NovelToon NovelToon
Bangkitnya Wanita Yang Diremehkan

Bangkitnya Wanita Yang Diremehkan

Status: tamat
Genre:CEO / Diam-Diam Cinta / Mengubah Takdir / Chicklit / Janda / Duda / Tamat
Popularitas:1M
Nilai: 5
Nama Author: Eli Priwanti

Kecelakaan satu tahun yang lalu, telah mengakibatkan kaki kiri Arsy menjadi cacat, Arsy seorang ibu satu anak ini telah di selingkuhi oleh suaminya dengan wanita lain.

"Mas, apa salahku sampai kamu tega mengkhianatiku?"tanyanya sampai menangis tersedu.
"aku sudah bosan dan muak hidup dengan wanita cacat sepertimu, kau sudah tak mampu melayaniku di atas ranjang, sebaiknya kita bercerai saja!" Jawabnya tanpa memperdulikan perasaan Arsy yang masih berstatus istri sah nya.

Suatu ketika Arsy dipertemukan dengan seorang pria paruh baya dalam kondisi sekarat, Arsy menyelamatkan nyawanya, siapa sangka pria yang usianya sudah lebih dari setengah abad itu, sebut saja Tuan Handoko menjadikan Arsy sebagai putri angkatnya.

Dan putra dari Tuan Handoko, yakni Galaksi Pramudya rupanya diam-diam menaruh hati kepada Arsy, meskipun di awal pertemuan mereka, Gala begitu membencinya.
Mampukah Arsy merubah takdir hidupnya dan menerima Galaksi sebagai pendampingnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eli Priwanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terpilih sebagai kandidat lomba

Para peserta yang terpilih dalam lomba dan berjumlah lima puluh orang tersebut, kini mereka semua berada di dalam Aula perusahaan, di sana mereka duduk santai sembari menunggu hasil dari panitia.

Kebetulan sekali pagi ini Tuan Yamazaki sudah berada di perusahaan N&H Food, kehadirannya di sambut hangat oleh Gala, dan Tuan Dimitri yang datang secara tiba-tiba.

Gala tak percaya bahwa Papahnya datang ke perusahaan tanpa memberitahunya terlebih dahulu.

Kemudian sebelum acara meeting di mulai, Tuan Yamazaki di suguhkan dengan berbagai macam jenis menu Coffe break yang jumlahnya ada lima puluh macam, tapi manusia yang satu ini sanggup mencicipi satu persatu makan tersebut, yang saat ini sudah terhidang di atas meja dan tertata rapi.

Ada satu makanan yang sempat mencuri perhatiannya, yakni kue mochi yang berada di dalam kotak kayu dan di bawahnya beralaskan daun pisang, serta aroma buah-buahan yang menyengat indra penciuman namun segar setelah terhirup.

Sedangkan Tuan Dimitri, ia sangat yakin jika kue Mochi milik Arsy bakalan lolos ke babak selanjutnya, di sini Tuan Dimitri tidak ikut andil, dan ia juga tidak mau berlaku curang, biarkan juri yang menilai sendiri hasilnya, karena rasa tidak mungkin bisa di bohongi.

Akhirnya Tuan Yamazaki serta dewan juri lainnya memberikan penilaiannya terhadap lima puluh aneka jenis kue tersebut.

Dan yang tercantum hanya ada sepuluh orang untuk masuk ke tahap seleksi berikutnya.

Gala sempat tercengang saat dirinya melihat daftar sepuluh makanan yang terpilih, ternyata di dalamnya ada nama kue mochi yang masuk salah kandidat sepuluh besar

'Kenapa setiap kali melihat kue mochi, aku jadi teringat wanita menyebalkan itu? Aih.... Kau jangan gila Gala! '

Gala bergumam dalam hati, dan ia masih tak habis pikir dengan pikirannya saat ini.

Kemudian meeting pun dimulai, sambil menunggu sepuluh peserta yang akan mempresentasikan hasil masakan mereka kepada dewan juri, namun sebelumnya, Gala dan juga Tuan Yamazaki mulai membahas soal kerja sama mereka untuk kedepannya, dan tentunya kompetisi ini akan ikut melibatkan Perusahaan milik Tuan Yamazaki.

Sedangkan Tuan Dimitri, kali ini ia tidak banyak bicara, malah sedari tadi ia terus saja tersenyum bahagia, sehingga membuat Gala merasa aneh terhadap Papahnya sendiri.

.

.

Arsy yang sedari tadi mulai merasa kecemasan akan hasil dari dewan juri, ia benar-benar tidak bisa duduk dengan tenang, kaki kanannya pun sampai ikutan tidak bisa diam, dan Arsy terus saja memanjatkan doa agar dirinya bisa lolos dalam kompetisi ini.

Tak lama panitia penyelenggara datang sembari membawa sesuatu ditangannya, seisi Aula di buat tegang, para peserta yang lainnya hanya terfokuskan terhadap amplop berwarna putih yang berada dalam genggaman salah satu panitia yang berjumlah tiga orang.

"Baiklah semuanya, hasil penilaian dari dewan juri sudah ada di dalam amplop ini, jika ada yang tidak terpilih, di mohon untuk tidak berkecil hati dan terus semangat menciptakan kreasi makanan sehat dan bergizi, masih ada kesempatan tahun depan untuk mengikuti kompetisi ini, dan untuk yang terpilih sebagai kandidat lomba, saya ucapkan selamat atas pencapaiannya, keputusan juri tidak bisa diganggu gugat, dan saya akan membacakan sepuluh kandidat terbaik yang sudah terpilih, saya akan sebutkan satu persatu, mohon nanti yang namanya saya sebutkan untuk segera berdiri di samping saya!" imbuhnya.

Para peserta pun semakin tegang di buatnya, bahkan sampai ada yang bercucuran keringat dingin.

Sedangkan untuk Arsy sendiri, ia terus saja memanjatkan doa serta zikir yang tidak pernah putus sedari tadi.

Kemudian panitia mulai menyebutkan satu persatu nama peserta yang masuk kandidat lomba, dan sudah ada sembilan orang yang terpilih, Arsy merasa jika dirinya sudah tidak ada harapan untuk masuk diantara salah satu yang terpilih.

"Baiklah, untuk peserta yang terakhir, mari kita sambut...., Ibu Arsy Latifah, selamat anda lolos sebagai kandidat ke sepuluh!"

Mendengar namanya di sebut oleh panitia, Arsy sampai di buat terkesima, ia tidak percaya bahwa dirinya telah lolos diantara lima puluh peserta, Arsy tak bisa membendung air mata bahagianya.

.

.

Untuk mengikuti tahap seleksi berikutnya, Arsy di beritahukan untuk membuat kue mochi yang sama persis seperti tadi yang ia bawa, para juri ingin membuktikan bahwa makanan tersebut memang benar-benar hasil kreasi mereka dan bukan orang lain yang membuatnya.

Dan kini sudah ada ruangan khusus untuk memasak, disana dewan juri akan melihat secara langsung proses memasak para kandidat, apakah rasa dan bentuknya sesuai dengan masakan mereka yang pertama. Tentu saja bagi Arsy semua itu tidak menjadi masalah, ia sudah menyiapkan semuanya, serta bahan yang masih fresh, dan ia taruh di dalam sebuah kotak pendingin yang sengaja ia bawa, Kebetulan benda tersebut milik Bu Sanusi, bagi Arsy tempat pendingin makanan tersebut sangat bermanfaat sekali di saat situasi seperti ini.

Setelah satu jam para kandidat lomba beristirahat, kini mereka di persilahkan untuk menuju dapur, dan letaknya berada di lantai empat. Disana sudah ada dewan juri yang menanti kehadiran mereka, bahkan Gala dan juga Tuan Dimitri menyempatkan untuk hadir, demi menghormati Tuan Yamazaki yang saat ini menjadi dewan juri.

Satu persatu para kandidat lomba mulai memasuki area dapur yang terlihat bersih dan juga rapih, serta luas dapur ini benar-benar membuat para peserta merasa takjub, karena mereka akan lebih leluasa untuk memasak.

Gala yang memperhatikan para kandidat, ia tercekat tak percaya karena melihat Arsy berada diantara para peserta.

'Kenapa wanita itu ada di sini? Wanita yang jalannya tidak normal itu, siapa lagi kalau bukan dia!'

Ungkap Gala di dalam hatinya, ia pun tak berkedip memandangi Arsy, sedangkan Tuan Dimitri, ia begitu puas saat melihat ekspresi putranya melihat Arsy menjadi salah satu kandidat lomba.

Dan lomba pun kembali dimulai, para peserta diberikan waktu kurang lebih sembilan puluh menit untuk menyelesaikan masakan mereka, tentu saja bagi mereka waktu yang diberikan sangat cukup untuk membuat sajian seperti ini, apalagi makanan yang mereka buat bukanlah jenis makanan berat.

Tuan Yamazaki mulai turun ke area dapur dan ia di dampingi oleh Gala, sedangkan Arsy, ia belum menyadari bahwa pria yang ia benci ada berada dalam ruangan yang sama dengannya.

Gala sendiri cukup penasaran terhadap Arsy, sedari tadi pandangannya hanya terfokus kepadanya, ia sendiri tidak sadar akan hal itu, semenjak kejadian malam itu, Gala malah semakin merasa bersalah terhadap Arsy karena telah berbuat yang tidak pantas padanya, namun ia juga merasa kesal karena hanya dialah satu-satunya wanita yang berani menamparnya, ingin sekali dirinya membalaskan dendam, namun entah kenapa justru hatinya malah menolak.

Satu persatu para peserta lomba mulai di berikan beberapa pertanyaan soal masakan mereka, mulai dari bahan apa saja yang mereka bawa, serta kandungan didalamnya yang tentunya tidak mengandung zat pengawet ataupun pewarna makanan yang berbahaya.

Saat ini Arsy sedang fokus membuat adonan kue mochi, ia tidak sadar kalau Tuan Yamazaki serta Gala sudah berada tepat di dekatnya, Gala terus saja memperhatikan Arsy yang fokus memasak.

Merasa ada yang memperhatikan, akhirnya Arsy mengedarkan pandangannya ke arah depan, dan apa yang ia lihat? Sungguh sesuatu yang tidak akan pernah ia duga sama sekali.

"T... Tuan Gala, kenapa anda berada di sini?"

Arsy melotot tak percaya, ia diam mematung dan menutup mulut karena kaget.

Bersambung...

1
Lita Pujiastuti
Galak keterlaluan dan angkuh, merasa hebat, ganteng, dan kaya.. sehingga merendahkan perempuan, dia pikir semua perempuan matre
Lita Pujiastuti
yang kirim gaun tuan Dimitri... 😊
Tini Kartini
kalau tuan dimitri tau istri nya selingkuh habis lah nya maria
Lita Pujiastuti
kamu ngukurnya materi, Galak.
pdhl kamu sdh kaya, knp hrs cari wanita kaya jg... buat apa...
Lita Pujiastuti
masih mau sombong loh . Galak ..
Lita Pujiastuti
siapa dia, apakah tuan Dimitri?
Lita Pujiastuti
Mulut papah mu perlu digaplok, Luna ..
Lita Pujiastuti
Geplak aja tuh, Si Galak
Lita Pujiastuti
lha emang kamu ngawur, Gala. nuduh tanpa bukti... sdh tahu lambung Aluna sensitif, masih menyalahkan makanan yg dibeli ..
Lita Pujiastuti
Kalau tuduhanmi salah, Gala. bisa dituntut balik. Klo mmg niat meracuni, semua yg beli pasti keracunan... yg logis dong, mikirnya
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: betul kak
total 1 replies
Lita Pujiastuti
Apa Aluna alergi mangga?
Lita Pujiastuti
Apakah Gala jodohnya Arsy...janda ketemu duda .. 😊
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: betul kak 🤭
total 1 replies
Lita Pujiastuti
Ya Allah nyeseg.... /Sweat/
Lita Pujiastuti
Tega bgt usir istri dan anak kandung.. terlalu .. yakin gk bakalan bahagiq nanti hidupnya... zolim gt
Eni Luthfia Ardiani
thor baik nya aluna manggil arsy bunda dan adnan manggil gala papah juga kan udah sah biar gak kagok
Eni Luthfia Ardiani
gala anaknya maria sama carlos deh kayak nya
Eni Luthfia Ardiani
jangan² arsy anak nya tuan dimitri yg hilang
Eni Luthfia Ardiani
pasti si kunti soraya yg nyulik arsy dan nusuk kakek
sasatar77 tarsa
wah masa Arsy nikah sama kakanya
sasatar77 tarsa
tuan Dimitri selidiki istrimu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!