NovelToon NovelToon
Sumpah Di Bawah Bayangan Kaisar

Sumpah Di Bawah Bayangan Kaisar

Status: sedang berlangsung
Genre:Spiritual / Dijodohkan Orang Tua / Matabatin / Reinkarnasi / Nikah Kontrak / Mengubah Takdir
Popularitas:239
Nilai: 5
Nama Author: Laila ANT

Tabib Wi Lu mendapati dirinya dituduh meracuni Kaisar dan dipaksa menikahi Putri Yu Ming, pewaris tahta yang penuh dendam. Dengan reputasi tercoreng dan pengawasan ketat, Wei Lu harus melawan intrik licik Pangeran De, paman Kaisar, yang sebenarnya merencanakan kudeta dengan memanipulasi ilmu farmasi. Saat Yu Ming menjadikannya musuh, Wei Lu diam-diam menggunakan kejeniusan medisnya untuk membongkar konspirasi Pangeran De, menyelamatkan Kekaisaran dari wabah buatan, dan akhirnya mengungkap kebenaran di balik kematian Kaisar. Perjalanan ini memaksa Yu Ming menghadapi prasangkanya dan secara bertahap belajar mempercayai Wei Lu , mengubah pernikahan politik mereka menjadi pernikahan sejati yang di dasari cinta, kejujuran, dan penyembuhan bagi seluruh kerajaan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Laila ANT, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penggeledahan Tengah Malam

Pada malam hari kedua, Wei Lu akhirnya menyelesaikan 90% dari audit tanda tangan yang mustahil. Matanya terasa pedih, dan bahunya kaku. Ia telah mengorbankan tidur dan makan untuk memenuhi tenggat waktu Yu Ming.

Ia perlu menunjukkan keberhasilan ini. Bukan untuk membebaskan dirinya, tetapi untuk membeli waktu. Jika ia gagal, Yu Ming akan menyerahkan sisanya kepada Pangeran De, dan semua pesan rahasia yang ia tanam akan terungkap.

Tepat saat jarum jam menunjukkan tengah malam, dan ia baru saja meletakkan gulungan terakhir dari audit yang telah selesai, ia mendengar suara langkah kaki yang familiar di lorong. Kali ini, bukan langkah cepat Yu Ming, melainkan langkah yang teratur, tetapi penuh otoritas.

Pintu kantornya tidak diketuk. Pintu itu didorong terbuka dengan dorongan yang tegas.

Yang masuk adalah ajudan senior Pangeran De, Tuan Bao, ditemani oleh tiga pria berotot mengenakan jubah Kamar Obat yang disulam dengan lambang naga.

Wei Lu berdiri dari kursinya. Ia merasakan bahaya yang nyata.

“Tuan Bao,” sapa Wei Lu, nadanya dingin.

“Saya yakin kantor Perdana Menteri bukan tempat untuk inspeksi tengah malam.”

Tuan Bao tersenyum tipis, senyum yang sama mengerikannya saat ia menanam diagram palsu di sini beberapa hari yang lalu.

“Kami hanya menjalankan tugas, Perdana Menteri Wei,” kata Tuan Bao, suaranya licin. Ia mengabaikan Wei Lu dan berjalan ke tengah ruangan.

“Pangeran De, yang mulia, sangat mengkhawatirkan stabilitas kesehatan kerajaan setelah krisis ramuan yang baru-baru ini terjadi.”

Wei Lu menatapnya, bingung.

“Krisis ramuan apa? Kami belum menerima laporan resmi.”

“Krisis yang disebabkan oleh ketidakpastian manajemen gudang bahan baku obat kita,” jawab Tuan Bao, menyeringai.

“Pangeran De telah menerima dekret darurat dari Ratu Yu Ming.”

Tuan Bao mengeluarkan gulungan sutra biru, stempel Ratu Yu Ming tercetak jelas di atasnya.

“Ratu telah memerintahkan, atas nasihat dari Komite Audit yang terhormat, agar Pangeran De mengambil alih inventarisasi dan pemeriksaan mendadak atas semua bahan baku obat yang tersisa di gudang kerajaan, termasuk yang berada di bawah pengawasan Kamar Obat lama Anda.”

Wei Lu merasakan perutnya melilit.

Ini adalah serangan balik Pangeran De. Yu Ming, yang masih mencurigainya, pasti menyetujui dekret ini sebagai bagian dari "audit yang lebih besar." Yu Ming berpikir dia sedang membantu membersihkan korupsi, padahal dia baru saja menyerahkan kendali penuh atas rantai pasokan medis kepada Pangeran De.

“Inventarisasi mendadak?” tanya Wei Lu, berusaha menahan amarahnya.

“Itu adalah tugas yang besar dan memakan waktu. Mengapa sekarang?”

“Karena Pangeran De ingin memastikan bahwa tidak ada lagi ‘bahan mentah yang dicurigai’ yang dapat disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab,” jelas Tuan Bao, matanya menyiratkan bahwa ‘pihak yang tidak bertanggung jawab’ itu adalah Wei Lu.

Tuan Bao melambaikan tangannya ke arah tiga pria berotot itu.

“Malam ini, kami akan memulai pemeriksaan di Gudang Utama Kamar Obat. Kami akan mencari setiap ramuan, setiap tonik, setiap bahan baku. Kami akan mengamankan semuanya.”

Wei Lu tahu apa artinya ini. Pangeran De tidak mencari racun. Pangeran De mencari bukti yang dapat ia hilangkan, atau, yang lebih buruk, bahan baku yang dapat ia campuri. Jika Pangeran De mengambil kendali atas semua bahan baku, ia dapat dengan mudah menanam racun ke dalam tonik umum dan menuduh Wei Lu melakukan percobaan massal.

“Gudang Utama Kamar Obat adalah gudang yang menyimpan stok tonik yang disiapkan untuk Ratu sendiri,” kata Wei Lu, mencoba menghentikan mereka.

“Apakah Pangeran De yakin ingin mengganggu ketenangan Ratu?”

Tuan Bao tertawa dingin.

“Ratu adalah yang paling khawatir, Perdana Menteri. Dekretnya sangat jelas: *transparansi total*. Kami akan membawa tim ahli kami. Kami akan memeriksa setiap dosis, setiap botol, setiap bahan, untuk memastikan tidak ada ramuan yang meragukan yang bisa menjadi ‘aditif’ yang berbahaya.”

Tuan Bao mengulangi kata-kata Pangeran De dari jamuan makan malam, menggunakan narasi racun cerdas Wei Lu untuk membenarkan tindakan mereka.

Wei Lu menyadari kegagalan komunikasi terbesarnya: ia tidak bisa meyakinkan Yu Ming tentang bahaya Pangeran De, karena Yu Ming masih melihatnya sebagai musuh yang lebih besar.

Tuan Bao memberi hormat palsu.

“Kami akan mulai bekerja, Perdana Menteri. Anda boleh kembali ke arsip Anda. Kami akan memastikan Anda tidak perlu khawatir tentang bahan baku lagi.”

Tuan Bao dan ketiga anak buahnya berbalik dan berjalan menuju pintu.

“Tuan Bao,” panggil Wei Lu.

Tuan Bao berhenti, menoleh.

“Anda harus tahu,” kata Wei Lu, suaranya rendah dan penuh peringatan.

“Jika ada bahan baku yang hilang atau dirusak malam ini, saya akan menuntut audit yang jauh lebih dalam daripada sekadar tanda tangan. Dan kali ini, saya tidak akan menunggu Ratu menyetujuinya.”

Tuan Bao hanya tersenyum sinis.

“Ancaman yang berani. Sayangnya, Anda berada di bawah pengawasan ketat, Perdana Menteri. Anda hanya bisa duduk di sini dan menyaksikan. Selamat malam.”

Tuan Bao menutup pintu dengan suara keras. Wei Lu dapat mendengar langkah kaki mereka yang tergesa-gesa di lorong, bergerak menuju gudang Kamar Obat.

Wei Lu berdiri di tengah kantornya yang kosong. Ia telah memenangkan waktu dengan audit yang mustahil, tetapi ia telah kehilangan kendali atas senjata terbesarnya: akses ke farmasi.

Pangeran De baru saja memegang kendali penuh atas rantai pasokan medis kerajaan, yang berarti Pangeran De kini memiliki kesempatan sempurna untuk menanamkan racun aditif ke dalam stok obat-obatan umum, siap untuk memicu krisis kesehatan yang jauh lebih besar.

Wei Lu harus segera memperingatkan Lin San dan sisa jaringannya. Ia harus mengalihkan komunikasinya dari arsip logistik yang menjemukan ke—

Tiba-tiba, suara langkah kaki kembali terdengar di lorong. Kali ini, langkahnya ringan dan dingin—langkah Yu Ming.

Wei Lu menegang. Yu Ming datang untuk melihat apakah ia telah menyelesaikan audit, dan ia akan menemukan Wei Lu dalam keadaan panik.

Pintu terbuka. Yu Ming berdiri di sana, jubahnya yang putih memancarkan aura es. Ia tidak melihat tumpukan arsip audit yang telah selesai. Matanya langsung tertuju pada Wei Lu.

“Aku mendengar suara gaduh di sini, Perdana Menteri,” kata Yu Ming, matanya menyipit.

“Tuan Bao baru saja memberitahuku bahwa ia akan melakukan inventarisasi mendadak di gudang obat. Aku mengizinkannya. Aku ingin tahu, mengapa kau tampak—

Yu Ming berhenti, tatapannya menyapu wajah Wei Lu yang tegang.

“—mengapa kau tampak panik, Wei Lu? Apakah kau takut Pangeran De akan menemukan sesuatu yang kau sembunyikan di gudang obat itu? Aku ingin kau memberiku laporan segera. Apa yang sedang Pangeran De cari, yang membuatmu begitu ketaku—”

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!