NovelToon NovelToon
"Aku Kangen, Tapi Tuhan Tau "

"Aku Kangen, Tapi Tuhan Tau "

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Romansa Fantasi / Penyelamat
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Andri Yuliantina

Indry gadis religius yang lembut dan terlalu baik pada semua orang.

Zaki lelaki yang selalu hadir dan memberi namun perbedaan keyakinan selalu menjadi tembok pemisah yang tak terlihat diantara mereka.

pertemuan di stasiun tegal setelah 15 Tahun berpisah, menjadi awal dari kisah yang entah apa ujung nya.

tawa kecil, telfonan larut malam dan rasa nyaman pelan pelan berubah jadi kangen dan terbiasa.

tapi bagaimana jika cinta saja tak cukup?
bagaimana kalau Tuhan punya rencana lain....
dan satu keputusan yang harus dipilih,
melanjutkan.... atau melepaskan....


karna kadang, kangen terbesar adalah kangen yang hanya Tuhan yang tau....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Andri Yuliantina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ep 15 :Sepakat Pacaran

*Jam 1:17 malam. Kost Karawaci.*

Indry belum tidur. Lampu tidur biru masih nyala. Tangan masih pegang Alkitab kecil.

Hatinya berbunga. Bukan karena lebay. Tapi karena Bandung 2 hari lalu masih jelas banget di kepala. Cara Zaki lihat dia pelan. Cara Bu Warti peluk dia bilang “Jaga diri ya Nak. Zaki titip.” Cara Zaki bilang “makasih udah mau datang.”

Indry ketawa kecil. Nggak nyangka, 15 tahun nunggu, ujungnya ketemuan cuma buat ngopi 2 jam. Nggak ada pegang tangan. Nggak ada kata “aku sayang kamu”. Tapi cukup buat bikin dia nggak bisa tidur 3 malam.

Di kepala muncul lagi obrolan sama Meta waktu di Kampung Belanda.

Meta: “DRY… kalau Zaki tiba-tiba datang sekarang, pakai baju koki, bawa martabak coklat, terus bilang ‘aku kangen’, lu bakal apa?”

Indry: “Gue bakal lempar martabaknya. Panas Met.”

Meta: “Terus?”

Indry: “Terus gue bakal bilang… hati-hati ya Zak. Jalanan macet.”

Meta: “NGGA ROMANTIS BANGET! GUE REKAM YA!”

Indry ketawa waktu itu. Tapi sekarang, obrolan absurd itu balik lagi.

Kalau Zaki jadi suami… gimana ya?

Zaki marut kelapa 20 kilo tiap pagi. Indry bikin bubur ikan buat sarapan. Ogah minta martabak coklat tiap malam. Carel ngomel karena Indry telat makan. Paul nanya iman. Mauba cerita Dara.

Gila. Nggak pernah kepikiran sejauh itu.

HP getar. Video call dari Meta.

Indry geser jawab. Meta rambut acak, muka belepotan masker, ciri khas Meta kali lagi di kamar.

background kamar kos baru.

“DRY!!! AKU KANGEN!!!” teriak Meta pecah speaker.

Indry ketawa. “MET! PELAN! TELINGA GUE!”

Mereka ngomong ngalor-ngidul 40 menit. Soal suami istri, soal mertua, soal anak, soal “kalau gue jadi istri Zaki, gue nggak mau dia kebanyakan bikin martabak, nanti gue gendut”.

Meta heboh. Indry ketawa sampai perut sakit.

Obrolan yang 15 tahun nggak pernah ada: ngobrolin “kalau”.

Jam 2:30 malam. Selesai VC.

Indry taruh HP. Dada hangat.

Tapi dia tau, Meta nggak puas. Meta selalu mau lebih.

*Besok malamnya. Jam 11:03 malam. Kost Karawaci.*

Pintu diketuk pelan. Indry kaget. Jam segini siapa?

Dia buka. Meta berdiri di depan pintu, koper kecil di tangan, muka belepotan masker belum dibilas. Rambut acak.

“MET?! LU GILA YA DATANG MALAM-MALAM!”

Meta nyengir. “GUE KANGEN DRY! GUE KANGEN NGERASIN SUARA NGOROK LU LANGSUNG!”

Indry narik Meta masuk. Kost yang sepi 3 hari langsung rame.

Indry cek Meta dari atas ke bawah. “Met… lo kurusan ya? Kerjaan baru capek ya?”

Meta muter 360 derajat. “LIHAT! GUE RAMPING! CANTIK! SKINCARE KLINIK GIGI BEDA DRY! GUE MAKAN SIANG ON TIME SEKARANG!”

Indry ketawa. “Iya iya cantik. Tapi jangan sampe sakit ya.”

Mereka duduk di lantai. Indomie rebus, kerupuk, teh hangat.

Obrolan langsung nyerang inti.

Meta: “DRY… gue serius. Lo harus coba dekat Zaki.”

Indry diem. Lampu tidur biru bikin bayangan panjang di tembok.

Meta: “Gue bukan maksa lo nikah besok. Gue cuma bilang… coba pacaran.”

Indry: “Pacaran Met? Kita beda iman.”

Meta: “Terus? Mauba sama Dara gimana? Mereka jaga batas. Mereka doa. Mereka bahagia.”

Indry: “Takut Met. Takut kecewa lagi. Takut bikin keluarga malu.”

Meta: “LO UDAH 15 TAHUN JAGA ADIK-ADIK LU. LO UDAH 15 TAHUN JADI KEPALA KELUARGA. LO BERHAK DICINTA DRY. LO BERHAK 2 JAM NGOPI DI BANDUNG TANPA RASA BERSALAH.”

Indry diem. Mata basah.

Meta pelan: “Zaki nggak maksa. Zaki bilang ‘kalau Tuhan izinkan’. Zaki bayarin tiket lo. Zaki titip lo ke Bu Warti. Itu bukan main-main Dry.”

Indry pejam mata. Kebayang cara Zaki lihat dia pelan-pelan di cafe Bandung. Cara Bu Warti peluk dia bilang “Jaga diri ya Nak. Zaki titip.”

Meta: “Coba Dry. Coba pacaran. Nggak ada yang maksa nikah. Coba jalan 3 bulan. Kalau nggak cocok, putus baik-baik. Kalau cocok, Tuhan yang buka jalan.”

Indry: “Kalau keluarga gue nanya kenapa?”

Meta: “BILANG! KARENA GUE BAHAGIA! KARENA GUE BERHAK BAHAGIA! KARENA 15 TAHUN GUE NUNGGU 3 KATA ‘SUDAH MAKAN’!”

Mereka ketawa sambil nangis.

Indry: “MET! LO GILA! GUE BESOK KERJA MATA NGANTUK!”

Meta: “YA UDAH! BESOK GUE TEMENIN LU KERJA! GUE BAWAIN KOPI! Biar lo nggak ngantuk!”

Mereka ngomong ngalor-ngidul sampai subuh.

Soal mertua. Soal anak. Soal “kalau gue jadi istri Zaki, gue nggak mau dia kebanyakan bikin martabak, nanti gue gendut”.

Meta heboh. Indry ketawa sampai perut sakit.

Obrolan yang 15 tahun nggak pernah ada: ngobrolin “kalau”.

Jam 4:32 pagi. Mereka ketiduran di lantai. Indomie belum habis. Teh sudah dingin.

*Jam 7:12 pagi. Kost Karawaci.*

Alarm Indry bunyi. Lagu rohani “Tuhan Kau Gembalaku”.

Indry buka mata. Meta masih tidur di lantai. Mulut masih ada sisa kerupuk.

Indry usap muka. Mata sembab. Mata ngantuk. Kerja jam 8. Karawaci ke Alam Sutera 45 menit kalau lancar.

Meta bangun. “DRY… GUE BIKIN KOPI!”

Indry: “MET! LU TIDUR AJA! GUE TELAT!”

Meta: “NGGAK! GUE TEMENIN LU! Biar lo nggak ngantuk waktu input BPJS!”

Mereka mandi buru-buru. Meta bikin kopi hitam. Indry minum 2 teguk. Masih ngantuk.

Di perjalanan KRL, Indry ketiduran di bahu Meta.

Meta foto. Caption: “KORBAN CINTA. MATA NGANTUK TAPI HATI SENANG.”

Sepanjang hari Indry salah input 3 data BPJS. Dimarahin kepala ruangan.

Tapi dia senyum-senyum sendiri. Karena di kepala kebayang obrolan subuh: “Coba pacaran Dry.”

*Malamnya. Jam 9:47 malam. Kost Karawaci.*

Indry baru pulang. Capek. Mata masih 5 watt.

HP getar. Video call dari Zaki.

Indry geser jawab.

Zaki di dapur. Kaos polos, rambut rapi. Background deretan kuali berisi minyak kelapa yang hampir jadi.

Zaki: “Dry… kamu kelihatan capek.”

Indry ketawa kecil. “Kamu juga Zak. Mata merah.”

Zaki: “Kemarin ketiduran jam 2 pagi. Mikirin Bandung.”

Indry diem 2 detik.

Zaki: “Dry… aku mau ke Karawaci weekend ini.”

Indry kaget. “KE KARAWACI?! KENAPA?!”

Zaki: “Mau ketemu kamu. Mau ketemu Ogah. Mau ketemu Carel kalau dia ada waktu. Mau ngomong pelan-pelan.”

Indry: “NGOMONG APA ZAK?!”

Zaki: “NGOMONG JELAS.”

Indry diem. Jantung aneh.

Zaki: “Aku nggak maksa Dry. Tapi aku nggak mau main-main. Aku udah 15 tahun nunggu. Aku mau jelas. Aku mau sepakat.”

Indry: “Sepakat apa Zak?”

Zaki: “Sepakat pacaran.”

DUARR.

15 tahun. Satu kalimat.

Indry diem 5 detik. Mata basah.

Zaki: “Kalau kamu nggak mau, aku ngerti. Aku mundur pelan-pelan.”

Indry: “Aku… aku mikir dulu ya Zak.”

Zaki: “Siap. Aku tunggu.”

Layar mati.

Indry duduk di kasur. Tangan gemetar.

Meta yang baru pulang kerja teriak dari pintu: “DRY! ZAKI BILANG APA?!”

Indry: “DIA MAU KE KARAWACI WEEKEND INI MET!”

Meta: “TERUS?! LU JAWAB APA?!”

Indry: “GUE BILANG MIKIR DULU!”

Meta: “MIKIR APA LAGI DRY?! ITU ZAKI! YANG 15 TAHUN LU GHOSTING!”

Indry diem. Mata basah.

Meta pelan: “Dry… lo berhak bahagia. Lo berhak 2 jam ngopi. Lo berhak sepakat pacaran.”

Indry angguk.

Meta: “Besok gue temenin lo doa ya. Biar lo nggak takut.”

Mereka peluk. Kost yang sepi jadi hangat.

*Besoknya. Jam 5:15 pagi. Kost Karawaci.*

Indry bangun tanpa alarm. Seperti biasa.

Doa. Baca Firman. Matius 6:34 lagi.

_"Janganlah kamu kuatir akan hari besok..."_

Dia nggak kuatir. Dia cuma takut.

Takut kecewa. Takut bikin keluarga malu. Takut imannya goyang.

Dia buka WA Zaki. Ketik. Hapus. Ketik lagi.

Akhirnya dia kirim:

“Zaki… aku nggak janji apa-apa. Tapi aku mau coba. Coba pacaran. 3 bulan. Kita jaga batas. Kita jaga iman. Kita doa banyak. Kalau Tuhan izinkan, kita lanjut. Kalau nggak, kita mundur baik-baik.”

Kirim.

Tangan gemetar.

3 menit kemudian.

Zaki: “Siap Dry. 3 bulan. Kita jaga batas. Kita jaga iman. Kita doa banyak. Aku nggak akan nyakitin kamu.”

Indry baca. Dada adem.

Dia pejam mata 2 menit.

Tuhan, kalau ini bukan, tolong tutup pelan-pelan. Kalau ini iya, tolong buka tanpa bikin aku kecewa lagi. Amin.

*Malamnya. Jam 8:12 malam. Kost Karawaci.*

VC grup masuk. Meta + Zaki + Indry.

Meta nyengir: “SURPRISE! INI JEMBATAN CINTA! NGOBROL BERTIGA!”

Zaki: “Dry… maaf ya. Meta yang maksa.”

Indry: “MET! LU GILA YA!”

Meta: “IYA! GUE GILA KANGEN LIHAT KALIAN SEPAKAT PACARAN!”

Mereka ngobrol 40 menit.

Zaki cerita rencana ke Karawaci Sabtu jam 10 pagi. Naik kereta. Bawa martabak buat Ogah.

Meta heboh: “DRY! KITA BELI BAJU AJA! KITA FOTO-FOTO! KITA POST STORY!”

Indry: “MET! GUE BELUM BILANG YA!”

Meta: “UDAH DRY! GUE YANG PESAN KUE! GUE YANG BAYAR!”

Zaki ketawa. “Udah Dry. Anggap rejeki, gak usah nolak.Kuenya yang enak ya, Met. Ketemuan. Ngopi. Pulang.”

Indry diem. Lihat Meta yang nyengir. Lihat Zaki yang tenang.

Indry: “Jam 10 pagi ya Zak. Stasiun Karawaci.”

Zaki: “Siap Dry.”

DUARR.

Satu janji. Tapi 15 tahun ditahan.

*Malamnya. Jam 12:15 malam. Grup WA “Keluarga AndreBetari” meledak.*

Meta kirim voice note panjang:

“BREAKING NEWS! KAK INDRY SEPAKAT PACARAN SAMA ZAKI! 3 BULAN! JAGA BATAS! JAGA IMAN! ZAKI MAU KE KARAWACI SABTU JAM 10 PAGI!”

Carel: “KAK! JANGAN BURU-BURU! KAK BERHAK DAPAT YANG LEBIH!”

Paul: “KAK, IMAN KAK JAGA YA! 3 BULAN ITU BATAS YANG BAGUS!”

Mauba: “KAK, KAK JUGA HARUS BAHAGIA! DARA JUGA BILANG GITU!”

Ogah: “KAK ZAKI BAWA MARTABAK COKLAT KAK?!”

Indry baca semua. Nggak balas. Dia matiin HP.

Dia pejam mata.

Ni anak anak konsisten banget bahasanya, kagak ada bahasa lain napa yaaaakkk.

Di Karawaci hujan kecil.

Di Tegal hujan kecil.

Di PIK hujan kecil.

Tiga orang. Tiga kota.

Satu PD. Satu VC heboh. Satu janji 3 bulan.

Satu keberanian yang pelan-pelan tumbuh.

Aku kangen, Zak.

Tapi Tuhan tau.

Dan sekarang… Tuhan izinkan coba.

1
Aiko Yuki
air mataku ikut netes kak 😭
AnYu: terima kasih sudah membaca... ini karya pertama ku... masih tahap nulis blm d revisi mungkin masih banyak typo
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!