NovelToon NovelToon
Dua Mafia Bersaudara dalam Satu Takhta

Dua Mafia Bersaudara dalam Satu Takhta

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Mafia / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Fantasi Wanita / Persaingan Mafia
Popularitas:9k
Nilai: 5
Nama Author: linda huang

Kisah Shen Xiao Han dan Colly Shen adalah kelanjutan dari Luka dari Suami, Cinta dari Mafia, yang menyoroti perjalanan orang tua mereka, Holdes Shen dan Janetta Lee.

***

Shen Xiao Han dan Colly Shen, putra-putri Holdes Shen dan Janetta Lee, mewarisi dunia penuh kekuasaan dan bahaya dari orang tua mereka, Holdes dan Janetta.

Shen Xiao Han, alias Little Tiger, menjadi mafia termuda yang memimpin kelompok ayahnya yang sudah pensiun—keberanian dan kekejamannya melebihi siapa pun. Colly Shen, mahasiswi tangguh, terus menghadapi rintangan dengan keteguhan hati yang tak tergoyahkan.

Di dunia di mana kekuasaan, pengkhianatan, dan ancaman mengintai setiap langkah, apakah mereka akan bertahan atau terperangkap oleh bayangan keluarga mereka sendiri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linda huang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31

“Aaahhh!”

Jeritan Yohanes memecah keheningan aula. Tangannya berlumuran darah, gemetar di atas meja.

“Berani sekali kau menyentuh keluargaku,” ucap Xiao Han dengan suara rendah namun mengerikan. “Apa kau pikir kau layak?”

Tatapan Xiao Han penuh penghinaan.

“Kau hanyalah anak manja orang tuamu—tidak bisa melakukan apa-apa tanpa berlindung di balik nama mereka.”

“Shen Xiao Han…” Yohanes terengah, menahan sakit. “Kau bajingan.”

Pisau tajam masih menancap di telapak tangannya, darah terus menetes ke lantai marmer.

“Melawanku sama saja kau sudah bosan hidup,” ucap Xiao Han dingin. “Katakan, di mana Alan Zhang?”

“Siapa Alan Zhang?” Yohanes terengah, tubuhnya gemetar menahan sakit.

Xiao Han mendengus pelan.

“Kau memang bodoh,” katanya meremehkan. “Bahkan orang yang memanfaatkanmu pun kau percaya. Dia bahkan tidak pernah memberitahu nama aslinya. Itu berarti dia sama sekali tidak mempercayaimu.”

“Dia bermusuhan denganmu, lalu apa hubungannya denganku?” balas Yohanes dengan napas terputus-putus. “Kalau bukan karena Holdes Shen membunuh keluarganya, dia tidak akan menaruh dendam padamu—apalagi mengincar adikmu!”

“Karena keluarganya memang pantas mati,” jawab Xiao Han tanpa ragu. “Sekarang katakan, di mana dia?”

Tekanan di tangannya semakin kuat.

“Aaahh!” jerit Yohanes kesakitan.

“Jangan buat aku bertanya sampai tiga kali,” ancam Xiao Han.

“Dia… dia tidak pernah memberitahu tempat tinggalnya!” Yohanes akhirnya menyerah. “Kami hanya bertemu dua kali. Sekarang lepaskan aku!”

Belum sempat Xiao Han menjawab—

Pintu aula terbuka lebar.

Sejumlah anak buah Yohanes masuk dengan langkah tergesa. Mereka mengepung meja panjang tempat para tetua duduk. Senjata api terangkat, laras pistol mengarah lurus ke Xiao Han.

Suasana langsung berubah mencekam.

Beberapa tetua berdiri panik. Yang lain menahan napas.

Xiao Han perlahan mengangkat pandangannya, menatap laras-laras pistol itu tanpa sedikit pun gentar.

Senyum tipis terukir di sudut bibirnya.

“Jadi,” katanya tenang, “ini rencana terakhirmu?”

“Yohanes, apa yang kau lakukan?!” seru Tetua Fu dengan wajah murka. “Apa kau berniat saling membunuh di tempat ini?!”

“Paman, jangan salahkan aku!” bantah Yohanes dengan suara bergetar, menahan sakit. “Semua ini salah Shen Xiao Han! Dia terlalu sombong dan meremehkanku. Kalau dia memang mampu melindungi adiknya, gadis itu tidak akan sampai menjadi incaran orang!”

“Cukup!” bentak Tetua Fu. “Semua kekacauan ini justru bermula darimu sendiri.”

Tetua Lu bangkit dari kursinya.

“Turunkan senjata kalian dan segera pergi!” perintahnya tegas.

“Kami hanya mendengar perintah bos kami,” jawab para anak buah Yohanes serempak, laras pistol tetap terarah.

Xiao Han tersenyum tipis.

“Baiklah… kalau begitu.”

Dengan satu gerakan cepat, ia mencabut pisau dari telapak tangan Yohanes—lalu menghujamkannya kembali ke tempat yang sama, lebih dalam.

“Aaahhh!”

Jeritan Yohanes menggema, tubuhnya hampir roboh.

“Bos!” teriak anak buahnya panik.

Xiao Han menekan tubuh Yohanes ke meja, pisaunya masih tertancap, suaranya dingin dan mengancam.

“Tembak saja,” katanya santai. “Bos kalian ada di tanganku.”

Ia mendekatkan pisau ke leher Yohanes.

“Kalau kalian tidak ingin pisauku memutuskan lehernya, silakan tembak sekarang.”

Aula membeku.

Tak satu pun pelatuk ditarik.

“Brengsek!” jerit Yohanes, wajahnya terdistorsi oleh rasa sakit dan ketakutan.

“Kita lihat saja siapa yang akan memohon dan siapa yang akan kalah,” ucap Xiao Han dingin. “Kau tahu sifatku—aku tidak pernah mengalah.”

“Masuk,” perintah Roy singkat.

Anak buah Xiao Han menyerbu masuk. Monica memimpin barisan depan. Dalam hitungan detik, anak buah Yohanes dilumpuhkan dan ditahan. Senjata mereka direbut.

Situasi berbalik sepenuhnya.

Anak buah Xiao Han mengangkat pistol dan mengarahkannya ke kepala para anggota Yohanes. Aula semakin mencekam.

“Yohanes,” kata Xiao Han pelan namun mematikan, “kau memilih menentangku. Maka aku juga tidak akan ragu membunuhmu.”

“Xiao Han, jangan!” Tetua Shan berdiri dengan wajah tegang. “Walau Yohanes bersalah besar, kita tetap satu kubu. Jika musuh tahu kita saling membunuh, kita hanya akan menjadi bahan tertawaan.”

Tatapan Xiao Han tak bergeser sedikit pun.

“Musuh kita memang Alan Zhang,” jawabnya dingin. “Dan aku ingin dia tahu satu hal.”

Ia mendekat ke Yohanes.

“Little Tiger tidak pernah mengenal kata kalah—apalagi memaafkan.”

Crak.

Pisau itu menembus tengkuk Yohanes.

Darah menyembur deras, membasahi meja dan lantai marmer. Tubuh Yohanes terkulai tak berdaya.

“Xiao Han!” teriak beberapa tetua serempak, bangkit dari kursi mereka.

Namun semuanya sudah terlambat.

Xiao Han berdiri tegak, berlumur darah musuhnya, sorot matanya tenang—seolah baru saja mengambil keputusan paling wajar di dunia.

Roy menyerahkan sapu tangan pada Xiao Han. Pria itu mengelap tangannya hingga bersih, lalu melemparkan sapu tangan yang sudah ternodai darah itu tepat ke wajah Yohanes.

“Xiao Han,” ucap Tetua Lu dengan nada berat. “Walau dia bersalah besar, kenapa kita tidak mempertimbangkan ayahnya? Ayah Yohanes satu kubu dengan kita, bahkan sahabat dekat ayahmu.”

Xiao Han mengangkat wajahnya perlahan. Sorot matanya dingin, tak bergelombang sedikit pun.

“Ini urusan generasi sekarang,” katanya tegas. “Bajingan ini sama sekali tidak menghormati ayahku. Dia bahkan berani mengincar adikku.”

Ia berhenti sejenak, suaranya semakin keras.

“Lalu apa? Aku harus melepaskannya lagi?”

Xiao Han melangkah satu langkah ke depan, menatap para tetua satu per satu.

“Kalau dia tidak tahu cara menghargai orang, maka aku juga tidak akan menghargainya.”

“Aku ingin semua orang tahu,” ucap Xiao Han dengan suara lantang dan dingin, “aku, Shen Xiao Han, tidak akan pernah memaafkan siapa pun yang berani menyentuh keluargaku.”

Tatapan tajamnya menyapu seluruh aula.

“Jika hal itu kembali terjadi, orang tersebut hanya akan menghadapi kematian.”

Xiao Han lalu menoleh ke samping.

“Monica.”

“Bos,” jawab Monica mantap.

“Sebarkan kematian Yohanes,” perintah Xiao Han tanpa ragu. “Pastikan kabar ini sampai ke telinga Alan Zhang.”

Senyum tipis, berbahaya, terukir di wajahnya.

“Biar si pengecut itu tahu—aku sudah menantangnya.”

1
Maria Mariati
ganti judul ya thorrrr 😍😍😍
Pikachu: Iya kak🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Tiara Bella
wah penuh misteri ini propesor Zhou...
Tiara Bella
bagus ceritanya aku suka.....
Tiara Bella
bakalan pada kapok ini mah yg mengusik keluarga mafia satu ini.....
Tiara Bella
gk bisa berkata² aku....mafia dilawan
Bonny Liberty
situ emang orang tua ODGJ,👿
Maria Mariati
hellehhh udah ke tepi jurang ga jadi lahhh,balik lagi takutt ga bisa naik lagi,udah emosi sama authorr masa bikin mafia pekok main perempuan 🤣🤣🤣
Pikachu: 😅😅😅😅😅😅😅😅😅
total 1 replies
Tiara Bella
plot twist bngt aku suka.....diluar dugaan semua 😍💪
Tiara Bella
siapa yg dimaksud kakak....masa Jacky
Ayu lestari Ayu
sengaja baru baca ceritanya, nunggu episode banyak dulu baru baca,,, ceritanya GK kalah menarik dari yg season 1,,,😘
Bonny Liberty
kamu kira wanita itu apa😏merendahkan diri sendiri,spek Nyonyah besar aja bisa di duain, apa lagi bocil modal ngangkang doang 👿🤪🤭
Maria Mariati
kapokkkk ,baru nyesel kan telattttt 🤣🤣🤣
Mineaa
bravo mommy janetta........💪
Bonny Liberty
kaga usah di pikir,tar pala loe meledak ga kuat mikir perang elit...sok..sokkan nantangin👿👿👿🤪😏
Bonny Liberty
sudah kebayang kaga kalau harga dirimu sudah kaya penyedap rasa saset 😏🤪👿
Maria Mariati
masuk kandang singa semua 🤣🤣🤣
Inez Putri
menarik. br pertm q baca peran utama cwok,selingkuh. biasa akan bucin. apa lg dl mendptkannya,memperjuangkan menentang smua klan. apakah ada peran cwok utama yg akan muncul.
Maria Mariati
bocah ,singa di lawan,makan tuhh mangsamu janete,bodoh tuh anak,mana ada laki2 udah di bayar trus di nikahin,hehhhh bodoh
Bonny Liberty
badan sih kaga tapi ❤️‍🩹😏
Bonny Liberty
kaga perlu mengaum mba,cukup main cakar,sepi,tiba - tiba /Skull//Chuckle/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!