NovelToon NovelToon
PERNIKAHAN SANDERA: MEMPELAI PENGGANTI SANG MILIARDER

PERNIKAHAN SANDERA: MEMPELAI PENGGANTI SANG MILIARDER

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / CEO / Balas Dendam
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Satisuci Ituaku

Naya terpaksa menggantikan kakak tirinya yang kabur beberapa jam sebelum pernikahan dengan Adrian, seorang CEO dingin yang lumpuh akibat kecelakaan misterius.

Bagi Adrian, Naya hanyalah pengganti yang harus menanggung dosa keluarganya. Di rumah mewah yang terasa seperti penjara, Naya dipaksa menjalani kehidupan penuh penghinaan dan penderitaan.

Namun Adrian tidak mengetahui satu kebenaran besar.

Wanita yang selama ini ia benci adalah orang yang pernah mempertaruhkan nyawanya untuk menyelamatkan dirinya dari maut tiga tahun lalu.

Saat perlahan rahasia itu mulai terungkap dan hati Adrian mulai luluh, Naya justru memilih pergi.

Kini Adrian harus menghadapi satu pertanyaan yang terus menghantuinya:

Masih adakah kesempatan untuk memperbaiki semua kesalahannya sebelum wanita yang dicintainya menghilang untuk selamanya? ❤️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Satisuci Ituaku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16: Penculikan di Siang Bolong

Malam perlahan menyelimuti Jakarta. Cahaya lampu kota berkilauan di balik jendela kamar utama kediaman Adrian.

Naya duduk di depan meja rias sambil merapikan hijab yang akan dikenakannya untuk esok hari. Wajahnya tampak jauh lebih segar dibanding beberapa hari sebelumnya.

Luka di tangannya mulai membaik.

Kondisi sang ibu juga semakin stabil.

Dan yang paling membuat hatinya hangat, hubungan antara dirinya dan Adrian perlahan berubah menjadi sesuatu yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.

Di sisi lain ruangan, Adrian tampak sibuk menatap layar tablet berisi laporan perusahaan.

Namun kenyataannya, perhatian pria itu lebih sering tertuju pada sosok Naya dibanding dokumen yang sedang dibacanya.

Senyum tipis tanpa sadar muncul di bibirnya.

"Naya."

Wanita itu menoleh.

"Iya, Mas?"

"Besok pagi kita ke rumah sakit."

Naya mengangguk.

"Saya tahu."

"Setelah itu aku ingin mengajakmu makan siang di luar."

Mata Naya membulat.

"Makan siang?"

Adrian tersenyum tipis.

"Apa seorang suami tidak boleh mengajak istrinya berkencan?"

Wajah Naya langsung memerah.

"Mas Adrian..."

Melihat reaksinya, Adrian tertawa pelan.

Suara tawa itu membuat jantung Naya berdebar aneh.

Karena untuk pertama kalinya, ia melihat Adrian tertawa dengan tulus.

---

Keesokan paginya.

Sebuah mobil mewah berwarna hitam keluar dari gerbang utama kediaman keluarga Adrian.

Dimas duduk di kursi pengemudi.

Dua kendaraan pengawal mengikuti dari belakang.

Naya duduk di samping Adrian.

"Mas, sebenarnya luka saya sudah jauh lebih baik."

"Aku tetap ingin dokter memeriksanya."

Naya menghela napas pasrah.

Sikap protektif Adrian ternyata jauh lebih sulit dibantah daripada yang ia bayangkan.

Namun diam-diam, perhatian itu membuat hatinya hangat.

Sementara itu...

Di sebuah gang sempit yang terletak tidak jauh dari jalur menuju rumah sakit, beberapa pria bertubuh besar sudah menunggu.

Empat mobil tua tanpa pelat nomor terparkir rapi di sana.

Di tengah mereka berdiri seorang pria bernama Roni.

Wajahnya terlihat tegang.

Namun amplop tebal berisi uang yang diterimanya semalam membuat rasa takutnya perlahan menghilang.

"Pastikan wanita berhijab itu dibawa hidup-hidup," perintah Roni.

"Sementara pria itu?"

Salah satu anak buahnya menunjuk foto Adrian.

Roni menyeringai.

"Jangan sentuh dia."

"Lalu pengawalnya?"

"Kalau melawan, hajar."

---

Tiga puluh menit kemudian.

Rombongan Adrian memasuki ruas jalan yang relatif sepi.

Di kanan dan kiri hanya terdapat lahan kosong serta bangunan proyek yang belum selesai.

Dimas tiba-tiba mengernyit.

Instingnya menangkap sesuatu yang tidak beres.

"Tuan Adrian."

"Ada apa?"

"Di depan ada truk besar berhenti melintang."

Sorot mata Adrian langsung berubah tajam.

"Kurangi kecepatan."

Mobil mulai melambat.

Namun belum sempat berhenti sepenuhnya—

BRAKK!

Sebuah mobil pikap tua menghantam kendaraan pengawal dari samping.

Benturan keras mengguncang seluruh jalan.

Naya menjerit kaget.

"Astaga!"

Dalam hitungan detik, belasan pria bertopeng bermunculan dari berbagai arah.

Mereka membawa tongkat besi, rantai, dan senjata tajam.

"Mereka bukan perampok biasa," gumam Dimas.

Mata Adrian menyipit.

"Arahkan Naya ke posisi aman."

Pintu kendaraan segera dibuka.

Para pengawal langsung turun.

Perkelahian brutal pun pecah.

Suara pukulan, bentakan, dan kaca pecah memenuhi udara.

Namun jumlah penyerang jauh lebih banyak dari perkiraan.

Tiga pria berhasil menerobos pertahanan pengawal.

Mereka langsung menuju mobil tempat Naya berada.

"Pegang wanita itu!"

Naya menjerit ketika seseorang menarik lengannya dengan kasar.

"Lepaskan saya!"

"Naya!"

Raungan Adrian menggema keras.

Pria itu berusaha turun dari kursi rodanya.

Namun kondisi fisiknya membuat gerakannya tidak secepat para penyerang.

Dua preman langsung mendorong kursi rodanya hingga hampir terbalik.

Tatapan Adrian berubah merah dipenuhi amarah.

"Kalian berani menyentuh istriku?!"

Sementara itu, dua pria lain menyeret Naya menuju sebuah van putih yang terparkir di pinggir jalan.

Air mata langsung mengalir di wajah Naya.

"Mas Adrian!"

Jeritan itu menghantam dada Adrian seperti pisau tajam.

Untuk pertama kalinya sejak kecelakaan tiga tahun lalu, ia merasakan ketakutan yang begitu besar.

Bukan takut mati.

Melainkan takut kehilangan seseorang yang sangat berharga.

"NAYA!"

BRAKK!

Tiba-tiba suara tembakan peringatan menggema.

Semua orang membeku.

Dari ujung jalan muncul iring-iringan kendaraan hitam.

Lebih dari dua puluh pengawal bersenjata turun dengan cepat.

Mereka adalah pasukan keamanan utama Adrian yang diam-diam telah dipanggil Dimas beberapa menit sebelumnya.

Situasi langsung berbalik.

Para penyerang panik.

"Mundur!"

"Kabur!"

Namun semuanya sudah terlambat.

Dalam hitungan menit, satu per satu penyerang berhasil dilumpuhkan.

Roni yang mencoba melarikan diri pun berhasil ditangkap hidup-hidup.

Wajahnya pucat seperti mayat.

Naya yang hampir dimasukkan ke dalam van segera dibawa kembali.

Begitu melihatnya, Adrian langsung menarik tubuh wanita itu ke dalam pelukannya.

Sangat erat.

Seolah takut kehilangannya lagi.

"Kamu tidak apa-apa?"

Suara Adrian terdengar serak.

Naya mengangguk sambil menangis.

"Saya takut..."

Kalimat sederhana itu membuat rahang Adrian mengeras.

Perlahan ia menoleh ke arah Roni yang sedang dipaksa berlutut oleh para pengawal.

Tatapan Adrian berubah sangat dingin.

Tatapan yang membuat seluruh tubuh Roni gemetar.

"Siapa yang menyuruhmu?"

Roni menelan ludah.

"A-aku..."

"Jawab."

Suara Adrian terdengar pelan.

Namun justru itulah yang paling menakutkan.

"Aku akan menghitung sampai tiga."

"Satu."

Keringat dingin membasahi wajah Roni.

"Dua."

Tubuhnya mulai gemetar hebat.

"Tiga."

"Itu Ketrin!"

Roni berteriak histeris.

"Semua ini perintah Ketrin!"

Keheningan langsung menyelimuti lokasi.

Naya membelalakkan mata.

Sementara Adrian perlahan menutup matanya.

Ketika kembali membukanya, tidak ada lagi keraguan di sana.

Tidak ada belas kasihan.

Tidak ada toleransi.

"Kali ini aku selesai bermain baik-baik."

Dimas langsung memahami maksud atasannya.

"Tuan Adrian..."

"Hancurkan seluruh aset keluarga Ketrin."

Suara Adrian terdengar sedingin es.

"Dan bawa wanita itu ke hadapanku sebelum matahari terbenam."

"Baik, Tuan."

Jauh di sebuah apartemen mewah, Ketrin masih menikmati secangkir kopi tanpa mengetahui bahwa rencananya telah gagal total.

Wanita itu sama sekali tidak sadar bahwa badai terbesar dalam hidupnya baru saja dimulai.

Bersambung...

1
falea sezi
😒 telat lu bangke
Dinatha: saya follow ya🙏
total 4 replies
Satisuci Ituaku
mksih kk
Rani Saraswaty
knp cpt bgt tau sih??? 🤭
Satisuci Ituaku: mksih udah mampir kk
total 1 replies
Rani Saraswaty
kan kaya...mudah tuh cari yg bw lari uangnya...knp repot2...seluruh kluarga bs msk sel
Satisuci Ituaku
siap kk mksih udh mampir
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!