Bella menikah dengan lelaki pujaan hatinya dengan perjodohan yang dirancang oleh nya dengan bantuan keluarganya, tapi kehidupan yang dia inginkan dan nantikan setelah menikah tidak pernah dia dapatkan.
suaminya bahkan tidak pernah melihatnya sebagai seorang istri, baginya pernikahan Dnegan Bella adalah neraka
Tapi siapa sangka setelah 49 hari yang diminta oleh Bella pada suaminya menumbuhkan rasa cinta yang besar dan rasa penyesalan pada suaminya itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummu Umar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 17
Niko kini berada di rumahnya, disana tidak ada siapapun, dia masuk kedalam rumah dan bertanya kepada pembantu yang kebetulan lewat.
"Dimana Bella?? ". Tanyanya dengan pelan.
Dia mengedarkan pandangannya mencari keberadaan istrinya tapi tak menemukannya.
"Ibu kerumah tuan Antonio tuan, katanya dia akan menginap malam ini karena ada pesta disana". Ucapnya memberitahu pesan Bella tadi padanya.
"Menginap? ". Tanyanya tidak percaya.
Bella tidak pernah menginap dirumah keluarganya sejak menikah dengannya, Bella selalu memprioritaskan dirinya dibandingkan keluarganya dan hari ini pertama kali setelah mereka Bella melakukannya.
"Apakah dia sudah muak dengan semua ini?? ". Cicitnya dalam hati.
Rasa was-was mulai menyelimuti dirinya, dia mulai takut kalau istrinya berubah pikiran, walau mereka terikat kontrak 49 hari tetapi jika sikap istrinya terus seperti ini maka dia akan kesulitan untuk mengajak Bella kembali bersama.
Dia juga tidak mungkin kerumah mertuanya setelah kejadian tadi karena dia sungguh malu atas perbuatannya yang telah ketahuan berselingkuh dan menipu istrinya.
"Baiklah aku akan menghubungi nya nanti". Pasrahnya karena tidak tahu harus berbuat apa.
"Maaf tuan kata nyonya, tidak usah menghubungi beliau, beliau tidak ingin diganggu dan dihubungi, itu pesan beliau tadi pada saya tuan". Ucap pembantu iru dengan pelan dan ketakutan.
Dia bisa melihat tuannya ini sangat emosi dan juga marah mendengar penuturannya.
"Maksudnya, dia melarang saya menghubungi dia saat dia bersama keluarganya, begitu bi??". Tanyanya tidak percaya sekaligus geram.
Istrinya yang biasanya selalu mengutamakan dirinya apapun yang terjadi kini bahkan tidak perduli padanya, entah mengapa dia baru sadar jika istri itu tak lagi sama dan menghargai dirinya sendiri.
"Iya tuan, itu pesan nyonya tadi". Ucapnya tidak enak.
Niko menarik nafasnya dalam-dalam, dia saya yang tidak mencintai istrinya merasa ini keterlaluan bagaimana dengan dirinya yang selama ini tidak pernah menganggap keberadaan istrinya, jangankan berbicara dengan baik, dia sering mematikan telpon sang istri bahkan selalu berpesan untuk tidak diganggu.
"Ya sudahlah". Ucapnya meninggalkan bibi pembantu yang menatap kepergiannya dengan gelengan kepala
"Salah sendiri, siapa suruh selalu bersikap dingin dan keterlaluan pada nyonya, giliran dibalas baru tahu rasa". Cicitnya pelan.
Niko menghentikan langkahnya mendengar perkataan pelan pembantunya itu, dia mengepalkan tangannya , pembantu dirumahnya saja sudah kesal dan jengkel pada kelakuannya bagaimana dengan istrinya yang selama ini diperlakukan seperti itu.
Dia menarik nafasnya dalam-dalam, ada rasa sesak di dadanya saat istrinya tak memperdulikan dirinya sama sekali.
Sedangkan Bella tidak pulang kerumahnya melainkan pergi kepantai untuk menenangkan dirinya, satu-satunya hal yang selalu dia lakukan ketika dia mendapatkan masalah atau sedang sedih
"Aku terlalu bodoh karena mengharapkan cinta yang tak pernah aku miliki, tapi kenapa perasaan ini tak pernah bisa hilang, ini sakit sekali yah Tuhan". Dia memegang dadanya yang terasa sangat nyeri dan juga sakit.
Apalagi didepan matanya suami yang begitu mencintainya tega melukai dirinya sangat dalam dengan membela selingkuhannya didepan ayah dan juga mertuanya.
"Ya Tuhan apa yang harus aku lakukan, aku tulus mencintai, tapi kenapa dia tidak pernah melihat ketulusan dan cinta yang aku punya, kenapa?". Teriaknya memecah kesunyian yang tak ada orang yang mendengar nya.
Bella hanya bisa menangis dan meratapi segala yang dia alami.
Setelah meluapkan segala yang dia rasakan, dia pulang dan mengendarai mobilnya menuju apartemennya, dia sudah menghubungi sang ayah yang mencarinya jika dia berada di apartemen .
Keesokan harinya Bella sudah berada dirumahnya sedang menyiapkan sarapan untuk dirinya dan suaminya, dia memang menginap di apartemen tapi pulang saat pagi hari.
Niko yang telah siap dengan pakaian kerjanya menatap istrinya itu dengan tatapan sulit diartikan.
"Ternyata kamu pulang". Ucapnya membuka pembicaraan.
Bella yang sedang menyiapkan sarapan kemudian mengalihkan pandangannya kepada Niko kemudian kembali sibuk menata sarapan itu
"Aku bukan orang yang suka menyalahi perjanjian, itu sudah ditandatangani dan disepakati jadi aku menjalankannya , toh hanya 49 hari". Jawabnya tanpa mengalihkan pandangannya kepada makanan yang dia tata.
Niko tersentak, dia cukup tersinggung karena istrinya seperti seakan menyindir dirinya yang telah lalai dalam perjanjian pranikah dan banyak melanggarnya tapi dia hanya diam saja kemudian duduk ditempat yang biasa memang dikhususkan untuk dirinya.
Dia tertegun sejenak melihat makanan yang tertata rapi dihadapannya, semua yang ada disana adalah menu makanan yang begitu disukai dirinya . Dia yakin ibunya yang memberi tahu istrinya tentang makanan favoritnya itu .
"Apa setiap hari kamu selalu menyajikan makanan seperti ini ?". Ucapnya pelan.
"Ya seperti itulah, walau kebanyakan makanannya dimakan oleh para pembantu dan juga security". Ucapnya dengan santai.
Niko menatap istrinya dalam, entah apa yang dia pikirkan saat ini, istrinya menyiapkan sendiri makanan favoritnya tapi dia dengan sombongnya tidak memakan makanan itu dan menghinanya, ada rasa bersalah dalam dirinya yang muncul tiba-tiba.
Dia tidak mengatakan apapun, dia hanya memakan makanan yang telah dipersiapkan istrinya dalam piring yang ada dihadapannya.
Dia makan dalam diam, dia baru tahu rasa makanan istrinya ternyata sangat enak, Tidka kalah dari masakan Merry yang selama ini dia makan, ternyata istrinya bukanlah perempuan yang malas dan manja seperti yang dia pikirkan, dia pikir semua yang dihidangkan di meja makan adalah masakan pembantu bukan istrinya itu sebabnya dia menghina makanan itu.
"Aku akan menjual semua yang kuberikan pada Merry untuk mengganti semua yang aku ambil darimu". Ucapnya disela-sela makannya.
"Terserah saja, yang penting bagi saya adalah hak saya kembali". Ucapnya pelan.
Niko tersentak kaget mendengarnya, ini pertama kalinya istrinya menggunakan kata saya padanya bukan seperti yang dia lakukan selama ini.
"Aku akan membayarnya perlahan, tenang saja, aku tidak akan lari dari tanggungjawab". Niko kini menatap sang istri tapi yang ditatap hanya fokus pada makanan dihadapannya dan mengangkat bahunya acuh seakan tidak peduli.
Niko hanya menghela nafas, sikap istrinya ini mengingatkan sikapnya sendiri selama ini padanya .
Dia tidak tahu harus berkata apa, selama ini istrinya yang sangat cerewet dan selalu berbicara padanya, begitu istrinya diam seperti ini dia menjadi serba salah dalam mengatakan apapun.
Bella sudah sarapan dan berdiri dari tempat duduknya kemudian menatap Niko yang kini menatapnya.
"Aku akan kekantor, letakkan saja semuanya jika sudah makan, nanti para pelayan yang akan mengurusnya". Ucapnya meninggalkan Niko sendirian termenung.
"Ah iya saya lupa sesuatu". Ucap Bella sebelum dirinya melangkah lebih jauh.
"Jika tidak sibuk, pulanglah untuk makan siang bersama sesuai perjanjian, tenang saja saya tidak akan mengambil waktumu lebih lama untuk bersama dengan saya, cukup 49 hari dan semuanya berakhir sesuai keinginanmu".
😆😆😆😆
kalau Niko melakukan nya saat masih bujangan masih bisa dimaafkan,mungkin saat itu masih labil.laaaah ini malah udah nikah tapi indehoi ma cewe lain.bukan ma istri sendiri... haddeuh, gimana mau maafin
ya kesalahan nya sangat fatal... dari awal tidak ada sedikit pun hati Niko terbuka untuk Bella...
setelah semua kejahatan Merry terungkap baru ingat Bella...
kemana aja selama ini??? 😆
Bella kayak ban serap,Merry pergi masih ada Bella...
gila aja ya kamu 😆😆😆
klo gak bakalan sibuk kelonan ma Merry
yang kemaren di bela habis habisan...
sekarang di hina di caci maki habis habisan juga...
kesiaaaaaan...
kemaren video cctv,kalau sekarang di depan biji mata ya Niko