NovelToon NovelToon
Blazing Asura: The Untamed God

Blazing Asura: The Untamed God

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Kelahiran kembali menjadi kuat
Popularitas:836
Nilai: 5
Nama Author: fandy syahputra

Di puncak tertinggi Sembilan Ranah, Yu Fan adalah legenda—seorang Master Tingkat 9 yang menyentuh ranah kedewaan. Namun, kepercayaan adalah pedang bermata dua; ia dikhianati oleh sahabat masa kecilnya dan dibuang ke Dunia Fana dalam keadaan hancur.
Setelah 50.000 tahun tersegel dalam kegelapan yang sunyi, Yu Fan terbangun di dunia yang telah berubah total. Kekuatannya sirna, ingatannya terkikis, namun api amarah di jiwanya tetap membara. Di dunia baru ini, sang pengkhianat dipuja sebagai Dewi Kebajikan, dan sekte yang membantainya telah menjadi penguasa tunggal yang paling disegani.
Mengenakan jubah hitam dan memikul kutukan energi Yin yang dingin, Yu Fan harus memulai kembali perjalanannya dari titik terendah. Di antara kepingan ingatan yang hilang dan dunia yang penuh kebohongan, Sang Ashura akan bangkit kembali—bukan untuk menjadi pahlawan, melainkan untuk menghancurkan langit yang telah memuarakannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fandy syahputra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3: Titah Sang Penguasa dan Gerbang Cakrawala

Kabar mengenai seorang pemuda misterius yang menembus ranah Master Tingkat 2 hanya dalam waktu satu purnama menyebar seperti api yang ditiup angin kencang ke seluruh penjuru ibu kota Kerajaan Tianwu. Di kedai-kedai teh, para pendekar membicarakannya dengan nada sangsi, sementara di lorong-lorong gelap, para informan mulai menjual informasi tentang "Si Baju Hitam dari Paviliun Merah".

Namun, kegemparan paling nyata terasa di dalam Aula Agung Kerajaan Tianwu. Ruangan itu begitu luas, dengan pilar-pilar batu giok yang diukir dengan relief peperangan kuno. Di ujung aula, duduk di atas takhta emas yang memancarkan aura agung, adalah Raja Jin Wu, penguasa Kerajaan Tianwu.

Raja Jin Wu bukanlah pria biasa. Ia duduk dengan punggung tegak, dan dari tubuhnya terpancar tekanan spiritual yang menyesakkan dada dan aura seorang Master Tingkat 5 Tahap Akhir. Bagi manusia fana, keberadaannya sudah mendekati setengah dewa. Di sisi kiri dan kanannya, berdiri para menteri dan panglima perang yang saling berbisik dengan raut wajah tegang.

"Leluhur Taixu tidak mungkin salah lihat," bisik Menteri Pertahanan, seorang pria paruh baya dengan kumis melintang. "Tetapi satu bulan untuk Tingkat 2? Itu tidak masuk akal. Bahkan sang Putri yang jenius pun membutuhkan waktu sepuluh bulan!"

"Mungkin dia menggunakan obat terlarang?" timpal seorang menteri lain dengan nada sinis.

"Cukup!"

Suara Raja Jin Wu menggelegar, seketika membungkam seluruh ruangan. Matanya yang tajam menatap ke arah pintu besar yang terbuka. Di sana, Yu Fan melangkah masuk dengan tenang. Ia mengenakan jubah hitam baru yang diberikan oleh Yuexin, rambutnya terikat rapi, dan matanya memancarkan kedamaian yang dingin, sebuah kontras dari energi Yin yang mengalir di nadinya.

Di belakangnya, Jin Taixu berjalan dengan tangan di belakang punggung, tampak bangga. Jin Yuexin juga hadir, berdiri di barisan depan keluarga kerajaan dengan senyum tipis yang tak lepas dari bibirnya.

Yu Fan berlutut dengan satu kaki, memberikan penghormatan tertinggi. "Yu Fan menghadap Baginda Raja. Semoga Baginda panjang umur dan penuh kemuliaan."

Raja Jin Wu tidak langsung menjawab. Ia melepaskan sedikit tekanan auranya, sebuah ujian bagi siapa pun yang berdiri di hadapannya. Lantai batu di sekitar Yu Fan berderak kecil, namun pemuda itu tetap bergeming. Ia tidak melawan dengan kekuatan, melainkan membiarkan energi Yin dalam tubuhnya menyerap tekanan tersebut seperti air yang menelan batu.

Raja Wu tersenyum tipis. "Bangunlah, Yu Fan. Leluhurku telah menceritakan banyak hal tentangmu. Seorang pria tanpa masa lalu, namun memiliki masa depan yang menggetarkan langit."

"Hamba hanyalah seseorang yang beruntung diselamatkan oleh kemurahan hati keluarga kerajaan," jawab Yu Fan rendah hati.

Raja Wu berdiri dari takhtanya, langkah kakinya bergema di aula. "Kerajaan Tianwu memang membutuhkan pemuda berbakat sepertimu. Namun, bakat tanpa asahan yang tepat hanya akan menjadi pedang tumpul. Di dunia ini, kau mungkin merasa hebat karena mencapai Tingkat 2 dalam sebulan. Tapi di luar sana... di dunia yang lebih luas, kau hanyalah butiran debu di tengah badai."

Yu Fan mendengarkan dengan saksama. Ia tahu sang Raja sedang menuju ke sebuah poin penting.

"Aku memerintahkanmu," suara Raja kembali berwibawa, "untuk pergi ke Akademi Langit Biru. Itu adalah tempat yang paling netral di dunia ini. Akademi itu tidak memihak kerajaan mana pun, dan di sanalah para jenius dari seluruh penjuru bumi berkumpul untuk bertarung dan belajar."

Raja Wu berhenti tepat di depan Yu Fan. "Di sana, kau tidak hanya akan belajar teknik bela diri, tetapi juga sejarah, alkimia, dan taktik perang. Aku ingin kau tumbuh menjadi pohon yang rimbun, yang suatu hari nanti bisa menjadi pelindung Kerajaan Tianwu dari badai yang akan datang."

"Akademi Langit Biru?" gumam Yu Fan.

"Benar," lanjut Raja. "Di sana juga terdapat perwakilan dari tujuh sekte besar yang melegenda. Termasuk sekte di mana kau selama ini berlatih secara tidak langsung di bawah bimbingan Leluhur dan putriku: Sekte Pedang Ilahi."

Yu Fan terkesiap. Matanya membelalak saat ia menoleh ke arah Jin Taixu dan Yuexin. "Sekte Pedang Ilahi? Sekte nomor satu di bumi?"

Jin Yuexin melangkah maju, tawa kecilnya terdengar merdu. "Kenapa kau terkejut, Yu Fan? Apakah kau pikir kakekku hanyalah seorang pensiunan tua yang suka berkebun? Dia adalah mantan Penatua Agung dari Sekte Pedang Ilahi sebelum memutuskan untuk menjaga kerajaan ini."

Yu Fan tertegun. Selama satu bulan ini, ia ternyata telah menerima dasar-dasar ilmu dari sekte terkuat. Kiasan mengatakan, "Seseorang tidak sadar dia sedang memeluk gunung hingga dia melihat ke langit." Itulah yang dirasakan Yu Fan saat ini. Pantas saja teknik-teknik yang diajarkan Leluhur Jin Taixu terasa begitu mendalam meskipun terlihat sederhana.

Raja Wu kembali berbicara, "Putriku, Yuexin, juga akan berangkat bersamamu. Dia sudah terdaftar di sana lebih dulu. Di Akademi Langit Biru, identitas kerajaan tidak akan membantumu. Kau akan bertemu murid dari Sekte Budha yang teguh, Sekte Pedang Iblis yang kejam, hingga murid dari Sekte Teratai Putih yang tersohor."

Mendengar nama terakhir, detak jantung Yu Fan berpacu cepat. Sebuah kilasan cahaya putih teratai yang mekar di atas genangan darah kembali menghantui benaknya. kejadian yang tak dapat dijelaskan kembali merayap di dadanya, namun ia berusaha untuk tidak memikirkan nya.

"Hamba menerima titah Baginda Raja," ucap Yu Fan dengan suara mantap. "Hamba akan pergi ke Akademi Langit Biru dan membawa kehormatan bagi Tianwu."

"Bagus!" Raja Wu menepuk bahu Yu Fan.

"Persiapkan dirimu. Perjalanan menuju akademi akan memakan waktu satu minggu melintasi wilayah-wilayah yang tidak stabil.

Gunakan waktu itu untuk memperkuat fondasimu."

...****************...

Malam harinya, persiapan dilakukan dengan cepat. Yu Fan berdiri di balkon paviliunnya, menatap gerbang kota yang samar-samar terlihat di bawah cahaya obor. Pikirannya melayang.

"Masih memikirkan titah Ayahanda?"

Sebuah suara lembut memecah kesunyian. Jin Yuexin muncul, sudah mengganti gaun mewahnya dengan pakaian perjalanan yang lebih praktis, namun tetap tidak mengurangi kecantikannya.

"Aku hanya berpikir," jawab Yu Fan pelan.

"Apakah aku pantas membawa nama Sekte Pedang Ilahi? Aku hanyalah seseorang yang lupa ingatan, bahkan namaku pun diberikan oleh orang lain."

Yuexin mendekat, berdiri di samping Yu Fan sehingga bahu mereka hampir bersentuhan.

"Dunia fana ini kejam, Yu Fan. Mereka akan menilai siapa kau hari ini, bukan siapa kau di masa lalu. Kakek memberimu nama Yu Fan karena dia melihat api di dalam matamu yang tidak bisa dipadamkan oleh es sekalipun."

Yuexin kemudian mengeluarkan sebuah lencana perak kecil dengan ukiran pedang yang dikelilingi awan. "Ini adalah lencana murid Sekte Pedang Ilahi. Ayahanda ingin kau memegang ini. Di Akademi nanti, jika ada murid dari sekte lain yang meremehkanmu, tunjukkan ini. Biarkan mereka tahu bahwa kau bukan tanpa perlindungan."

Yu Fan menerima lencana itu. Logamnya terasa dingin, namun maknanya terasa sangat berat. "Yuexin... terima kasih."

Gadis itu tersenyum, matanya berbinar mencerminkan cahaya bulan. "Jangan berterima kasih sekarang. Di Akademi Langit Biru, persaingan sangat gila. Ada murid dari tujuh kerajaan dan ribuan sekte kecil lainnya.

Belum lagi urusan dengan Sekte Teratai Putih... mereka sangat bangga dan terkadang sangat sombong karena menganggap diri mereka suci."

Yu Fan mengepalkan tangannya. "Sekte Teratai Putih... kenapa semua orang memuja mereka?"

Yuexin mendesah pelan. "Karena Dewi Kebajikan yang memimpin mereka konon adalah satu-satunya orang yang memiliki hubungan langsung dengan langit. Dia memberikan pengobatan, kedamaian, dan perlindungan. Di mata dunia, mereka adalah cahaya. Tapi..." Yuexin menggantung kalimatnya.

"Tapi apa?" tanya Yu Fan penasaran.

"Tapi kakek pernah berbisik padaku," bisik Yuexin hampir tak terdengar. "Bahwa cahaya yang terlalu terang terkadang membutakan orang dari kegelapan yang ada di bawah kaki mereka. Entahlah, itu hanya filosofi orang tua."

Yu Fan terdiam. Kalimat itu terasa sangat relevan dengan perasaan gelisah yang selalu muncul di hatinya. Cahaya yang membutakan...

...****************...

Esok paginya, saat matahari mulai menyingsing dan kabut masih menyelimuti jalanan ibu kota, dua ekor kuda gagah telah disiapkan di depan gerbang istana. Yu Fan dengan jubah hitamnya dan Yuexin dengan jubah kuning kemerahan tampak seperti dua bintang baru yang siap melesat di langit dunia kultivasi.

Raja Jin Wu dan Jin Taixu berdiri melepas mereka.

"Ingat, Yu Fan," ucap Jin Taixu dengan nada rendah yang hanya bisa didengar oleh Yu Fan. "Energi Yin di tubuhmu adalah kutukan bagi mereka yang lemah, tapi bagi penguasa, itu adalah senjata yang tak terkalahkan. Jangan pernah biarkan siapa pun merusak hatimu."

Yu Fan mengangguk. Dengan satu sentakan tali kekang, kedua kuda itu melesat keluar dari gerbang kerajaan, menuju sebuah perjalanan panjang menuju Akademi Langit Biru—tempat di mana rahasia masa lalu Yu Fan mungkin akan mulai terkuak, dan di mana ia akan membuktikan bahwa sang "Kultivator Asura" telah benar-benar bangkit dari kematian 50.000 tahunnya.

Perjalanan mereka baru saja dimulai, dan cakrawala dunia fana kini bersiap menyambut badai yang dibawa oleh seorang pemuda bernama Yu Fan. Di hati Yu Fan, satu tujuan mulai mengkristal. Ia ingin menjadi cukup kuat untuk berdiri di hadapan sang "Dewi" dan menanyakan satu hal yang masih tertinggal di jiwanya. Mengapa?

1
WER
semangat author 👍👍👍👍
Fandi Syahputra: 💪 semangat 45
total 1 replies
Fandi Syahputra
hehehe🤭 support terus
T28J
cocok sama saya Thor... 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!