NovelToon NovelToon
Air Mata Istri Hamil, Janji Mafia Yang Mengikat

Air Mata Istri Hamil, Janji Mafia Yang Mengikat

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Mafia / Dark Romance
Popularitas:13.6k
Nilai: 5
Nama Author: linda huang

Diselingkuhi saat hamil besar, ia hampir kehilangan segalanya, termasuk anak yang belum sempat ia peluk.

Di titik terendah hidupnya, seorang pria asing menyelamatkannya.
Berbahaya. Dingin. Dan tidak pernah memberi tanpa imbalan.

Satu syarat.
Satu ikatan yang tak bisa ia tolak.

Demi bertahan… demi anaknya, ia menerima.
Lima tahun berlalu.

Hidup yang ia bangun perlahan terasa utuh, hingga masa lalu datang kembali, menuntut apa yang dulu ia abaikan.

Namun kali ini, ia bukan wanita yang sama.
Dan pria di sisinya…
bukan seseorang yang bisa disentuh tanpa konsekuensi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linda huang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15

Keesokan harinya.

Darius datang ke rumah sakit ditemani Vanessa.

Sejak pagi wajah pria itu terlihat muram dan penuh tekanan akibat kejadian semalam.

Kini ia duduk di dalam ruang pemeriksaan khusus sambil menunggu hasil pemeriksaan dokter.

Vanessa berdiri di sampingnya dengan wajah khawatir.

Beberapa saat kemudian, dokter menutup map hasil pemeriksaan dan menatap Darius.

“Tidak ada masalah serius, Tuan Darius,” ujar dokter tenang. “Kondisi tubuh Anda normal.”

Darius yang sejak tadi tegang langsung mengangkat wajahnya.

“Benarkah?” tanyanya cepat.

Dokter mengangguk.

“Kemungkinan hanya kelelahan, stres, atau terlalu banyak tekanan pikiran.” Dokter tersenyum tipis. “Belakangan Anda pasti kurang istirahat.”

Vanessa langsung mengembuskan napas lega.

“Untung saja…” gumam wanita itu pelan.

Darius yang tadinya tegang kini perlahan merasa tenang.

Ia menyandarkan tubuhnya ke kursi sambil mengusap wajahnya pelan.

“Jadi bukan masalah besar?” tanyanya lagi memastikan.

“Tidak,” jawab dokter. “Anda hanya perlu lebih banyak beristirahat dan menjaga kondisi tubuh.”

Darius akhirnya mengangguk pelan..Rasa kesal dan panik di dalam dirinya perlahan menghilang.

***

Sementara itu…

Alyssa kini berada di rumah peninggalan orang tuanya.

Rumah besar bernuansa klasik itu terasa jauh lebih tenang dibanding mansion keluarga Fan.

Di dalam kamar utama, Alyssa duduk di dekat ranjang bayi sambil menatap Kael yang sedang tertidur pulas.

Beberapa baby sitter dan pelayan rumah tangga tampak sibuk bekerja di dalam rumah.

Di luar halaman, beberapa anak buah Lucien berjaga dengan pakaian hitam rapi. Tatapan mereka tajam memperhatikan sekitar rumah tanpa lengah sedikit pun.

“Nyonya,” ucap baby sitter dengan ramah, “Tuan muda kecil sudah tidur. Anda boleh beristirahat dulu.” Wanita itu tersenyum sopan. “Biar saya yang menjaganya.”

Alyssa menggeleng pelan.

“Aku tidak ingin tidur lagi,” jawabnya lirih. “Sudah dua hari di rumah sakit dan terus tidur.”

Tatapannya kemudian mengarah ke luar jendela.

“Dan… kenapa di luar begitu banyak penjaga?” tanyanya pelan.

Baby sitter langsung menjawab dengan sopan.

“Karena Tuan Fan khawatir pada Anda dan Tuan muda kecil. Mereka bertugas menjaga keselamatan kalian.”

Tatapan Alyssa sedikit berubah mendengar nama Lucien.

Belum sempat ia berkata apa-apa...

Tiba-tiba ponselnya berdering.

Alyssa langsung mengangkat panggilan itu.

“Hallo,” sahutnya tenang.

Di seberang sana, suara seorang wanita terdengar pelan penuh rasa puas.

“Alyssa, ada kabar baik.” “Suamimu pergi ke rumah sakit bersama selingkuhannya.”

Sudut bibir Alyssa perlahan terangkat tipis.

“Dia punya masalah dengan tubuhnya. Sepertinya obat yang kau berikan mulai bekerja.”

Tatapan Alyssa langsung berubah dingin.

“Masih belum cukup,” jawabnya pelan. “Aku bahkan ingin membuatnya tidak berdaya dan tersiksa sampai akhir hidupnya.”

Baby sitter yang sedang berdiri di dekat ranjang bayi perlahan terdiam mendengar ucapan itu.

“Dia sudah mengkhianatiku dengan wanita lain,” lanjut Alyssa lirih. “Dan aku akan membuatnya kehilangan harga dirinya sedikit demi sedikit.”

Di seberang telepon, temannya terdengar sedikit khawatir.

“Alyssa… apa tidak masalah? Dokter tidak akan mengetahui penyebabnya?”

Alyssa tersenyum tipis penuh ironi.

“Tenang saja. Obat itu tidak berwarna dan tidak memiliki aroma.” Nada suaranya sangat tenang. “Walau dia menemui sepuluh dokter terbaik pun tidak akan berguna.”

Baby sitter tanpa sadar menelan ludah.

Untuk pertama kalinya… ia merasa wanita yang terlihat lembut itu ternyata sangat mengerikan saat terluka.

“Biarkan saja dalam satu bulan ini dia menikmati hidupnya,” lanjut Alyssa dingin. “Karena itu hanya sementara.”

Tatapannya perlahan jatuh pada Kael yang tertidur pulas.

“Setelah aku sembuh dan bebas dari masa pemulihan…” suaranya semakin rendah, “aku akan membuatnya gagal menjadi pria seumur hidupnya.”

Baby sitter langsung membeku di tempat.

Suasana kamar mendadak terasa dingin.

Seminggu kemudian.

Jean dan Darius akhirnya datang ke rumah tempat Alyssa tinggal bersama Kael.

Mobil mereka berhenti tepat di depan gerbang besar rumah tersebut.

Namun baru saja turun dari mobil

Beberapa pria berpakaian hitam langsung menghentikan langkah mereka.

Tatapan para anak buah Lucien terlihat dingin dan waspada.

“Siapa kalian?” tanya salah satu pria dengan nada datar.

Darius langsung mengernyit tidak senang.

“Kalian siapa sampai berani bertanya seperti itu?” Tatapannya tajam. “Aku ayah kandung Kael dan Alyssa adalah istriku.”

“Oh…” pria itu mengangguk pelan. “Ternyata kau suami yang mengabaikan istrinya sendiri?”

Wajah Darius langsung berubah buruk.

Jean yang berdiri di samping langsung naik pitam.

“Hei! Apa Alyssa membayar kalian untuk kurang ajar seperti ini?” bentaknya marah.

Pria itu justru tersenyum tipis penuh sindiran.

“Nyonya,” ucapnya santai, “aku bawahan Bos Lucien.” Tatapannya jatuh pada Jean. “Dan Anda adalah mertua egois yang dibicarakan itu.”

Wajah Jean langsung memerah karena marah.

“Kurang ajar!”

“Dan namaku Tom,” lanjut pria itu tenang. “Bukan ‘Hei’.”

Beberapa anak buah lain sampai menahan tawa kecil.

Darius mengepalkan tangannya.

“Untuk apa Paman mengirim preman seperti kalian ke sini?” tanyanya dingin. “Cepat minggir.”

“Maaf,” jawab pria lain sambil menyilangkan tangan di dada. “Kami hanya menerima perintah Bos kami.” Tatapannya tajam. “Sementara kalian bukan atasan kami.”

Jean terlihat semakin kesal.

“Kalau begitu panggil Alyssa!Aku ingin bertemu cucuku!”

Tepat saat itu...

Pintu rumah terbuka perlahan.

Seorang baby sitter keluar sambil membungkuk sopan.

“Nyonya sedang menyusui Tuan muda kecil,” ucapnya ramah.

“Kalau begitu biarkan kami masuk dulu,” kata Jean cepat.

Baby sitter itu langsung menggeleng pelan.

“Maaf, Nyonya mengatakan tidak bisa.” “Tuan muda kecil tidak boleh diganggu.”

Jean langsung membelalak tidak percaya.

“Jadi kami harus menunggu di luar?!” bentaknya marah. “Aku nenek Kael!”

Baby sitter tetap mempertahankan senyum sopannya.

“Maaf, Nyonya. Itu perintah dari Nyonya Alyssa.”

Setelah mengatakan itu, baby sitter langsung melangkah kembali masuk ke dalam rumah.

Sementara gerbang tetap tertutup rapat.

Wajah Jean langsung berubah hitam karena marah.

Sedangkan Darius berdiri membeku sambil menatap rumah itu dengan sorot mata gelap.

Untuk pertama kalinya…

Mereka benar-benar diperlakukan seperti orang luar.

Sementara itu, di lantai atas rumah…

Alyssa berdiri di dekat jendela besar sambil menatap ke arah gerbang.

Dari sana, ia bisa melihat dengan jelas Jean dan Darius yang masih tertahan di luar rumah oleh anak buah Lucien.

Di sampingnya, Lucien berdiri tenang dengan kedua tangan di saku celana.

Tatapannya ikut mengarah ke luar.

“Apa kau akan membiarkan mereka masuk?” tanya Lucien pelan.

Alyssa langsung menggeleng tanpa ragu. “Tidak.”

Tatapannya berubah dingin.

“Aku hanya ingin membuat mereka marah dan merasa terhina.” Sudut bibirnya terangkat tipis penuh ironi. “Bukankah selama ini mereka suka merendahkanku?”

Lucien menoleh perlahan ke arahnya.

“Kael adalah putraku,” lanjut Alyssa lirih tetapi tegas. “Aku tidak akan membiarkan mereka menyentuhnya. Terutama Darius.” Nada suaranya penuh kebencian. “Tangannya sudah terlalu kotor. Aku tidak ingin anakku ikut ternoda.”

Lucien terdiam beberapa detik sebelum akhirnya tersenyum tipis.

“Wanita yang sedang marah memang cukup menakutkan,” gumamnya pelan.

Alyssa tidak menjawab.

Ia masih terus menatap ke bawah dengan sorot mata dingin.

Lucien kemudian melangkah perlahan mendekatinya.

Jarak mereka semakin dekat.

“Dan…” suara pria itu terdengar rendah, “apa kau sadar kalau apa yang kau lakukan pada keponakanku?"

Tatapannya menatap lurus mata Alyssa.

“…bisa membuatnya kehilangan keturunan?”

Alyssa perlahan menoleh.

Namun tidak ada rasa takut di wajahnya.

“Bukankah itu lebih baik?” jawabnya tenang. “Pria seperti dia tidak pantas memiliki keluarga bahagia. Dia adalah keponakanmu. Apakah kau akan menghentikanku?"

1
stela aza
kenapa s Jean g di depak aja s dr rumah itu ,,, lagipula juga g berguna itu orang sama kaya anaknya ,,,
stela aza
lanjut thor up-nya double y ❤️❤️❤️
stela aza
dasar sampah ibu sama anak sama saja ,,, g guna ,,,,🤦
stela aza
good job Lucien,,, lanjut thor ❤️❤️❤️
💝F&N💝
lanjut, lagi.
ayooooo
stela aza
lanjut thor lagi seru bgt malah bersambung ❤️❤️❤️
Inez Putri
ayuk thour jgn mbulet² ahh biar cpet beres. biar tau rasa. dpt blsnnya
stela aza
lanjut thor up-nya double donk ❤️❤️❤️
💝F&N💝
hukuman itu
💝F&N💝
ayo up lagi doooooong😅😅😅
Dini Anggraini
Itu karena do'a seorang istri yang tulus dan ikhlas menembus langit kamu gak bisa lagi selingkuh sama Vanessa. Bagaimana bila kamu lemah apakah Vanessa akan tetap setia sama kamu ataukah mencari penggantimu. Alssya wujudkan keinginanmu menikah dengan Lucien dan ambil hak asuh anakmu dan harta bersamamu jangan mau keluar tanpa apapun. 😍😍😍
stela aza
next thor up-nya double ❤️❤️
💝F&N💝
lanjut lagi thor.yang banyak
Basri Ambung
sangat bagus ,aku suka jalan ceritanya
stela aza
lanjut up-nya double thor
Minarni
lanjut ya
stela aza
lanjut thor up-nya double y 🤭
Dini Anggraini
Bagus alyssa apalagi kamu punya video saat Darius dan Vanessa melakukan hubungan badan itu akan semakin membuatmu menang di pengadilan hak asuh anak, kekayaan Darius akan jatuh ke tanganmu. Setelah sendiri nanti mulailah berkarir lagi buktikan pada Darius tanpanya kamu bisa sukses sampai kamu bisa bilang Hai mantan kamu bukan seleraku lagi. Semangat 💪💪💪
stela aza
lanjut thor double y kemarin g up
Dini Anggraini
Bagus alyysa balas dendam terbaik adalah merangkul musuhmu saat musuhmu lena dengan perlakuan manismu di saat itulah kamu mengumpulkan bukti sebanyak2 nya untuk menggugat cerai suamimu dan ambil hak asuh anakmu. Biarkan perusahaan Darius koleps dengan skandalnya. Kamu bila sudah janda nanti perbaiki hidupmu buat karirmu yang sempat redup berjaya lagi. Dan saat kamu sudah berjaya jangan pernah mau balikan sama mantan lagi. 😍😍😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!