NovelToon NovelToon
Lembayung Di Batas Timur

Lembayung Di Batas Timur

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Kehidupan Tentara / Menikahi tentara
Popularitas:187.9k
Nilai: 5
Nama Author: sinta amalia

Bermula dari benang kusut hubungan sang sahabat, seorang mahasiswi cantik nan manja yang merupakan calon guru itu justru terlibat cekcok dan saling sumpah serapah dengan kekasih sahabatnya yang sekaligus seorang perwira militer negri.

Alih-alih menjauh, kejadian tak mengenakan itu justru menjadi awal dari serentetan pertemuan yang menyatukan mereka pada sebuah takdir untuk saling mencinta di tengah rollercoaster nya perjalanan karir keduanya.

Siapa sangka justru pertemuannya dengan Panji membawa Ivy selangkah lebih dekat dengan cita-citanya yang sebenarnya....
Apakah ia akan membersamai Panji, mengukir lembayung di batas timur, ataukah mengejar mimpinya menjadi seorang model sukses di negri Paris?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sinta amalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15 Hay!

Semalam, Ivy kesulitan untuk tidur. Ia dan Gege terjaga semalaman, alhasil pagi ini---

Raudhah mencolek pipinya beberapa kali, "Vy, Ge...bangun subuh."

Benar aroma segar dan mineral laut sedikitnya terasa di penciuman kala pertama kali ia menarik nafas diantara kesadaran, sekaligus aroma kayu usang dan sedikit basah, tapi apalah daya...ia terlalu mengantuk untuk sekedar membuka mata.

"Vy, Ge...gantian ke airnya. Mumpung Arsa sama yang lain udah bantu ambilin air..."

Matanya dipaksa terbuka kala mendengar kalimat, bantu ambil air.

"Apa?" suara Gege yang parau bertanya dengan nada yang clueless sedikit tak paham.

"Bantu ambil air, Ge....di penampungan air yang biasa dipake warga, 2,5 km dari sini, ada penampungan air yang dialirkan dari mata air sungai besar sana, baru diangkutin sama warga ke masing rumah."

Ivy langsung terbangun dengan rambut acak-acakannya, "tidakkkk!"

Benar, Ivy yang terbiasa mandi dengan air bersih---yang dimana ia tak harus berhemat, bahkan kadang lupa untuk tau apa itu arti kata berhemat, kini harus dihadapkan dengan mandi yang hanya menggunakan 1 ember penuh hasil jerih payah Arsa dan kawan-kawan.

"Arsa, gue mau puup...." keluh Gege, mereka tertawa diantara duduk melingkar pagi ini, sementara Ivy, lihatlah rambutnya yang masih dibalut oleh handuk kecil, jangan tanyakan bagaimana tadi ia berdebat dengan Bumi tentang ia yang mengambil setengah ember air milik Bumi sebab harus creambath sehingga Bumi harus menahan untuk buang air dan mengambil kembali air.

Ivy menghela nafasnya, "ngga nyangka gue, cuma buat air segayung aja harus gontok gontokan sama Bumi."

"Besok, Lo berdua mesti usaha ambil air sendiri...kasian Bumi, Made, sama Gabriel..." kini Arsa sebagai kordes buka suara.

Bumi mendelik, "sungkem sama gue, Lo Vy..." ia menyodorkan punggung tangannya pada Ivy yang langsung ditepis Ivy, "najiss, Lo cebok ngga bener pasti..."

"Lah, airnya Lo pake buat creambath."

Dan masih banyak keributan lain yang menjadi topik pagi ini hingga Arsa harus menggeplak lantai kayu tempat mereka duduk saat ini.

Ende Hana datang bersama seorang warga sini, ibu Halimah, memberikan sejumlah penganan yang bisa dijadikan sarapan, termasuk datangnya pak Drajat dan pak Firman.

Ivy benar-benar tak pernah tersenyum sejak kedatangannya, apalagi sekarang.

"Oh my God! Gue masih pengen puup!" Gege masih bicara dengan topik yang sama, "jangan sampai puup gue jadi batu pas balik ke rumah."

Bumi melempar Gege dengan dedaunan kering yang ada di alas mobil bak terbuka. Apa tak salah? Benar...

Ingin sekali Ivy menangis, diangkut macam ikan sarden begini dengan mobil bak yang memang bekas ikan-ikan diangkut ke pasar, bau amis dan---

"Jangan bilang Lo mau muntah lagi, Mel....karena yang ada gue ikutan muntah sekarang." Ivy melihat ke arah Imel membuat yang lain tertawa, "pasien bertambah."

"Engga lah. Kemaren cuma udah cape aja...kalo sekarang kan terbuka begini, AC alami..." Imel seperti tengah merasakan alam Tanjung komodo yang masih terasa asri, segar, indah.

Benar sekali, udara sejuk dan segar khas desa pesisir, matahari yang bersinar lebih terik meskipun waktu masih pagi, Ivy menatap mendongak ke arah langit, ia pernah melihat ini....benar tapi dimana? Ahhh...latar sebuah film.

Sejumput rasa hangat menggerayangi, cakrawala biru, benar-benar biru bersih, seperti tak ada awan atau hanya sedikit bercak putih awan saja, dan apa itu... burung-burung yang berterbangan ke arah selatan. Di ibukota ia bahkan kesulitan menemukan itu.

"Ini kita kalo mau ke pulau komodo tuh cuma tinggal nyebrang pake speed boat doang kalo mau cepet, cuma berapa menitan lah. Tapi jalur darat pun bisa."

Ivy mengeratkan jas almamater UNJANA di badannya, "kita balik ke basecamp pake apa Sa, ini juga?"

Arsa menggeleng, "nanti pake reo. Ra, catatan dibawa kan?" Raudhah mengangguk.

"Logistik, Gab sama Ivy..."

Lantas Ivy mengangkat iPad di tangannya, "lengkap, catatan logistik yang waktu rapat."

Gabriel ikut mengangguk, "Vy, ntar disana mampir ke minimarket dulu beli semprotan serangga lah, semalem banyak semut banyak nyamuk an jirrr. Nyamuk segede-gede keboo."

Ivy mengangguk, "oke."

Dengan jarak yang benar....hanya cukup memakan waktu tempuh satu setengah jam lebih beberapa menit saja, Ivy akhirnya bisa melihat peradaban menurutnya. Jalanan besar yang lebih mulus beraspal, minimarket meski tak berserakan macam di ibukota dan fasilitas hidup lainnya.

Dan dari kejauhan bangunan bercat abu dan biru mereka dapati diantara hiruk pikuk perkotaan.

Hati-hati anda memasuki kawasan berbasis militer

Dengan font cemerlang dan lambang kesatuan kini mobil terhenti tepat di depan gerbang bersama mobil yang mengangkut pak Drajat, pak Petrus dan pak Firman.

...Markas komando...

...Lanal Timur...

Penjaga serambi depan yang berjaga memeriksa kedatangan mereka.

"Silahkan masuk," ramah mereka cukup tau siapa pak Drajat dan rombongan, karena memang kehadiran KKN 78 dan pak Petrus sudah ditunggu.

"Asli, ini tuh bareng mess ya? Kenapa kita ngga bikin basecamp disini aja sih..." Gege mencebik.

Raudhah menepuk pundak Gege, "masih mau puup ngga? Bisa numpang.."

Gege menggeleng, "udah masuk lagi ke usus."

Ivy dan Raudhah tertawa, "kamprett emang nih."

"Suuttt...." Gabriel membuat gerakan pistol dengan tangannya dan menunjuk jidat Ivy yang langsung ditepis Ivy, "apa sih!"

Tentu saja, banyak para prajurit yang berlalu lalang, wong ini sarangnya. Pak Petrus bahkan mengajak mereka lebih dalam dan akhirnya bertemu beberapa orang di lobby.

"Wahhh, sudah datang!"

"Rus, tamu sudah datang siapkan tempat. Oh ya, bapak bupati masih dimana?"

"Sudah dekat katanya pak."

Panji, ia sudah berpakaian seragam harian lengkap bersama Denarung I, hari ini sedikit upacara penyambutan mahasiswa KKN lintas provinsi sebagai program pemerintah yang bekerja sama dengan kampus kampus di dalam negri.

Memasang baret kebanggaan dengan emblem bersinar saat cahaya mengenainya.

Kelana, ia tak kalah semangat meski tak begitu kentara terlihat.

"Saya duluan." Kapten Samudra telah berjalan duluan, hanya tinggal mengukur langkah saja sampai di lapangan depan.

"Terakhir kunci pintu, Bar!"

Yoo! Seruan Bara yang masih ada di kamar. Ayunan langkahnya, belum ada debaran apapun selain daripada tak sabar saja ingin melihat seseorang bernama Pravita yang dimaksud Kelana, apakah sama dengan Pravita yang ia kenal.

Sudah pukul 8, matahari sedikit lebih kejam menghangatkan bumi timur ini.

Ivy digiring untuk mengisi lapang depan bersama yang lain.

Dilihatnya sebuah mobil melaju memelan dari balik pagar lalu berhenti tepat di depan gerbang, "bapak sudah sampai."

Ia tau jika itu artinya bupati kota seribu sunset sudah tiba, ia turun bersama ajudannya dan---

"Pak," pak Petrus menyambut dan menyerbunya, berbicara sedikit langkahnya kini menemui pak Drajat dan pak Firman serta sempat bersalaman dengan Arsa, dan mengedar satu persatu anak KKN termasuk Ivy yang ingin sekali langsung memuntahkan isian kepalanya tentang ketersediaan air tanah di desa Tanjung komodo. Tapi semua itu urung kala beberapa personel tentara lain turut mengisi lapangan depan ini.

Langkah perwira di balik seragam loreng dan baret yang cukup berbeda dari kebanyakan personel yang ia temui sebelumnya.

Kapt. Raimond, Ivy langsung mengalihkan pandangannya pada pria matang dengan suara lantang itu, "lapor!"

Kemudian, colekan Gabriel membuatnya menyudahi acara menatap pria matang berbaret itu.

"Bikin barisan guys..." pinta Arsa, membuatnya dan teman-teman langsung heboh berjejer. Dua barisan dengan ia yang berada di barisan paling depan bersama tiga perempuan lainnya dan Arsa.

Tentu saja langkah seseorang dari beberapa orang yang kini tepat di depannya cukup disadari Ivy.

**Deg**!

Ucapan bersiap dari kapten Raimond mendadak senyap kala sepasang netra indahnya itu menangkap gestur berdiri dan bersikap selayaknya prajurit tepat di depan matanya.

Wajah tak asing yang Ivy temui beberapa waktu ke belakang.

*T. Pandjie Ikram*

"Pacar Mayra," gumamnya kecil, Gege menoleh, "kenapa Vy?"

Ivy menggeleng, "ah engga."

Ivy mendadak salah tingkah dan berusaha membuang muka meski nyatanya ia merasa seperti disergap tatapan Panji karena tepat di depannya, ingin tersenyum tapi---sungguh so ramah itu bukan nama tengahnya. Ia juga pantang tersenyum duluan pada manusia yang kini sedang menatapnya tanpa tersenyum, khawatir dikira so kenal. Maka sikap yang Ivy ambil adalah....

Membuang muka darinya, berpura-pura jika mereka belum pernah bertemu sebelumnya.

Panji, ia menarik alis sebelah meski kemudian menyeringai... *pura-pura ngga kenal, non*?

Disini ramai, bahkan bapak bupati saja sudah komat-kamit sejak tadi dengan bahasa Indonesia baku dan logat bicara timurnya, ada hangat matahari yang terasa menyengat tapi....

Kenapa Ivy merasa hanya ada dirinya dan tatapan Panji saja?

Gege, ia mengernyit, "Vy,"

"Hm?"

"Dari tadi si bapak yang itu liatin Lo...Lo kenal?"

Ivy mele nguh kecil, kenapa harus ditunjuk pula oleh Gege.

Ivy menoleh, "engga."

Beberapa puluh menit Ivy harus berdiri membuat kakinya pegal, macam ospek camaba, hingga akhirnya ceremony penyambutan itu berakhir, dan mulai bubar jalan.

"Foto dulu, Nan...pubdok!" pinta Tami.

Ivy menarik diri berjejer di dekat Gege.

Tapi kemudian, "sama om-om tentara sekalian ya..." ia bahkan sudah meminta beberapanya termasuk Panji dan Denarung I.

"Maaf pak, om...boleh ikut difoto sebentar untuk pubdok kegiatan?" pintanya pada Kelana dan kapten Samudra.

"Oh, foto ya?" Bara justru sudah mengiyakan, "buru bang foto!" ajaknya.

Panji tentu saja, ia mengambil posisi tepat di belakang Ivy, yang sudah merasakan panas di tengkuk karena kehadiran Panji.

"Geser...ya geser. Kasih kepalan tangan. Nusantara Jaya!" instruksi Nanda yang memberikan kameranya pada seorang personel lain.

Nanda berlari di samping Bumi, "siap, ya...1--2--"

"Hay..." bisik Panji tepat di dekat telinga Ivy.

Ivy yang sudah senyum mendadak kaku, jepret!

.

.

.

.

1
Miko Celsy exs mika saja
bener2 nih abi fath
Miko Celsy exs mika saja
si ucell seneng dan girang bener dah
Bunda Idza
reel gambaran keadaan di daerah 3T di negri tercinta, meski konon udah mer**** seusia kakek q 🥺
lestari saja💕
🤣🤣🤣🤣🤣🤣simbok e kucenggggg
lestari saja💕
meski gtu masih sanggup 3x ambil air bolak balik om....kekuatan cinta....😍😍😍😍
Miko Celsy exs mika saja
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Miko Celsy exs mika saja
😂😂😂😂😂😂😂😂😂 ceweknya oanji yg ono sdh kelaut Ryu,mknya ngejar temennya,dibelain bwain air 3x bolak balik😂😂
lestari saja💕
maminya mpus
Miko Celsy exs mika saja
lingga kesentil kakak ipar🤣🤣
lestari saja💕
kebetulan?????
Miko Celsy exs mika saja
untuk C sm D nya gak ada Ryu😂
lestari saja💕
dah ngatur2 yaaa
Miko Celsy exs mika saja
😊😊😊😊😊
lestari saja💕
sekarang dah tahu ya vy ......
lestari saja💕
mau rayu siapa neng??????blm rayu ditembak si om looo
lestari saja💕
yaaa kali ivy suruh bawa 25liter bum....semaput dia😂😂😂😂
lestari saja💕
ga jaim2 ya ndjie....taran dikentutin vy.....😂😂😂😂
Attaya Zahro
Begitu berat perjuangan mereka untuk mendapatkan yang namanya pendidikan sekolah 🥺🥺
lestari saja💕
abi ray....anakmu dibilang hulk🤣🤣🤣🤣🤣🤣
lestari saja💕
calon istri om....😂😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!