NovelToon NovelToon
SOUL LAND WATCH CHRONICLES

SOUL LAND WATCH CHRONICLES

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Harem / Action / Romantis / Game / Fantasi
Popularitas:390
Nilai: 5
Nama Author: Meong Punch

📝 Tang Siyun adalah seorang pengembang game online berbakat, tetapi hidupnya hancur berantakan saat ia dikhianati secara bersamaan oleh pacar yang diselingkuhinya dan rekan kerja yang merebut hasil jerih payahnya.

⚰️ Kematiannya yang menyusul penuh dengan rasa pahit dan penyesalan.

🌍 Ia terbangun di dunia novel "Soul Land" yang sangat dikenalnya, terlahir kembali sebagai seorang bayi yatim piatu.

⏱️ Soul-nya yang bangkit bukanlah senjata atau binatang buas, melainkan Pocket Watch (Jam Saku) misterius dengan kemampuan yang belum tergali sepenuhnya.

🏚️ Nasibnya berubah drastis ketika ia diselamatkan oleh Tang Hao, ayah dari protagonis dunia itu, Tang San. Melihat potensi dan nasib malang Siyun, Tang Hao memutuskan untuk mengangkatnya sebagai anak angkat, menjadikan Tang Siyun kakak angkat Tang San.

🔖 Isekai, Reinkarnasi, Fantasi, Romansa Dewasa, Harem, Aksi, Petualangan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Meong Punch, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

[ Bab 16 ] » Catatan Grandmaster & Anomali dalam Arus Waktu

Hutan Berburu Roh masih menyisakan hawa dingin di tulang Yu Xiaogang saat ia duduk di meja kerjanya yang penuh dengan tumpukan buku tua dan sketsa Martial Spirit. Cahaya lilin yang bergetar memantulkan bayangan panjang di dinding kantornya yang sempit. Di hadapannya, sebuah buku catatan terbuka pada halaman baru dengan tajuk:

Subjek Pengamatan: Tang Siyun.

Grandmaster menghela napas panjang, menggosok pelipisnya yang berdenyut. Perjalanan kali ini memberikan lebih banyak pertanyaan daripada jawaban.

"Tang San adalah jenius yang logis," gumam Grandmaster pada kesunyian ruangan. "Dia mengikuti hukum alam, dia berlatih dengan tekun, dan kekuatannya adalah hasil dari dedikasi yang tak tergoyahkan. Tapi Tang Siyun..."

Ia berhenti menulis. Pikirannya melayang kembali ke momen di kliring hutan, saat Void Warp Spider itu mati. Ia melihat bagaimana Siyun menusuk tepat di titik fokus energi makhluk itu. Bukan dengan kekuatan kasar, melainkan dengan presisi yang hanya dimiliki oleh seseorang yang telah melihat akhir dari sebuah pertarungan sebelum pertarungan itu dimulai.

Lalu ada kemampuan Time Stasis.

Grandmaster menuliskan beberapa angka pada catatannya.

Radius: 3 Meter. Durasi: 1 Detik. Konsumsi: Energi Roh dan Nutrisi Biologis Ekstrim.

Secara teori, Martial Spirit tipe waktu adalah salah satu yang paling langka dan paling ditakuti di seluruh Benua Douluo. Namun, biasanya pengguna roh waktu memiliki tubuh yang sangat lemah atau batasan usia yang pendek. Siyun, di sisi lain, tampak menyikapi kekuatan dewa ini dengan sikap yang hampir menghina, ia lebih khawatir tentang rasa laparnya daripada potensi untuk mengguncang dunia.

"Satu detik," tulis Grandmaster dengan tinta hitam yang tebal. "Bagi orang awam, satu detik hanyalah kedipan mata. Tapi bagi seorang Spirit Master, satu detik adalah perbedaan antara hidup dan mati. Siyun tidak hanya menghentikan waktu; dia memegang kendali atas realitas itu sendiri."

Namun, yang paling membuat Grandmaster tidak tenang adalah tatapan mata Siyun. Di balik kemalasan dan senyum tipisnya, ada kedalaman yang tidak dimiliki oleh anak berusia enam tahun. Itu adalah tatapan seseorang yang telah melihat dunia runtuh dan tidak lagi merasa perlu untuk bergegas menyelamatkannya.

Sementara Grandmaster tenggelam dalam teorinya, suasana di koridor Akademi Nuoding mulai memanas. Berita kembalinya dua bersaudara dari Hutan Berburu Roh menyebar dengan cepat melalui gosip para pelayan dapur dan bisikan para siswa senior.

Wang Sheng, pemimpin Asrama Tujuh, merasa gelisah. Ia telah mendengar desas-desus bahwa Tang San telah memperoleh cincin roh pertamanya. Di dunia Spirit Master, memiliki cincin roh adalah garis pemisah antara "warga sipil" dan "penguasa".

Di kafetaria akademi, kelompok siswa bangsawan yang dipimpin oleh Xiao Chenyu sedang mengadakan pertemuan kecil. Xiao Chenyu, putra dari penguasa kota Nuoding, merasa posisinya terancam oleh keberadaan "anak-anak desa" yang mendapat perhatian khusus dari dekan.

"Hanya cincin kuning," cibir Xiao Chenyu sambil mengayunkan gelas susunya. "Apa hebatnya? Kita punya jumlah, kita punya uang, dan kita punya pengaruh. Pastikan anak-anak beasiswa itu tahu tempat mereka besok pagi."

Namun, Xiao Chenyu tidak tahu bahwa di sudut gelap kafetaria, Tang Siyun sedang duduk dengan sepiring penuh paha ayam, upeti yang ia dapatkan dari asisten koki setelah memberikan "saran" tentang cara mengatur sistem antrean yang lebih efisien agar koki tidak perlu lembur.

Siyun mendengar setiap kata dari rencana Xiao Chenyu. Ia tidak marah. Baginya, ini seperti melihat script NPC (Non-Player Character) dalam sebuah game yang sudah usang. Ia hanya memutar jam sakunya, mendengarkan detak ritmis yang kini terasa lebih sinkron dengan aliran darahnya.

"Konflik adalah pemborosan energi," pikir Siyun sambil mengunyah dagingnya. "Tapi jika konflik bisa diatur untuk menghasilkan kenyamanan... maka itu adalah investasi."

Malam itu, sebelum peristiwa dimulai, suasana di Asrama Tujuh sangat sunyi. Tang San sedang bermeditasi di atas tempat tidurnya, mencoba menstabilkan energi dari Blue Silver Grass yang telah berevolusi menjadi Datura Snake variant.

Siyun masuk ke asrama dengan langkah yang hampir tidak terdengar. Ia melihat Wang Sheng dan beberapa siswa lainnya sedang berbisik-bisik di tengah ruangan tentang bagaimana mereka harus menyambut pemimpin baru mereka.

Wang Sheng berdiri saat melihat Siyun. "Siyun-ge... kami mendengar bahwa San-ge telah menjadi Spirit Master sejati. Apakah benar?"

Siyun hanya mengangkat bahunya dan langsung menuju tempat tidur pojok yang sudah ia tandai. "Tanya saja padanya besok. Tapi satu saran dariku, Wang Sheng. Dunia ini tidak hanya tentang siapa yang paling kuat meninju."

Ia berhenti sejenak, memutar kepalanya ke arah jendela di mana bayangan seorang gadis kecil dengan kuncir kuda panjang terlihat sedang mengintip. Xiao Wu telah tiba di akademi, namun ia belum berani masuk ke asrama laki-laki.

Siyun tersenyum kecil. Ia bisa merasakan aura kehidupan yang sangat kuat dan liar dari gadis itu, aura yang sangat berbeda dari manusia biasa. Seekor kelinci yang mencoba menjadi manusia, pikir Siyun. Menarik.

Ia kemudian berpaling kembali ke arah Wang Sheng yang masih mematung. Siyun mendekat, meletakkan tangannya di bahu Wang Sheng. Dalam sekejap, Siyun menggunakan kemampuan pasif dari rohnya, bukan Time Stasis yang menguras energi, melainkan Time Perception Adjustment.

Bagi Wang Sheng, dunia tiba-tiba melambat. Ia bisa melihat debu yang menari di udara seolah berhenti. Ia bisa melihat denyut nadi di tangan Siyun. Dan yang paling mengerikan, ia bisa melihat bahwa gerakan Siyun tetap berada pada kecepatan normal di dunia yang melambat itu.

"Jika kau ingin bertahan di bawah bayanganku dan San," bisik Siyun, suaranya terasa seperti guntur di telinga Wang Sheng yang sedang berada dalam persepsi lambat, "belajarlah untuk melihat sebelum kau bertindak. Besok, biarkan adikku yang menjadi bosmu. Tapi ingat... akulah yang akan memastikan kau tetap bisa bernapas untuk melihat hari esok."

Siyun melepaskan tangannya. Dunia kembali bergerak normal bagi Wang Sheng. Pria besar itu terengah-engah, keringat dingin membanjiri dahinya. Ia merasa seolah-olah baru saja melihat kematian secara langsung, namun dalam bentuk yang paling tenang dan sopan.

"Ba... baik, Siyun-ge," jawab Wang Sheng dengan suara gemetar.

Keesokan paginya, matahari terbit dengan cahaya keemasan yang menembus jendela akademi. Ini adalah hari di mana struktur sosial Akademi Nuoding akan hancur dan dibangun kembali.

Grandmaster berdiri di balkon kantornya, melihat Tang San dan Tang Siyun berjalan menuju asrama mereka setelah sarapan. Ia melihat bagaimana Tang San berjalan dengan punggung tegak, penuh dengan integritas seorang pahlawan. Dan ia melihat Siyun, yang berjalan agak tertinggal, menguap lebar sambil sesekali memainkan jam peraknya.

"Dua sisi dari koin yang sama," tulis Grandmaster dalam entri terakhir catatannya sebelum menutup buku tersebut. "Yang satu adalah cahaya yang akan memimpin era ini, dan yang satu lagi adalah kegelapan yang akan memastikan cahaya itu tidak pernah padam. Tapi yang paling aku takutkan adalah... Siyun tidak tertarik pada cahaya maupun kegelapan. Dia hanya ingin tidur dengan nyenyak di dunia yang ia kendalikan sendiri."

Di bawah sana, di koridor menuju Asrama Tujuh, pertemuan antara Tang San, Xiao Wu, dan Wang Sheng akan segera terjadi. Sebuah pertemuan yang akan dicatat oleh sejarah sebagai awal dari legenda Shrek Seven Devils.

Namun bagi Tang Siyun, ini hanyalah hari pertama dari rencana pensiun dini nya yang sangat panjang. Ia sudah memikirkan bagaimana cara memanipulasi jadwal piket asrama agar ia tidak perlu menyapu lantai.

"Mari kita mulai pertunjukannya," gumam Siyun saat ia membuka pintu Asrama Tujuh, menyambut kekacauan yang akan menjadikannya "Bos di Balik Layar".

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!