NovelToon NovelToon
CINTA TAK TERDUGA DARI BERONDONG MANIS

CINTA TAK TERDUGA DARI BERONDONG MANIS

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Berondong
Popularitas:668
Nilai: 5
Nama Author: intan_fa

Ranaya Aurora harus rela mengakhiri hubungan asmaranya dengan sang kekasih karena perselingkuhan. akibat dari itu, Naya tidak lagi percaya cinta dan pria sehingga memutuskan untuk tidak akan pernah menikah.
akan tetapi, tuntutan keluarga membuatnya harus menikah. Aero Mahendra menjadi pilihan Naya, lelaki asing dengan usia empat tahun di bawahnya. Walaupun pernikahan itu di tentang keluarga hanya karena perbedaan status sosial, Naya kekeh memilih Mahen atau tidak menikah sama sekali.
Bagaimana Naya menjalani pernikahan dan hidup bersama Mahen?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon intan_fa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gosip keluarga

Mahen iseng menarik gasnya lebih kencang sehingga membuat Naya semakin mengeratkan pegangannya.

"Mahen! gak usah ngebut-ngebut! Saya masih mau hidup, pelan-pelan dong," cerocos Naya.

"Seru tau ..." sahut Mahen dengan tertawa kecil. Seraya memainkan gasnya semakin iseng.

"Mahennnnn ... Kau berani seperti ini pada saya? Pelan-pelan gak?" protes Naya seraya mencubit perut Mahen.

"Awww awwww sakit, iya iya aku pelankan!"

Setelah laju motor lebih pelan, Naya melonggarkan pegangannya. "Gak usah iseng, ya kau!"

"Hehe ... Seru tau ...."

"Seru kepalamu. Itu sangat membahayakan!"

"Iya gak lagi kok. Eh iya, itu sepupumu benar akan menikah dengan putra keluarga Nugroho?" tanya Mahen tiba-tiba.

"Katanya gitu, tapi sepertinya belum pasti atau mungkin hanya harapan mereka saja!" jawab Naya.

"Jadi kamu tidak tahu putra keluarga Nugroho yang mana yang akan menikah dengan sepupumu?"

"Mana aku tahu. Lagi pula saya malas mengurusi urusan orang lain!"

"Setauku putra pertama keluarga Nugroho sudah menikah dan putra keduanya sepertinya tidak mungkin," ujar Mahen.

"Sudahlah. Jangan di bahas, bukan urusan saya!"

"Kamu iri dengan sepupumu karena akan menikah dengan putra keluarga kaya?" cetus Mahen.

"Hehhh ... sembarangan! Ngapain juga harus iri sama dia. Anak manja, malas, cengeng, cihhh ..." tutur Naya.

"Putra kedua keluarga Nugroho tampan loh ..." Mahen memuji diri sendiri dengan begitu percaya diri.

"Saya tidak peduli. Sudah, tidak perlu membahas orang yang tidak penting lagi!" pungkas Naya.

Mahen hanya tersenyum tipis. Baru kali ini ada seorang perempuan yang tidak tertarik dengan seorang Aero Mahendra, dimana perempuan-perempuan cantik mengantri untuk menjadi pacarnya.

Setelah perjalanan dua puluh menit, mereka sampai. Mahen menghentikan motornya di depan gerbang rumah Naya.

"Sampaiiiii ...."

Naya turun dan melepaskan helm-nya lalu memberikannya pada Mahen. "Terima kasih atas tumpangannya dan terima kasih juga sudah menemani saya menguntit pama Bagas," tuturnya.

"Sama-sama ...."

"Eh iya, maaf soal tante saya tadi. Karena saya kamu di hina sampai segitunya," ujar Naya.

"Aghhh tidak apa-apa, lagian, kan, udah kamu belain tadi," sahut Mahen dengan tersenyum.

"Ya saya melakukan apa yang harus saya lakukan. Mereka tidak berhak menghina seseorang hanya karena status sosial," jelas Naya.

"Makasih ..." tatap Mahen kagum.

"Sudah sana pulang. Jangan lupa besok tolong cetak gambar tadi! sana pulang, saya mau masuk! Bye ..." Naya berlalu lebih dulu.

"Ya ampun, Naya Naya ... Kenapa kamu terlihat begitu lucu? Eh iya, apa Naya usianya di atasku, ya?" gumam Mahen. Kemudian ia berlalu pergi.

Naya berjalan dari gerbang ke pintu utama dan tidak lama kemudian mobilnya datang. Orang bengkel mengantarkannya.

"Sudah di ganti semuanya?" tanya Naya.

"Tidak saya ganti, Nona. Ternyata hanya kempes saja, tidak ada yang bocor!" ungkapnya.

"Baiklah, terima kasih. Bayarannya seperti biasa ya," ujar Naya.

Orang itu menyerahkan kunci mobilnya pada Naya dan berlalu pergi.

Naya berpikir sejenak. "Kok aneh sih? Kenapa ban mobilku bisa kempes semuanya dan tidak ada yang bocor?"

Tidak ingin memikirkan itu lebih jauh, Naya memutuskan untuk bergegas masuk. Badannya sudah terasa lelah, ingin segera berbaring di kasur empuknya.

Saat menaiki anak tangga menuju kamarnya, Ilham dan Suci memanggil Naya dan memintanya untuk duduk sebentar ada hal yang penting.

"Ma, Pa, aki lelah mau istirahat!" rengek Naya.

"Sebentar saja!" pinta Ilham.

Kemudian mereka bertiga duduk bersama. Saling menatap dan suasana menjadi sedikit menegang.

"Ada apa sih?" tanya Naya heran.

"Naya, apa maksud tante Riri di grup keluarga? Apa benar kalau kamu punya pacar?" tanya Ilham.

Naya sudah menduga kalau hal ini akan terjadi. Tukang gosip seperti tante Riri, tidak mungkin membiarkan berita dirinya tidak di sebarkan.

"Apa bener pacar barumu orang biasa dan hanya memboncengmu dengan motor jelek?" timpal Suci.

"Aisssh ... Kenapa kalian mencercaku dengan Pertanyaan seperti ini sih? Tukang gosip kok di percaya!" gerutu Naya.

"Naya ...."

"Papa ... Aku gak punya pacar. Pria yang tadi bersamaku itu fotografer yang bekerjasama dengan perusahaanku, tadi ban mobilku kempes dan susah dapat taksi makanya pulang bareng dia sembari ngomongin pekerjaan," jelas Naya.

Ia harus menjelaskan dengan sejelas-jelasnya agar orangtuanya itu tidak terpengaruh oleh gosip receh seperti itu.

"Naya, setrauma apapun dirimu, jangan sampai sembarangan pilih pria. Apalagi pria yang tidak setara dengan kita!" cetus Ilham.

"Papa sama saja dengan tante Riri. Gak ada bedanya! Udah agh, aku mau mandi, mau istirahat. Capek ..." Naya berlalu pergi.

"Naya ... Papa belum selesai bicara!" panggil Ilham.

"Sudah, pa. Biarkan saja, pasti Naya sangat lelah. Soal pria itu, kamu harus percaya sama Naya, dia orang yang tidak mudah jatuh cinta. Mana mungkin akan menyukai orang sembarangan ..." bujuk Suci.

"Tapi papa khawatir. Beberapa kali papa pilihkan jodoh, malah selalu di tolak ...."

"Percaya saja pada Naya, Pa ..." ujar Suci.

"Pokoknya papa tidak akan menyerah untuk mencarikan Naya jodoh!" cetus Ilham bersemangat.

Di kamar yang remang-remang itu Naya tidak bisa memejamkan matanya. Dalam kepalanya masih berputar perihal tekanan sang ayah yang mengharapkannya segera menikah.

"Satu sisi aku tidak ingin menikah, tapi di sisi lain, aku juga tidak bisa membuat papa dan mama bersedih! Aghhhh ... Ini semua gara-gara kakek. Apa susahnya harta itu di bagi rata saja biar tidak ada semacam kompetisi kayak gini! Aku yang kena imbasnya," gerutu Naya kesal.

Naya mengingat sesuatu, kemudian membuka laptopnya mencari tahu tentang keluarga Nugroho.

"Penasaran sama calonnya Yuna. Emang setampan itu, ya? Sampai Mahen saja memujinya."

Setelah berselancar di laptopnya, Naya sama sekali tidak mendapatkan informasi apapun. DenganSepertinya keluarga Nugroho tidak membuka jelas indentitas pribadinya lebih jauh. Hanya secara garis besar, itupun si anak kedua tidak ada informasi apapun.

"Aku yakin kalau tante Riri hanya mengada-ada saja!" gumam Naya. Lalu ia kembali menutup laptopnya dan memaksakan diri untuk memejamkan mata.

Keesokan harinya ....

1
Kaira
sejauh ini sih seru
Kaira
Harus jodoh Naya sama Mahen dong
Aruna
Naya cocoklah sama Mahen
Intan Diamond: penasaran, kan???
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!