Tiga ribu tahun yang lalu, sembilan kultivator legendaris menciptakan teknik kultivasi tertinggi: Orkestrasi Sembilan Naga. Teknik ini konon bisa membawa pengguna melampaui batas Ranah Pendakian Abadi yang tidak pernah bisa dicapai oleh kultivator manapun, karena "Tribulasi Langit" selalu menghancurkan mereka yang berani mencoba.
Namun menyadari bahayanya, para pendiri memecah teknik ini menjadi sembilan gulungan dan menyebarkannya kepada sembilan klan yang mereka dirikan. Setiap gulungan merepresentasikan satu aspek naga: Petir, Api, Air, Tanah, Angin, Cahaya, Bayangan, Ruang, dan Kekacauan.
Selama ribuan tahun, sembilan klan ini menjadi kekuatan dominan di dunia kultivasi. Namun mereka tidak pernah berani menyatukan gulungan kembali, karena legenda mengatakan: "Siapa yang menyatukan Sembilan Naga, akan menjadi Penguasa Langit atau menghancurkan dunia."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nugraha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 33 : Pertarungan Pertama
Lin Feng menghabiskan sisa hari itu untuk mempersiapkan diri baik mental maupun fisik.
Ia mendatangi rumah Shen Yuan untuk menjalani latihan terakhir sebelum misi dimulai.
“Jadi kuil akan menggunakanmu sebagai umpan,” ujar Shen Yuan setelah Lin Feng menceritakan rencana mereka. “Kau sangat berani. Apakah kamu tau itu sangat berbahaya?.”
“Aku tahu, tapi aku tidak sendiri.” jawab Lin Feng dengan tenang. “Ini mungkin akan menjadi kesempatan ku untuk menghapus ancaman Sekte Bayangan Naga. Setidaknya mereka yang ada di kota Qingshui.”
Shen Yuan menatapnya lama. “Kau sudah berubah, kau sadar itu? Mungkin Dua minggu yang lalu, kau pasti akan mencoba melakukan ini sendirian. Sekarang kau bekerja sama dengan kuil, menerima bantuan dan menyusun rencana strategis. Itu berarti sudah ada pertumbuhan dalam dirimu.”
“Atau mungkin keputusasaan,” kata Lin Feng sambil tersenyum pahit.
“Mungkin keduanya.” Shen Yuan membalas dengan senyum tipis. “Tapi tetap saja, itu pertumbuhan.”
Shen Yuan kemudian berjalan ke rak dan mengambil sebuah jimat kecil berbentuk segi enam.
“Ambil ini. Ink adalah Jimat Pelindung Darurat. Jika kau benar-benar berada dalam keadaan terdesak, hancurkan jimat ini. Ia akan menciptakan penghalang yang mampu menahan serangan kultivator bahkan di Ranah Formasi Inti selama satu menit. Tidak lama, tapi cukup untuk menyelamatkan nyawamu.”
Lin Feng menerima jimat itu dengan hati-hati, lalu menyimpannya di kantong tersembunyi di balik pakaiannya.
“Terima kasih, Guru.”
“Guru?” Shen Yuan mengangkat alisnya. “Ini pertama kalinya kau memanggilku sebagai guru.”
“Karena memang begitulah seharusnya,” jawab Lin Feng sederhana. “Kau mengajariku dan membimbingku. Itu sudah membuatmu menjadi guruku.”
Shen Yuan terdiam sejenak, lalu tersenyum hangat dan tulus.
“Kalau begitu, aku sebagai gurumu memberikan perintah, berhati hatilah besok dan jangan sampai mati. Mengerti?”
“Mengerti Guru.”
Lin Feng akhirnya kembali ke kuil setelah pertemuan dengan Shen Yuan, Malam ini sebelum misi, Lin Feng kembali tidak bisa tidur.
Namun kali ini bukan karena ketakutan melainkan karena memikirkan antisipasi.
Besok, ia akan berhadapan langsung dengan Sekte Bayangan Naga organisasi yang membantai keluarganya.
Bukan pemimpin mereka. Bukan inti kekuatan mereka. Hanya anggota tingkat bawah. Namun tetap saja… ini adalah langkah pertama menuju balas dendam.
Tunggu aku, ayah, ibu, Xiao Yue, pikir Lin Feng sambil menatap bulan di luar jendela. Besok, darah pertama akan tertumpah. Dan itu baru permulaan.
Seketika ketukan pelan terdengar di pintu kamarnya.
Lin Feng sudah tahu siapa itu bahkan sebelum membukanya. Hanya satu orang yang akan datang ke kamarnya di tengah malam.
“Yue Lian,” sapanya pelan sambil membuka pintu.
Kali ini, Yue Lian tidak membawa teh. Ia hanya berdiri di sana menatapnya dengan mata yang dipenuhi kekhawatiran.
“Aku dengar rencana kamu besok, Tentang kamu menjadi umpan untuk penyerangan anggota Sekte Bayangan Naga.” suaranya dengan sedikit bergetar.
“Siapa yang memberitahumu?” tanya Lin Feng lembut.
“Zhou Ming,” jawabnya. “Dia khawatir. Dan kami semua khawatir.” Yue Lian melangkah lebih dekat ke arah Lin Feng. “Lin Feng, ini adalah sebuah tindakan yang berbahaya. kamu tidak harus melakukan semua ini.”
“Aku harus,” potong Lin Feng. “Sekte Bayangan Naga tidak akan pernah berhenti mengejarku. Lebih baik aku menghadapinya dengan caraku sendiri, daripada menunggu mereka menyerang saat aku tidak siap.”
“Tapi...”
“Yue Lian.” Lin Feng meletakkan tangannya di bahu gadis itu. “Tenang saja, aku akan baik-baik saja. Aku sudah punya rencana. Dan aku juga punya perlindungan dari kuil. Dan aku juga punya ini.”
Ia kemudian mengangkat tangannya, lalu mengalirkan Qi. Sembilan bola kecil cahaya muncul dan berputar perlahan, masing-masing bola itu memancarkan aura elemen yang berbeda.
Yue Lian menatapnya dengan kagum, lalu matanya melebar saat ia benar-benar memahami apa yang ia lihat.
“Sembilan elemen, Berarti benar. Kau…kau adalah pemilik gulungan terakhir.”
Lin Feng cuman tersenyum, lalu menarik kembali Qi sembilan elemen nya.
Yue Lian menatapnya lama, lalu tiba-tiba memeluknya dengan erat, pelukan yang penuh kecemasan, seolah olah takut orang di depannya akan menghilang.
“Kembalilah dengan selamat,” bisiknya. “Tolong… berjanjilah padaku.”
Lin Feng terdiam sesaat, lalu perlahan membalas pelukan itu.
“Aku janji,” ucapnya pelan.
Dan ia berniat menepatinya, apa pun yang terjadi besok.
Malam berikutnya tiba, diselimuti kabut tipis yang merayap pelan di antara bangunan kota.
Lin Feng melangkah keluar dari gedung Kuil Cahaya Suci dengan langkah tenang. Ia mengenakan jubah gelap dengan tudung menutupi sebagian wajahnya.
Ia bisa merasakan tatapan-tatapan tersembunyi dari berbagai arah, pasukan penegak kuil yang sudah berada di posisi… dan yang lebih penting adalah bayangan anggota Sekte Bayangan Naga yang mengikuti dari kegelapan.
Ternyata mereka benar benar terus mengawasi ku dan mengikutiku, pikir Lin Feng sambil mempertahankan langkah yang stabil, tidak terlalu cepat, tidak terlalu lambat. Bagus, ini sesuai rencana.
Ia melewati jalan-jalan yang semakin sepi menuju distrik timur. Semakin dekat ke kawasan gudang, semakin sunyi suasananya. Lampu-lampu sudah jarang dan bayangan semakin pekat.
Tempat yang sempurna untuk penyergapan.
Lin Feng memasuki area gudang tua. Pandangannya bergerak cepat namun sikapnya tetap berpura-pura lengah.
Gudang target sudah di depan, bangunan besar dengan pintu kayu yang terbuka setengah.
Ia berhenti di depan pintu, seolah ragu untuk masuk.
Dan saat itulah mereka bergerak.
Lima sosok muncul dari bayangan, tiga melesat turun dari atap, dua muncul dari permukaan tanah, gerakan mereka cepat dan mematikan.
Ranah Pembentukan Fondasi Lapisan Keempat dan Kelima. Persis seperti perkiraan.
Namun ada satu lagi. Sosok keenam melangkah keluar dari dalam gudang, auranya jauh lebih berat.
Ranah Formasi Inti.
Sial, pikir Lin Feng sambil langsung bersiap bertahan. Informasi kuil salah. Ternyata ada kultivator yang memilki aura kuat, mungkin di Ranah Pembentukan Fondasi Lapisan Kesembilan atau mungkin kultivator di Ranah Formasi Inti.
“Pemilik Sembilan Elemen,” ujar kultivator Formasi Inti itu, seorang wanita bertopeng, suaranya sangat dingin dan tenang. “Kau membuat kesalahan dengan keluar sendirian.”
“Atau mungkin kalian yang membuat kesalahan dengan menyerang,” balas Lin Feng sambil mengalirkan qi, bersiap memberikan sinyal kepada anggota kuil.
Namun sebelum ia sempat melakukannya, wanita itu sudah bergerak.
Begitu cepat hingga nyaris tak terlihat oleh mata. Dalam sekejap, ia sudah berada tepat di depan Lin Feng, tangannya langsung mencengkeram lehernya.
Lin Feng bereaksi secara naluriah.
Ia melepaskan ledakan Elemen Gabungan.
BOOM...
Ledakan qi menghantam dada kultivator itu, memaksanya terlempar beberapa meter ke belakang.
Namun ia tidak terluka, hanya terkejut sedikit.
“Menarik,” katanya sambil menatap telapak tangannya yang sedikit menghitam. “Kau memang istimewa, pantas saja Klan Langit Biru sangat menginginkan mu.”
Lima kultivator lainnya langsung menyerang dari berbagai arah.
Dan pertempuran pun dimulai.
Dukungan kalian sangat membantu agar cerita ini bisa terus berkembang dan lebih sering update.
Terima kasih sudah membaca!