Ini Kisah Essa dan Alex, adik dari Sera dan Darren di novel Godaan Cinta Ibu Susu
~~
Tidak Pernah Menyangka, diusia matangnya Alex, akan menikahi gadis kecil yang selalu membuatnya kesal siapa lagi jika bukan adik ipar bosnya. Karena satu insiden memaksa mereka untuk menikah.
Vanessa tidak mau menikah diusia muda apalagi dengan laki-laki menyebalkan seperti Alex, tapi karena satu insiden memaksanya untuk menerima lamaran itu.
BAGAIMANA KISAH MEREKA YANG TIDAK PERNAH AKUR? AKANKAH BENIH-BENIH CINTA TUMBUH DIANTARANYA?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dini ratna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Foto Heyra dan Alex
"Darren!"
Panggilan nama dari sang istri mengejutkan Darren yang sedang memeriksa beberapa dokumen, laporan penting tentang proyek barunya, dan beberapa hal tentang pekerjaan yang sangat menyibukkannya. Karena Alex, diperintahkan untuk membawa putranya pergi jadi dia harus melakukannya sendiri.
Sebenarnya Darren bisa saja menemani Lio bersama Sera, tapi demi misi mereka untuk mendekatkan sepasang pengantin baru, yang mengatur jadwal kencan walau harus membawa putranya.
Darren berpikir kedua pasangan itu sudah saling jatuh cinta. Tetapi keduanya masih tetap pada diri gengsinya atau emang belum menyadarinya.
Darren mendongak, menatap wajah sang istri yang terlihat begitu marah. Sera bahkan memanggil namanya. Darren cukup terkejut apa yang membuat istrinya marah? Apa dia melakukan kesalahan. Sehingga Sera memanggil namanya.
"Sayang ..." Darren bangkit dari kursinya. Berjalan menjauhi meja untuk mendekat ke arah Sera, yang sudah mendaratkan bokongnya di atas sofa. Raut wajahnya, begitu mengerikan tatapannya begitu menusuk pada suaminya.
"Sayang, ada apa? Kenapa begitu marah hmm ..." Darren menatap dengan gaya menggoda, bibirnya tersenyum berharap sang istri akan tergoda olehnya, tetapi usahanya nihil, Sera sama sekali tidak membalas senyumannya yang semakin menekuk wajahnya. Ia berpaling muka dari pandangan Darren.
"Hey ...." Darren mendekat, berpindah duduk di samping Sera.
"Ada apa? Apa aku salah atau ... kamu ingin kita menyusul Lio. Tapi sayang jangan sekarang, pekerjaanku sangat banyak."
"Kamu sama sekali tidak tahu?" tanya Sera dengan kesal.
"Apa?"
Sera, membelalakkan mata sambil menghela nafasnya. Detik demikian wanita itu menyodorkan sebuah ponsel kepada Darren. Kening Darren hanya mengerut, lalu mengambil benda pipih itu.
"Kenapa kamu tidak bilang jika Alex punya pacar?"
Darren terbelalak melihat foto yang beredar di internet. Ya, semua karena foto itu Sera datang ke perusahaan, foto antara Alex dan Heyra yang sedang viral dan sudah melebar luas di jaringan internet. Apalagi di grup obrolan perusahaan, hampir semua karyawan Lucian Company sedang membicarakan berita hangat itu. Ada yang kecewa karena asisten Alex yang tampan itu sudah memiliki kekasih. Ada juga yang bahagia karena Alex dan Heyra sangat serasi.
"Aku tidak bisa bayangkan jika Ibu dan Ayah melihatnya."
Sera mengkhawatirkan ibu dan ayahnya, mungkin mereka akan marah besar ketika mendengar isu tentang Alex yang sudah memiliki tunangan. Wanita yang menjadi tunangannya tidak kaleng-kaleng yaitu artis besar Almaheyra, tentu semua orang sangat mengenal wanita itu.
"Tenang dulu sayang, aku bisa jelaskan."
"Apa yang akan kamu jelaskan, hah! Sudah jelas di sana tertulis mereka menjalin hubungan selama 8 tahun, bagaimana bisa kamu tidak katakan padaku. Lalu bagaimana dengan Essa."
"Mereka berhubungan hanya 3 tahun, 5 tahunnya ... mereka tidak ada hubungan lagi. Karena Heyra sendiri yang meninggalkannya."
"Oh, begitu ... terus jika Heyra yang meninggalkannya berarti ada kemungkinan Alex masih mencintainya begitu?" Sera semakin salah paham sedangkan Darren ia sulit untuk menjelaskan.
"Sayang dengarkan dulu, semua tidak seperti itu."
"Aku bingung apa yang harus aku katakan pada ibu. Seharusnya jika Alex punya kekasih kamu bilang padaku, dan aku ... bisa menghentikan pernikahannya. Aku takut Essa sakit hati karena ini, ya ... walaupun dia belum mencintai Alex tapi aku tidak mau jika adikku merasa dikhianati." Sera menatap Darren penuh kecemasan.
"Sayang, jangan menyimpulkan sesuatu. Tidak ada yang dikhianati disini. Ini pasti ulah Heyra, dia masih menyimpan rasa pada Alex.
Tunggu dulu aku akan hubungi Alex dia harus tahu juga."
Darren berusaha menghubungi Alex tapi Alex, tidak menjawab. Dia pasti sedang bersenang-senang bersama Lio dan juga Essa.
"Aku akan coba lagi."
"Sudah cukup Darren. Dia pasti bersama Lio. Sebaiknya aku hubungi Essa, kamu harus jelaskan pada Essa sebelum dia membaca artikel dan melihat foto itu."
"Ya, ya, kita akan menjelaskannya kepada Essa." Darren kembali menghubungi Alex, tapi lagi-lagi tidak ada jawaban. Ia curiga jika Heyra dibalik masalah ini, wanita itu pasti yang memperlihatkan wajah Alex kepada dunia.
Darren menggigit bibir, dengan kedua jari tangan yang diketuk-ketuk ke atas meja, ia terdiam sebelum akhirnya berkata "Aku tahu siapa yang melakukan ini. Tenang dulu , ya sayang, aku harus hubungi sekretaris ku ini.
Darren menghubungi sekretarisnya menanyakan perihal foto yang beredar. Namun, sang sekretaris tidak tahu dan ia akan mencoba bertanya kepada pihak manajemen Heyra. Karena memang semua itu ulah Heyra.
Setelah kejadian di apartemen, ditambah dengan perubahan sikap Alex, membuat Heyra semakin marah dan mengungkapkan siapa kekasihnya selama ini. Tidak ada jalan lain, selain mempublish foto Alex.
"Maaf, saya tidak bisa memberi jawaban. Yang bisa memberi jawaban hanya Heyra, maka jika Tuan Darren ingin bertanya langsung datanglah ke sini."'
Karla, menutup teleponnya. Heyra, yang sedang dirias menoleh—menatap Karla dari dalam cermin. Karla terlihat berjalan ke arahnya setelah menutup sambungan telepon.
"Siapa?" tanya Heyra demikian.
"Sepertinya foto tunanganmu menjadi pusat perhatian, sampai-sampai direktur Lucian Company turun tangan. Baru saja sekretarisnya menghubungiku," balas Karla berjalan ke arah gantungan baju, yang memilih beberapa gaun untuk digunakan Heyra perform malam ini.
Heyra tersenyum tipis, wajahnya kembali menghadap cermin yang merapikan lipstik di bibirnya.
"Dia sudah tahu hubunganku dengan Alex, tentu saja dia pasti khawatir. Dia tidak akan menyangka jika aku akan memperlihatkan foto Alex pada dunia." Katanya sambil tersenyum.
"Seharusnya aku melakukan ini dari dulu," sambungnya yang membuka riasan di rambutnya. "Aku ingin melihat reaksi Darren nanti. Dia memintaku untuk menjauhi Alex, tapi aku tidak ingin melakukannya. Darren pasti marah mungkin dia akan kesini." katanya melihat ke belakang
Karla mengangguk sebagai tanggapannya.
Ruangan CEO
"Kita harus bicara dengan mereka berdua. Sayang ..." Tatap Darren pada Sera. "Sebaiknya kita susul mereka," usulnya kemudian.
Sera mengangguk sambil berkata, "Aku juga punya firasat buruk. Aku takut Lio kenapa-kenapa." Sera menatap Darren dengan cemas, apalagi Darren yang harus menjaga istrinya yang sedang hamil besar. Sera tidak boleh secemas itu.
"Kita pergi sekarang." Ajaknya yang beranjak dari sofa, Darren berjalan ke arah kursi kerjanya untuk mengambil jasnya lalu dia berjalan kearah Sera yang merangkulnya.
"Kamu tidak boleh terlalu cemas, ya. Ingat, kamu sedang hamil, tidak boleh stres." Darren tidak melepaskan pelukannya.
"Bagaimana aku tidak stres melihat berita begini."
"Semuanya akan cepat selesai. Sekarang kita masuk ke mobil." Darren membukakan pintu untuk Sera, tapi ketika hendak masuk Sera tertegun, ia menatap layar ponselnya yang menyala.
"Ada apa sayang?"
"Ibu," jawabnya pelan.
Sementara di tempat lain, Alex dan Essa baru saja turun dari sebuah wahana. Alex menggendong Lio, sementara Essa dia berdiri di sampingnya. Mereka terlihat senang, seperti keluarga kecil yang bahagia.
"Om, aku mau itu." Tunjuk Lio pada penjual permen kapas.
"Lio, mau permen kapas, ya? Ya, sudah Om belikan ya, tapi Lio tunggu di sini bersama Ati Ecca."
"Iya, Om. Yang walna bilu ya, Om."'
Alex mengangguk pelan, lalu memberikan Lio kepada Essa. Mereka seperti seorang ayah dan ibu walaupun usia Essa masih muda tapi ia sudah cocok menjadi seorang ibu.
"Aku juga mau yang warna pink," ujar Essa. Alex, hanya bengong sebelum akhirnya mengangguk. Beginilah jika punya istri masih kecil, kesukaannya akan sama dengan anak kecil.
Alex, berjalan ke arah tenda yang terdapat banyak permen kapas, dari berbagai warna dan bentuk. Alex lupa bertanya kepada Lio, bentuk apa yang dia inginkan. Alex, langsung menunjuk bentuk kucing yang sangat manis, mungkin Lio menyukainya.
"Satu permen kapas yang berbentuk kucing, ya. Satu lagi ...."
Alex, terdiam. Ia bingung karakter apa yang Essa suka, sedetik bayangan ketika di apartemen pun terlintas, saat Alex, jatuh di atas wajah Essa karena menginjak sebuah boneka, boneka bear. Mungkin Essa menyukai itu.
"Satu lagi yang bear," katanya meminta dua permen kapas.
Alex, tidak menyadari orang-orang di sekitarnya yang sedang memperhatikannya. Setelah memberikan uang dia kembali ke Essa, dan Lio sambil membawa dua buah permen kapas.
"Eh, bukankah pria itu yang ada di foto ini. Dia kekasihnya Heyra, kan? Lalu siapa itu ... dia kesini tidak bersama Heyra tapi sama wanita lain, bawa anak juga."
"Ini aneh."
Alex, tidak menyadari tatapan mereka semua. Dia hanya berdiri menatap Lio dan Essa silih berganti, tanpa sadar Alex terus tersenyum.
Satu tangannya merogoh ponsel miliknya, merasa ada beberapa panggilan yang masuk Alex pun ingin melihat dari siapa. Matanya seketika membola membuka satu pesan dari Darren yang mengirimkan sebuah artikel tentangnya dan Heyra.
"Apa ini!"
"Ada apa?" tanya Essa demikian.
"Essa sepertinya kita harus segera pergi dari sini." Alex, langsung memangku Lio.
"Memangnya ada apa?"
"Aku akan jelaskan nanti."
Darren meminta Alex untuk segera pergi, sebelum wartawan menemukannya. Dan benar saja di tempat itu sudah dipenuhi wartawan, satu wartawan melihatnya semua wartawan mengejarnya.
"Om, siapa mereka? Kenapa mengejar kita." Essa terus bertanya-tanya tapi Alex, tidak menjawab.
"Jangan melihat ke belakang Essa, terus saja lari."
"ALEX, ALEX, APA KAU ALEXANDER?"
"ALEX TUNGGU!"
Alex, tidak menggubris pertanyaan mereka yang terus saja berlari. Tetapi Essa gadis itu malah berhenti, Essa menghentikan langkahnya karena sebuah pesan dari Micha. Gadis itu tidak akan melewatkan satu pesan pun dari sahabatnya, yang harus langsung membacanya walau keadaan darurat.
"Essa!"
Panggil Alex, tapi Essa yang termangu. Netranya terpaku menatap sebuah foto yang Micha kirimkan. Sebagai sahabat Micha akan membagi kebahagiaannya termasuk tentang idolanya.
Essa kamu harus lihat ini, Heyra memperlihatkan foto kekasihnya selama ini. Dia begitu tampan, kan. Setelah 8 tahun menjalani hubungan Heyra baru kali ini memperlihatkan wajah kekasihnya, apa mereka akan menikah.
Menikah? batin Essa, dia menoleh ke belakang yang sudah tidak terlihat Alex. Alex, meninggalkannya membuat Essa yakin, akan gosip itu.
"Jadi wanita itu ... mereka berhubungan selama 8 tahun, lalu aku?"
"Essa!"
Brukk
thour buat essa kuat gak mudah di tindas ma pelakor, buat jd essa wanita kuat.