seorang anak yang harus menjadi korban perceraian orang tua nya,hidup dengan nenek dan kakek dengan begitu banyak cemoohan dari orang orang maupun teman-teman nya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pena merpati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 14
Pagi pun tiba dan sinar matahari pun masuk melalui celah kamar Aira namun Aira masih enggan membuka matanya,Aira pun menarik selimut hingga menutupi kepalanya.
Eka pun masuk kedalam kamar Aira dan membangunkan putri nya,saat ia masuk ternyata sang putri masih enggan bangun dari mimpi indah nya.
Tanpa Eka ketahui bahwa Aira semalam tidak bisa tidur hingga larut malam barulah ia bisa memejamkan mata nya.
"Aira ayo bangun ini sudah siang"ucap Eka sambil membuka jendela kamar Aira
"Eunghhh"
"Ayo bangun nak,nanti kau bisa telat"
Aira pun membuka mata nya dan menyesuaikan cahaya yang masuk.
"Sudah jam berapa ini Bu"
"Sudah jam 6 ayo cepat mandi nanti setelah itu kau sarapan ,ibu sudah memasak kan makanan untuk mu".
"Baiklah Aira mandi "
Eka pun meninggalkan Aira ,namun saat menoleh kebelakang ia pun hanya bisa geleng-geleng kepala karena melihat sang putri kembali merebahkan diri nya dan tertidur.
"Aira ayo bangun nanti kau terlambat nak"
"5 menit lagi Bu"
"Tidak ada 5 menit ayo mandi sekarang"
Eka pun mendorong Aira untuk masuk ke kamar mandi agar putrinya itu tidak kembali tidur.
Setelah mandi Aira pun memakai seragam sekolah nya dan bergabung dengan keluarga nya yang sedang sarapan.
"Selamat pagi,nenek,kakean,ibu,ayah"sapa Aira
"Pagi nak"ucap mereka serempak
"Aira ayo cepat sarapan nanti kau bisa benar-benar terlambat sekolah"
"Baiklah nenek"
Aira pun sarapan pagi dengan cepat karena ia takut jika benar terlambat datang ke sekolah.
Saat sampai di sekolah ia di beritahu kepada guru saat mengajar bahwa sebentar lagi akan melakukan ujian sekolah kelulusan .
Semua murid pun tampak tegang mereka pun membicarakan kepada guru bahwa mereka ingin diadakan kelas tambahan agar nanti saat ujian mereka bisa melakukan nya dengan tenang.
Hari demi hari pun berganti kini hari di mana diadakan nya ujian sekolah pun telah tiba,Aira pun gugup takut bahwa nanti hasil nilai ujian nya tidak memuaskan.
"Aira ada apa,kenapa kau kelihatan gugup seperti itu"tanya ibu nya
"Aira gugup bu,nanti kan ujian Aira takut tidak bisa mengerjakan nya dengan benar".
"Kau kan sudah belajar jadi ibu yakin kau akan bisa mengerjakan nya nanti"
"Baiklah,Aira berangkat dulu ya Bu assalamualaikum "..
"Waalaikumasalam "
Saat sampai di sekolah semua murid pun masuk ke kelas dan duduk di bangku masing-masing yang sudah di sediakan sekolah dengan nama yang tertempel di meja.
Bel sekolah pun berbunyi semua murid mempersiapkan bolpoin untuk menguji jawaban ,sedangkan semua tas di kumpulkan di depan.
Seketika kelas pun menjadi hening karna semua murid tengah berfikir untuk mengisi jawaban yang tepat .
Ujain sekolah pun berjalan dengan lancar tanpa ada halangan apapun ,setelah 2 jam guru pengawas pun meminta kepada semua murid untuk mengumpulkan lembar soal dan jawaban.
Setelah mengumpulkan semua murid pun mengambil tas dan berlalu untuk keluar dari kelas dan menuju kantin mengisi perut mereka.
"Aduh aku tadi pusing ngerjain nya"ucap Santi
"Iya benar,bahkan aku yakin banyak yang salah nanti"ucap ana
"Bagaimana dengan mu Aira"tanya Santi
"Huff,sama saja dengan kalian"
"Sudahlah lebih baik sekarang kita ke kantinn,aku sangat lapar jadi tidak bisa berfikir"ajak ana
"Baiklah ayo"ucap Aira dan Santi
Mereka pun melangkahkan kaki nya menuju ke kantin dan mengisi perut mereka.
Satu Minggu sudah ujian sekolah berlangsung akhir nya hari ini adalah hari terakhir dimana di laksanakan nya ujian.
Semua murid pun merasa senang akhir nya mereka bisa bernafas lega setelah mengerjakan ujian terakhir,
Mereka pun bersorak gembira dan tinggal menunggu hasil nya keluar untuk mengetahui nilai mereka.
Begitu pula dengan Aira dan temannya,mereka pun merasa lega karena sekarang mereka terbebas setelah satu Minggu belajar dan belajar.
"Bagaimana kalau setelah ini kita makan-makan untuk merayakan bawa kita telah selesai melakukan ujian"ucap ana
""Ku rasa itu bukan ide yang buruk"
"Bagaimana Aira apa kau mau"ucap Santi
"Hemm entahlah,memang nya mau makan-makan di mana"tanya Aira
"Dirumah masing-masing,hahahahah" tawa ana
Sedangkan Aira dan Santi pun menatap ana dengan tatapan sinis.
Ana yang sadar akan tatapan temannya itu kemudian diam dari tawa nya.
"Heheh maaf"ucap ana sambil mengangkat tangan nya dan jarinya membentuk huruf v
"Jika makan di rumah juga sudah setiap hari ana"ucap Santi
"Heheh iya-iya aku tau,aku kan hanya bercanda"
"Bercanda mu tidak lucu ana"
"Baiklah sekarang bagaimana, apa kalian mau jika mau ayo ke kantin nanti biar aku yang tlaktir kalian"
"Wah benarkah ana,apa kau punya banyak uang sehingg bisa mentlaktir kita"tanya aira
"Yaa hari ini cukup punya uang jadi bisa mentlaktir kalian,ayo"
"Baiklah, sering-sering ya ana"ucap Santi sambil mengedipkan mata nya
"Itu sih mau ku Santi"
Mereka pun menuju kantin dan membeli beberapa makanan serta camilan.
"Wah banyak sekali ini,apa kita bisa menghabiskan nya"tanya ana
"Tentu saja bisa ,kita kan bertiga jadi kita akan menghabiskan nya"
"Baiklah".
Mereka pun makan dengan sesekali melemparkan candaan hingga tak terasa makanan yang mereka beli pun sudah habis tak tersisa dan hanya menyisakan plastik nya saja.
Tak lama setelah itu mereka pun memutuskan untuk pulang ke rumah masing-masing.
Saat Aira sampai di rumah ia pun mengucapkan salam saat melangkah kaki nya ke dalam rumah.
"Assalamualaikum,Aira pulang"
"Waalaikumasalam,eh sudah pulang ya sudah sana ganti baju dan makan"
"Baiklah nek"
Aira pun segera mengganti pakaian nya dan menuju ruang makan ,disana pun sudah ada ibu nya serta nenek nya.
"Bagaimana ujian mu Aira"
"Alhamdulilah lancar Bu,hari ini adalah hari terakhir ujian"
"Hemm baiklah yasudah makan lah dulu"
Aira pun memasukan nasi serta lauk kedalam piring maknanya dan memakannya dengan tenang.
Setelah makanan yang di dalam piring Aira habis ia segera kedapur dan mencuci piring nya.
Setelah itu Aira pun menghampiri sang nenek yang sedang menonton televisi dengan serius,Aira pun mempunyai ide jahil untuk mengagetkan sang nenek.
Aira pun berjalan mengendap-endap dan saat sampai di belakang sang nenek ia pun mengagetkan nenek nya.
"Dorrrr"
"Astaghfirullah"
"Aira kau ini, mengagetkan nenek saja bagaima jika nenek jantungan dasar anak nakal"
"Heheh maaf nenek,habisnya nenek sangat serius sekali jadi yaaa Aira kagetkan,maaf nenek "
"Sudah-sudah nenek maafkan,tapi jangan di ulangi lagi ya".
"Baiklah nenek ku sayang"
"Ck,kau ini"