NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Sang Ratu,Dari Buruk Rupa Menjadi Penguasa

Reinkarnasi Sang Ratu,Dari Buruk Rupa Menjadi Penguasa

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Reinkarnasi / Time Travel
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: Fitrika Shanty

​Di kehidupan sebelumnya, Li Hua adalah wanita yang dihina, dikucilkan, dan dianggap "buruk rupa" oleh dunia. Ia mati dalam kesunyian tanpa pernah merasakan cinta. Namun, takdir berkata lain. Ia terbangun di tubuh seorang Ratu agung yang terkenal kejam namun memiliki kecantikan luar biasa, mengenakan jubah merah darah yang melambangkan kekuasaan mutlak.
​Kini, dengan jiwa wanita yang pernah merasakan pahitnya dunia, ia harus menavigasi intrik istana yang mematikan. Ia bukan lagi wanita lemah yang bisa diinjak. Di balik kecantikan barunya, tersimpan kecerdasan dan tekad baja untuk membalas mereka yang pernah merendahkannya. Apakah merah jubahnya akan menjadi lambang kemuliaan, ataukah lambang pertumpahan darah di istana?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitrika Shanty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

​Pertarungan Kehendak

"Tian Long... raga ini menolakku dengan sangat keras sekarang," bisik Li Hua, napasnya tersengal.

Tian Long tidak membuang waktu. Ia membawa Li Hua ke sebuah kuil kuno yang tersembunyi di balik air terjun abadi, Kuil Cermin Langit. Di sana, kabarnya terdapat energi yang bisa menstabilkan jiwa yang tersesat.

​Di dalam kuil, suasananya begitu sunyi hingga suara tetesan air terdengar seperti dentuman drum. Li Hua dibaringkan di atas altar batu giok putih. Di sekelilingnya, cermin-cermin besar dipasang membentuk lingkaran.

Tubuh Li Hua tiba-tiba kejang. Darah hitam mulai merembes dari pori-porinya. Tian Long yang melihat itu mencoba mendekat,​"Xuan!" teriak Tian Long. "Jika kau kembali, kau hanya akan membawa kehancuran! Aku mencintai jiwa yang ada di dalam sana sekarang, bukan raga kosong yang kau tinggalkan!"

​Saat api lilin dinyalakan, asap dupa mulai memenuhi ruangan. Li Hua merasakan kesadarannya mulai melayang. Tiba-tiba, di hadapannya, muncul sesosok wanita yang mengenakan gaun merah yang sama persis dengannya.

​Wajahnya cantik, matanya tajam, namun penuh dengan kebencian dan keangkuhan.

​"Permaisuri Xuan..." bisik Li Hua.

​"Kau!" teriak roh Xuan yang asli. "Kau pencuri! Kau menggunakan tubuhku untuk mendapatkan cinta Kaisar yang tidak pernah ia berikan padaku! Kau menggunakan kecantikanku untuk menjadi pahlawan rakyat!"

​Roh Xuan melayang mendekat, wajahnya berubah menjadi mengerikan. "Sekarang setelah takhtaku aman dan musuhku hancur, kembalikan tubuhku! Kau hanyalah sampah buruk rupa yang seharusnya tetap berada di selokan!"​Kata-kata Tian Long seperti pedang yang menusuk roh Xuan. Namun, itu juga membuat Xuan semakin gila. Ia mulai mencengkeram leher jiwa Li Hua.​"Jika aku tidak bisa memilikinya, maka tidak akan ada yang bisa!" teriak Xuan.

Di tengah cekikan roh Xuan, Li Hua tiba-tiba berhenti melawan. Ia menatap mata Xuan yang penuh penderitaan. Di balik kejamnya Xuan, Li Hua melihat memori yang tersembunyi bahwa Xuan menjadi kejam karena ia tumbuh di bawah tekanan Ibu Suri yang dingin, tidak pernah dicintai, dan selalu dituntut untuk sempurna.

​"Kau tidak butuh tubuh ini lagi, Xuan," bisik Li Hua melalui batinnya. "Kau butuh kedamaian. Kau lelah menjadi sempurna, bukan?"​Li Hua mengulurkan tangan jiwanya, bukan untuk memukul, tapi untuk memeluk roh Xuan. Saat mereka bersentuhan, memori Li Hua tentang dihina di jalanan bercampur dengan memori Xuan yang ditekan di istana. Dua kesedihan yang berbeda, namun berasal dari akar yang sama Rasa tidak dicintai.

​Perlahan, sosok Xuan yang penuh kebencian mulai melunak. Cahaya hitam yang menyelimuti tubuh Li Hua mulai memudar, berubah menjadi cahaya emas yang hangat.

​"Pergilah dengan tenang," bisik Li Hua. "Aku akan membawa namamu dengan kehormatan yang tidak sempat kau dapatkan."​Roh Xuan akhirnya memudar, berubah menjadi kelopak bunga melati yang terbang ke angkasa. Namun, saat Li Hua mengira semuanya berakhir, sang Penjaga Keseimbangan kembali muncul di dalam visinya.

​"Penyatuan jiwa telah berhasil, Li Hua. Raga ini sekarang sepenuhnya milikmu," ucap sang Penjaga. "Namun, keseimbangan tetap harus dijaga. Kau tidak bisa memiliki segalanya kekuasaan, cinta, dan kecantikan,tanpa memberikan sesuatu sebagai gantinya."

​"Apa harganya?" tanya Li Hua tegar.

​"Kau akan kehilangan kemampuanmu untuk melihat lagi. Kau akan memerintah sebagai Ratu yang buta. Mata yang kau gunakan untuk melihat penderitaan rakyat, kini harus ditutup agar kau bisa melihat dunia dengan mata hatimu selamanya."

​Li Hua terdiam sejenak. Ia menatap ke arah Tian Long yang sedang berjuang menembus pelindung gaib dengan tangan yang berdarah-darah demi dirinya.

​Li Hua tersenyum kecil. "Aku sudah cukup banyak melihat keburukan dunia. Jika kegelapan adalah harga agar aku bisa tetap di sisi kaisar Tian Long dan bisa melindungi rakyat, maka aku akan menerimanya."

Cahaya menyilaukan meledak,​ Li Hua membuka matanya. Matanya masih indah, jernih seperti telaga, namun tidak lagi bereaksi terhadap cahaya. Ia mengulurkan tangannya, meraba wajah kaisar Tian Long dengan lembut.

​"Tian Long... suaramu terdengar sangat lega," ucap Li Hua pelan.

​Tian Long terpaku saat menyadari mata Li Hua yang kosong. "Matamu... apa yang terjadi dengan matamu?"

​Li Hua tersenyum, senyuman paling tulus yang pernah ia miliki. "Aku menukarnya untuk kehidupan kita. Jangan sedih, suamiku. Aku tidak butuh mata untuk tahu betapa tampannya hatimu sekarang."

1
EF Shahna
kaya nya bakal seru cerita selanjutnya
Dedeh Dian
Hem sangat sangat bagus sekali ceritanya... apalagi bagi AQ yg cepat tersentuh... makasih author
Rika Ashanty: sama-sama ka🙏👍terus jadi pembaca setia ya,maksih🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!