NovelToon NovelToon
Bukan Salah Orang Ketiga

Bukan Salah Orang Ketiga

Status: sedang berlangsung
Genre:Tukar Pasangan / Poligami / Cerai / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Model / Berbaikan
Popularitas:4.5k
Nilai: 5
Nama Author: Rani

Bukan salah Mika hadir dalam rumah tangga Naya sebagai orang ketiga. Karena hadirnya juga atas permintaan Naya yang tidak ingin punya anak gara-gara obsesinya sebagai model. Mika melawan hati dengan rela menerima tawaran Naya juga punya alasan. Sang mama yang sedang sakit keras menghrauskan dirinya untuk mendapatkan uang dalam jumlah besar dalam waktu singkat. Sedangkan Naya sendiri, karena rasa bersalah pada suaminya, dia rela mencarikan istri untuk si suami.

Bukan salah orang ketiga. Ini murni kisah untuk Mika, Naya, dan Paris. Tidak sedikitpun aku terlintas di hati untuk membela orang ketiga. Harap memakluminya. Ini hanya karya, aku hanya berusaha menciptakan sebuah karya dengan judul yang berbeda untuk kalian nikmati. Mohon pengertiannya. Selamat membaca. Temukan suasana yang berbeda di sini. Dan, ambil pelajarannya dari kisah mereka. Bisakah cinta segitiga berjalan dengan bahagia? Atau malah sebaliknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab*17

Paris kini tiba di depan rumah. Rumah yang dulunya terasa sangat nyaman, kini hawanya sudah jauh berbeda. Hawa dingin langsung menyelimuti hati Paris ketika dia tatap rumah tersebut dari depan pintu.

Terdiam sejenak. Pintu rumah akhirnya terbuka. Naya langsung menampakkan dirinya di depan Paris.

"Paris. Masuklah! Kenapa masih membatu di situ?"

Tidak ada kata yang terucap. Mata Paris terus menatap lekat wajah sang istri. Ini adalah pertemuan pertama mereka setelah kejadian waktu itu. Paris menatap lekat wajah Naya tanpa berkedip, tidak juga bergerak sedikitpun.

"Paris."

Paris tidak menjawab. Namun, satu panggilan dari Naya sukses untuk menyadarkan dirinya dari apa yang sedang dia pikirkan. Paris beranjak dari tempat dia berdiri sebelumnya. Masuk ke dalam rumah tanpa menyapa Naya walau hanya satu kedipan mata. Paris melewati Naya dengan begitu saja. Seolah, Naya tidak terlihat oleh mata si pria.

Tentu saja Naya merasa sangat sedih. Sebelumnya, Paris adalah suami yang sangat baik. Suami yang sangat pengertian, penuh kasih, juga penuh dengan cinta setiap harinya. Suami yang paling baik menurut Naya.

"Paris."

Tidak. Paris tetap tidak menoleh. Naya langsung menyeka buliran bening yang jatuh melintasi pipi. Hatinya terluka kini. Sangat-sangat terluka. Namun, dia tahu, itu semua adalah kesalahannya. Dia yang terlalu tega.

Naya memilih mengejar Paris. Saat pria tersebut sudah menaiki anak tangga, Naya langsung memanggilnya dengan suara lantang.

"Paris, tunggu! Ayo kita bicara!"

Langkah kaki Paris terhenti. Engan untuk Paris buat memutar tubuh. Namun, setelah beberapa detik terdiam, Paris pun mengubah posisi untuk berhadapan dengan Naya.

"Mau bicara apa?"

"Ayo ke ruang keluarga, Paris. Kita bicara di sana."

Paris tidak menjawab dengan kata-kata, namun, apa yang Naya ucapkan dia lakukan. Satu persatu anak tangga ia turuni. Berjalan dengan langkah berat menuju ruang keluarga. Akhirnya, mereka duduk di sofa yang ada di raungan tersebut dengan masing-masing berwajah murung.

"Katakan! Apa yang ingin kamu bicarakan, Naya?"

"Paris, aku minta maaf. Aku-- " Ucapan Naya terputus. Air matanya jatuh perlahan melintasi pipi. Naya tergugu pelan.

Paris yang melihat Naya menangis ingin beranjak ke samping sang istri. Tapi tidak, niat itu segera ia urungkan. Sebagai gantinya, dia salurkan perasaannya ke tangan dengan cara menggenggam tangan itu dengan erat.

Diamnya Paris semakin menyadarkan Naya, kalau saat ini, Paris sudah benar-benar tidak perduli lagi padanya. Paris yang selalu hangat, yang biasanya akan selalu membujuk Naya ketika Naya kesal. Yang selalu berusaha menghibur ketika Naya sedih. Yang selalu menghapus air mata Naya, bahkan yang berusaha sekuat tenaga untuk menahan air mata Naya agar tidak tumpah.

Kini, pria itu sangat jauh berubah. Kenyataan pahit bahwa Naya rela mengugurkan anaknya demi karier sudah membuat hati Paris tiba-tiba membeku. Dia yang hangat, kini berubah sangat dingin.

Namun, yang terluka di sini bukan hanya, Naya. Melainkan, Paris juga. Saat Naya menangis, batinnya berontak hebat. Tapi fisik tidak mau bergerak. Hati terasa perih. Hubungannya yang manis, mendadak hancur secara tiba-tiba.

Anak bukan segalanya. Tapi, ulah Naya yang langsung membunuh anak mereka membuat Paris sangat terluka. Mungkin, jika Naya benar-benar di vonis man*dul sejak awal, Paris akan bisa menerimanya dengan lapang dada. Karena Naya adalah wanita yang dia cintai.

Tapi ini hal yang berbeda. Naya secara kejam melenyapkan anak mereka yang baru ingin singgah. Setelah sekian lama Naya menunda kehamilan, lalu tanpa sengaja, anak itu hadir. Anak itu Paris anggap sebagai anugerah Tuhan yang paling indah. Karena tiba-tiba muncul setelah tiga tahun usia pernikahan mereka.

Sayang, Naya malah langsung melenyapkan anak itu dengan tangannya sendiri. Terlalu menyakitkan kenyataan itu buat Paris. Sangat sulit untuk Paris terima dengan pikiran terbuka.

"Kenapa menangis, Naya? Bukankah kamu harusnya bahagia?"

Naya sontak langsung mengangkat wajah. Pipinya yang basah, dia seka dengan kedua tangannya. "Paris."

"Mimpi mu telah terwujud, Nay. Apa lagi yang kamu butuhkan sekarang, hm?"

"Aku salah, Paris. Maafkan aku. Aku tidak seharusnya bertindak gegabah waktu itu. Aku-- hiks, hiks, aku salah."

Paris langsung menahan napas sejenak. Darahnya terasa mengalir dengan cepat. Hatinya sangat kesal. "Maaf? Apakah kata maaf bisa mengembalikan keadaan, Nay? Aku rasa tidak. Semua yang telah terjadi, tidak akan bisa dikembalikan lagi. Semuanya sudah hancur."

"Aku tahu itu, Paris. Aku tahu kata maaf tidak akan bisa mengubah segala hal yang telah aku hancurkan. Tapi, aku yang bersalah ini berniat untuk memperbaiki kesalahan yang telah aku perbuat. Aku ingin memperbaiki semuanya."

Paris langsung menutup wajahnya dengan tangan. Sesaat terdiam, pria itu langsung bangun dari duduknya. "Memperbaiki? Kamu ingin memperbaiki semuanya? Katakan padaku! Bagaimana caranya, hm. Bagaimana, Naya?"

Nada tinggi yang Paris ucapkan membuat Naya semakin sadar, kalau saat ini, Paris benar-benar sedang sangat kecewa. Dia pun langsung bangun dari duduknya. "Aku akan mengizinkan kamu menikah dengan wanita lain."

"Apa! Kau gila!"

"Aku telah mencarikan istri untukmu, Paris. Dia adalah wanita yang baik. Jadi, kamu bisa menikahkan dia untuk kamu jadikan istri kedua. Aku jamin, istri kedua mu akan mampu memberikan kamu anak sesuai yang kamu inginkan."

"Naya!" Menggelegar suara Paris memenuhi ruangan tersebut. Tapi Naya tidak goyah. Walau sudah diteriaki oleh sang suami, pendiriannya tetap teguh.

"Setelah keguguran waktu itu, aku tidak lagi bisa hamil, Paris. Jadi, kamu harus menikah lagi agar bisa melanjutkan garis keturunan mu."

Sungguh, Paris benar-benar sudah tidak tahan lagi. Dia tatap Naya dengan tatapan tajam. Sayang, yang di tatap masih saja tidak terpengaruh sedikitpun. Tetap kekeh pada pendiriannya sendiri.

"Menikahlah lagi, Paris. Ambillah istri kedua. Dengan begitu, rasa bersalah di hatiku akan berkurang."

"Kau pikir aku ini apa, Naya? Aku bukan barang. Aku bukan mainan mu. Aku ini manusia yang punya hati. Kenapa kamu seenaknya meminta aku melakukan apa yang tidak ingin aku lakukan?"

"Karena ini adalah keputusan yang paling baik untuk kita berdua, Paris. Kamu menginginkan anak dariku, tapi aku tidak bisa memberikannya. Lalu, mama kamu juga sangat menginginkan cucu. Sedangkan aku tidak bisa memenuhi tanggung jawabku. Cara terbaik adalah dengan, membiarkan kamu menikah lagi dengan orang yang aku pilih. Dengan begitu, baik kamu maupun aku, kita akan sama-sama merasa puas."

1
Ani Basiati
lanjut thor
Dew666
👄👄👄👄👄
Cindy
lanjut kak
Ani Basiati
aku pernah baca deh thor alur cerita sama nm2 nya jg sama tp sdh lm.
Rani: iya kah? Di karya kakak kah kamu bacanya?
total 1 replies
Cindy
lanjut
Rani: Asyiap👍👍👍👍
total 1 replies
Cindy
lanjut kak
Dew666
💎💎💎💎
Rani: makasih banyak yuhu.... 🫰
total 1 replies
Cindy
lanjut kak
Rani: Siap di laksanakan. yuhu....
total 1 replies
Dew666
🔮🔮🔮🔮
Rani: makasih banyak🥰🥰🥰🥰
total 1 replies
Cindy
lanjut
Rani: yuhu .... 🫰
total 1 replies
Cindy
lanjut kak
Rani: oke2👍🫰
total 1 replies
Dew666
💜💜💜
Rani: 🫰🫰🫰🫰🫰🫰🫰🫰
total 1 replies
Dew666
🍡🍡🍡🍡🍡
Rani: 🫰🫰🫰🫰🫰🫰🫰
total 2 replies
Cindy
lanjut kak
Rani: syiap👍🫰😍
total 1 replies
Dew666
💎💎💎💎💎
Rani: 🫰🫰🫰😍😍😍😍
total 1 replies
Soraya
lanjut thor
Rani: A syiap👍🤭
total 1 replies
Soraya
vote untuk mu thor
Rani: terimakasih banyak. 🫰🫰🫰 yuhu ....
total 1 replies
Cindy
lanjut
Rani: siap👍☺️🫰
total 1 replies
Cindy
lanjut kak
Rani: siap👍 dilaksanakan 🫰🤭
total 1 replies
Soraya
mampir thor
Rani: yuhu ... moga betah yah
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!