Xiao Nan pernah menjadi Godfather paling ditakuti di Bumi, membangun kerajaan kriminal sebelum tewas akibat pengkhianatan orang terdekat. Namun kematian bukan akhir. Jiwanya bereinkarnasi ke dunia kultivasi di Pulau Matahari Abadi, bangkit sebagai penguasa bayangan sebelum kembali dikhianati dan dijatuhkan ke Pulau Bulan Surga.
Di sana ia terlahir sebagai tuan muda Keluarga Xiao. Ibunya dibunuh, bakat Akar Naga dirampas ayahnya sendiri, dan ia dibuang ke Reruntuhan Dewa dan Iblis. Di neraka itulah Xiao Nan bangkit. Ia mewarisi Sutra Bayangan Naga dan Tulang Naga Dewa, memadukan insting mafia dengan hukum kultivasi. Bersama entitas misterius Finn, ia membentuk Fraksi Shadow Dragon, menghancurkan Keluarga Xiao dari dalam. Namanya mengguncang dunia dan menyeretnya ke Turnamen Jalan Langit Sepuluh Ribu Ras.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon King Nan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chap 15 - UTUSAN DARI PUNCAK KEKUATAN
Cahaya biru dari Fragmen Waktu (Tingkat 9) perlahan meredup, namun keheningan di dalam gua justru terasa semakin menekan. Makhluk kecil di pelukan Xiao Nan mulai berubah wujud. Bulu-bulu abu-abunya rontok, berganti dengan kulit halus seputih porselen dan sepasang sayap transparan yang tampak retak di punggungnya.
Ini bukan sekadar makhluk roh biasa; ini adalah anggota Ras Peri, ras yang kedudukannya hanya setingkat di bawah Dewa. Di dunia ini, melihat seorang Peri adalah kelangkaan, apalagi menyelamatkan nyawanya.
"Uhuk..." Peri kecil itu membuka matanya. Matanya berwarna perak cemerlang, memancarkan kebijaksanaan yang melampaui usianya yang terlihat seperti anak kecil. "Kau... manusia... kenapa kau menolongku?". Xiao Nan meletakkan peri itu di atas alas kain. "Taktik Mafia nomor empat, Jangan pernah membiarkan aset berharga mati jika kau bisa memilikinya. Siapa namamu, dan kenapa ras sepertimu dikejar oleh monster dari Gerbang Dunia Roh?"
Peri itu mencoba duduk, meringis menahan sakit. "Namaku Finn. Aku adalah pelayan dari Putri Kerajaan Peri di dimensi atas. Kami dikhianati... pemberontakan terjadi di Istana Langit. Aku melarikan diri membawa fragmen ini agar tidak jatuh ke tangan kaum Monster yang bekerja sama dengan pengkhianat di ras kami."
Yue Niang, yang berdiri di samping Xiao Nan, menutup mulutnya dengan tangan. "Ras Peri? Mereka seharusnya berada di puncak dunia, kenapa mereka bisa turun ke Pulau Bulan Surga yang rendah ini?"
"Karena dunia sedang bergeser," jawab Finn dengan nada getir. "Gerbang-gerbang antar dimensi mulai retak. Manusia, waspadalah. Jika kaum Monster berhasil menguasai Fragmen Waktu ini, mereka akan menghapus sejarah kalian." Xiao Nan mengambil Fragmen Waktu itu. Benda itu terasa dingin namun bergetar hebat di tangannya. Sebagai mantan penguasa dunia bawah, ia tahu bahwa benda ini adalah `senjata nuklir` di dunia kultivasi. Siapa pun yang memegangnya, memegang kendali atas waktu itu sendiri.
"Simpan fragmen ini, manusia. Hanya kau yang memiliki aura aneh... aura yang sepertinya bisa menelan kegelapan," Finn menatap Xiao Nan dengan penuh harap. "Jika kau membantuku kembali dan menyelamatkan Putri, seluruh Ras Peri akan berhutang budi padamu."
Xiao Nan tersenyum tipis. Hutang budi dari Ras Peri. Itu jauh lebih berharga daripada seluruh kekayaan Keluarga Xiao. "Aku akan memikirkannya. Tapi untuk sekarang, kau adalah bagian dari organisasiku. Di sini, aku adalah Bosmu."
Baru saja kesepakatan itu terucap, sebuah ledakan keras menghantam Formasi Sembilan Istana yang dipasang Xiao Nan di mulut gua.
BOOM!
Gua bergetar hebat. Debu berjatuhan dari langit-langit. "Xiao Nan! Keluar kau, pengkhianat keluarga!" sebuah suara berat dan penuh otoritas menggelegar dari luar, menembus debu dan derasnya air terjun hitam. Xiao Nan menyipitkan matanya. "Utusan Kepala Keluarga."
"Itu suara Penatua Xiao Ying," bisik Yue Niang dengan wajah cemas. "Dia berada di ranah Pemadatan Qi tingkat atas. Dia adalah tangan kanan Kepala Keluarga. Jika dia di sini, artinya masalahmu bukan lagi sekadar urusan antar saudara, tapi urusan hukum sekte."
Xiao Nan berdiri, merapikan jubahnya yang masih sedikit berlumuran darah. Ia menyarungkan Belati Jurang Langit di balik pinggangnya. "Yue Niang, jaga Finn. Jangan biarkan dia terlihat oleh siapa pun," perintah Xiao Nan. "Kau mau apa? Menghadapi Xiao Ying sendirian? Itu bunuh diri!" seru Yue Niang. "Taktik Mafia nomor dua puluh satu, Jika hukum mendatangimu, buatlah hukummu sendiri," jawab Xiao Nan dingin.
Xiao Nan melangkah keluar menembus air terjun. Di luar, hujan masih turun deras. Di atas sebuah batu besar, berdiri seorang pria tua berjubah abu-abu dengan bordir naga perak di dadanya. Di belakangnya, berdiri sepuluh murid inti dengan pedang terhunus.
Penatua Xiao Ying menatap Xiao Nan dengan tatapan menghakimi. "Xiao Nan, kau dituduh membunuh sesama murid, bekerja sama dengan pihak luar, dan mencuri sumber daya sekte. Kepala Keluarga memerintahkanmu untuk kembali dalam keadaan terbelenggu atau mati di tempat."
Xiao Nan berdiri di tengah hujan, air membasahi wajahnya namun matanya tetap tajam. "Membunuh? Aku hanya membersihkan sampah. Mencuri? Aku hanya mengambil apa yang seharusnya menjadi hakku. Jika Kepala Keluarga ingin bicara, biarkan dia datang sendiri berlutut di depanku. Mengirim pesuruh seperti kalian hanya membuang-buang waktuku."
"Lancang!" Xiao Ying melepaskan auranya. Tekanan ranah Pembentukan Tulang tingkat menengah membuat tanah di sekitar Xiao Nan retak. "Kau pikir karena kau bisa mengalahkan Xiao Yi, kau sudah tak terkalahkan? Rasakan ini, Tinju Raja Naga (Tingkat 5)!"
Xiao Ying melesat maju. Tinjunya memancarkan cahaya emas yang membentuk kepala naga raksasa. Ini adalah versi asli dari teknik yang digunakan Xiao Nan sebelumnya, jauh lebih kuat dan destruktif.
Namun, Xiao Nan tidak menghindar. Ia menyentuh Fragmen Waktu di sakunya secara tersembunyi.
Zingss!
Dunia di sekitar Xiao Nan mendadak kehilangan warnanya. Gerakan Xiao Ying yang secepat kilat berubah menjadi sangat lambat di mata Xiao Nan. Ini adalah kemampuan pasif dari Fragmen Waktu, Perlambatan Persepsi. Xiao Nan melangkah ke samping dengan santai, seolah sedang berjalan-jalan di taman. Saat tinju Xiao Ying melewatinya, Xiao Nan membisikkan sesuatu di telinga pria tua itu. "Teknikmu... penuh dengan celah, Penatua
Xiao Nan menghantamkan telapak tangannya ke punggung Xiao Ying, menyuntikkan energi Sutra Bayangan Naga tepat ke jalur meridian utamanya.
Duar!!
Xiao Ying terlempar ke depan, menghantam pohon hingga tumbang. Ia terbatuk darah, matanya melotot tidak percaya. "Kau... bagaimana mungkin... kau bergerak lebih cepat dari mataku?!" Para murid inti terperangah. Penatua mereka dikalahkan dalam satu gerakan oleh seorang murid luar?
"Bawa dia pergi," ujar Xiao Nan sambil
menunjuk Xiao Ying yang sudah tidak berdaya. "Dan katakan pada Kepala Keluarga Xiao... jika dia menggangguku lagi, aku tidak akan hanya mengirim utusannya kembali dalam keadaan cacat, tapi aku akan meratakan aula utamanya dengan tanah."
Xiao Nan berbalik dan kembali masuk ke dalam gua, meninggalkan para utusan itu dalam ketakutan yang mendalam. Di dalam gua, Finn dan Yue Niang menatapnya seolah melihat dewa kematian. "Bos..." Finn bergumam, mulai menggunakan panggilan yang diminta Xiao Nan. "Kau benar-benar manusia yang sangat berbahaya."
Xiao Nan duduk kembali, wajahnya tampak sedikit pucat karena penggunaan Fragmen Waktu yang menguras energinya. "Berbahaya adalah pujian bagiku, Finn. Sekarang, ceritakan padaku lebih banyak tentang Reruntuhan Dewa & Iblis. Kita butuh tempat untuk menghilang sebelum seluruh Pulau Bulan Surga memburu kita."
Malam itu, rencana besar mulai disusun. Xiao Nan tidak lagi hanya ingin bertahan hidup; ia ingin menaklukkan. Dengan peri di sisinya dan fragmen waktu di tangannya, naga bayangan itu siap untuk membubung tinggi.