Di Pesantren Al-Ihsaniyyah, cinta, ilmu, dan takdir keluarga Ihsani bersatu. Warisan Abah Muzzamil diuji, pilihan Inayah mengubah segalanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon blue_era, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bulan di Balkon dan Pertanyaan yang Membakar: Antara Gugup, Penasaran, jawaban
Setelah Diniyah selesai Ning Hana kembali ke ndalem, ia tiba tiba kepikiran tentang Gus Rasel. lalu ia naik ke lantai 3 menuju balkon disana ada Abi dan akungnya yg duduk di balkon sambil minum kopi. Ning Hana menghampiri akung dan Abinya. dan dgn suara yg gugup dan Ning Hana memberanikan diri bertanya tentang Gus Rasel itu siapa, lalu tanya apa ia santri atau apa knp tinggal di ndalem, Akung dan Abi Haikal nggk berani menjawab karena biar lah pertanyaan ini Gus Rasel yg menjawabnya sendiri dan akung juga abi menanyakan ke Hana memang knp tanya tentang Gus Rasel dan Hana menjawab ya cuma pengen tau aja bi, nggak lebih kok
- (Setelah selesai mengikuti Diniyah, Ning Hana kembali ke ndalem. Ia terus memikirkan tentang Gus Rasel.)
- (Ning Hana naik ke lantai 3 dan melihat Akung dan Abinya sedang duduk di balkon sambil minum kopi.)
- (Dengan gugup, Ning Hana menghampiri Akung dan Abinya.)
- Ning Hana (dengan suara gugup): "Akung, Abi... Hana mau tanya sesuatu."
- Abah Yai: "Mau tanya apa, Nak?"
- Ning Hana: "Itu... Gus Rasel itu siapa ya? Kok tinggal di ndalem?"
- Abi Haikal (saling bertukar pandang dengan Abah Yai): "Sebenarnya... Akung dan Abi belum bisa kasih tahu kamu sekarang, Nak. Biarlah nanti Gus Rasel sendiri yang akan menjelaskannya."
- Ning Hana (bingung): "Tapi kenapa, Abi?"
- Abah Yai: "Sudah, Nak. Jangan dipikirkan. Memang kenapa kamu tanya tentang Gus Rasel?"
- Ning Hana: "Ya cuma pengen tahu aja, Akung, Abi. Nggak lebih kok."
Setelah menanyakan hal tentang Gus Rasel ke akung, Abi, ia langsung turun menuju lantai 2, ia kembali ke kamarnya ia tidak menutup pintu kamarnya dan didalam kamar ia duduk di pinggir ranjang kasurnya, ia tiba tiba melihat foto Almarhumah ummahnya yg menggendong ia setelah lahir dan ia disitu nangis tanpa mengeluarkan suara hingga sesenggukan, tubuhnya bergetar dg hebat juga keringat dingin parah dan saat melewati kamar Ning Hana sebelum ke kamarnya ia melihat Ning Hana (istrinya) yg sedang menangis sambil memegang foto pigura yg berisi seorang perempuan menggendong bayi perempuan yg baru saja lahir, dan disitu Gus Rasel masuk tanpa memberi salam dan langsung memeluk Ning Hana yg berstatus sebagai istrinya itu, Ning Hana tidak sadar kalau ia memeluk Gus Rasel dan saat dipelukan itu Ning Hana menumpahkan tangisannya tanpa suara. 2 jam lamanya Ning Hana masih nangis didalam pelukan Gus Rasel. kemudian akung dan Abi turun dari lantai 3 yg niatnya ke lantai 1 dg tujuan mau berbicara dgn Gus Wildan yg ada di lantai 1 akan tetapi saat melewati kamar Ning Hana akung dan Abi Haikal melihat Gus Rasel menantunya yg mendekap Ning Hana yg sekarang sedang menangis dan yg terdengar hanyalah isakan saja. Akung dan Abi berniat ingin menghampiri mereka berdua tetapi tidak jadi nanti ditanyakan ketika Rasel dibawah lantai 1 saja
- (Setelah menanyakan tentang Gus Rasel kepada Akung dan Abi, Ning Hana turun ke lantai 2 dan kembali ke kamarnya. Ia tidak menutup pintu kamarnya.)
- (Di dalam kamar, Ning Hana duduk di pinggir ranjang kasurnya. Ia tiba-tiba melihat foto Almarhumah Ummahnya yang menggendongnya setelah lahir.)
- (Melihat foto tersebut, Ning Hana tidak dapat menahan air matanya. Ia menangis tanpa suara, tubuhnya bergetar hebat, dan keringat dingin membasahi tubuhnya.)
- (Gus Rasel, yang sedang berjalan menuju kamarnya, melihat Ning Hana sedang menangis sambil memegang foto pigura. Ia merasa sangat iba dan khawatir.)
- (Tanpa mengetuk pintu, Gus Rasel masuk ke dalam kamar Ning Hana dan langsung memeluknya dengan erat.)
- (Ning Hana tidak sadar bahwa yang memeluknya adalah Gus Rasel. Ia hanya merasakan kehangatan dan kenyamanan dalam pelukan itu.)
- (Dalam pelukan Gus Rasel, Ning Hana menumpahkan semua kesedihannya tanpa suara.)
(Dua jam kemudian, Ning Hana masih menangis dalam pelukan Gus Rasel.)
- (Akung dan Abi Haikal turun dari lantai 3 yang niatnya menuju ke lantai 1 untuk berbicara dengan Gus Wildan. Namun, saat melewati kamar Ning Hana, mereka melihat Gus Rasel sedang memeluk Ning Hana yang sedang menangis.)
- (Akung dan Abi Haikal berniat untuk menghampiri mereka, tetapi tidak jadi. Mereka memutuskan untuk menanyakan hal ini kepada Gus Rasel nanti saja saat ia berada di lantai 1.)