NovelToon NovelToon
CELINA: OFFICE GIRL MILIK CEO

CELINA: OFFICE GIRL MILIK CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / CEO / Action / Dark Romance / Mafia / Office Romance
Popularitas:21.1k
Nilai: 5
Nama Author: Archiemorarty

SEQUEL ISTRI MANDUL JADI IBU ANAK CEO!


Theodore Morelli, pria cerdas dan berkharisma yang melanjutkan perusahaan teknologi keluarga, hidup dengan prinsip bersih dan profesional. Sosok yang dikenal orang sebagai pria tak kenal ampun dan ditakuti karena kesempurnaannya, harus jungkir balik ketika dia berurusan dengan seorang office girl baru di perusahaannya.

Celina Lorenzo, yang menyamar sebagai Celina Dawson, office girl sederhana, masuk ke perusahaan itu sebagai mata-mata mafia keluarganya untuk menyelidiki sesuatu di perusahaan Theo.

Awalnya mereka hanya dua orang dari dunia berbeda.

Tapi semakin dalam Celina menyelidiki Morelli Corporation, semakin ia sadar:
Theo bukan musuh yang ia cari. Dan Theo yang ditakuti justru memiliki sisi paling lembut untuk Celina.

Lalu bagaimana jadinya jika Theo yang lembut itu tahu identitas asli dari Celina yang sebenarnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Archiemorarty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 18. KEBENARAN YANG TERSEMBUNYI

Theo berdiri terpaku di ambang lorong, tubuhnya terasa kaku seolah darahnya membeku di pembuluh. Suara Papanya masih terdengar jelas di telinganya, bahkan setelah Hans menjauhkan ponsel dari telinga.

"... aku akan menunggumu di Los Angeles, Lucas. Kita perlu bicara. Tentang Celina. Tentang apa yang terjadi di Morelli. Tenang saja, aku akan jaga putrimu dengan baik," ucap Hans.

Telepon ditutup.

Theo menelan ludah. Nama Lucas yang ia dengar terus berputar-putar di kepalanya, bergandengan dengan satu nama lain yang kini terasa jauh lebih besar daripada sebelumnya.

Lorenzo.

Langkah Theo terasa berat saat ia mendekat. Hans berdiri menghadap jendela lorong rumah sakit, menatap ke luar dengan wajah serius, seolah dunia di luar sana jauh lebih rumit dari apa pun yang bisa dilihat mata.

"Papa?" panggil Theo akhirnya.

Hans menoleh. Tatapannya melembut sesaat saat melihat putranya. "Duduklah."

Hans menunjuk bangku panjang di sepanjang lorong.

Theo menurut, duduk di samping ayahnya. Jarak mereka dekat, tapi beban percakapan ini terasa seperti jurang yang dalam.

"Siapa yang Papa telepon?" tanya Theo langsung. "Dan kenapa Papa menyebut nama Lorenzo?"

Hans menatap putranya, seolah bingung harus mulai menjawab dari mana.

Theo menoleh tajam. "Apa itu ada hubungannya dengan Celina?"

Hans menghela napas panjang. Napas seseorang yang tahu bahwa tidak ada lagi jalan untuk menghindar.

"Ada," jawab Hans pelan. "Dan sudah waktunya kau tahu."

Theo menegakkan punggungnya.

"Celina bukan gadis biasa," lanjut Hans. "Dia putri dari penerus keluarga Lorenzo."

Theo mengerjap. "Penerus?"

Hans menoleh padanya. "Lucas Lorenzo. Aku yakin kau tahu dengan pasti siapa itu Licas Lorenzo."

Nama itu jatuh seperti petir.

Theo membeku.

Bagaimana mungkin ia tidak mengenal Lucas Lorenzo?

Tidak ada pebisnis, terutama di dunia teknologi yang tidak tahu nama itu. Jenius. Visioner. Penguasa pasar yang hampir tidak pernah gagal. Sosok yang bahkan menjadi panutan Theo sejak ia masih belajar memahami peta bisnis global.

Theo ingat betul bagaimana ia dulu membaca profil Lucas Lorenzo dengan mata berbinar, mengagumi bagaimana pria itu membangun imperium teknologi yang tidak hanya kuat, tapi nyaris tak tersentuh.

"Celina ...," suara Theo serak. "Putri Lucas Lorenzo?"

Hans mengangguk. "Nama lengkapnya Celina Lorenzo."

Theo menghela napas panjang, mencoba menenangkan dadanya yang berdegup terlalu keras.

"Papa juga terkejut," lanjut Hans, "kenapa putri kesayangan Lucas bisa ada di Los Angeles. Di Morelli. Menjadi ... office girl."

Theo terdiam sesaat, lalu berkata pelan, "Celina pernah bilang padaku."

Hans menoleh cepat. "Apa?"

"Waktu aku mencurigai dia," lanjut Theo. "Aku menginterogasinya. Karena jelas ... dia bukan gadis biasa."

Hans mengangguk kecil. "Dan?"

"Dia bilang," Theo menelan ludah, "dia punya tujuan masuk ke Morelli. Dan dia menyamar."

Wajah Hans menegang. "Menyamar?" ulangnya. "Tujuan apa?"

"Dia tidak menjelaskan secara rinci," jawab Theo. "Dia tidak bilang berasal dari mana, siapa yang mengirimnya, atau kenapa ke Morelli. Dia bilang akan lebih baik jika aku tidak tahu."

Hans mendengarkan dengan saksama.

"Tapi," lanjut Theo, "Celina bilang sedang menyelidiki sesuatu. Sesuatu yang menurutnya berkaitan dengan Morelli."

Keheningan jatuh.

"Kaitan dengan Morelli?" tanya Hans, suaranya lebih rendah.

Theo mengangguk. "Iya."

Ia ragu sejenak sebelum melanjutkan. "Celina bilang ... ada hal ilegal. Yang berhubungan dengan manusia dan teknologi. Dan nama Morelli terdengar punya hubungan dengan hal itu."

Hans langsung menegang.

Theo melihatnya jelas, perubahan kecil di wajah ayahnya yang tidak bisa disembunyikan.

"Papa?" tanya Theo cepat. "Papa tahu hal ilegal apa yang dia maksud? Morelli ... tidak terlibat hal ilegal, kan?"

Hans menutup matanya sesaat, lalu membuka kembali dengan tatapan yang jauh lebih berat.

"Ada hal yang belum pernah aku ceritakan padamu," ujarnya pelan. "Tentang perusahaan kita."

Theo diam.

"Tentang bagaimana Morelli Corporation bisa tetap berdiri," lanjut Hans, "walau diguncang masalah sebesar apa pun. Tentang kenapa kepolisian sering kali berada di pihak kita, apa pun yang terjadi."

Theo merasakan dadanya mengencang.

"Pertama," kata Hans, "kau harus tahu satu hal. Hubunganku dengan Lucas Lorenzo ... bukan sekadar mitra bisnis."

Theo menoleh penuh perhatian.

"Kami teman," lanjut Hans. "Teman baik."

Hans tersenyum tipis, senyum yang dipenuhi kenangan lama. "Lucas datang ke Morelli ketika perusahaan ini masih dipegang kakekmu, ketika aku masih cukup muda. Saat itu, Morelli berada dalam masalah besar."

Theo mengingat samar-samar cerita itu.

"Pemerintah lokal," lanjut Hans, "menjadikan Morelli kambing hitam atas sebuah insiden teknologi."

"Kambing hitam?" Theo tidak pernah mendengar soal ini.

Hans menghela napas. "Padahal insiden itu tidak pernah kami lakukan. Tapi anehnya ... pemerintah memiliki bukti."

Theo mengepalkan tangannya. "Palsu?"

"Direkayasa. Mereka juga memanipulasi media," jawab Hans singkat. "Dan saat itulah Lucas datang."

Theo semakin tertarik untuk mendengarkan.

Hans menoleh ke Theo. "Dia mengulurkan bantuan. Membersihkan nama Morelli. Menekan pihak-pihak yang bermain di balik layar."

"Dengan syarat?" tanya Theo. Tentu tidak ada yang gratis di dunia ini.

Hans mengangguk. "Morelli dan Lorenzo menjalin mitra bisnis."

Theo menghela napas lega sesaat ... hingga Hans menambahkan ...

"Baik di jalur legal ... maupun ilegal," ujar Hans.

Theo menoleh tajam. "Ilegal?"

Hans mengangguk pelan.

"Ilegal apa?" suara Theo terdengar lebih tinggi.

Hans menatap lurus ke depan. "Theo, dunia ini jauh lebih gelap dari pada yang kau tahu."

Theo terdiam.

"Ada orang-orang berkuasa," lanjut Hans, "yang menggunakan kekuasaan mereka untuk hal-hal gila. Di luar kemanusiaan. Demi menguasai dunia dalam arti sesungguhnya."

Hal gila? batin Theo berusaha memahami.

Hans mengepalkan tangannya. "Dan mereka tidak bisa dilawan dengan hukum. Karena mereka ada di dalam hukum itu sendiri."

Theo menelan ludah.

"Lorenzo," lanjut Hans, "adalah kelompok yang melawan kegilaan itu. Dengan hukum mereka sendiri."

Theo menggeleng kecil. "Kelompok?"

Hans menoleh. "Mafia."

Satu kata itu menggema di kepala Theo.

"Mereka membentuk pasukan," lanjut Hans. "Senjata. Koneksi. Mereka bersekutu dengan orang-orang yang menentang kegilaan para penguasa itu.".

Hans menghela napas. "Tujuan mereka satu. Kedamaian. Dan perlindungan. Terutama untuk keluarga dan orang-orang terdekat mereka."

Theo tertawa kecil, getir. "Mafia yang ingin kedamaian?"

"Terkadang," jawab Hans, "kau perlu melawan kegelapan dengan kegelapan, Nak."

Theo terdiam.

"Dua puluh tahun lalu," lanjut Hans, "Lorenzo pernah membantu menghentikan eksperimen manusia. Eksperimen yang menjadikan manusia sebagai senjata biologis yang nyaris dilepaskan di publik. Dan jika dilepaskan, entah apa yang akan terjadi pada dunia."

Theo menatap ayahnya tak percaya.

"Dengan bantuan FBI," lanjut Hans, "dan beberapa kelompok lain, mereka membinasakan kegilaan itu. Walau nama mereka tidak akan pernah tercatat dalam sejarah atau sebagai pahlawan."

Theo mengusap wajahnya. "Dan kelompok mafia Lorenzo ini masih ada?"

Hans mengangguk. "Masih. Bahkan lebih besar sekarang."

Hans menatap Theo dalam-dalam. "Mereka memburu para peneliti dan penguasa yang menggunakan manusia sebagai objek uji coba sampai sekarang. Karena kelompok Lorenzo, para ilmuan gila dan tempat eksperimental itu disembunyikan sangat rapat."

Theo seperti menahan napas sekarang.

Hans tersenyum tipis. "Lucas pernah bilang ... Lorenzo akan tetap berdiri sampai dunia ini berakhir, bukan untuk berkuasa. Tapi melindungi kemanusiaan dari balik bayangan."

Theo bergumam pelan, "Aku ... tidak percaya."

Hans menepuk pundak putranya. "Aku memberitahumu ini karena aku ingin kau mengerti."

Theo menoleh.

"Aku ingin kau meneruskanku," lanjut Hans. "Menjadi penghubung dengan Lorenzo.

Theo membeku.

"Aku ikut dengan dunia ilegal mereka," kata Hans jujur, "karena aku ingin keluarga kita aman."

"Aman?" ulang Theo.

Hans menghela napas. "Dunia ini sudah gila, Theo. Dan kita butuh seseorang yang bisa melindungi kita saat hukum gagal melindungi."

Theo terdiam lama.

Theo tidak pernah menyentuh dunia gelap. Tidak pernah benar-benar terlibat. Ia tahu dunia kejam, tapi tidak pernah membayangkan keluarganya ada di dalam pusaran itu.

Hans melanjutkan dengan suara lebih pelan, "Papa pernah meminta bantuan Lucas ... saat Mama-mu dan dirimu dipermalukan."

Theo menoleh cepat, ingat jelas akan apa yang ayahnya ini bicarakan. "Saat Mama dituduh mandul?"

Hans mengangguk. Kau masih ingat, ya. Benar, saat itu."

"Jadi saat itu Papa ..." Theo terhenti dengan ucapannya.

Hans menatap Theo. "Aku meminjam kekuatan dan informasi Lucas untuk menjatuhkan perusahaan-perusahaan yang berani menyentuh keluargaku."

Theo menarik napas dalam-dalam.

"Kau mungkin akan berada di titik di mana kau membutuhkan kekuatan Lorenzo," lanjut Hans.

Theo menatap ayahnya dengan serius.

Hans menepuk bahu Theo lagi. "Dan saat itu tiba ... jangan takut meminta tolong pada Lorenzo. Mereka mungkin mafia, tapi mereka masih punya nurani. Jangan takut, Lorenzo dan kelompoknya tidak menyebarkan obat-obatan terlarang atau semacamnya," kekeh Hans seolah tahu isi pikiran putranya.

Theo mengangguk perlahan.

Ia mulai mengerti.

Tidak sepenuhnya menerima.

Tapi mengerti.

Dunia bisnis tidak pernah hanya hitam dan putih.

Dan mungkin, suatu hari nanti ... Theo juga akan berjalan di batas itu.

Di antara terang dan gelap.

Dan tanpa Theo sadari ....

Theo mungkin akan menjadi bagian dari dunia yang selama ini hanya ia dengar sebagai cerita.

Dunia milik Lorenzo.

1
Dew666
🍎🍎🍎🍎🍎
Eli Rahma
twins diculik
Miss Typo
beritahu ayahmu Theo, biar langsung bertindak .
semoga gak terlambat menyelamatkan twins
Archiemorarty: Jari othor sudah menyerah 😂
total 2 replies
Endah Lestary
ceritanya masuk akal .. penuturannya tidak membosankan...👍👍👍👍👍💝
Archiemorarty: Terima kasih udah baca ceritanya kak 🥰
total 1 replies
PengGeng EN SifHa
q bacane dredeg thoooorrrr😟😟😟😟
Archiemorarty: Apa itu tenang soalnya 🤭
total 1 replies
Miss Typo
Theo pawangnya Celine 😁
Miss Typo
hayo lho hati² dgn Cedric ya Celine 🤣
A R
aduhh leo lucy diculik
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝙘𝙧𝙖𝙯𝙮 𝙪𝙥 𝙩𝙝𝙤𝙧🤣🤣
mimief
ehhh...kata orang Betawi juga
lo jual gw beli
maaf ye,bukan kita yg mulai, ini namanya mekanisme perlindungan diri.
kan..bukan aku yg mulai🤣🤣
mimief: iyalah..masa diem aja ya🤣
total 2 replies
mimief
ga seruu dia, mainya aduan 😌🫣🤣
Archiemorarty: Kan kan 🤣
total 1 replies
mimief
🤣🤣🤣🤣
mulut mu
tapi bener lah
mimief: hayooo
entah,apa ounty rose nya.
Mak nya mah ga mungkin,apalagi zane🤣🤣🤣
total 2 replies
mimief
kelamaan di sekep sama keluarga Lorenzo begini ni...
dibully malah menikmati sensasi nya🫣
mimief: 🤣🤣🤣🤣🫣
total 2 replies
Miss Typo
karna keahlian kepintaran Celine
PengGeng EN SifHa
akhirnya...ADA TOMMY & JERRY kwwkwkkwkwkwkw


bagus

bagus

bagus

bagus thooorr...
q suka...q suka❤️❤️❤️❤️❤️
Archiemorarty: selalu seru kalau udah ada yang modelan Tom Jerry itu ya 🤣
total 1 replies
Asyatun 1
lanjut
A R
😂😂😂
Wulan Sari
waaaah cerita ini sangat menarik dan selalu biat penasaran intrik2 di Kantor selalu ada yg berbuat jahat semoga nanti akhir cerita bahagia CEO nya dan tukang bersih2 yg nyamar, happy end ya Thor semangat 💪 salam sukses selalu ya cip 👍❤️🙂🙏
Archiemorarty: Terima kasih udah baca ceritanya kak 🥰
total 1 replies
PengGeng EN SifHa
MODE BERUANG INGIN MENERKAM IKAN SALMON🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Archiemorarty: iya juga ya 🤣
total 1 replies
Jelita S
ternyata Cedric punya tatapan maut jga🤣🤣🤣🤣
Archiemorarty: Galak dia itu 🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!