mira seorang istri dari pandu, mira hanya seorang ibu rumah tangga dulu nya ia bekerja di salah satu perusahaan menjadi staf biasa . tetapi setelah menikah dengan pandu, ia di larang untuk bekerja.
***
pandu dan mira masih tinggal bersama kedua orang tua pandu dan adik nya. ibu nya melarang pandu untuk pergi dari rumah nya, gaji pandu juga kebanyakan ibunya yang ngatur. mira selalu bersabar dengan sikap pandu dan keluarganya. namun saat mira tahu pandu mengkhianatinya dengan tetangga barunya yang berstatus janda. Mira tak lagi memperdulikan pandu, ia juga tidak lagi meminta uang dan mira juga tidak menyelesaikan pekerjaan rumah tangganya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon isy_yuli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pagi yang cerah
Di ruang makan sudah berkumpul semua, pandu sekali kali melirik tari. mira yang duduk di dekatnya tersenyum pahit.
"ehh mira, kamu jangan makan ya ini di bawakan oleh tari. kalau kamu pengen makan beli sendiri" ketus bu denok
"tenang bu, aku gak kira makan masakan mbak tari. aku juga tau mbak tari masakin masakannya buat orang yang SPECIAL" ucap mira sambil menekankan kata spesial.
Pandu langsung menjadi salah tingkah, ia menatap sang istri yang duduk tenang sambil memainkan handphone nya.
"baguslah kalau kamu gak makan" sinis bu denok.
Mira hanya mengangkat bahunya dengan acuh. tak lama kemudian makanan yang di pesan oleh mira sampai.
"permisi" panggil delivery makan
Mira berdiri lalu melangkah keluar untuk mengambil makanan yang di pesan. setelah mengambil makanan mira kembali lagi ke meja makan. semua orang melihat mira membawa makanan.
"kamu beli apa mir? " tanya pandu
"makanan" jawab mira singkat
"keterlaluan kamu ya, beli makanan hanya satu kamu lupa apa kalau di sini ada banyak orang" ketus bu denok
"lahh kan ibu sendiri larang aku buat makan masakannya mbak tari" ucap polos mira sambil melirik ke arah tari
"yaudah aku beli makanan ku sendiri. " lanjut mira
ia membuka makanannya, nasi padang. semua orang yang berada di meja makan langsung menelan ludahnya, makanan milik mira lebih menggiurkan apalagi aroma rendangnya.
****
setelah sarapan mira langsung berangkat ke tempat janjian bersama tika. mereka akan menuju ke tukang jahit, kemarin kain yang mereka inginkan sudah dapat.
"semoga usaha kita lancar ya tik" ucap mira
"amin, semoga saja mir. " kata tika
"ehh iya gua liat liat muka lu tambah cantik tambah glowing pula" goda tika
"apaansih biasa saja, ini kan gua beli skincare bareng lu sih" malu mira
"tapi sumpah lu tambah cantik, beda waktu kemarin kemari buluk" celetuk tika
"gak usah diperjelas lagi kali. sekarang kan gua punya uang sendiri " ujar mira
****
Di rumah , bu denok bersiap siap untuk beli ikan di Warung.
"ee bu denok, sekarang bu denok ya.. yang belanja? " tanya tetangga yang kebetulan sedang berbelanja juga di warung
"iya bu, biasalah mantu saya gak bisa di andalkan. padahalkan saya sudah tua. seharusnya dia yang belanja, malah saya yang di suruh belanja" ucap bu denok dengan raut wajah sedih.
"emangnya mira kemana bu? " tanya salah satu tetangga
"entah lah bu. dia suka keluyuran" jawab bu denok
"setahu saya mbak mira mulai kerja deh. kebetulan tadi pagi saya berpapasan sama mbak mira" ucap mba nindi
"oalah kerja toh.. kok bu denok bilang mira keluyuran. jangan gitu bu sama mantunya " sindir ibu ibu
"apaansih kalian itu gak tau, mira kayak gimna. orang nya itu kurang ajar sama mertua" ketus bu denok
"kurang ajar gimana bu, padahal saya yang tetangga kalian hanya mendengar teriakan bu denok memaki mbak mira" ucap mbak nindi
"halah kuping mu aja yang salah dengar. udahlah, saya mau masak. ini berapa semua nya bu? " ucap bu denok kesal, sedangkan ibu ibu yang lain tersenyum tipis sambil menggelengkan kepalanya
"semuanya jadi 57 bu denok" ucap bu warung
"apa apaan kok mahal. " ucap bu denok
"ibu itu ambil ayam loh, yaa pantas mahal" kata bu warung
"gak gak, saya tawar 20 ribu gimana" tolak bu denok
" enak aja ibu main tawar. tawarannya juga gak masuk akal lagi dari 57 jadi 20." omel bu warung
"kalau gak ada uangnya jangan beli ayam bu. masih ada tempe tuh" celetuk tetangga
"enak saja , saya punya uang ya. jangan remehkan saya. nih uangnya. " bantah bu denok, dengan kesal mengeluarkan uang 57
Setelah membayar bu denok pulang sambil menenteng belanjaannya sambil mengomel.
"dasar ibu ibu tukang gosip, lemes banget mulutnya pengen ku kasik cabe. aduh uang ku 57 melayang. " gumam bu denok kesal
bersambung...
...****************...
Hay para kawand kawand jangan lupa di like dan komen ya, biar tambah semangat nulis nya. hehehe. terimakasih sudah membaca