Denada yang awalnya sedang menikmati pekerjaan nya, sebagai seorang pengacara. alias pengangguran banyak acara, mati dalam keadaan yang mengenaskan. bukannya mati dengan tenang, dia malah masuk ke salah satu cerita di dalam novel tersebut. apalagi sebagai figuran yang tak penting. sangat miris bukan. memiliki ibu selir yang terobsesi dengan kaisar, dan harus berjuang keras untuk mengindari masalah yang ada. bagiamana perjuangan Denada untuk terhindarkan dari permasalahan permasalah tersebut, akan kah dia berhasil, atau akan mati sia sia.
"Argh... wajah siapa ini?"
"Eh, kok suara ku menjadi berubah?"
"Sial, jangan bilang aku masuk, dan menjadi anaknya selir gila itu?" gumam Denada yang penuh rasa terkejut.
Ini bukan novel terjemahan, ini karangan author sendiri. kalau yang ga suka bisa skip
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putrinw, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab.15 pesta kedewasaan
Selir Merry yang melihat putri nya tampil berbeda begitu tertegun saat melihat kedatangan rose dan pelayan setia putri nya itu. Sangat cantik, dan sangat elegan. Baju yang diberikan nya sangat pas, dan sangat cocok di tubuh putri nya itu.
"Nona, kau ingin kemana?" tanya bibi Anti yang panik, saat rose malah berjalan di area makanan yang sudah di sediakan di atas meja dan para tamu boleh memakan nya sepuas puasnya.
"Bibi, aku lapar, jadi kita harus isi tenaga dulu, sebelum menghadapi orang orang disini." kekeh nya sambil menatap satu buah kue yang sangat menggugah selera. Wajah nya langsung berbinar. tak sia sia datang ke pesta ini, karena ternyata banyak makanan yang menggugah selera nya.
"Baiklah nona, biar Bibi ambilkan untuk nona kecil."
"Wah, terima kasih banyak bibi." ucap rose yang langsung berbinar menggemaskan. Bibi Anti yang melihat nona nya seperti seekor tikus kecil, hanya bisa tersenyum pasrah, dan berjalan menuju ke arah makanan yang diinginkan oleh nona kecil nya, itu.
Dari kejauhan, selir Merry, melihat semua perlakuan putri nya itu, dan hatinya terasa tak terima dan tak nyaman. Anak nya begitu antusias melihat makanan, dan membuat nya sedikit cemburu melihat interaksi kedua nya, yang sangat dekat bagikan ibu dan anak.
"Ada apa dengan ku, kenapa aku tak suka melihat interaksi rose dan pelayan setia nya itu. Kenapa rose harus terang terangan memusuhi ku. Dan malah menyayangi pelayan setia nya itu." gumam nya dengan nada yang tak terima.
Putri Felicia juga melihat, ke arah rose, yang menjadi pusat perhatian orang orang disini. dia tak suka, dan tangan nya langsung mengepal kuat. Dia lah putri sah di istana ini. Rose tak berhak mendapatkan perhatian, dan juga kasih sayang ayahanda nya.
"Tidak bisa dibiarkan, kenapa gadis itu berubah, dan bagaimana cara nya agar dia tetap di tempat nya, perubahan nya begitu besar, sehingga membuat aku tak bisa bergerak bebas lagi." gumam Felicia dengan mata yang tajam ke arah rose.
pangeran alderick yang melihat adiknya hanya diam di ujung, langsung menghampiri nya dan bertanya kepada putri Felicia.
"Putri Felicia, ada apa?" tanya pangeran alderick yang menatap heran adik nya itu.
"Eh, Kakak. Aku tidak apa apa." ucap nya dengan penuh kebohongan, dan berusaha menampilkan senyum terbaik nya.
"Apa yang kau lihat, kakak tau kau berbohong. Ayo ceritakan ada apa?' desak pangeran alderick yang merasa adik nya sedikit aneh.
"Sebenarnya, aku sedih kak. teman teman ku malah memuji anak gundik itu. Dan malah mengacaukan semua nya. Seharusnya aku yang menjadi pusat perhatian orang orang disini. Tapi rose merebut nya dari ku kak." ucap nya dengan wajah yang terlihat menyedihkan.
Alderick yang melihat adiknya seperti itu, merasa begitu bersalah, dan menatap ke arah rose dengan sinis nya. Memang dia akui rose sangat cantik, dan elegan malam ini. tapi dia tak bisa berbuat apa apa, selain memenangkan adiknya yang tantrum itu.
"Jangan khawatir, dia hanya anak seorang selir rendahan. dia tak bisa setara dengan mu. Jadi jangan merasa berkecil hati, hanya karena dia menjadi pusat perhatian. Ayahanda dan Ibunda ratu sudah menunggu kita, ayo."
"Hmm, baikan kak." walaupun kesal, tapi putri Felicia pun menuruti keinginan kakak nya, untuk tak berbuat ulah, dan mengganggu kemarahan anak selir Merry.
Tak lama, acara pun dimulai,kaisar dan juga ratu elli mulai mengucapkan terima kasih, dan mengapresiasi seluruh tamu yang hadir. dan tentu saja malam ini, adalah malam yang sangat bahagia baginya, karena anak nya akan menjadi putra mahkota di masa depan. Itu sudah jelas, bahwa sang kaisar tinus hanya menyayangi anak anak nya saja, dan mata nya melihat ke arah selir Merry yang menatap nya dengan begitu sinis.
"Pangeran alderick, malam ini kau bukan hanya sebagai pangeran pertama di kerajaan nymeria ini. Kau adalah penerus ku di masa yang akan datang. malam ini juga, dimana kau akan menjadi lebih dewasa, dan memikul tanggung jawab yang besar." ucap kaisar Tinus yang memegang kitab suci kuno, diiringi dengan bacaan mantra oleh para pendeta kuil.
Setelah janji suci selesai, barulah semua tamu bisa menikmati makanan yang sudah di sajikan. putri Felicia juga bergabung dengan teman teman nya itu.
Sedangkan bibi Anti dan rose duduk di pojokan, dan ini semua karena rose merasa tak memiliki energi untuk mendekati orang orang disana. Dia lebih memilih diam di pojokan, sehingga bisa makan enak dengan tenang dan nyaman.
"Nona, akhir pekan, nona kecil harus kembali ke akademi ARCANIA." ucap Bibi Anti di sela sela percakapan mereka.
"Bibi, apakah tempat itu menyeramkan?" tanya rose yang tak mendapatkan ingatan lebih tentang akademi nya sendiri.
"Apakah nona tidak ingat sedikit pun, tentang akademi itu?" tanya bihi anti dengan raut wajah yang penasaran.
"Tidak bibi, aku bahkan tak ingat apapun." ucap nya sambil bergeleng.
"Bibi kurang tau nona kecil, sebab nona selalu melarang bibi untuk ikut mendampingi nona,tapi yang bibi tau, nona di sana tak memiliki teman, dan nona kecil, selalu murung setiap pulang dari akademi itu."
Mendengar cerita bibi anti, rose langsung melunturkan senyum nya, berarti selama ini, dia di bully dong, atau ada yang berniat jahat kepada nya. Kenapa ingatan rose yang asli tak bisa dia rasakan lagi. Apa yang terjadi sebenarnya dengan anak selir ini.
Tak lama, dari jarak yang cukup dekat, hanya dibatasi oleh tembok, rose mendengar suara ratu elli dan seseorang di belakang nya.
"Suttt, bibi apakah bibi mendengar sesuatu?"bisik nya pelan dengan wajah yang cukup serius.
"Nona, aku tak mendengar apapun." ucap nya dengan wajah yang heran.
mendengar ucapan bibi Anti, membuat rose berpikir keras. bagaimana bisa bibi anti tak mendengar nya, dia bahkan mendengar jelas suara dari permaisuri Elli dan seseorang yang seperti nya dia mengenal pria itu.
"Bibi, tunggu di sini ya, aku ingin melihat sesuatu."
"Nona, apa yang terjadi. ayo jelaskan, bibi takut nona kecil kenapa napa."
"nanti saja bibi, aku tak memiliki waktu lagi."
Dengan cepat, dia berjalan mengendap-endap ke belakang. Gerakan nya cukup lincah, sehingga membuat Bibi Anti merasa takjub.
"Ratu elli, kenapa kau tak merespon ku, sayang." ucap pria itu dengan penuh kelembutan. Bahkan dia memeluk ratu elli dengan penuh nafsu, yang membara.
"Kasim song, jangan seperti ini. Orang lain akan tau." ucap nya yang panik, saat Kasim kepercayaan sang kaisar Tinus bermain belakang bersama ratu elli sendiri.
"Persetan dengan kaisar Tinus, aku merindukan mu." bisik dengan dengan suara yang serak, dan itu membuat ratu elli meremas pakaian nya yang terasa gugup.
Rose yang mendengar semua nya langsung menutup mulut kecil nya itu. tak menyangka rahasia besar ini terungkap dengan sendiri nya.
semoga paman sam..... gak ketahuan membantu selir dan rose
kalau boleh pergi ke negara kau semula jumpa bapak kau itu
raja gila buncin sangat huhuhuh