NovelToon NovelToon
Ustadzah Pengganti Pengantin

Ustadzah Pengganti Pengantin

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Nikah Kontrak / CEO
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: my name si phoo

Malam yang seharusnya menjadi hari paling bahagia bagi Adrian berubah menjadi mimpi buruk ketika ia mendapat kabar bahwa calon istrinya, Liana, mengalami kecelakaan fatal. Saat tiba di lokasi kejadian, Adrian terkejut menemukan Liana meninggal bersama seorang pria bernama Jamie, yang ternyata adalah kekasih Fatma.
Fatma, seorang ustadzah yang salehah, hancur mengetahui pria yang dicintainya telah berselingkuh dengan wanita yang bahkan tidak dikenalnya. Di tengah duka dan amarah, Adrian melampiaskan kesalahannya kepada Fatma dan menuduhnya tidak mampu menjaga Jamie. Meski Fatma menegaskan bahwa dirinya juga korban pengkhianatan, Adrian yang dipenuhi emosi membuat keputusan nekat: pada malam yang sama ia memaksa Fatma untuk menjadi istrinya.
Dari tragedi yang menyatukan dua hati yang sama-sama terluka, dimulailah kisah penuh konflik, luka, dan takdir yang tak pernah mereka bayangkan sebelumnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon my name si phoo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2

Petugas kepolisian segera menengahi sebelum perdebatan di lokasi kecelakaan semakin memanas.

Dengan cekatan, mereka menenangkan Adrian dan Fatma, lalu mengarahkan keduanya untuk ikut ke rumah sakit guna mengurus administrasi dan proses evakuasi jasad Liana serta Jamie.

Sesampainya di rumah sakit, lorong di depan ruang jenazah terasa begitu dingin dan mencekam.

Adrian duduk di bangku besi, menatap lantai dengan pandangan kosong namun menyalang. Amarah dan penolakan masih berkecamuk hebat di dadanya.

Ketika seorang polisi berjalan melintas, Adrian langsung berdiri mencegatnya.

"Pak, apa ada CCTV di lokasi kejadian?" tanya Adrian dengan suara tertahan, menuntut kejelasan yang bisa menyangkal kenyataan pahit ini.

Polisi itu menghela napas panjang, lalu menggelengkan kepalanya perlahan.

"Maaf, Pak. Area jalan tersebut minim penerangan dan belum terpasang kamera CCTV. Kami hanya bisa menyimpulkan dari bukti fisik yang ada di TKP."

Jawaban itu bagai hantaman keras bagi Adrian. Di sudut lain koridor, Fatma duduk bersimpuh di kursi dengan tubuh yang bergetar hebat.

Ia menangis sesenggukan, menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan.

Hatinya hancur berkeping-keping; ia masih tidak percaya dengan semua kegilaan yang terjadi malam ini.

Pria yang selama ini ia kenal santun dan ia jaga dalam doa, pergi selamanya sambil menggenggam tangan wanita lain.

Melihat tangisan Fatma, sesuatu di dalam diri Adrian mendadak pecah.

Rasa frustrasi karena tidak adanya bukti CCTV berubah menjadi amarah buta yang mencari pelampiasan.

Adrian bangkit dari duduknya dengan langkah tegap dan rahang mengeras.

Ia menghampiri Fatma, lalu tanpa peringatan, mencengkeram pergelangan tangan wanita itu dengan kuat.

"Ikut aku!" desis Adrian, menarik paksa tubuh Fatma yang lemas.

"Lepaskan aku!! Lepas!!" berontak Fatma, berusaha melepaskan cekalan tangan Adrian yang sekeras besi.

Langkahnya terseret-seret mengikuti pria asing itu menembus lorong rumah sakit yang sepi.

Adrian mendorong pintu berat di ujung koridor, membawa Fatma masuk ke dalam area tangga darurat yang sunyi dan remang-remang.

"Diam!!" bentak Adrian.

Suaranya menggelegar, bergema di dinding-dinding beton tangga darurat.

Fatma yang ketakutan setengah mati langsung terdiam.

Tubuhnya bergetar, matanya yang sembap menatap Adrian dengan rasa ngeri yang mendalam.

Belum pernah ia menghadapi amarah pria sedahsyat ini.

Adrian maju satu langkah, menatap Fatma dengan tatapan menghujam.

"Ini semua kesalahanmu! Kamu sebagai kekasih lelaki bajingan itu lalai, sampai dia bisa kelayapan dan menggoda calon istriku!" tuduh Adrian, melimpahkan seluruh rasa bersalahnya pada Fatma.

Air mata Fatma mengalir semakin deras, dadanya sesak karena tuduhan yang begitu kejam.

"Astaghfirullah, jangan memfitnahku!!" seru Fatma, suaranya parau namun sarat akan ketegasan yang terluka.

"Aku di sini juga korban! Aku, baru tahu malam ini kalau Jamie berselingkuh dengan wanita lain! Aku tidak tahu apa-apa!"

"Tidak mungkin!" potong Adrian cepat, tawanya terdengar getir dan sinis.

"Kamu pasti tahu! Atau jangan-jangan kamu sengaja mendukungnya?!"

"Astaghfirullah, demi Allah aku tidak tahu!!" ucap Fatma dengan suara bergetar hebat, mencoba meyakinkan pria di hadapannya bahwa luka yang ia rasakan saat ini sama perihnya, bahkan mungkin lebih berdarah.

"Baiklah kalau kamu tidak mau mengaku!" desis Adrian dengan mata menyala.

Sebelum Fatma sempat menghindar, Adrian merampas ponsel yang sedari tadi digenggam erat oleh wanita itu.

Dengan kasar, jemarinya membuka layar kunci yang kebetulan tidak terkunci, lalu memeriksa ruang obrolan, kontak, hingga profil media sosial Fatma demi mencari bukti konspirasi yang ada di kepalanya. Namun, bukan bukti perselingkuhan yang ia temukan, melainkan identitas asli wanita di hadapannya.

"Oh, jadi kamu ustadzah di pondok pesantren?"

Adrian membaca rentetan pesan dari para santri dan sematan nama yayasan di profil Fatma. Senyum sinis terukir di wajahnya yang kuyu.

"Pantas saja bicaranya bawa-bawa nama Allah. Tapi menjaga laki-lakimu sendiri saja kamu tidak becus!"

"Berikan ponselku!!" seru Fatma, berusaha menggapai benda miliknya dengan sisa kekuatan yang ia punya.

Adrian melempar ponsel itu ke dada Fatma hingga wanita itu buru-buru menangkapnya.

Namun, sebelum Fatma bisa melangkah mundur, Adrian kembali bergerak cepat.

Ia mencengkeram erat kedua pergelangan tangan Fatma, menguncinya hingga membuat Fatma meringis kesakitan.

"Lepaskan aku!! Lepas!!" Fatma meronta, air matanya kian deras membasahi pipi.

"Tidak akan," ucap Adrian, suaranya mendadak berubah menjadi dingin, datar, dan sarat akan ancaman.

"Ayo kita ke pondokmu sekarang. Karena malam ini juga, aku akan menikahimu."

Bagai disambar petir di malam gelap, Fatma membelalakkan matanya yang sembap.

Jantungnya mencelos mendengar ucapan sakral yang diucapkan dengan penuh dendam itu.

"Apa?! Tidak akan! Kamu gila, Pak!!"

"Ya! Aku gila karena kamu membiarkannya mengambil calon istriku!" bentak Adrian tepat di depan wajah Fatma.

Napasnya memburu, dipicu oleh rasa frustrasi, penolakan atas kenyataan, dan ego yang hancur lebur.

"Calon istriku mati bersamanya! Pernikahanku besok hancur! Maka kamu, harus menggantikan posisi Liana untuk menebus kesalahan lelaki bajinganmu itu!"

"Tidak akan!" Fatma meronta hebat, matanya menyapu sekeliling, mencari sosok polisi yang tadi mengarahkan mereka.

Ia hendak membuka mulut untuk berteriak meminta tolong.

Namun, Adrian lebih cepat. Dengan satu gerakan kasar, ia membekap mulut Fatma menggunakan sapu tangan kain yang ia ambil dari sakunya.

Fatma meronta, namun tenaga Adrian jauh lebih kuat.

Ia menyeret paksa wanita itu keluar dari lorong rumah sakit menuju parkiran mobilnya.

"MMMMPPHH!!" suara jeritan Fatma tertahan di balik kain, kakinya yang lemas terus diseret hingga ia terdorong masuk ke kursi penumpang.

Adrian mengunci pintu mobil dari dalam, lalu menatap Fatma yang bergetar hebat.

Ia menarik kain pembekap itu sedikit, namun tetap mengawasi Fatma dengan tatapan penuh ancaman.

"Dengarkan aku!!" desis Adrian dengan napas memburu.

Fatma terisak, bahunya naik turun. Ia hanya bisa menganggukkan kepalanya dengan pasrah, air mata mengalir deras dari sudut matanya.

"Kita akan menikah, dan kamu harus menurutinya," lanjut Adrian dengan suara rendah yang menakutkan. "Atau, aku akan menghancurkan pondok pesantren Abah dan Umi kamu sampai rata dengan tanah. Aku punya kekuasaan untuk itu."

Fatma terbelalak, hatinya mencelos. Ancaman itu terasa nyata dan mematikan.

"Dan jangan berpikir untuk melarikan diri atau mengadu," tambah Adrian dengan seringai tipis yang dingin.

"Kalau kamu menolak, aku akan mengatakan pada semua orang, termasuk orang tuamu dan seluruh warga pondok, kalau kamu dan aku sudah melakukan zina di malam ini. Kamu tahu apa artinya itu bagi reputasi seorang ustadzah, bukan?"

Fatma kembali berteriak di balik bekapan, "MMMMPPHH!!"

"Jadi?" Adrian kembali menekan kain di mulut Fatma, matanya menatap tajam, menuntut jawaban.

"Kamu setuju untuk menikah denganku?"

Dalam keputusasaan yang menghimpit, dengan membayangkan wajah Abah dan Umi yang akan hancur jika fitnah keji itu tersebar, Fatma akhirnya mengangguk pelan, air matanya jatuh tak terbendung.

"Bagus," Adrian melepaskan bekapan tangannya, lalu menghidupkan mesin mobil.

"Aku akan mengumumkan pernikahan kita, saat kita sampai di pondok pesantren."

Mobil pun melaju kencang, meninggalkan rumah sakit menuju tempat yang akan menjadi saksi dimulainya mimpi buruk bagi kehidupan Fatma.

Di tengah kegelapan malam, mobil sport milik Adrian membelah jalanan dengan kecepatan tinggi.

Atmosfer di dalam kabin terasa begitu mencekam, hanya diiringi oleh suara deru mesin dan isak tangis Fatma yang tertahan.

Adrian melirik sekilas ke arah kursi penumpang. Melihat Fatma yang masih gemetar dengan napas yang tidak teratur, ia mengulurkan satu tangannya untuk merenggut kain yang sedari tadi membekap mulut wanita itu.

"Minumlah, dan setelah itu tidurlah agar aku tidak menutup mulutmu lagi," ucap Adrian dingin, sambil melempar sebotol air mineral yang ada di cup holder ke pangkuan Fatma.

Suaranya datar, tanpa emosi, namun sarat akan titah yang tidak boleh dibantah.

Fatma menghirup oksigen sebanyak-banyaknya. Dadanya kembang kempis.

Alih-alih menyentuh botol minum itu, ia justru menatap Adrian dengan sisa-sisa keberaniannya. Ia tidak bisa membiarkan kesalahpahaman keji ini terus berlanjut.

"Pak, tolong dengarkan aku. Aku benar-benar tidak tahu jika Jamie dan calon istri Anda—"

"MMMMPPHH!!"

Belum sempat Fatma menyelesaikan kalimatnya, tangan kekar Adrian kembali bergerak kilat.

Dengan kasar dan penuh kekesalan, ia menyumpal dan mengikatkan kembali kain itu ke mulut Fatma, menghentikan paksa semua penjelasan yang ingin wanita itu sampaikan tentang Jamie.

"Aku tidak butuh penjelasanmu! Aku tidak butuh pembelaan untuk lelaki bajingan itu!" bentak Adrian tanpa menoleh, mencengkeram kemudi mobilnya semakin erat hingga jidatnya berurat.

"Diam, atau aku akan membuat keadaan menjadi lebih buruk sebelum kita sampai di pondokmu!"

Fatma terenyak di kursinya. Air matanya kembali meleleh, membasahi kain yang membekap mulutnya.

Sadar bahwa akal sehat pria di sampingnya telah hilang ditelan badai duka dan murka, Fatma hanya bisa memejamkan mata dan berserah diri, merapalkan doa di dalam hati demi keselamatan Abah, Umi, dan kehormatan pesantren mereka.

1
ahs@
Adrian stress... melampiaskan kekesalannya kepada fatma yang tidak tahu apa" .Liana sendiri yang selingkuh dengan Jamie..
falea sezi
mau like kasih hadiah yo males
falea sezi
🤣🤣 uda di aniyaya tp di beri kesempatan 🤣🤣 maaf ya thor. pantes like sepi wong goblok
falea sezi
males MC nya oon skip aja😒 emosi q liat cwek bloon lulusan pesantren tp goblok
falea sezi
goblok klo. uda. ketauan belangnya jangan ampe balikan mending crrai😒
falea sezi
🤣 orang gila cari tau dlu calon istri mu yg gatel nyalahin orang😒
Soviani
lanjut up ny
sri hastuti
huuhh goblok banget sih fatma ini, mau mati ya, sdh bongkar aja kejahatan suamimu, bikin jengkel, jd wanita jangan ngalah terus, km gak salah, ayolah thor kelamaan, cepet dibongkar kejahatan Adrian 😡😡😡
sri hastuti
huuh pengen tak bunuh aja adrian thor, bikin jengkel aja, kelamaan thor ,bisa mati itu fàtma, 😡😡😡😡
sri hastuti
pie to ini,sdh gila si adrian,ah jd males aku, orang kok goblok dan kejam spt itu dibiarkan thor , huuhhh bikin 😡😡😡
keynara
si Adrian emang bener bener udah gila nyiksa Fatma tanpa ampun
Himna Mohamad
lanjut kk
keynara
la kasian Fatma nggak tau apa apa jadi sasaran dendam si Adrian duh ujian Fatma berat banget💪
lanjut thor🙏
sri hastuti
konyol ini adrian thor, huuhhh pengen tak pukul aja ,jd laki2 kok spt itu, gak mau trima kenyataan, dasar pengecut , 😡😡😡
bikin jengkel aja thor 😡😡
my name is pho: sabar kak🤭🙏
total 1 replies
sri hastuti
dasar Adrian konyol, yg selingkuh tunangannya kok gak mau trima, dasarr laki2 bego, malah memaksa orang lain, sdh gila dia 😡😡😡
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!