NovelToon NovelToon
Hallo, Mas Sersan

Hallo, Mas Sersan

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Naylest

Nayra, siswi SMA yang cerewet, polos, dan sedikit konyol, tak pernah menyangka kalau hidupnya akan jadi seribet ini. Semua gara-gara ia jatuh hati pada kakak dari sahabatnya sendiri, Sersan Arga. Seorang Tentara muda yang dingin, cuek, dan hampir tak pernah tersenyum. Hari-hari selalu membayangkan betapa tampannya seorang Arga Arfian.

Nayra selalu mencari cara agar bisa bertemu dan menyapa sang Sersan. Banyak rintangan yang ia lalu, namun itu tak menyurutkan semangat nya untuk memiliki Sersan Arga.
___

"Hallo, Mas Sersan"

Akan menjadi teman bacamu lebih menyenangkan... Yuk Baca selengkapnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naylest, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16. Kesempatan.

Seperti apa yang sudah diucapkan nya, kini Nayra sudah berada di batalyon tempat Arga bertugas. Ia datang sendiri menggunakan sepeda motornya, memarkirkan motor miliknya di depan pos penjaga.

"Mau cari siapa?" Katanya salah satu Tentara muda yang sedang duduk di pos.

"Mau cari Sersan Arga." Jawab Nayra.

"Sersan Arga?"

"Iya."

"Maaf, Sersan Arga tidak ada di sini. Dia ada urusan di luar."

"Hah! Jadi Sersan Arga gak ada?"

"Ya."

Nayra cemberut kecewa, ternyata orang yang ingin dia temui tidak ada di tempat. Lalu, bagaimana dia sekarang? Apakah harus menunggu atau pulang tanpa bertemu Arga.

"Pulang aja, Dek. Sersan Arga tidak ke sini lagi, dia langsung pulang ke rumah nya nanti."

"Ck. Ya udah deh."

Dengan sangat terpaksa, Nayra pun memilih pulang. Sebelum ia pulang ke rumah, ia memilih pergi ke Taman sebentar. Ia ingin menenangkan dirinya yang masih terus di hantui oleh rasa curiga terhadap ayahnya.

Nayra duduk di kursi taman, kursi yang menghadap langsung ke Danau yang tampak tenang, namun menyimpan sepi. Angin berhembus mengusap pelan rambutnya, sementara riak air bergerak lambat, seakan ikut merasakan berat yang sedang ia pendam dalam diam.

"Ayah, apa ayah setia sama Mama? Ayah jangan sakitin Mama, Nayra gak akan rela kalau Ayah sakiti Mama. Hidup Nayra bakal hancur kalo Ayah khianati Mama, Mama orang baik, Yah. Jadi, Nayra mohon, jangan sakiti Mama."

Tangisnya pecah, pelan tapi dalam. Tangis seorang anak yang takut dikhianati oleh orang yang paling ia percaya.

Angin sore berhembus lembut, seolah ikut mencoba menenangkan hatinya yang patah berantakan. Pikirannya melayang tentang kesetiaan ayahnya di luar Kota.

Nayra menghapus air matanya, lalu tersenyum kecut seperti hatinya yang tidak tenang.

"Semoga ini hanya perasaanku saja. Ayah laki-laki terbaik untuk Mama dan juga keluarga. Ya, Ayah laki-laki terbaik, ayah laki-laki setia yang akan sehidup semati dengan mama." Ucapnya menyenangkan diri dan menepis pikiran buruknya.

Walaupun jauh di lubuk hatinya, bahwa perasaan itu sangat sulit untuk dia tepis. Saat hati dan pikirannya sudah sedikit tentang, Nayra memilih untuk pulang. Namun, saat ia mengambil motornya di parkiran, tak sengaja ia melihat beberapa Tentara duduk di warung makan seberang jalan.

"Kalau lihat banyak Tentara kayak gini, jadi keinget Sersan Arga. Kak Arga dimana ya? Apa dia tugas di luar Kota? Atau hanya ada urusan di luar tugasnya?"

Nayra masih menatap di sana, melihat bayangan Arga yang mungkin akan jadi nyata. Tapi, dalam lima menit, ia tak melihat Arga sama sekali.

"Pulang aja deh, ngarep banget aku kalo kak Arga ada di sana." Ucapnya, lalu menaiki motornya dan bersiap memacu kendaraannya.

Namun, belum juga ia tancap gas, seseorang menepuk bahunya, membuat dirinya kaget.

"Siapa sih?" Ucapnya dengan kesal, lalu menoleh ke belakang.

Deg

"Kak Arga."

Ya, dia adalah Arga. Entah ada apa hingga ia menepuk pundak Nayra. Sedangkan Nayra tersenyum senang, karena bisa melihat Arga di hadapannya.

"Kak Arga, ada apa?" Tanya Nayra, dan turun dari motornya.

"Tunggu saja."

Nayra terbengong, kata nanti saja membuat Nayra berfikir keras.

"Tunggu bagaimana maksudnya?" Bingung Nayra, namun Arga tak menjawab.

"Arga."

Seseorang memanggil dari belakang. Nayra dan Arga kompak menoleh.

"Dia?" Tunjuk orang tersebut ke arah Nayra.

Dan Arga pun mengangguk. Namun Nayra sangat bingung, entah apa maksud dari mereka.

Orang tersebut tersenyum miring. "Bocil." Cibirnya.

"Dia lebih baik daripada kamu." Jawab Arga.

"Arga, kamu bandingin aku sama dia?" Tunjuknya ke arah Nayra. "Jauh Ga, jauh. Dia itu bocah ingusan, gak pantes sama kamu. apa kata orang-orang kamu pacaran sama anak SMA."

"Pacaran?" batin Nayra.

"Aku gak peduli siapa dia, yang pasti bukan orang sepertimu." Jawab Arga yang terdengar pedas.

Gadis itu menatap Arga. "Sadar Arga, aku lebih baik daripada dia. Aku udah dewasa, lebih ngerti kamu. Lihat dia, dia gak pantes sama kamu. Kamu itu Tentara, sedangkan dia anak SMA."

"Ini sebenarnya ada apa sih? Kok aku jadi bingung." Batin Nayra yang masih bertanya-tanya ada apa sebenarnya.

"Sudah ku katakan, aku gak peduli." Jawab Arga tegas.

Sekarang gadis itu menatap Nayra, membuat Nayra menelan ludahnya. Karena gadis itu seperti ingin menerkamnya.

"Kamu... Gak pantas buat Arga." Tunjuknya dengan wajah marah.

Nayra melirik Arga, namun laki-laki itu hanya diam tanpa ekspresi apapun. Lalu ia bergeser dan berbisik.

"Ini sebenarnya ada apa sih kak? Kok aku jadi bingung gini."

"Lakukan apa yang kamu mau." Jawab Arga, membuat Nayra semakin bingung.

"Ngapain kamu bisik-bisik ha?" Sentak Dewi, gadis yang menyukai Arga.

"Terserah saya dong, pacar-pacar saya."

"APA?"

Dewi melotot mendengar ucapan itu. Pacar? Oh tidak.

"Pacar? Sejak kapan Arga punya pacar? Mana masih bocil lagi." Ujar Dewi mencoba tenang, karena ia yakin kalau itu hanya gertakan semata.

"Ngapain juga dikasih tau." Jawab Nayra dan langsung merangkul Arga.

"Asikkk, dapet kesempatan." Batin Nayra senang.

Arga hanya bisa pasrah, daripada Dewi terus mengejarnya. Ia biarkan saja Nayra melakukan apa yang dia mau.

"Arga, kamu bohong kan? Masa sih kamu pacaran sama bocil kayak dia? Kamu udah gak waras Arga."

"Heh, enak ajak bilang pacar aku gak waras. Kamu tuh yang gak waras, orang pacaran malah di gangguin. Pergi sana." Usir Nayra.

"Aku gak ngomong sama kamu, aku tanya Arga." Jawab Dewi yang sudah tersulut emosi

"Aku-"

"Sudah." Sela Arga.

Ia pun menatap Dewi. "Kamu sudah dewasa, tapi seperti anak kecil. Dan kamu tidak pandai menjaga marwah mu sebagai seorang wanita, kamu kejar laki-laki yang jelas-jelas tidak menginginkan kamu. Di mana harga dirimu? Di mana rasa malu mu kau simpan? Kamu sibuk mempercantik dirimu, tapi lupa mempercantik akhlak mu. Lalu apa yang kamu banggakan dengan kecantikanmu itu? Kalau akhlak saja kamu tidak punya. Kalau aku jadi kamu, aku pasti malu sudah di tolak, tapi masih mengejar laki-laki yang tidak menginginkan kamu. Melihat kamu seperti ini, saya jadi ragu, apakah orangtuamu mengajarkan kamu atau tidak tentang akhlak. Atau memang kamu yang tidak bisa diajarkan tentang menjaga harga diri dan menjaga martabat sebagai seorang wanita." Ujar Arga, lalu menatap Nayra. "Dia masih muda, tapi dia tahu bagaimana menempatkan posisinya sebagai seorang perempuan. Dia masih muda, tapi dia juga tahu menjaga marwahnya sebagai seorang perempuan. Makanya, saya pilih dia dibandingkan kamu. Dia masih muda, tapi bisa membuat saya tersentuh dengan akhlak nya."

"Sambil nyelam minum air nih. Singgung yang itu, kena yang ini." Batin Nayra, karena ia tahu, walau Arga memuji nya. Tapi Arga juga menyinggung dirinya yang terang-terangan menyukai dirinya.

Sedangkan Dewi hanya bisa terdiam. Ia tak bisa melawan, kalau ada orang yang membawa nama kedua orangtuanya.

"Ayo pulang."

Arga menarik Nayra, dan naik di motor Nayra. Mereka pulang menggunakan motor milik Nayra.

*********

1
Mashiro Shiina
Thor, aku rindu banget sama ceritamu, please update secepatnya!
Naylest: Akan saya usahakan ya kak☺️
total 1 replies
Gwatan
Wah, gila sukses bikin aku ketagihan bacanya! (👍)
Naylest: Terima kasih kak☺️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!