NovelToon NovelToon
YE CHEN: PEWARIS PEDANG HITAM

YE CHEN: PEWARIS PEDANG HITAM

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Perperangan / Fantasi Timur
Popularitas:4.9k
Nilai: 5
Nama Author: putra ilham

Dikhianati oleh sektenya sendiri dan dibuang dengan meridian yang hancur total, Ye Chen mengira takdirnya telah berakhir di dasar Lembah Kabut Beracun. Namun, di titik nadir kematiannya, sebuah pedang hitam misterius yang telah terkubur selama ribuan tahun bangkit dan memilihnya sebagai pewaris tunggal.Di dalam pedang hitam itu, bersemayam jiwa pendekar legendaris, Yue-Jian, yang siap membimbingnya. Berbekal kekuatan mengerikan Es Yin dan bilah pedang hitam yang mampu menebas takdir, Ye Chen bangkit dari kegelapan untuk menuntut balas. Dari seorang pemuda yang dianggap sampah, ia merangkak naik menembus batas kultivasi, menghancurkan setiap klan yang pernah menghinanya, dan merebut kembali kehormatannya."Saat pedang hitam ini terhunus, maka langit pun harus tunduk di bawah kakiku

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putra ilham, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5: Perburuan Pertama dan Tangga Langit

Tiga hari penuh telah berlalu sejak Ye Chen pertama kali melatih "Langkah Bayangan Hantu" di bawah siksaan tanpa henti dari Yue-Jian. Sepanjang waktu itu, dia tidak diizinkan untuk memejamkan mata lebih dari dua jam sehari. Sisa waktunya habis digunakan untuk berlari mengitari bebatuan tajam, melompat di antara tebing, dan membiarkan tubuhnya berulang kali terhempas ke tanah demi melatih sensitivitas kakinya terhadap Energi Es Yin.

Namun, hasilnya sangat nyata. Gerakan Ye Chen kini tidak lagi kaku seperti batu yang dilemparkan. Setiap kali dia melangkah, tubuhnya meluncur dengan sangat halus, menyatu dengan kegelapan dasar lembah tanpa menimbulkan riak suara sekecil apa pun.

"Sudah cukup untuk latihan dasar gerakanmu, Bocah," ucap Yue-Jian yang tiba-tiba muncul secara spiritual di samping Ye Chen. Sosoknya melayang anggun dengan gaun hitam yang berkibar halus.

"Kultivasi bukanlah seni menari. Tanpa pertempuran berdarah dan kematian nyata, teknik terbaik sekalipun hanya akan menjadi pajangan kosong. Di dunia luar, para kultivator membagi kekuatan mereka menjadi tingkatan yang mutlak. Kamu harus paham di mana posisimu sekarang berada."

Ye Chen menghentikan langkahnya, berdiri tegak sambil mengatur napasnya yang stabil. "Tingkatan mutlak? Senior, tolong jelaskan."

Yue-Jian menatap ke atas, ke arah kabut hitam yang menutupi langit lembah, seolah menatap menembus ruang dan waktu.

"Dunia kultivasi ini laksana tangga langit yang tak berujung. Bagi makhluk mortal sepertimu, tahapan pertama adalah Qi Condensation, proses mengumpulkan dan memadatkan energi alam ke dalam tubuh. Tahap ini memiliki sembilan tingkatan kecil. Setelah itu, kamu harus menembus Foundation Establishment, membangun fondasi kokoh untuk memperpanjang umur."

Yue-Jian menoleh kembali pada Ye Chen, matanya berkilat tajam. "Lalu ada Core Formation, ranah di mana energi spiritual memadat menjadi inti sejati. Musuh besarmu, Tetua Mo Feng, berada di ranah ini. Di atasnya, masih ada ranah Ascension yang legendaris, ranah melampaui batas mortalitas untuk menyentuh keabadian. Kamu saat ini hanyalah setitik debu yang baru saja merangkak di dasar Qi Condensation tingkat pertama setelah menyerap inti serigala kemarin."

Mendengar penjelasan itu, Ye Chen mengepalkan tangannya kuat-kuat. Jalannya masih sangat panjang, dan musuhnya berada jauh di atas awan. Namun, hal itu tidak memadamkan apinya, melainkan justru memicu hasrat berburu yang membakar.

"Lalu, apa target kita hari ini, Senior?" tanya Ye Chen dengan nada tenang namun dingin.

"Ujian pertamamu sudah dekat," Yue-Jian menjentikkan jarinya, dan sebilah Pedang Hitam yang legam tiba-tiba muncul dari dalam liontin giok, melayang di depan Ye Chen. "Gunakan ini. Ambil, dan rasakan berat dari takdirmu."

Ye Chen mengulurkan tangan kanannya dan mencengkeram gagang pedang tersebut. Begitu jarinya melingkari gagang pedang, lengannya mendadak merosot ke bawah dengan drastis. Seluruh tubuhnya condong ke depan, hampir saja wajahnya membentur tanah kering.

Pedang itu luar biasa berat! Rasanya seperti memegang sepotong gunung besi yang padat dengan berat ratusan kilogram. Urat-urat di lengan Ye Chen langsung menonjol tegang, dan peluh dingin mengucur di pelipisnya.

"Pedang Hitam ini terikat langsung dengan jiwamu melalui liontin giok," jelas Yue-Jian dengan nada datar tanpa niat membantu. "Pedang ini tidak memiliki berat yang tetap. Semakin tinggi ranah kultivasimu, dan semakin murni Energi Es Yin yang kamu salurkan, maka pedang ini akan terasa semakin ringan. Untuk saat ini, dengan kekuatan Qi Condensation tingkat pertamamu, menahannya agar tidak jatuh saja sudah merupakan pencapaian."

Ye Chen menggertak giginya, menolak untuk melepaskan genggamannya. Dia menarik napas dalam-dalam, mematangkan pusaran energi di Dantiannya, lalu memompa Energi Es Yin mengalir deras melewati lengannya menuju ke bilah pedang. Begitu hawa dingin ekstrem menyentuh besi hitam tersebut, seberkas cahaya keperakan samar berkelebat di sepanjang mata pedang. Beban yang menekan lengannya tiba-tiba berkurang sekitar sepertiga.

"Menarik... kamu bisa beradaptasi secepat ini," gumam Yue-Jian dengan anggukan kecil. "Sekarang, targetmu ada di depan. Jangan buat aku kecewa."

Tidak jauh dari tempat mereka berdiri, di balik semak-semak berduri yang layu, sepasang mata berwarna merah menyala seperti bara api muncul dari balik kegelapan kabut. Seekor Serigala Mata Darah berukuran sebesar anak sapi melangkah keluar dengan perlahan. Bulunya yang abu-abu pekat tampak kaku seperti jarum, dan taringnya yang panjang mengeluarkan air liur yang berbau busuk.

Grrrrrrr...

Serigala itu menggeram rendah, merasakan keberadaan daging segar di wilayah kekuasaannya. Sebagai monster tingkat rendah yang setara dengan kultivator Qi Condensation tingkat satu, makhluk ini memiliki kecepatan dan kekuatan fisik yang mampu merobek manusia biasa menjadi serpihan.

Wuuush!

Tanpa peringatan, Serigala Mata Darah itu melompat maju dengan kecepatan tinggi, mengincar leher Ye Chen. Angin kencang yang dihasilkan oleh terkamannya menyapu dedaunan kering di sekitar mereka.

"Tenang, Ye Chen. Gunakan matamu, lihat alirannya!" seru Yue-Jian dari kejauhan.

Detik sebelum taring serigala itu menyentuh kulit lehernya, Ye Chen tidak memilih untuk mundur atau menangkis secara kasar. Pikirannya menjadi sangat jernih di bawah tekanan kematian. Rasa takut yang biasa dia rasakan di masa lalu kini telah lenyap, digantikan oleh kalkulasi yang dingin.

Langkah Bayangan Hantu!

Syuuutt!

Tubuh Ye Chen seketika terpecah, melesat ke samping kanan secara horizontal dengan kehalusan yang sempurna. Serigala Mata Darah itu menerkam bayangan semu yang tertinggal di posisi awal Ye Chen. Begitu cakar serigala menyentuh bayangan tersebut, visual hantu itu langsung memudar dan menghilang bagai asap ditiup angin.

Serigala itu terkejut karena serangannya meleset dan menghantam tanah kosong. Namun, sebelum binatang buas itu sempat membalikkan tubuhnya yang besar, Ye Chen yang asli sudah berada tepat di titik buta sebelah kiri sang monster.

Dengan kedua tangan mencengkeram erat gagang Pedang Hitam yang berat, Ye Chen mengangkat senjata raksasa itu tinggi-tinggi. Dia menyalurkan seluruh sisa Energi Es Yin yang dia miliki ke mata pedang, hingga bilah pedang yang legam itu kini diselimuti oleh aura es hitam yang membekukan udara di sekitarnya.

"Mati!" raung Ye Chen dengan mata yang berkilat biru es.

CRAAAASSHHH!

Ayunan Pedang Hitam yang berat berpadu dengan ketajaman absolut Energi Es Yin murni. Bilah pedang itu menebas melewati leher Serigala Mata Darah dengan sangat mudah, seolah-olah hanya memotong selembar kertas tipis. Kulit keras dan otot tebal sang monster tidak mampu memberikan perlawanan sedikit pun.

Darah hitam pekat menyembur ke udara, langsung membeku menjadi butiran es merah sesaat setelah keluar dari tubuhnya. Kepala serigala itu terlempar ke atas sebelum akhirnya tubuh raksasanya ambruk ke tanah dengan suara dentuman keras, menimbulkan kepulan debu tipis.

Ye Chen terengah-engah, menancapkan ujung Pedang Hitam ke tanah batu untuk menopang tubuhnya yang mendadak lemas. Seluruh Energi Es Yin di dalam Dantiannya terkuras habis dalam satu tebasan pamungkas tersebut. Lengannya gemetar hebat karena kelelahan, namun sepasang matanya memancarkan kepuasan dan kegembiraan yang luar biasa dahsyat.

Dia berhasil. Hanya dengan satu tebasan bersih, dia membunuh monster yang setingkat dengannya tanpa terluka sedikit pun.

"Satu tebasan yang penuh presisi dan tanpa keraguan. Untuk pemula yang baru merangkak di tangga Qi Condensation, ini tidak bisa dibilang buruk," ujar Yue-Jian sambil melayang mendekat, ekspresi wajahnya yang dingin kini dihiasi oleh seulas senyum tipis yang sangat jarang terlihat.

Ye Chen mendongak, menyeka keringat dingin di dahinya dengan lengan baju yang robek. Dia menatap bangkai monster di depannya, lalu menatap ke arah kegelapan Lembah Ratapan yang lebih dalam.

"Ini baru langkah pertama di ranah Qi Condensation, Senior. Saya akan terus mendaki tangga ini sampai saya bisa menarik Mo Feng turun dari langit seolah dia hanyalah seekor anjing," ucap Ye Chen dengan nada suara yang bergetar penuh tekad mematikan.

Perjalanan balas dendamnya baru saja dimulai, dan dasar Lembah Ratapan ini akan menjadi tempat di mana nama Ye Chen ditempa ulang menjadi senjata paling mematikan di seluruh benua.

1
albarra
ok,, coba kita teruskan..
Aman Wijaya
mantab ye Chen semangat terus
Aman Wijaya
ayo ye Chen babat semuanya musuh musuh mu.bikin kabut darah semua
Aman Wijaya
top top markotop lanjut terus Thor
Opayos
😄😄😄😄😄💪💪💪💪
Opayos
💪💪💪💪💪💪👍👍👍👍👍
Opayos
💪💪💪💪💪💪💪😄😄😄😄
Opayos
😄😄😄😄👍👍👍👍
Opayos
👍👍👍👍👍👍💪💪💪💪
Opayos
😍😍😍😍😄😄😄💪💪💪💪
Opayos
😄😄😄😄😄💪💪💪💪👍👍
Opayos
👍👍👍💪💪💪💪💪💪
Opayos
😍😍😍😍💪💪💪👍👍
Opayos
😄😄😄💪💪💪
Opayos
🤣🤣🤣💪💪
T28J
Kaaaak... kepanjangan paragrafnya, kaget saya 🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!