NovelToon NovelToon
Perjalanan Sang Malaikat

Perjalanan Sang Malaikat

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Spiritual / Reinkarnasi / Sistem / Mengubah Takdir / Perperangan
Popularitas:998
Nilai: 5
Nama Author: Arkara Novel

Dunia memiliki sistem mutlak yang ditetapkan jutaan tahun lamanya. Sistem rimba, yang terkuat dialah yang berkuasa dan yang lemah akan tersingkir. Sistem itulah awal terlahir kasta antara mahkluk hidup, sebuah hukum yang tidak dapat diubah dan akan terus berjalan. Tahun berganti, hukum mulai goyah. Keadilan tidak diberikan pada yang hak. Namun pada yang berkuasa. Jutaan tahun berlalu. Langit menciptakan hukum baru yang berpusat pada keseimbangan. Malaikat penyelamat bagi mereka yang tersingkir, memiliki tujuan menghancurkan sistem yang telah goyah. Dewa agung menjadi dakwa yang berdosa telah menciptakan iblis berwujud cahaya. Mereka yang berkuasa melawan mereka yang dibuang, terus bertahan hidup untuk melanjutkan perang tiada akhir demi jawaban kebenaran.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arkara Novel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 011 Part 4 —Apel Kristal Ruby

Mentari pagi menyinari dunia dengan kehangatannya, embun basah menetes dari daun dan jatuh ke tanah. Kicauan burung mengalunkan melodi yang menenangkan jiwa, dibalik hutan yang teduh. Terlihat diantara mereka terdapat gerobak kayu berukuran kecil dengan dua roda berjalan pelan.

Dengan menggunakan gerobak sederhana, Enki menarik tubuh Azrealon yang lemah didalam nya. Sementara Zabarin dan Shi Jian berjalan santai disamping gerobak, menjadi pelindung dari hewan hutan yang berkeliaran.

Melewati hutan lebat yang luas, membuat perjalanan terasa mudah dan menyenangkan. Namun, Zabarin Yang belum tau seberapa jauh jarak yang akan mereka tempuh bertanya.

"Kira-kira berapa lama kita akan sampai kekota?" Tanya nya penasaran, sambil menerawang jauh didepan sana. Yang masih ditutupi pepohonan dan semak-semak.

Crasshh! "Kalau dengan kecepatan seperti ini, mungkin sekitar sembilan sampai tiga belas hari... Tapi, kalau saja anak itu bisa berjalan, tempo hari akan semakin singkat. Gerobak ini terlalu susah berjalan dihutan yang sempit!" Jawab Shi Jian sambil menebas semak didepan nya, membuka jalan untuk gerobak lewat.

"Bukan kah itu terlalu lama? Kita akan melewatkan pesta nya." Seru Zabarin khawatir, namun Shi Jian menggeleng dan menjawab. "Untuk itulah kita pergi hari ini, agar tempo waktu yang kita tempuh masih cukup untuk sampai kekota tepat waktu." Balas nya, membuat Zabarin mengangguk paham.

Sepanjang perjalan didalam hutan, hanya pembicaraan kecil yang terdengar diantara mereka. Membuat suasana lebih hangat, dan tidak terlalu hening. Apalagi Zabarin yang banyak bertanya tentang kota, membuat pembicaraan kecil itu tidak ada habis nya.

Sifat penasaran Zabarin itu lah yang membuat hubungan mereka semakin erat, sikap polos dan konyol nya membawa kekesalan namun juga tawa. Orang seperti nya lah yang suatu saat memiliki prestasi besar, semua orang akan mempercayai dirinya karena melihat sikap yang iaa tunjukkan.

Beberapa jam berlalu, dari jauh Zabarin melihat cahaya terang masuk kehutan. Dan ia merasa bersyukur karena mereka telah keluar dari hutan, dan akan berjalan dipadang rumput. Yang selama ini hanya bisa ia lihat dari perbatasan hutan.

Groooaarr! Raungan monster menggema diluar hutan, menjadi gelombang suara yang sangat luas. Didepan mereka kini terpampang sebuah Padang rumput yang dipenuhi oleh monster-monster bermacam jenis, yang juga disebut dinosaurus. Kehidupan damai, bermain kesana kemari. Dan menikmati hidangan alam, membuat suasana itu tampak sangat memukau.

Zabarin terpesona dengan pemandangan itu, dan mulai membaur diantara para dinosaurus berbadan besar. Tubuh nya tampak begitu kecil, Shi Jian tersenyum dengan apa yang dilakukan Zabarin. Apalagi melihat sikap dinosaurus yang seolah berteman dengan nya, membuat nya sedikit kagum.

Tidak hanya ia dan Enki, bahkan dinosaurus yang digadang hanya monster liar. Yang tidak memiliki akal sehat, dengan senang hati menerima nya. Itu seperti ia adalah bagian dari alam dan juga dinosaurus itu sendiri, pembawaan karakter Zabarin memang menunjukkan itu.

"Jian!, Lihat lah monster ini... Aku menaiki nya!" Teriak Zabarin dari jauh, Shi Jian dan Enki menoleh kearah Zabarin. Dan melihat pemuda itu naik diatas punggung dinosaurus dengan leher yang sangat panjang. Tubuh yang besar, mungkin tinggi dinosaurus itu bisa sampai puluhan meter karena leher nya.

"Oi... Hati-hati, mereka bisa saja agresif dan itu akan berbahaya!" Teriak Enki memperingati Zabarin, karena ia sudah tau banyak tentang dinosaurus.

"Tenang saja... Monster ini lah yang menawarkan ku tumpangan!" Balas Zabarin lagi, membuat kedua pemuda itu saling menatap dengan bingung. Namun, sebelum mereka bisa tau apa yang terjadi. Tiba-tiba tubuh Shi Jian terangkat keatas dan jatuh diatas tubuh Dinosaurus yang mirip dengan Azrealon sebelum mutasi.

Sedangkan Enki ia tetap berjalan pelan, sambil menarik gerobak itu. Tidak ada satupun dinosaurus yang mendekat pada nya, bahkan dinosaurus yang sebelumnya membawa Shi Jian langsung menjauh darinya. Membuat ia sedikit kesal, merasa dijauhi.

"Sialan!. Bagaimana bisa kalian melakukan nya?!, aku juga ingin menaikkan salah satu dari mereka!" Seru Enki mengumpat, disambut tawa oleh Zabarin dan Shi Jian.

"Haha... Itu artinya nya mereka tidak suka dengan mu!, Terima saja kenyataan itu. Selamat tinggal... Kami pergi lebih dulu!" Ejek Zabarin diatas monster itu, membuat Enki semakin kesal. Apalagi setelah beberapa menit sama sekali tidak ada yang mendekat, melainkan hanya melewati nya begitu saja.

Dua puluh menit berlalu, dan kini mereka tiba disebuah hutan kecil. Zabarin dan Shi Jian tiba terlebih dahulu ditempat itu, mereka menunggu Enki selama beberapa menit. Sampai pemuda itu akhirnya sampai ditempat mereka duduk.

"Kali ini kau kalah, aku yang lebih dahulu tiba daripada kau!" Seru Zabarin saat Enki berhenti untuk istirahat, Enki hanya diam tak menjawab. Karena kesal ditinggal dipadang rumput luas itu sendiri, apalagi dinosaurus yang tampak menjauhi nya.

"Haha... Sudah lah, Enki baru saja tiba. Lebih baik kita beristirahat ditempat ini dulu sebentar, sebelum masuk kehutan!" Balas Shi Jian dari atas pohon, sedang memetik beberapa apel dan melemparkannya kearah Zabarin dan Enki.

Kedua orang itu menyambut apel yang dilempar, memakan nya dan segera tenggorokan mereka berdua langsung segar. Dipenuhi air dan serat yang manis dari apel, membuat mereka terlena.

"Apel apa ini?, Aku tidak pernah merasakan apel seperti ini!" Seru Zabarin sambil memakan lagi apel itu.

"Aku juga tidak tau. Tapi yang jelas apel ini tidak beracun dan aman dimakan!" Balas Enki sambil memetik apel yang lain, memasukan lagi kemulut nya.

"Ini adalah Apel Kristal Ruby, aku pernah merasakan nya saat di negri timur... Tapi aku tidak menyangka apel mahal ini bisa ada disini!" Jelas Enki kagum, membuat kedua orang itu membeku sambil menggigit apel dimulut nya.

"Benar kah?, Berarti ini adalah harta yang mahal!" Tebak Zabarin sambil mengambil apel itu dari mulut nya, memandangi sesaat ditangan nya yang gemetar. Karena ditangan nya kini ada apel yang senilai sepuluh koin emas.

Enki mengangguk sambil menikmati apel itu lagi, sementara Shi Jian dari atas pohon memiliki ide cemerlang, ia menatap kearah Zabarin. Dan Zabarin menatap nya paham, mereka sepemikiran.

Segera setelah itu, puluhan apel kemudian jatuh ketanah dan langsung di pungut oleh Zabarin. Apel ini bisa menjadi sumber kekayaan mereka, apalagi dengan jumlahnya yang sebanyak ini. Berapa sekiranya harta yang akan mereka dapatkan?.

Sementara Enki hanya menggeleng melihat tingkah mereka berdua, dan dia kemudian bangkit dari duduk nya. "Yaampun, daripada memanen semua apel untuk harta sementara... Lebih baik kalian ambil tunas yang masih kecil, kalian bisa memiliki kebun Apel Kristal Ruby lebih banyak dan mendapatkan uang lebih banyak!" Seru nya sambil mencabut tunas pohon apel yang masih kecil dari dalam tanah, dan memastikan akar nyaa tercabut juga. Sebelum akhirnya ia mengambil lembaran daun cukup besar, dan menanam tunas itu didalam pot daun yang berisikan tanah.

Lalu memasukan nya kedalam gerobak, tepat disamping Azrealon tidur. Zabarin dan Enki yang melihat itu sama sekali tidak kepikiran. Namun, yasudah lah. Mereka bisa mendapatkan apel juga tunas, itu keberuntungan yang luar biasa diawal perjalanan mereka!.

\*\*\*\*\*

Tiga puluh menit setelah beristirahat, mereka melanjutkan perjalan dihutan kecil ini. Walaupun dibilang kecil, namun tetap hutan ini cukup luas. Hanya saja tidak sebanding dengan hutan yang mereka lewati sebelumnya. Dan juga hutan-hutan lain yang ada didaerah ini.

"Sudah kuduga kalian akan membawa apel itu juga!" Ucap Enki menggeleng kan kepala nya, zabarin kemudian menjawab. "Hei... Ayolah, apel itu adalah uang untuk kita... Tidak mungkin kan kita meninggalkan uang sebanyak itu?" Balas nya sambil menggosok tangan, tidak sabar untuk kekota dan menjual apel-apel itu.

"Ya, ya, ya..." Balas Enki Enki kesal, pasal nya jumlah apel itu cukup banyak. Dan menambah berat yang akan ia tarik selain Azrealon.

Sementara Shi Jian memandang ke sekelilingnya, dimana hutan tampak lebih gelap. Karena matahari akan terbenam, tidak terasa sudah seharian mereka berjalan. Dan sudah cukup jauh meninggalkan rumah mereka.

"Apa tidak sebaiknya kita beristirahat disini saja?" Seru Shi Jian mengambil usul, Zabarin dan Enki melihat ke sekeliling dan baru menyadari hari sudah mulai gelap. Dan setuju dengan usul itu.

Mereka kemudian berhenti diarea itu, Tidak ingin buang waktu. Zabarin lekas pergi sedikit jauh dari area mereka akan menginap. Untuk mencari kayu bakar, sementara Shi Jian dan Enki akan mempersiapkan tempat tidur dan makan malam.

Beberapa menit kemudian, zabarin kembali dengan kayu bakar yang tidak banyak. Mungkin cuma cukup setengah malam sebelum padam. Karena keterbatasan cahaya, ia jadi takut berkeliaran sendirian... Seperti yang ia alami, ia paham batasan kemampuannya. Ia adalah pencari jalan yang buruk, dan sangat mudah tersesat kalau tidak di ingat, apalagi tanpa penerangan sama sekali.

Brak! Ia kemudian menjatuhkan kayu bakar itu ditanah, dan Shi Jian dengan cepat menyalakan api dari rumput kering yang ada disekitarnya. Dan beberapa saat kemudian api unggun berhasil menyala dengan terang, menghangatkan mereka dari dingin dan kegelapan malam.

"Hah... Jangan mengeluh kita tidur dialas yang seperti ini. Kita tidak memiliki cincin penyimpanan, jadi kita tidak bisa membawa terlalu banyak alat dirumah!" Jelas Enki saat ia selesai menyusun beberapa papan yang ia paku pelan di gerobak, untuk alas tidur. Dan dilapisi oleh daun kering, ya itu cukup untuk semalam saja.

"Itu tidak masalah. Aku juga pernah tidur seperti ini sebelumnya!" Balas Zabarin, sambil mengingat pengalaman nya di goa saat itu.

"Enki... Apa Azre tidak memerlukan makanan?, bukan kah dari kemarin ia tidak ada makan?" Tanya Shi Jian sambil mengaduk masakan nya.

"Itu tidak perlu. Setelah bermutasi, tubuh nya mengalami adaptasi seperti hibernasi... Jadi ia bisa tidak makan dan minum selama beberapa bulan, tapi. Setelah ia memiliki lebih banyak tenaga, barulah ia keluar dari fase hibernasi itu.", jelas Enki kemudian, membuat Shi Jian paham. Dan merasa bersyukur, walaupun mereka berempat tapi bahan pangan mereka habiskan untuk bertiga. Itu lebih hemat daripada jumlah nya.

Sreek! Auuughhh! Namun, saat situasi santai itu. Semak di sekeliling mereka bergerak dengan raungan serigala memekakkan malam terdengar.

Shi Jian dan Enki langsung berdiri, meninggalkan masakan yang belum matang. Sementara Zabarin bersiaga disamping gerobak Azrealon. "Hati-hati. Seperti nya kita diserang serigala liar!" Jelas Enki saat merasakan puluhan aura serigala liar disekelilingnya.

Shi Jian juga paham dan langsung memasuki mode tarung, sementara Zabarin tampak gugup. Dari sekian banyak pertarungan, baru kali ini ia akan menghadapi pertarungan yang sesungguhnya.

"Zabarin!. Jangan lengah... Ingat semua yang kau latih bersama ku!, jika tidak sekarang... Maka tidak ada lagi waktu didepan!. Kerahkan kemampuan mu untuk membunuh sebanyak mungkin serigala itu!" Seru Enki tegas, Zabarin mengangguk dan mulai mengeluarkan kekuatan api hitam nya. Walaupun gugup, tapi ia harus menghadapi ini. Dimasa depan akan ada banyak pertarungan yang lebih besar, jadi pertarungan ini adalah awal untuk latihan nya.

Zabarin tak melangkah mundur. Di hadapan kegelapan yang menderu bersama lolongan serigala, ia hanya menguatkan napas dan menanamkan kedua kakinya lebih dalam ke tanah. Nafas malam kian berat, dan dari balik rerimbunan pohon, mata-mata merah menyala satu per satu. Tapi dalam dadanya, keberanian tumbuh, bukan karena ia merasa paling kuat—melainkan karena ada saatnya seseorang harus berdiri, meski bayangan maut mengintai.

1
Anggi
😍
Beliau
mampir kak
Assai Saga
Ceritanya cukup asiik...
HNP_FansSNSD/Army
Yuk baca, like, komen dan follow nya saling 💪. bab baru sdh up, yang suka cerita alur time traveling. soal kaper nanti di perbaiki, baca aja dulu isinya.

judul : Professor & Student: Love Through Time.

ikuti setiap langkah bab barunya sampai tamat enggak setengah², terima kasih ☺️🙏🏻💪.
HNP_FansSNSD/Army
Yuk follback balik.
elica
aku udah like nih kak, jangan lupa like back cerita aku ya kak🙏🥺
🖤⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘƳ𝐀Ў𝔞
aku mampir, ceritanya keren 🫶
🖤⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘƳ𝐀Ў𝔞: siap 😊
total 2 replies
Drezzlle
di tunggu kelanjutannya
Arkara Novel: siap bg, awal rilis 3 bab... baru konsisten seminggu 3x —selasa,kamis, sabtu/Smile/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!