Hana Yori putri dari pengusaha Yori. dia sudah tak memiliki ibu dan ayah, dia hanya hidup berdua dengan Gege yang sudah memiliki istri dan putra. saat itu Hana melihat mobil yang melaju kencang ke arah keponakan yang berumur 7 tahun
"Yosa...." teriak Hana dan mendorong tubuh keponakan nya agar tak tertabrak tapi sayang mobil itu menabrak tubuh Hana Yori dan terlempar sekitar 10 meter
"HANA......" teriak histeris Gege nya yang bernama Yohan. dia terkejut saat mendengar teriakkan sang adik yang menyebutkan nama Putranya istri Yohan segera mendekati Yosa putra nya sedang kan Yohan berlari mengejar tubuh adiknya yang sudah terkapar di tengah jalan raya. sedangkan mobil yang menabrak dia sudah di hentikan para warga
"Ha Hana.. Gege mohon bangun dik, jangan buat Gege takut" tangis Yohan sambil memeluk tubuh adik nya yang sudah tak sadarkan diri
Saat tangan nya memegang tangan untuk memastikan nadi sang adik dia tertegun
"TIDAK..
Cie penasaran ya 🤣 yuk mampir kecerita
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Intanpsarmy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
열일곱 번째 장
Chyen Ming mengerutkan keningnya. dia melihat kebawah, wajah kurus kotor dan baju yang compang camping tak terurus. Chyen Ming melipatkan kakinya agar sejajar dengan tubuh anak itu, dia merasa hatinya teriris pisau yang begitu dalam.
Chyen Ming mengingat adik bungsu nya yang sangat dia sayangi dan dia cintai, dia tidak terbayangkan bila hidup dia seperti warga desa Ciun. adiknya pun akan seperti mereka, Chyen Ming langsung menggelengkan kepalanya. anak kecil itu melihat Chyen Ming menggelengkan, dia mengira Chyen Ming tidak bisa memberikan susu untuk adiknya. dia pun menunduk sedih, susu yang tadi sudah habis oleh adik Pertama nya. sedangkan adik keduanya hanya meminum sedikit, adiknya yang baru berumur satu tahun dan umur lima bulan pun masih membutuhkan susu lebih banyak.
"Maaftan Atu Gege, Atu memang tidat tahu Dili ya? campai meminta lagi" gumam lirih anak perempuan itu. Chyen Ming pun langsung tersadar, dia pun langsung mengelus lembut kepala anak perempuan itu.
"Dimana adik mu? biar Gege bantu juga untuk memberikan adikmu susu" ucap Chyen Ming. mata anak perempuan itu berbinar, dia pun menanyakan apa Chyen Ming itu benar-benar bisa memberikan dia susu untuk adiknya.
"Apa Gege benal?" tanya nya dengan antusias. ibunya sudah meninggal saat melahirkan adik nya, sang ayah hilang di dalam hutan. dia hanya tinggal dengan Gegenya yang saat ini tidak bisa berjalan karena tiga bulan lalu terjatuh saat mencari makanan di belakang desa Ciun, Chyen Ming mengangguk.
Chyen Ming pun mengikuti anak kecil itu, saat masuk ke dalam gubuk. Chyen Ming mencium bau apek dan dia pun melihat sekeliling, dalam rumah memang tidak besar. tapi yang membuat hati Chyen Ming nyeri dia melihat seorang anak lelaki yang tersandar didekat adik ya yang sedang nangis, hati Chyen Ming tercubit nyeri.
"Kalian berempat? dimana ibu dan ayah kalian?" tanya pelan Chyen Ming. anak lelaki yang tadi sedang menenangkan adiknya pun mendongak, dia melihat lelaki tampan di hadapannya.
.
Chyen Ming menatap wajah lusuh itu, anak perempuan yang membawa dia kerumah itu pun langsung maju.
"Olang tua tami cudah meninggal... itu Tatat peltama Tu, dia tidat bica beljalan cetelah teljatuh di belatang deca ini Gege tampan" ucap ya. Chyen Ming mengangguk, dia pun langsung memberikan susu dan beberapa cemilan.
.
.
"Simpan ini, ini untuk cemilan... nanti ada tabib yang akan memeriksa Gege mu, dan ini susu yang Gege janjikan.... nah botol besar ini bisa untuk minum kalian sekitar empat hari, nanti kamu bisa mendatangi Gege di luar sana. Gege akan lama di desa ini, setelah mengurus lahan dan perkebunan desa ini" ucap Chyen Ming. anak perempuan itu senyum dengan mata yang berkaca-kaca, dia pun memeluk Chyen Ming.
"Maaf Gege... Atu Tel lalu cenang, campai memelut Gege. lihat baju Gege jadi totol" ucap nya sambil menunduk, Chyen Ming tersenyum lembut.
"Tidak apa-apa. ini sudah kotor, sekarang Gege ingin tanya siapa nama keluarga kalian?" ucap Chyen Ming.
"Nama marga kami Bung.... saya Bung Wan, itu Meimei pertama saya yang bernama Bung Ci.... ini dua adik saya bernama Bung Lun dan Bung Su" ucap Bung WAN. Chyen Ming mengangguk dia pun langsung menulis nama-nama mereka, dia juga memberikan tiga perak.
"Simpan ini untuk masa depan... Gege tidak mungkin berada di desa ini terus, Bung Ci.. kamu yang dulu, setelah Gege mu sembuh... ikut lah dengan para prajurit nantinya untuk Kekaisaran Ming, nanti kalian tunjukkan saja giok ini. nanti mereka akan membawa kalian ke hadapan Gege di kekaisaran Ming" ucap Chyen Ming. dia tidak bisa fokus ke empat anak ini saja, dia harus segera menemukan sungai yang di ucapkan adiknya itu. agar dia bisa mengalirkan air itu ke desa Ciun.
"Gege ini sangat berlebihan... saya tidak bisa menerima ini, nanti warga desa akan berpikir kami memanfaatkan kondisi kita ini" ucap Bung Wan. Chyen Ming tersenyum lembut, dia suka dengan pikiran terbuka Bung Wan. dia akan mengajari Bung Wan saat di kekaisaran nya, dia yakin keempat anak kecil ini akan dia rekrut untuk menjadi pengawal bayangan atau pelayan pribadi Mei Hui Ming Nanti nya.
"Jangan terus memikirkan tentang orang lain... pikirkan masa depan adik-adik mu yang membutuhkan pendidikan agar kalian bisa hidup dengan baik" ucap Chyen Ming. Bung Wan menunduk dia benar-benar terkejut dengan ucapan Chyen Ming, dia tidak menyangka kalau lelaki di depan nya itu memikirkan masa depan adik-adiknya.
"Kau lihat adik mu Bung Ci? dia harus menggali tanah untuk mencari tanaman liar.... dia harus menahan lapar, agar kedua adik ya bisa makan bubur sayur liar.... apa kau tidak ingin membuat dia bahagia dan tidak kelaparan lagi? aku tidak mungkin membuat kalian terluka lagi. aku memiliki adik yang sangat aku sayangi... aku tidak ingin adik-adik ku menderita, makanya aku selalu menegur mereka saat salah menghukum mereka saat mereka melakukan sesuatu yang tidak baik. aku tidak ingin kau terus terpuruk di desa ini, memang aku akan memajukan desa ini. tapi kalian hanya empat anak kecil yang lemah, dan bisa kapan saja di tindas oleh seseorang yang kuat" ucap Chyen Ming. Bung Wan mendongak menatap Chyen Ming, dia melihat mata yang tulus dan tegas dari Chyen Ming.
"Aku tidak ingin menyusahkan Gege nantinya" gumam Bung Wan. Chyen Ming tertawa dan mengelus Bung Wan.
"Kalau kau tidak ingin merepotkan ku... jadilah kuat, dan melamar lah jadi pengawal pribadi ku nantinya" ucap Chyen Ming. dan dia pun langsung keluar dari gubuk itu,
"Apa Atu bica jadi pelayan M.......
BERSAMBUNG.......
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Mampir ya kecerita ku