Setelah berhasil melarikan diri dari siksaan Om dan Tantenya, Bella Claudia remaja (13 tahun) tidak sengaja bertemu dengan sosok Andrew Permana (25 tahun) saat wanita itu ingin mengakhiri hidupnya di usia muda. namun Andrew menghalangi dan menolong Bella pada saat itu, pertemuan di antara mereka tersebut membuat Bella jatuh cinta kepada Andrew saat pandang pertama. hingga beranjak dewasa, tepatnya saat usia Bella menginjak 23 tahun. perasaan itu tumbuh semakin besar untuk pria yang selama 10 tahun dia panggil dengan sebutan paman Andrew tersebut, di saat wanita itu ingin melupakan perasaannya kepada Andrew tiba-tiba sebuah insiden panas di antara mereka terjadi dan membuat mereka terpaksa menikah. semenjak menikah sikap Andrew berubah dingin dan galak kepada Bella, namun wanita itu tidak menyerah dia akan membuat pria itu berbalik mengejarnya dan mencintainya pula.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indrie Lestari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24 : Bisma, manager promosi baru.
Saat ini Bella terlihat begitu tergesa-gesa saat memasuki toilet wanita, ia hampir saja menabrak beberapa karyawan wanita yang keluar dari dalam sana.
"Maaf." Ucap Bella.
Wanita yang akan keluar dari toilet itu terlihat mengangukan kepalanya pelan, tanda tidak mempermasalahkan dan mulai keluar dari sana. setelah itu baru lah Bella bisa memasuki kamar mandi.
Suasana di dalam toilet terlihat sepi karena para karyawan sedang makan siang. dengan langkah lambat ia mulai berjalan ke arah wastafel dengan kaca begitu besar.
wanita itu mulai menyalakan keran air dan mulai membasuh kedua tangannya dengan gerakan pelan, namun tiba-tiba ia menghentikan gerakan mencuci tanganya tersebut dan malah menatap pantulan dirinya sendiri di depan cermin.
Hiks!
Satu buah isakan lolos dari bibir Bella saat ini. kini pikiran gadis itu terasa begitu buntu, ia tidak pernah menyangka akan satu kantor dengan Bisma saat ini. Ia hanya takut tidak bisa mengontrol dirinya sendiri di hadapan Bisma nantinya.
Ia hanya takut Bisma akan memberitahu keberadaan dirinya saat ini kepada om dan tantenya yang serakah dan jahat itu. Ia tidak mau hidup menyedihkan seperti dulu lagi, yang setiap harinya selalu mendapatkan tekanan dan siksaan dari orang-orang jahat itu. kini ia bukan lah Bella yang dulu lagi, Bella yang dulu telah lama mati. kini hanya ada Bella yang kuat dan tidak mudah di tindak oleh siapapun.
"Kamu gak boleh goyah, Ingat alasan mu tetap hidup sampai saat ini adalah untuk membalas dendam kepada mereka yang telah menyakiti dan mengambil hak mu selama ini. jangan hanya karena perkara Bisma semua rencana mu hancur berantakan. kamu harus tangguh dan kuat jangan sampai goyah dan lemah." Guman Bella sembari menatap pantulan dirinya sendiri di depan cermin. berusaha menyakinkan dirinya sendiri jika balas dendam lebih penting dari apapun saat ini.
Kini Bella mematikan kran air wastafel, setelah itu ia sedikit merapihkan penampilanya sebelum benar-benar keluar dari dalam toilet.
Sementara di luar toilet wanita terlihat sosok Bisma sedang bersandar di samping pintu toilet sembari menatap suasana sekitar yang mulai sepi.
"Aku harus bisa memastikan identitas wanita itu sekarang juga, aku sangat yakin jika wanita itu adalah Bella teman masa kecil ku." Batin Bisma penuh tekad.
Sementara di dalam toilet terlihat Bella mulai berjalan ke luar sambil menunduk dan tidak melihat ke sekeliling.
GREP!
Bella langsung tersentak kaget saat seseorang tiba-tiba saja memegang lengannya, sontak saja ia langsung menoleh ke arah samping.
DEG!
"Bisma?!" batin Bella.
melihat sosok Bisma wanita itu langsung terdiam, kink kedua bola mata mereka saling bertatapan satu sama lain. seperti sedang menyiratkan berbagai perasaan yang campur aduk dalam arti tatapan mereka berdua. yaitu rindu, marah dan kecewa seakan bercampur menjadi satu.
Seakan tersadar dengan apa yang telah ia lakukan saat ini, Bella langsung menoleh ke arah lain lalu berusaha melepaskan genggaman tangan Bisma di pergelangan tangannya.
"Apa yang kamu....." Ucap Bella mengantung.
Belum sempat wanita itu menyelesaikan ucapanya, Bisma langsung menarik tangan Bella begitu saja menjauh dari area toilet wanita.
Seakan terhipnotis dengan tindakan Bisma, Bella terlihat diam dan hanya menatap ke arah pergelangan tangannya yang saat ini tengah di pegang oleh pria tersebut. Entah pria itu akan membawanya kemana yang pasti Bella seakan menurut dan mengikuti langkah kaki Bisma yang terus menarik tangan nya saat ini. padahal wanita itu bisa saja berteriak kencang dan menolak, atau bisa langsung mengeluarkan jurus ilmu bela dirinya kepada Bisma. namun ia malah memilih diam dan mengikuti kemana pun langkah Bisma menarik tangan nya pergi.
Bisma terus berjalan sembari terus menarik tangan Bella, ia sedikit tersenyum karena wanita itu tidak memberontak dan malah menurut.
Kini langkah kaki Bisma membawa Bella untuk menaiki tangga menuju atap kantor, di mana satu-satu nya tempat yang di anggap Bisma sangat aman dan cocok untuk ia mengobrol secara empat mata dengan wanita yang sedang ia tarik tangan nya saat ini.
Kini mereka berdua telah sampai di atas atap kantor dengan posisi saling berhadapan satu sama lain, sementara tangan Bisma masih memegangi lengan Bella.
Hussss.....
Hembusan angin langsung menerpa wajah dan menerbangkan beberapa helai anak rambut Bella dan Bisma.
"Ada yang ingin aku bicarakan." Ucap Bisma memulai pembicaraan di antara mereka.
Seakan tersadar dengan tingkah bodohnya saat ini, Bella segera menghempaskan tangan Bisma yang berada di lengan nya. kini wanita itu malah menatap tajam dan marah ke arah Bisma, terbalik sekali dengan reaksinya diam dan penurutnya beberapa waktu lalu.
"Lepaskan!, anda begitu tidak sopan pak Bisma!" Sentak Bella menatap Bisma kesal.
"Ternyata kamu sudah tahu nama ku?, padahal kita belum saling berkenalan sebelumnya." Jawab Bisma terlihat heran namun detik berikutnya ia langsung tersenyum. artinya wanita di hadapanya saat ini mungkin saja benar-benar Bella temannya.
DAM!
SHIT!
Bella merutuki kebodohan dan kecerobohannya sendiri karena tanpa sengaja telah menyebut nama pria itu padahal mereka belum sempat berkenalan sebelumnya.
Diam, itulah yang saat ini di lakukan oleh wanita itu. namun di dalam pikiranya Bella sedang berpikir keras bagaimana cara untuk mengelabuhi pria yang ada di hadapanya saat ini.
"Ayo Bella cepat berpikir dan cari jawaban cukup logis agar Bisma percaya dan tidak akan menganggu mu lagi!" Batin Bella.
Detik berikutnya Bella memiliki jawaban yang cukup logis untuk di berikan kepada Bisma.
"Hmmm.... Tentu saja tahu seluruh pegawai kantor terus membicarakan manager promosi baru bernama pak Bisma dan itu ternyata kamu. tentu saja aku tahu nama mu meski kita belum pernah berkenalan. tapi kalo di ingat-ingat saat pertama kali bertemu kamu sempat menyebut nama mu sekali kalo aku tidak salah denger." Jelas Bella begitu lancar berbohong di hadapan Bisma saat ini.
Senyum di wajah Bisma seketika langsung luntur setelah mendengar jawaban logis dan masuk akal yang telah di berikan oleh wanita di hadapannya itu.
Seakan masih belum percaya, Bisma tanpa permisi menarik id card yang tengah di pakai wanita di hadapannya itu demi memastikan identitas wanita tersebut.
"Hei! anda begitu tidak sopan!" Teriak Bella begitu marah, karena bisa malah menarik id card miliknya tanpa izin.
Seakan tuli, Bisma tidak mendengarkan suara teriakan atau pun umpatan yang keluar dari mulut wanita cantik di hadapanya itu. Kini Bisma terlihat begitu bersemangat dan mulai membaca id card yang ada di tangannya.
Nama lengkap : Bella putri permana
Jabatan : ketua manager pemasaran
Masa kerja : 2025-2026
Bisma terlihat tercengang setelah membaca id card milik wanita yang ada di hadapanya saat ini, ternyata jabatan wanita itu sama tinggi seperti dirinya.
Namun ia tidak terlalu peduli tentang hal itu, yang ia pedulikan cuma satu nama wanita itu ternyata adalah Bella. namun nama lengkapnya sangat jauh berbeda dari Bella yang ia kenal selama ini.
"Sini kembalikan, dasar tidak sopan!"
Bella langsung menarik kembali id card miliknya dari tangan Bisma, ia tidak mau sampai Bisma semakin curiga jika terus menatap id card miliknya tersebut.
"Nama kamu juga Bella?" Tanya Bisma dengan tatapan mengintograsi.
"Iya nama ku memang Bella, tapi aku bukan Bella yang kamu kenal. nama ku ini memang agak sedikit pasaran sekali jadi aku mohon jangan salah paham dan tidak saling mengusik di tempat kerja." Ucap Bella dingin.
Bisma terlihat langsung menundukan kepalanya merasa malu dan bersalah karena telah membuat wanita yang ada di hadapanya saat ini merasa tidak nyaman. karena ia terus mengira jika wanita itu adalah teman semasa kecilnya.
"Aku sungguh minta maaf, aku terlalu emosional sampai mengira terus kamu adalah Bella teman ku. sekali lagi aku sangat meminta maaf." Ucap Bisma begitu menyesal.
"Tidak perlu minta maaf, sepertinya kamu sangat peduli sekali dengan wanita itu." Ucap Bella seakan penasaran apa arti dirinya bagi Bisma selama ini.
"Tentu saja aku sangat peduli. Ia teman masa kecil ku meskipun 10 tahun lama nya kita tidak pernah bertemu lagi. sejak dulu dengan pedenya aku selalu pikir setelah tumbuh dewasa mungkin suatu hari nanti aku bisa bertemu dengan nya kembali di suatu tempat dan langsung mengenali wajah dewasa nya. tapi ternyata aku salah yang ada aku malah salah orang, bukan kah begitu sangat menyedihkan?" Ungkap Bisma dengan ekspresi wajah kecewa.
"Jangan berkecil hati suatu hari nanti pasti kamu akan bertemu dengannya kembali ." Ucap Bella menepuk bahu Bisma pelan berusaha menghibur pria itu.
Tanpa di sadari oleh Bella dan Bisma, ada 2 orang pria sedari tadi mengintip interaksi mereka berdua di atas atap kantor yaitu Andrew dan Fatir.
Fatir sih terlihat biasa saja saat melihat Bella dekat dengan seorang pria, tapi berbeda sekali dengan sikap Andrew. pria itu terlihat tidak suka dan ingin sekali segera menghampiri 2 orang yang sedang saling berhadapan itu.
"Stop! Lo gak perlu nyamperin mereka. dasar paman bangkotan kagak peka!, Lo gak bisa lihat keponakan sendiri lagi deket sama cowok!" Cibir Fatir terlihat kesal ingin segera menarik tangan Andrew.
"Tapi mereka....." Ucap Andrew mengantung.
"Husss.... sudah diem deh!, mending kita cepetan pergi dari sini sebelum mereka tahu." Ucap Fatir langsung menarik tangan Andrew untuk segera menuruni tangga.
Niatnya setelah makan siang mereka berdua ingin merokok dan menikmati angin segar di atas atap kantor. namun mereka malah menemukan Bella sedang bersama manager promosi baru perusahaan mereka yang baru bekerja pagi ini.
"Awas saja Bella, paman akan mengintograsi mu saat di rumah nanti!" Batin Andrew dalam hati, tanpa di sadari tangan pria itu terlihat mengepal karena sangking kesalnya.
*****