang dengan berkacak pinggang.

“Mama”

“Nyonya”

“Jane, kau tidak menyembunyikan apa pun dariku kan?”

“Tidak nyonya, saya hanya sedang mendidik nona Ivana, benar kata Anda, dia sangat menyebalkan dan manja. Itulah mengapa saya sekarang sedang mengajarkan dia untuk lebih disiplin.” Jane mengambil beberapa pakaian milik Ivana dan menaruh semuanya ke lantai.

“Bagus muridku, kau sangat pintar untuk ini.” Mendengar pujian yang di lontarkan oleh Emalia membuat Jane hanya bisa tersenyum palsu.

“Ivana, tunggu apa lagi. Cepat bereskan ini semua,” Ivana pun menuruti perkataan sang ibu. Sedangkan kini Jane berada di belakang ibunya, meminta maaf pada Ivana dengan segenap hatinya.

“Nona tolong maafkan aku atas semua perilakuku yang sedikit kurang ajar ini.” Ujar Jane dalam hatinya.

“Kenapa kau sangat lamban Ivana, apa kau siput. Benar-benar memuakkan sekali dia ini.” Emalia menarik kepala Ivana, ia memukulnya beberapa kali.

“Kau lihat Jane, manusia payah ini bahkan tak berguna.”

“Kau benar nyonya.”

Setelah selesai dengan semua itu, Emalia pergi meninggalkan Ivana. “Nona, maafkan aku. akanku bantu kau membersihkan lukamu nanti, saat ini aku harus pergi menemani nyonya dulu. Kau harus bertahan ok, dan tolong jangan ambil hati soal itu.” Bisik Jane yang kemudian pergi meninggalkan Ivana.

Ivana menyeka luka di sudut bibirnya, ia kemudian keluar dari ruangan itu, melihat pintu kamar yang mulai tertutup. Ivana kemudian menatap dirinya di kaca, lagi dan lagi ia berantakan. “Padahal aku adalah anak di keluarga ini, aku kaya raya sejak lahir. Namun mengapa? rasanya seperti terasa kosong, semuanya seakan hampa. Andai aku bisa membatalkan kelahiranku, mungkin aku lebih memilih untuk tak lahir.” Ivana kemudian duduk, ia memeluk kakinya. Namun ia sudah tak lagi menangis, hanya menyisakan tatapan hampa serta keraguan di benaknya.

“Apa aku bisa pergi meninggalkan tempat ini, meski mama jahat. Dia tetap adalah ibuku dan aku, juga sangat sayang padanya.”

*****

Emalia kini membawa Jane pergi ke taman belakang, mereka kini duduk di bawah pohon besar yang berada di belakang rumah keluarga Wingston. Seorang pelayan datang dengan membawakan teh hangat untuk bersantai sejenak. Pelayan itu menuangkan teh untuk nyonya Wingston, namun dia tak menuangkan itu untuk Jane dan hanya menuangkannya untuk sang nyonya dan setelahnya melangkah untuk pergi.

“Kau tak menuangkan teh ini juga untuk Jane.” Mendengar hal itu, pelayan itu pun langsung menghentikan langkahnya, ia kemudian berbalik badan. Berjalan ke arah Jane dan menuangkan teh untuknya.

Jane menatap pelayan itu, dan begitu pun sebaliknya. Tampak pelayan itu yang menatap sinis ke arah Jane. Ia tampak seperti tak suka dengan Jane. “Dasar penjilat,” batin pelayan itu sebari berjalan pergi.

Jane menatap sekitar, ia tampak kagum dengan suasana sekitar yang tampak indah. “Jane.” Panggilan dari nyonya  Wingston yang membuat Jane seketika menoleh.

“Ya nyonya,”

“Jane, kau lihat bagaimana pria itu? kau sempat bilang bahwa ada tato di tangannya, bisakah kau  jelaskan padaku. Tato apa itu?.”

Jane pun mengangguk, “Apakah Anda tahu tentang organisasi Eagle Eye?” Jane bukannya memberikan jawaban, ia malah bertanya balik kepada nyonya Ema.

“Eagle Eye, apa itu. Aku baru mendengarnya.”

“Mereka adalah sekelompok mafia dari Afrika timur. Dari yang saya tahu, ketua mereka adalah Black Eye, dan setiap anggotanya memiliki tato yang sama, yaitu sayap burung elang.”

Emalia yang mendengar itu pun syok, ia menutup mulutnya dengan kedua tangan. Ia benar-benar tak percaya dengan apa yang ia dengar. “Namun Jane, mengapa mereka malah menargetkan Ivana dan bukan aku. Jelas di sini akulah yang berkuasa.”

Jane menghembuskan napasnya berat, ia kemudian menatap majikannya dan mengatakannya dengan sangat serius. “Nyonya, mungkin memang Anda yang memimpin saat ini, namun bukankah Anda juga akan pensiun suatu saat nanti dan menyerahkan semua ini pada Nona Ivana. Mereka mungkin tak ingin menyia-nyiakan kesempatan itu dengan hanya  menggunakan Anda, mereka akan jauh lebih di untungkan jika menculik pewaris wingston nyonya.”

“Jadi maksudmu, aku tak jauh lebih baik dari pada wanita menyedihkan itu? bukankah begitu?” Sontak hal itu membuat Jane langsung menggelengkan kepala.

“Tentu tidak nyonya, maksud saya kan nona Ivana adalah satu-satunya pewaris saat ini, otomatis jika nona Ivana pergi atau mereka membunuhnya, keturunan nyonya juga akan berhenti.”

“Jane, apa maksudmu dengan membunuh, kau bercanda ya. Jaga ucapanmu,” seketika Emalia pun langsung berdiri dari tempat duduknya. Ia berjalan ke sana kemari, “Jane, apakah aku harus tambah pengawal lagi. Perlukah semacam bodyguard khusus. Tapi aku sudah menambah mereka tadi. Jane, bagaimana menurutmu jika aku menyewa bodyguard khusus yang jauh lebih baik dari pada para pengawal itu. Para anggota militer misalnya.”

Jane yang mendengar hal itu pun otomatis langsung syok, “Nyonya, apakah itu tidak berlebihan.”

“Mengapa jadi berlebihan, bukankah kau bilang mereka menyeramkan. Bukankah begitu Jane?” Jane pun tersenyum kikuk, ia seketika seperti masuk ke jebakannya sendiri.

“Sialan kau Jane, mengapa kau malah memperburuk situasi ini. Hari ini saja dia sudah menambah jumlah pengawal 10 orang, di tambah lagi dengan organisasi sialan itu dan jika benar dia akan menambah jumlah orangnya dan itu adalah pengawal elite maka habislah aku ini. Bagaimana aku bisa membawa Ivana pergi dari sini tanpa harus ketahuan olehnya. Jane, pikirkanlah sesuatu Jane. Jangan sampai kau kalah dari wanita tua ini.” Batin Jane sebari berjalan ke sana kemari.

“Jane,” Emalia memanggil Jane beberapa kali, namun gadis itu tak menjawab. Hingga pada akhirnya..........

“JANEEEEE.” Teriakan itu sontak membuyarkan lamunannya.

“Ah, iya nyonya. Ada apa ya?”

“Jadi kau bengong ya sedari tadi?”

Jane hanya meringis menjawab Emalia, “Sudahlah, bagaimana pendapatmu mengenai penambahan pengawalnya?”

Jane pun menggelengkan kepalanya, “Nyonya, bukankah lebih baik untuk tidak usah menambah pekerja lagi. Bukan apa-apa nyonya, jika Anda terus memasukkan orang, bisa saja orang dari pihak musuh menjadi gampang menyelinap masuk.”

“Ada benarnya juga kau ya.” Jane seketika langsung menghembuskan napasnya lega.

“Untunglah kau pandai membuat alasan Jane.”

*****

Di kediaman Howard, kini Saga tengah berjalan menyusuri lorong di rumahnya, ia pergi ke sebuah ruangan yang berada di lantai 3 rumahnya.

Saga kemudian mengetuk pintu, “tok tok tok” suara ketukan pintu itu terdengar, membuat orang yang berada di dalam ruangan itu menyuruhnya untuk masuk.

“Masuk!.”

Saga pun membuka pintu ruangan itu, ia kini mendapati ibunya, Aretha. Yang tengah berdiri menatap halaman luar. “Ada apa ma? Aku sangat sibuk hari ini.”

Aretha berbalik badan, ia kemudian menghampiri putranya dan menyuruhnya duduk dengan baik-baik. “Saga, tolong jangan terburu-biru, ibu sangat rindu denganmu.”

Saga menuruti sang ibu, ia pun duduk di kursi yang ada di depan meja kerja milik Aretha, “Duduklah dulu, kamu pasti lelah kan. Seharian bekerja pasti juga lapar, mama membuatkan cake coklat ini untukmu. Makanlah dulu, dan minumlah ini juga, mama membuatkan ini khusus untuk putra mama, yang paling mama sayangi.” Aretha memberikan secangkir coklat panas dan pria itu benar-benar menurutinya.

“Bagaimana? Enak bukan,”

“Hem, rasanya enak. O iya, bukankah mama harus ke Taiwan 1 jam lagi?”

Pertanyaan Saga itu sontak membuat sang ibu terdiam. “Kenapa hanya diam?”

Aretha tersenyum menatap Saga, “Mama membatalkannya, masih ada lain waktu. O iya Saga, bagaimana kamu akhir-akhir ini?”

“Aku baik, ada apa ma? Mama tampak aneh hari ini, to the point saja ma. Aku harus kembali ke kantor setengah jam lagi.” Ujar Saga sebari menatap tangan miliknya.

Aretha menghembuskan napasnya berat, “Untuk apa kamu meminta izin menikahi Ivana, padahal kamu tahu, dia adalah adik Olivia. Kamu ingin membalas semuanya pada Ivana, kau ingin balas dendam padanya kan Saga.”

Mendengar hal itu Saga pun tersenyum menyeringai, “Ya, aku sangat ingin menikahi Ivana, namun aku ingin menjadikannya budak.”

Mendengar itu keluar dari mulut Saga membuat Aretha tak tahan dan langsung menamparnya. “Jangan keterlaluan Saga, tak segalanya harus di selesaikan dengan dendam.”

“Plakkkkkk” Satu tamparan benar-benar mendarat di pipi Saga. Pria itu bukannya merasa sakit namun ia malah semakin di buat senang.

“Tampar lagi ma, tampar. Apa mama pikir aku mau melakukan semua ini? Aku kehilangan Olivia adalah karenanya, Olivia bahkan harus cacat juga karena Ivana.”

Aretha dengan kesabarannya mencoba menenangkan putranya. “Jangan seperti ini Saga, tolonglah jangan seperti ini. Kamu yang dulu ke mana, apakah kamu lupa soal pernah mengatakannya. Kamu bilang  pada semuanya, kamu sudah menganggap Ivana seperti adikmu sendiri. Kamu akan menjaganya, kamu pernah merasa kasihan pada dia. Dia Ivana Saga, dia adik kekasihmu.” Seketika Saga pun terdiam.

“Jangan pernah lagi berpikir seperti itu ya Saga, karena mama tak akan pernah mau melepaskan Ivana untukmu.”

“Cih, bahkan sampai sekarang mama masih jauh lebih sayang wanita itu dari pada Olivia. Bukalah mata mama, buka mata mama lebar-lebar.”

Saga kembali tersenyum menyeringai, ia mendekat ke arah ibunya. “Aku tak pernah melepaskan Ivana begitu saja, aku akan membuat dia benar-benar menderita di tanganku sendiri.”

Aretha menggenggam tangan Saga, “Tolong Saga, jangan seperti ini pada Ivana.” Saga yang sudah di butakan oleh benar-benar sudah tak peduli. Ia bahkan kini menepis tangan ibunya sehingga membuat Aretha hampir jatuh.

Saga pun pergi dari ruangan itu, membawa jas hitam yang ia letakkan di bahunya. Ia pun pergi dengan beberapa orang di belakangnya. “Bagaimana target hari ini?” tanya Saga pada seseorang yang merupakan sekretarisnya.

“Semuanya baik tuan, semua barang telah masuk ke pasar gelap.” Mendengar itu pun Saga tersenyum senang.

“Bagus, kalian hebat. Aku suka ini.”

1
Mar lina
aku mampir
Thor
An_cin: Terima kasih kak😍
total 1 replies
Homerun
Alurnya bagus dan terkonsep. Aku suka. Lanjut thor🤗
An_cin
Yang suka akal-akalan barat, ayo sini
Homerun
aw aw, sempat suuzon sama Jane. Tapi ternyata baik juga tu anak 🤭btw semangat cintaku
An_cin: makasih sayangku🤭👍
total 1 replies
christian Defit Karamoy
mantap thor
An_cin: Terima kasih kak, sudah mampir 🤭👍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!